Cinta Adrian & Nisa

Cinta Adrian & Nisa
Bab 10


__ADS_3

****


Pukul 8.15 aku sampai restoran, hari ini aku agak terlambat karena bangun kesiangan. Kulihat beberapa karyawan sudah beraktifitas.


" selamat pagi semua" sapaa ku tak lupa dengan senyum yang manis.


" selamat pagi Nisa.." sapaa mereka bersamaan. Aku langsung berjalan cepat menuju ruang locker untuk berganti pakaian menggunakan pakain khas seorang karyawan restoran.


Aku pun langsung bergabung dengan beberapa karyawan yang tengah melakukan aktifitas bersih-bersih. Ada yang menyapu, mengepel, merapikan kursi , me-lap kaca, meja, kursi, mengumpuli sampah-sampah dll. Finis memberikan pengaharum ruangan plus anti bakteri dan akhirnya, taraaaaaaa!!!!....restoran yang nampak kotor bersih kembali (bersinar-sinar....cling....cling..cling....).


Ditengah-tengah kami melakukan aktifitas bersih-bersih, ada beberapa karyawan mulai bergosip. Biasa kalau emak-emak lagi kumpul pastinya ngerumpi aja kerjanya hihihih..., aku tidak peduli dan tetap melanjutkan perkerjaanku.


"Hssssss ....sini kumpul-kumpul" kata seorang wanita sambil tangannya melambai-lambai memanggil agar karyawan yang lain ikut bergabung. Mereka pun berkumpul seperti ikan lele yang sedang diberi makan oleh pemiliknya.


"Ada apa..?? " tanya seorang wanita yang umurnya sekitar 30-an keatas yang sering dipanggil mbak yuni.


"Ada gosip terbaru, ter update, terhot ...." ucap wanita tersebut yang tidak lain adalah mbak irda, dengan gayanya yang manja, dan centil.


" hey Nisa apa kamu terus disitu....ayo sini gabung" ucap irda. Mbak irda, memiliki sifat kepo yang berlebihan dan sangat genit, tetapi dia sangat baik hati, sifatnya yang ceria, mempu membuat suasana menjadi cair.


Aku pun langsung bergabung dengan mereka, sebenarnya aku malas, tapi yah... mungkin ada kabar penting yang tidak boleh aku lewatkan.


Semua karyawan yang berkumpul mulai memasang wajah yang serius, menunggu berita penting apa yang akan disampaikan oleh mbak Irda.


Menghelah nafas dalam...." huufffff.... hari ini bos akan datang" ucap mbak Irda


"Apaaaaa.......!!" sontak saja semuanya kaget dengan mata melotot, termaksud aku. Pantas semalam sebelum pulang kerja, manejer menyuruh kami semua berkumpul dan menyampaikan kalau besok harus datang tepat pukul 8.00, tidak seperti biasanya kami datang pukul 8.30 karena jam buka restoran pukul 9.00, ternyata hari pemilik restoran akan datang.


Dug...dugg..duggg.....!!! perasaan was-was, karena selama ini aku, dan karyawan lain belum pernah bertemu dengan boss, bahkan karyawan yang sudah bekerja bertahun-tahun, biasa mungkin orang sibuk yang memiliki anak cabang restoran dimana-mana jadi tidak punya banyak waktu.


" dengar-dengar dia masih mudah dan sangat tampan loh..." ucap Irda dengan nada genitnya.


"Iyah benar.....aku pernah masuk diruangan manejer saat membawa sarapan untuk pak Andre, aku melihat ada foto pria sangat tampan diatas meja kerja pak Andre aku yakin 100% itu adalah boss" sahut karyawan yang lain.


Disaat asyik-asyiknya kami sedang bergosip, tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari arah belakang, yang tidak asing di telinga kami semua.


"Apa kalian terus bermalas-malasan hah..?? Cepat selesaikan tugas kalian atau gajian kalian dipotong" ucap pria itu yang tak lain adalah pak Andre manejer direstoran tempatku berkerja.

__ADS_1


Sontak saja membuat kami semua kaget dan bubar, kembali kepekerjaan kami masing-masing


Tik...tuk..tikk..tuk..., Waktu terus berjalan dari detik ke menit dari menit ke jam, aku berkerja seperti biasa melanyani dan mengantarkan menu makanan yang sudah dipesan oleh pelanggan.


Waktu menunjukkan jam 13.20, tiba-tiba datang 4 orang pria dengan wajah tampan, berpenampilan bak oppa-oppa korea, berjalan dengan cool, dan memancarkan aurah dari kalangan kelas atas, semua mata tertujuh kepada 4 orang makhluk ciptaan tuhan yang sempurna itu, sesaat kemudian terdengar suara histeris wanita, yang tidak lain adalah pengunjung restoran.


