Cinta Adrian & Nisa

Cinta Adrian & Nisa
Bab 12


__ADS_3

๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Bukk..bukk ...


Tanpa basa basi Nisa langsung menghajar kedua bodyguard Adrian, mereka berkelahi seperti film-film action hollywood, Nisa seperti pemeran utama dalam film yang sedang menghajar dua penjahat. Tak sia-sia ia mempelajari ilmu bela diri. Hanya butuh beberapa menit kedua pria itu sudah tergeletak tak berdaya. Dengan luka lebam disekujur tubuh.


Nisa berhasil meloloskan diri ia pun keluar dari ruangan mewah itu dan membating pintu kasar (dorrtttt....). Keempat pria yang menyaksikan adu otot antara Nisa dan dua bodyguard itu masih diam mematung tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


Kevin mengambil segelas air putih dan meminumnya kasar.


Uukg..uukg....uukg....


wahh....


baru kali ini aku bertemu dengan wanita hot girl, biasanya aku hanya nonton difilm-film aku tarik kembali kata-kataku tadi. Batin, Kevin ia merinding bergelidik ngeri .


Adrian tersenyum miring. Benar-benar menarik, kita lihat saja wanita keras kepala sampai dimana kamampuanmu melawanku, jangan salahkan aku kau yang mulai peperangan ini. Batin Adrian


Hahahaahah....sungguh wanita yang menarik baru kali aku bertemu dengan wanita yang menolak Adrian. Batin Bagas


Busett....! Tuh cewe makan apa sih? Kuat amat. Batin Arya


Nisa keluar dengan emosi yang berapi-api, sungguh Adrian telah menjatuhkan harga dirinya didepan orang lain, walaupun diruangan itu hanya ada mereka berlima dan dua bodyguardnya, tapi Nisa meresa harga dirinya sebagai seorang wanita diinjak-injak.


Nisa kembali bekerja seperti biasanya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Telinga nya terasa memanas dan ingin muntah ketika mendengar beberapa teman kerjanya memuji ketampanan Adrian.


Cik..cik...Sepertinya mereka tidak mengetahui seperti apa sifat asli boss, diluarnya saja yang tampan, tapi didalam ia adalah pria mesum, tidak punya hati, pria sombong, arogan. pria sepertinya itu tidak pantas dipuja, ia pantas ditenggelamkan di samudra pasifik. Umpat Nisa didalam hati.


Setelah acara makan siang yang sempat kacau akibat ulah Nisa, Adrian berjalan menuju ruang manajer ikuti pak Andre dan Kevin dari belakang sedangkan Arya dan Bagas sudah pulang duluan.


Adrian dan Kevin duduk disofa memeriksa beberapa berkas yang ada dimeja, sedangkan pak Andre duduk seberang meja. Terlihat pak Andre sangat gugup bisa berhadapan langsung dengan seorang CEO yang memiliki kekuasaan dan kekayaan no satu dikota B, terakhir ia bertemu dengan Adrian 5 tahun yang lalu disaat pengankatan dirinya sebagai manajer.


"Kerja yang bagus pak Andre pendapatan tahun ini meningkat 20% dari tahun- tahun sebelumnya atas kerja keras kalian aku akan menaikan gaji kalian 50% " ucap Adrian memecahkan keheningan.


Setika raut wajah pak Andre berubah, yang tadinya pucat seperti mayat hidup seketika berubah bahagia seperti mendapat mata air ditenga gurung pasir.


" terimah kasih tuan..." ucap Pak Andre sambil menundukkan kepala.


"Oya pak Andre siapa pelayan yang mengantar makanan tadi " tanya Adrian.


" ahh...Nisa tuan"


Oh jadi namanya Nisa, mengapa namanya kampungan sekali. Batin Adrian. " sudah berapa lama ia bekerja disini??"


Hmmm nama yang cantik seperti orangnya hihihi..., tapi sepertinya wanita itu benar-benar sudah menarik perhatian Adrian, selama ini Adrian tidak akan melepas begitu saja seseorang yang telah membuatnya kesal. Batin Kevin.


Pak Andre bingun mengapa tiba-tiba seorang CEO menanyakan seorang karyawan biasa seperti Nisa. Apa Nisa membuat kesalahan? Pak andre mencoba menerka-nerka.


" sudah hampir 4 tahun tuan, " jawab pak Andre


Hmmmm lumayan cukup lama. Batin Adrian

__ADS_1


******


Waktu jam pulang kerja telah tiba seperti biasa semua karyawan bersiap-siap untuk pulang kerumah masing-masing tiba-tiba pak Andre datang dengan raut wajah berbinar.


Pak Andre berdehem " eheemmm.....,semuanya mohon perhatian ada sesuatu hal yang inginku sampaikan"


Deg...!! Jantung Nisa berdetek kencang, ia meremas jari-jarinya untuk menghilangkan kegugupan nya, huuff menarik napas dalam.


Apa boss mesum itu akan memecatku karena telah membuat kekacauan. Batin Nisa


Semua karyawan telah berkumpul memasang telinga untuk mendengarkan informasi apa yang akan pak Andre sampaikan.


Menarik napas dalam" hufff.....terimah kasih atas kerja keras kalian selama ini, restoran kita mengalami peningkatan penjualan hingga 20% dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk menghargai kerja keras kalian maka boss menaikan gaji sebesar 50%. Kata pak Andre.


