
"Hahahahahahaha...." kali ini Adrian yang tertawa terbahak-bahak.
"Apa ada yang salah kalau aku jatuh cinta dengannya? setiap orang memiliki hak untuk mencintai". Ucap Kevin ketus.
"Hahaahhaahha....Kau sungguh lucu Kevin, kau belum pernah bertemu dengannya sudah bilang jatuh cinta, cik...cik ada-ada saja" Adrian menggeleng-geleng kepalanya.
"Aku percaya takdir suatu saat nanti pasti aku akan bertemu dengannya". Kata Kevin percaya diri
"Cik....kau sungguh percaya diri sekali?..aku yakin kalau kau bertemu dengannya pasti salah satu anggota tubuhmu tidak berfungsi lagi dengan benar". Ucap Adrian sambil melihat Kevin dari atas sampai bawah.
Seketika membuat Kevin merinding ia bergelidik ngeri, kemudian mereka kembali melanjutkan perkerjaan mereka.
"Vin...apa jadwalku hari ini" tanya Adrian sambil melihat jam yang melingkar dipergelangannya.
Kevin mengambil table yang berada disamping meja dan membukanya "Hmmmm....jadwal boss hari ini meeting dengan direktur dari PT. Grup Mahesa jam satu siang dan lanjut jam tiga sore boss melihat proses pembangunan proyek apartemen didaerah xxx..."
Adrian menghela napas kasar dan menyandarkan tubuhnya disofa sambil memijat pangkal pelipisnya.
1 jam kemudian...
Adrian dan kevin berjalan menuju ruangan meeting. Meeting berlangsung selama Dua jam.
"Senang bisa bekerja sama denganmu tuan Adrian" ucap direktur Mahesa sambil berjabat tangan.
Adrian tersenyum membalas jabatan tangan tuan Mahesa" mari kita sama-sama berkerja untuk mendapatkan hasil yang baik tuan"..
"Hahahaha....tentu saja tuan, diusia muda anda sangat berbakat dan kompeten dalam berkerja, eemmm apa anda sudah mempunyai seorang kekasih?" Tanya tuan Mahesa
"Belum tuan...." Adrian tersenyum.
"Hahaah...aku lupa anda orang yang sangat sibuk pasti tidak ada waktu untuk mempunyai seorang kekasih, emm aku memiliki seorang putri, kalau tuan tidak sibuk sekali-kali kita makan bersama akan ku perkenalkan putri saya kepada tuan" ucap tuan mahesa dengan percaya dirinya.
"Dengan senang hati saya menerima tawaran anda tuan" ucap Adrian dengan senyuman sinis.
Ini bukanlah hal pertama rekan bisnis Adrian menawarkan perjodohan dengan putri-putri mereka. Sudah beberapa kali Adrian menerima penawaran dijodohkan dengan putri-putri rekan bisnisnya, Adrian menerima hanya sekedar untuk menjaga kerja sama yang terjaling, tidak lebih dari itu.
Mereka pikir berbisnis merupakan ajang pencarian jodoh apa? Sungguh sangat miris, menawarkan putri-putri mereka hanya untuk keperluan berbisnis saja. Adrian
__ADS_1
Setelah selesai meeting, Adrian dan Kevin berjalan menuju lift.
Tin...suara lift terbuka, mereka memasuki lift menuju lantai bawah.
Adrian berjalan dilobi dengan sangat elegan dan diikuti Kevin dibelakangnya, tubuh yang ideal membuat hati para wanita ingin memujanya. Semua karyawan menunduk hormat, beberapa karyawan wanita mencoba mengoda Adrian dengan memasang senyuman dibuat seimut-imut mungkin, Adrian tetap berjalan dengan tatapan lurus kedepan tanpa peduli dengan beberapa pasang mata yang melihatnya.
"Selamat sore tuan"
"Selamat sore tuan"
"Selamat sore tuan" sapa beberapa karyawan sambil menundukkan kepala.
Adrian tetap berjalan tanpa membalas sapaan dari para karyawannya.
Mobil Adrian melaju meninggalkan perusahan menuju pembangunan proyek didaerah xxx...
****
Dimansion.....
Pukul 19.00 Mobil sport Adrian sudah memasuki area parkiran rumah keluarga Malik, sebelumnya ibu Sinta sudah menelfon Adrian untuk makan malam bersama dimansion, sebenarnya Adrian malas pulang kemansion tetapi ibunya yang meminta jadi dengan terpaksa Adrian menyetujui. Adrian keluar dari dalam mobil sportnya dan berjalan masuk dirumah yang besar bak istana itu dengan gayanya yang cool bak seorang model yang sedang berjalan diatas karpet merah.
