
Saat ini Angka sedang mengemudi menuju apartemen diikuti oleh Laras orang yang menabrak Alma beberapa hari lalu, namun meski sudah mengetahui siapa penabrak Alma tapi hati Angka mengatakan bahwa masih ada yang janggal. Tapi entah lah Angka tidak ingin berprasangka dulu, mungkin memang sudah menjadi takdir Alma untuk celaka dihari itu. Seperti yang dikatakan Alma, mungkin itu memang murni musibah.
Angka melirik jam dipergelangan tangannya, waktu menunjukkan pukul 14.40 Angka mengirim pesan suara pada Alma untuk jangan pulang dulu dan menunggunya sebentar. Memang Angka mengubah jadwal pulang Alma lebih cepat 1 jam dari biasanya agar gadis itu bisa lebih banyak beristirahat meski harus melalui banyak perdebatan, namun siapa orang yang bisa menang debat melawan Angka? Pada akhirnya Alma yang kembali kalah.
Sebenarnya Angka sangat ingin memberhentikan Alma sebagai Art nya, lama-kelamaan Angka jadi tidak tega membiarkan Alma terlalu banyak melakukan aktivitas seperti mencuci, menyapu atau membersihkan debu di apartemennya yang sudah pasti menumpuk setiap harinya.
Tapi Angka juga tidak bisa jika tidak melihat Alma barang seharipun, dia selalu cepat rindu jika Alma tidak terlihat oleh matanya. Kalau ia memberhentikan Alma maka otomatis mereka akan sulit bertemu, tidak mungkin juga setiap hari Angka mengunjungi Alma. Nanti apa kata ibunya kan, bisa lebih rumit urusannya nanti.
Sedangkan di lain tempat, tepatnya di apartemen Angka. Alma sedang membuat cilok kuah dan cireng isi ayam suir, dibuat dengan rasa yang tidak terlalu pedas mengingat Angka kurang suka makan pedas. Padahal lebih enak pedas sih pikir Alma, tapi kasian nanti Angka tidak bisa mencicipinya.
Lagipula hidangan ini memang cemilan yang Alma siapkan untuk Angka, dia menggoreng beberapa cireng dan menaruh sisanya ke dalam kulkas, kalau-kalau Angka lapar tengah malam dan butuh cemilan, dia bisa langsung menggorengnya sedangkan untuk cilok kuah dia menaruhnya di panci atas kompor.
Sebenarnya Alma juga tidak tau apakah orang kaya seperti Angka bisa memakan makanan yang mengandung banyak minyak seperti ini, Angka kan pasti lebih terbiasa dengan makanan bintang lima.
Duh Alma mendadak menyesal mengapa tidak bertanya dulu pada Angka, saat tengah asik membalik cireng, ponsel milik Alma berbunyi menandakan ada notif pesan masuk. Segera gadis itu beranjak dan melihat siapa pengirim pesan yang ternyata berisi pesan suara itu.
__ADS_1
"jangan pulang dulu ya Al, ada hal penting yang mau aku kasih tau ke kamu"
Ujar Angka dalam pesan suara itu, Alma langsung menjawab ok dengan emot hormat, Alma termenung sejenak kira-kira apa ya yang mau dibicarakan Angka? Alma jadi degdegan begini. Maklum setelah bertahun-tahun memendam rasa akhirnya terbalas, jadilah Alma menjadi orang yang detak jantungnya mudah berdetak sangat kencang. Sebenarnya terkhusus untuk Angka saja hal itu terjadi, Alma dan tubuhnya memang agak berlebihan jika menyangkut soal Angka.
Dia menaruh cireng yang sudah matang di piring dan cilok kuah yang dia taruh diatas meja makan tak lupa minuman berupa es jeruk dan jus jambu, rasanya Alma tidak sabar menunggu Angka pulang. Perutnya sudah berbunyi minta di isi tapi Alma ingin mencicipinya bersama dengan Angka, Alma melirik pintu sesekali melirik ponselnya siapa tau ada notif dari Angka.
Namun sampai 20 menit kemudian Angka ternyata tidak muncul juga, apa mendadak Angka ada urusan sehingga tidak jadi pulang?
Alma menopang kepalanya pada lipatan tangan, dia juga mengantuk mungkin ini efek obat yang dia minum 1 jam sebelumnya. Baru saja matanya ingin memejam dan siap terbang ke alam mimpi, suara langkah kaki dan ketukan sepatu membuat Alma membuka kembali matanya dan menegakkan badan. Matanya menangkap langkah tegap Angka yang berjalan ke arahnya.