Sontak saja membuat seluruh karyawan bersorak gembira. Begitupun dengan Nisa. Sejak tadi ia terlihat sangat gelisah setelah beberapa jam yang lalu ia membuat kekacaun diruangan VIP, ia terus berpikir bagaimana nasibnya kalau sampai ia dipecat, dan akhirnya ia bisa bernafas dengan lega karena sepertinya Adrian tidak akan memecatnya.


Ia sangat bersyukur gaji Mereka dinaikan karena ia bisa mengirim uang lebih kepada ibunya, sebelumnya gaji mereka hanya 3,5 juta perbulan, sekarang naik 50% berarti sekarang gaji mereka 5 juta perbulan cukup lumayan besar untuk seorang karyawan restoran.


Huff...ternyata pria mesum itu masih punya hati nurani, hmmm..... sekali-kali gitu dong menaikan gaji karyawan,


hitung-hitung sedekah biar tuh dosa bisa berkurang sedikit.


Punya banyak uang tapi dihabiskan untuk hal-hal maksiat dasar orang kaya. Batin Nisa


*****


Nisa merebahkan tubuhnya diatas kasur


"Haaaa.....cape nya....hmmmm kira-kira ibu sama Rahmat lagi ngapainnya, ahh mending aku telpon saja sudah lama aku tidak mendengar kabar ibu dan rahmat?? " guman Nisa, ia pun merai benda pipih samping nya dan menelpon ibunya.


{ hallo assalamualaikum nak...} suara ibu Mia diseberang sana.


{ walaikumsalam ibu....buk apa kabar?? } tanya Nisa


{ alhandulillah ibu baik nak...kalau kamu sayang, apa kau baik-baik saja disitu} tanya ibu Mia balik.


{ alhamdulillah Nisa sehat-sehat saja disini buk }.


{ syukurlah nak....}.


Nisa merasa ada yang aneh dengan ibunya, { apa ibu masih cuci gosok?} tanya Nisa lembut.


Nisa mendengar suara ibunya seperti susah bernapas, Nisa mengetahui penyakit yang diderita ibunya selama ini. Ibunya menderita penyakit Asma, kalau ibunya terlalu bekerja maka asmanya akan kambuh, maka dari itu Nisa berkerja keras mengumpulkan uang yang banyak agar ibunya tidak berkerja lagi.


{ iya nak...ibu bosan kalau hanya duduk berdiam diri dirumah saja}.


{ tapi buuu....} Nisa belum melanjutkan bicaranya tapi sudah dipotong oleh ibunya.


{ jangan khawatir sayang ibu baik-baik saja, dan kamu juga jangan terlalu bekerja usiamu masih muda nak, kalau terjadi apa-apa denganmu ibu sangat merasa gagal menjadi orang tua } ucap ibu Mia sedih.


Tidak terasa air mata Nisa jatuh mendengar perkataan ibunya.

__ADS_1


{ iya buk,, tapi ibu harus janji bekerja secukupnya saja yah..}


{ iya nak, ibu tutup dulu telponnya ya, assalamualaikum}


{ iya bu ...walaikumsalam}.


Tutt....tutt...tutt...sambungan telpon putus


Nisa menghela napas pelan. Maafkan Nisa buk karena Nisa belum bisa membahagiankan ibu. hiks...hikss...hiks... Nisa menangis terseduh-seduh.


****


Esok harinya...


Di perusahan Malik Copration Grup. Kantor yang lumanya besar dan sangat elegan, terlihat beberapa pegawai yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing.


Tok...tok..tok..


" Masuk "


Klekk... suara pintu dibuka


" selamat pagi boss.." ucap Kevin


" emmmmm" balas Adrian singkat dan tangannya sibuk mengotak atik benda persegi diatas meja kerjanya.


" Boss...pukul 10 nanti akan ada rapat mengenai pembangun hotel dan restoran di daerah xxxxx. Dan lanjut pukul 12 makan siang bersama mr. Louis " ucap Kevin


Menghela napas pelan " baik lah " ucap Adrian singkat. Setelah menyampaikan jadwal, Kevin keluar dan kembali keruangannya.


Drrrttttt..drrrtttt....


Setelah melihat nama panggilan yang terterah dilayar hpnya Adrian langsung mengangkatnya.


{ hallo mi...} ucap Adrian


{ hallo sayang, apa hari ini kamu sibuk???} tanya ibu Sinta.


Menghelah napas kasar, Adrian sudah dapat menebak masuk dari pertanyaan ibunya itu. { Adrian sangat sibuk mi..}


{ lalu kapan kamu ada waktu sayang...mami sudah membuat janji dengan Tiara, kalau kalian akan makan siang bersama}.


Oh shiit...{ mengapa mami membuat janji tanpa sepengetahuan Adrian} ucap Adrian kesal.


{ karena mami tahu pasti kamu akan menolak}


{ tapi mi......} Adrian belum melanjutkan perkataannya tapi sudah dipotong oleh ibu Sinta.


{ tidak ada bantahan titik}....


Tutt...tutt panggilan ditutup sepihak. Adrian mengepalkan tangannya ia menyandarkan tubuhnya dikursi dan memijat pangkal pelipisnya ia terlihat sangat kesal, entahlah akhir-akhir ini ia malas berurusan dengan namanya wanita.

__ADS_1


๐Ÿ๐ŸSelamat membaca. Mohon maaf kalau ada banyak taypo dan salah-salah kata maklum hanya amatiran bukan profesional๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Jangan lupa like, vote dan komennya yaโคโค


__ADS_2