
"Kenalkan, aku Livia Aninda, istri dari Mas Revan, senang berkenalan dengan kalian, selamat menikmati acara ini, terima kasih sudah datang,"
Penampilan Livia tak memalukan, karena ia mengenakan gaun cantik yang Revan berikan untuknya. Meskipun banyak orang yang menyanjung Livia, namun Revan tetap saja tak berbaik hati padanya.
Revan nampak sekali kesal dan tak suka melihat Livia. Kehadirannya bak pembawa sial di mata Revan. Andai saja mereka tak meminta Livia turun, maka Revan tak harus sepusing ini padanya.
Livia berjalan seorang diri, setelah memperkenalkan diri pada teman-teman Revan. Mereka benar-benar hanya formalitas saja, karena sebenarnya mereka juga tak peduli pada kehadiran Livia.
Livia memang bak tamu tak diundang, ia berjalan sendiri tak tahu arah, entah harus apa dan ke mana. Ketika Revan kini sibuk minum bersama teman-temannya.
Livia sedikit menjauh, dan mengambil sebuah jus untuk ia minum seorang diri. Tiba-Tiba, tanpa dirinya sadari, ada dua orang wanita berpenampilan seksi mendekatinya. Wajahnya terlihat masam, seperti tak suka pada kehadiran Livia.
"Kau yakin, kau adalah istri Revan? Ha?"
__ADS_1
"Iya? Kenapa, Kak?" balas Livia sopan.
"Kau tak sadar ya? Jika Revan hanya basa-basi saja denganmu! Nampak sekali jika dia tak bahagia bersamamu! Kau ini sebenarnya siapa? Kenapa bisa semudah itu menjadi istri Revan? Apa kau tak mendengar kabar miring tentangnya?" tanya salah seorang wanita yang memakai gaun warna pink.
"Ya, tak mengapa bagiku, karena pernikahanku dengan mas Revan bukan hanya untuk kebahagiaannya saja, kok. Banyak yang bahagia selain dia, aku tak peduli, kalian berkata apa, yang terpenting, aku tetap berusaha melakukan apa yang harus kulakukan, tanpa mendengar celoteh apapun, yang bisa merusak moodku," jawab Livia.
"Kau sombong sekali? Padahal di acara ini pun tak ada yang menganggapmu! Dengar ya, kau harus tahu, aku adalah wanita yang menginginkan Revan! Namun karena gosip murahan itu, aku jadi ilfeel padanya! Kau harus jawab jujur pertanyaanku, apakah Revan memang benar-benar seorang pria penyuka sesama?"
"Haruskah aku jawab itu? Bukankah itu adalah hal pribadi? Kenapa aku harus memberikan jawaban padamu?"
"Karena kau bertanya hal pribadi yang membuat nama suamiku jadi jelek. Harusnya aku tak nemberikan sambutan hangat pada kalian. Rupanya, kau malah bertanya hal aneh itu,"
"Karena aku tak percaya jika dia g a y! Katakan padaku, dia menyukai wanita kan? Tapi aku sangat yakin, jika dia tak menyukaimu, karena kau terlihat sekali, hanya sebatas wanita yang dipajang, agar image buruk Revan bisa terhapus!" pekik wanita tersebut.
__ADS_1
"Benarkah? Silakan, sesuka kalian menghinaku, karena aku tak peduli. Aku berdiri di sini, hanya untuk menemani suamiku. Aku tak peduli pada gosip di luaran sana, karena hal itu hanya menghabiskan waktuku saja. Jika kau memang menyukai Mas Revan, silakan ambil saja kalau bisa! Karena pintuku terbuka lebar, jika kau menginginkannya!"
"Sialan! Kenapa kau menantangku seperti ini, ha? Aarrgghh, rasakan ini!" Wanita itu menarik dan menjambak rambut Livia.
Livia kaget, karena tiba-tiba saja dirinya mendapat serangan dari wanita menyebalkan tersebut. Livia tak melakukan perlawanan, karena ia tak siap dengan pukulan dan jambakan di rambutnya.
"Aarrghhhh, sakit! Lepas! Lepaskan aku!" Livia meronta, ia emosi dan kesal pada wanita tersebut.
Pertengkaran mereka berdua, tentu saja membuat Revan kaget. Banyak pasang mata yang melihat adegan tersebut. Revan tak menyangka, jika Livia akan mendapat perlakuan tidak menyenangkan seperti itu.
Revan pun berlari menuju perdebatan kedua wanita tersebut. Sesaat Revan tiba, barulah mereka menghentikan adegan jambak-jambakan, karena kaget dengan keberadaan Revan.
"Gina! Lepaskan! Apa kau gila? Kenapa kau berani-beraninya menyakiti istriku, ha? Apa salahnya dia padamu? Kenapa kau berbuat jahat padanya? Lepaskan dia! Jika kau berani menyakiti istriku lagi, aku tak akan segan-segan menyakitimu, dan membongkar semua kejahatanmu dahulu! Lepaskan! Lepaskan dia! Dia istriku! Lepassss, Gina!" teriak Revan, berusaha membela Livia, dan menarik tubuh mungil Livia dari cengkeraman Gina.
__ADS_1
Livia kaget bukan main. Kenapa tiba-tiba Revan begitu ingin melindunginya?
"Ada apa dengan Mas Revan? Kenapa dia begitu ingin melindungiku? Dan … kenapa ada kata-kata, membongkar semua kejahatanmu dulu, memangnya apa yang terjadi antara mereka? Apakah semua ini ada hubungannya dengan masa lalu Mas Revan? Aku penasaran … kenapa pria setampan dan sekeren dia, harus tak menyukai wanita? Apakah memang ada trauma masa lalu yang membuatnya benar-benar hancur sampai sejauh itu? Mungkinkah itu? Tetapi apa ya? Adakah hubungannya dengan wanita sangar ini?" batin Livia dalam hati, sembari menahan rasa sakit akibat jambakan Gina yang begitu kuat.