"Malam..". Walaupun terkenal dengan sikapnya yang super dingin tetapi Adrian selalu bersikap baik dengan para pelayaan yang bekerja dirumahnya.
"Adrian kamu sudah datang sayang ...ayo makan dulu." ucap ibu sinta menyambut kedatangan anaknya itu.
" iyah mi..." jawab Adrian, kemudian anak dan ibu itu berjalan bersama menuju meja makan.
" selamat malam pi..."...sapa Adrian sambil menduduki bokongnya dikursi.
"Hey kak....apa kau tidak ingin menyapa adikmu ini" ucap adik Adrian dengan wajah cemberut karena merasa diabaikan.
Adrian tersenyum melihat wajah adiknya yang menggemaskan itu kalau sedang cemberut.
"Kau sangat kecil jadi kaka tidak melihatmu.." ucap Adrian dengan wajah mengejek adiknya.
"Cikk....kaka pliss deh!!! Jangan Mengejekku terus" ucapnya kesal
__ADS_1
" sudah... sudah cepatlah makan nanti makanannya keburu dingin" ucap ibu sinta melerai berdebatan kakak beradik itu. Mereka pung makan tanpa ada yang berbicara.
Setelah selasai makan malam, adik Adrian masuk kekamar, sedangkan diruang keluarga terlihat Adrian sedang mengobrol dengan ibunya dan ayah gunawan hanya duduk sambil membaca koran tanpa peduli dengan pembicaran ibu dan anak itu.
"Adrian bisa kah kau mendengarkan mami? Mami sedang bicara!
Adrian, pria itu diam tidak bergeming. Ekspresinya datar. Tak ada yang tau apa dia marah atau tidak.
"Ayolah sayang....kamu harus secepatnya menikah, banyak anak teman mami yang cantik-cantik loh...kalau kamu bersediah nanti mami atur jadwal kalian untuk berkencan" Bujuk ibu sinta.
Adrian hanya membuang pandangannya saat ibunya berbicara, seakan tidak mendengar ocehan yang sedari tadi yang dilempar kearahnya itu, ia lelah selalu saja kalimat "segera menikah" yang menyambut kedatangannya setiap pulang diMansion.
"Sayang.....apa kamu setujuh" suara ibu sinta membuyarkan Adrian dari lamunannya.
" eehh....iya mi, tapi......." Adrian menggantung kalimatnya.
"Tapi apa sayang...??"
Adrian menghela napas dalam dan menatap ibunya, Adrian sangat menyanyangi ibunya iya tidak mau membuat ibunya kecewa karena keputusannya.
" haaah....tapi ini hanya sekedar kencan biasa kan mi..?
Adrian tidak mau dijodohin" ucap Adrian dengan nada malas. Ya,... karena Adrian paling tidak suka dengan namanya perjodohan
"Iya sayang....ini hanya kencan biasa, mami hanya mau kenalin anak temannya mami, masalah cocok dan tidaknya itu terserah dari kalian" ucap ibu sinta dengan nada lembut. Adrian mengangguk menyetujui perkataan ibu
****
Kring...kring...
Jam wekker yang berbunyi kencang membuat tubuh Nisa menggeliat kesana sini sambil menutup kedua telinga nya dengan bantal. Dan sialnya jam wekker sama sekali tidak berhenti membuat Nisa dengan amat terpaksa membuka matanya, ia menjangkau jam wekkernya dengan kondisi
mata yang masi tertutup, seketika matanya terbuka lebar ketika jam menunjukan 7.30 ia bergegas bangun dari tidurnya.
Sepertinya aku tidur terlalu lama. tubuhku terasa sangat lelah mungkin karena makan dan tidur kurang teratur. Kupaksakan bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, membersihkan diri, berganti pakaian dan bersiap-siap untuk kembali bekerja.
walaupun hari libur Nisa tetap bekerja." Woooow....pagi yang cerah" Nisa menggerakan badannya dengan detail untuk mengusir rasa lelah dan pegal, bersiap untuk berangkat kerja. Terlihat fenomena kota yang padat, dan segala bentuk aktifitas manusia yang tinggal dikota. Walaupun hari minggu tapi keadaan ibu kota sangatlah ramai, motor, mobil berlalu lalang memadati jalan raya.
__ADS_1
Hay semua....makasih sudah mampir dikaryaku. Jangan lupa like dan komen, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk author❤🤗