Lalu matanya juga melihat ada satu orang lagi yang berjalan dibelakang Angka, dia melihat gadis cantik berpakaian rapi khas anak kuliahan mengikuti langkah Angka. Kening Alma mengerut, siapa gadis ini? wajahnya terlalu asing, Alma tidak pernah melihatnya.
Namun beberapa menit kemudian Angka yang sudah berganti pakaian menyuruh Alma dan penabraknya (Laras) untuk duduk dulu di sofa dalam apartemen Angka. Gadis itu -Laras- terlihat begitu gelisah sesekali menggigit kukunya, ini agak membuat Angka berpikir apa yang membuat gadis itu begitu gelisah? padahal Angka sendiri pun tidak mengintimidasinya dan hanya bertanya seadanya saja. Namun melihat gelagat gadis bernama Laras itu malah membuat Angka seperti sebuah ancaman.
"Jadi Al, ini Laras orang yang nabrak kamu beberapa hari lalu, dia datang kesini mau minta maaf ke kamu sekalian mau ceritain kenapa bisa dia nabrak kamu"
__ADS_1
Alma sedikit terkejut memandang gadis bernama Laras itu, kepala gadis itu menunduk kala mata Alma dan matanya bertubrukan saling memandang. Namun Alma hanya memasang senyum seadanya.
"Saya akan ceritain kronologinya hari dimana saya nabrak mbak Alma, jadi hari itu saya dapat telpon kalo ibu saya kena serangan jantung, lagi kerjapun saya izin dan buru-buru mau bawa ibu ke rumah sakit. Tapi dijalan yang kebetulan jalan itu juga dilalui oleh mbak Alma, saya malah ceroboh dan mengakibatkan mbak Alma terluka begini. Saya hanya terlalu panik hari itu" Ujar Laras melirik kaki Alma yang masih tercetak warna kebiruan dan dia pun tadi melihat jalan Alma yang masih agak pincang, dia merasa tidak enak.
"Saya memang bodoh, harusnya hari itu saya tolong mbak Alma. Tapi pikiran saya blank dan berpikir kalau saya nolong mbak malah akan mengulur waktu buat datang ke ibu saya jadi saya kabur supaya bisa cepat-cepat bawa ibu berobat, tadinya mau sekalian tanggung jawab buat bantuin mbak, mau saya obatin lukanya. Tapi saat saya kembali, mbak Alma dan ojolnya udah gak ada. Saya benar-benar minta maaf ya mbak"
Alma menggeleng dan memegang tangan Laras, "kamu gak salah kok, yang kamu lakuin udah bener. Ibu kamu harus kamu prioritasin lebih dulu, lagipula aku cuma dapet luka kecil yang beberapa hari lagi pasti ilang" Ujar Alma tersenyum menenangkan yang tanpa sadar juga menenangkan hati Angka yang agak emosi ini.
"Jangan sampai ketika ibu kamu gak ada karna kamu lebih pentingin orang lain, baru kamu menyesal. Inget penyesalan itu gak ada obatnya, jangan pas dia pergi baru kamu menginginkan dan merindukan sosok dia"
Ucapan Alma entah kenapa menampar Angka, lelaki inipun sedang bertengkar dan mengabaikan ibunya sendiri demi hubungannya dengan Alma. Yang masih berstatus orang lain bagi Angka karna mereka memang belum terikat.
"Iya mbak, sekali lagi saya minta maaf, oh iya ini ada sedikit dari saya. Saya tau ini sudah basi jika dianggap sebagai uang kompensasi, tapi tolong diterima ya mbak. Biar saya bisa sedikit tenang" Alma melirik amplop coklat yang lumayan tebal itu dan melirik Angka bergantian, seolah meminta persetujuan. Ketika melihat Angka tersenyum dan mengangguk barulah Alma menerima amplop itu dengan tangan yang gemetaran. Baru kali ini dia memegang amplop dengan isi yang lumayan tebal.
"Oke, aku terima ya. Makasih karna kamu gak lepas tanggung jawab, kamu hebat hehe" Angka ikut terkekeh melihat wajah polos Alma yang menyengir, benar kata Rendi dulu bahwa Alma adalah gadis polos dan baik hati. Tidak salah banyak yang jatuh cinta pada pesona Alma, bukan hanya wajahnya yang cantik tapi juga hatinya.
__ADS_1
******
Hai kembali mincek up di jam yang sudah sangat malam ini, maaf ya mincek lagi ada kerjaan. Jangan lupa like, komen, vote dan bintang limanya ya. Hayok jangan mager, kasih mincek dukungan banyak-banyak supaya semangat up nya. See u in next eps🤍🤍