" Mengapa mereka histeris..? Siapa yang datang..?? Apa seorang selebriti..??" Batin Nisa bertanya-tanya.


Didapur...


Terlihat beberapa karyawan sedang makan siang, dan beberapa karyawan yang lain sibuk menjalankan tugas mereka masing-masing, seperti membagian shiff.


Mbak yuni datang dengan nafas ngos-ngosan seperti di kejar-kejar hantu, huuffff...mengambil nafas dalam dengan posisi tangan didada.


" i-tu..... bo-ss, boss sudah datang" ucap Yuni terbata-bata.


"Apa...!!! Yang benar saja??, ayo kita lihat". beberapa karyawan yang berada didapur berbondong-bondong keluar hanya untuk melihat boss mereka. Tapi tidak dengan Nisa, wanita itu terlihat biasa-biasa saja tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan seperti karyawan-karyawan lain.


" cik...cik..cik.... boss yang datang mengapa mereka yang heboh" ucap Nisa geleng-geleng kepala dan kemudian melanjutkan makannya.


****


" Selamat siang tuan.." ucap mereka secara bersamaan sambil menundukkan kepala, boss dan ketiga sahabatnya terus berjalan dengan ekspresi wajah datar menuju ruangan VIP, kemudian diikuti oleh pak Andre dan pak Rudi dari belakang.


Tap...tap...tap suara langkah kaki, setelah beberapa menit berjalan sampailah mereke diruangan VIP.


Boss dan ketiga sahabatnya menduduki bokong mereka di kursi empuk yang berada didalam ruang tersebut. Pak Andre dan pak Rudi masih setia berdiri didepan meja sambil menundukkan kepala, suasana tegang, terlihat beberapa kali pak Andre menelan savilanya, dan beberapa tetes keringat bercucuran. Ini pertama kalinya boss mereka berkunjung, biasanya assistennya saja yang datang.


"Siapkan menu andalan restoran ini.." ucap boss mereka


"Baik tuan.." dengan segara pak Andre dan pak Rudi keluar menuju dapur.


*****


Didapur.....


Koki-koki tengah sibuk menyiapkan beberapa menu yang akan disajikan untuk boss, mereka mngeluarkan segala kemampuan bakat memasak ala chef internasional.

__ADS_1


Setelah 15 menit, semua menu telah selesai.


"Nisa...." panggil pak Andre.


" iyaah pak.."


" cepat antar pesanan ini diruangan VIP.."


" hmmmmm....mengapa harus saya pak?? Saya sedang sibuk pak, yang lain saja yah pak" tolak Nisa halus.


"Jangan membantah,....atau mau saya potong gajimu" ucap pak Andre mengancam.


"Aahh...jangan dong pak" dengan terpaksa Nisa mengantar pesanan untuk si boss.


Nisa berjalan sambil mendorong trolley berisi makanan dan diikuti pak Andre dan pak Rudi dari belakang.


Dug...dug...dug....kok perasaanku jadi tidak enak siih, hufff .....semoga saja aku tidak melakukan kesalahan. Aduh seperti apa yah wajah si boss??..aku jadi penasaran, semoga wajahnya tidak menyeramkan. Batin Nisa


5 menit kemudian mereka sudah sampai didepan pintu VIP.


Klekk...suara pintu dibuka...


Nisa, pak Andre dan pak Yoga masuk kedalam, disambut dua bodyguard bertubuh kekar.


Kok aku jadi merinding siih.., seperti masuk dikandang macan,.... hmmmmm mengapa dua manusia ini berdiri disamping kiri kanan pintu, seperti penjaga pintu neraka saja. Gerutu Nisa.


Setelah masuk didalam ruangan yang memilik atmosfir suhu berbeda dari ruangan lainnya, Nisa terus berjalan dengan menundukkan kepala, iyah tidak berani untuk menatap seperti apa wajah bossnya itu. Nisa sangat gugup, iya meletakkan semua hidangan enak dan mewah itu diatas meja dengan sangat hati-hati.


Setelah semua menu tertatah rapi diatas meja, Nisa berjalan mundur kebelakang, menyusul pak Andre dan pak Yoga yang sedari tadi hanya berdiri diam.


" selamat menikmati tuan.." ucap mereka bersamaan sambil menundukkan kepala.


" iyah,, kerja yang bagus...." ucap si boss dengan suara yang sengaja dibuat tinggi.


Deg....


Suara itu...??? Nisa memberanikan diri mengankat kepalanya, dan betapa terkejutnya Nissa saat mengetahui siapa sosok yang berada didepannya.

__ADS_1


__ADS_2