
🌻🌻🌻🌻🌻
Nisa melajukan motornya meninggalkan Adrian. Sore hari nampak jalanan begitu padat. Karena jam pulang kerja banyak kendaran memadai jalan di ibu kota Pipp..pipp..pip..terdengar bunyi klason saling bergantian dari kendaraan lain meramaikan jalanan yang macet.
****
Adrian masih berdiri ditempat semula melihat kepergian Nisa yang malajukan motornya membelah jalan yang ramai. Didalam mobil Tiara mulai jenuh. Karena dari tadi Adrian tak kunjung datang.
Hufff apa yang terjadi? kenapa kak Adrian lama sekali. Guman Tiara
Ia pun keluar mobil untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kak Adrian, apa yang terjadi? Dimana orang yang menabrak mobil tadi?.
"Sudah pergi". Ucap Adrian datar.
"Loh kok pergi. Seharusnya dia harus bertanggung jawab karena kecerobohan nya. Kenapa kak Adrian malah melepaskan nya begitu saja" ucap Tiara ketus.
"Sudah lah jangan dibahas, ayo kita pulang".
Mereka pun masuk kedalam mobil. Adrian melajukan mobil meninggal tempat itu.
*******
Pukul 19.00 cahaya mentari mulai hilang. Langit yang terang bergantian menjadi gelap. Itu lah kondisi alam, seakan-akan ingin memberitahu kepada penghuni bumi bahwa waktu terus berputar detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun.
Waktu nya jam pulang kerja. Nisa melangkah kan kaki nya keluar dari restoran menuju halte bus. Beberapa menit kemudian bus pun tiba. Sepanjang perjalanan terlihat beberapa deretan gerobak jajanan kaki lima yang mulai ramai pengunjung.
Bus tiba dihalte berikutnya, beberapa penumpang turun dan ada juga yang naik, begitu pun Nisa ia turun karena sudah sampai tujuan. Ia berjalan menyusuri gelapnya malam. Pandangannya kosong, pikirannya kemana-kemana, terlihat begitu banyak beban yang ia pikul. Kini tanggung jawabnya bertambah, ia harus membayar ganti rugi akibat kecerobohan nya.
"Tolong...tolong....tolong" suara seorang wanita meminta pertolongan menyadarkan Nisa dari lamunan nya. Nisa yang mendengar suara minta tolong dengan segera ia berlari menuju sumber suara. Disana terlihat seorang wanita paruh baya sedang memegan tasnya yang mau diambil paksa oleh seorang pria yang tidak lain adalah perampok.
Nisa panik, dengan segera ia menolong wanita paruh baya tersebut.
"Hei lepaskan dia " tanpa basa basi Nisa menendang pria tersebut dan menghajarnya sampai babak belur.
Bukk...
Bukk..
Dan ternyata bukan hanya satu perompak saja, ada satu lagi temannya yang menunggu diatas motor metic yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Melihat teman nya dihajar ia pun beranjak ingin menolong.
Bukk..
Satu tendangan mendarat dari belakang. Nisa terhempas kedepan, keseimbangan tubuhnya tidak stabil membuat Nisa jatuh tersungkar ditanah. Kini dua perampok itu sudah berdiri didepan Nisa dan siap menghajar nya.
Melihat keadan Nisa terpojok wanita paruh baya itu langsung membantu Nisa dengan memukul salah satu dari perampok itu dengan tas mewahnya.
Bukk...bukk "Dasar bre****k kalian. Rasakan ini" pukulnya beberapa kali.
"Aahhh....dasar wanita tua sialan" ucap perampok dan kemudian ia mendorong wanita paruh baya itu dengan kasar.
Nisa yang melihat seorang wanita diperlakukan dengan kasar, apa lagi dia seorang ibu membuat ia tidak bisa lagi menahan amarahnya.
"Dasar bre***k kalian" ucap Nisa geram.
Kyaa
Nisa menyerang dua perampok itu, mengeluarkan segala tenaganya dan ilmu bela diri yang ia miliki. Serangan pukulan, tendangan bertubi-tubi datang dari Nisa membuat kedua perampok tidak bisa menyeimbangi serangan Nisa. (Ilutrasi anggap saja Nisa berkelahi seperti difilm-film action yang sering kalian nonton yah😊). Tidak membutuhkan waktu lama kedua perampok itu sudah dipenuhi luka lebam disekujur tubuh mereka.
Karena merasa tidak kuat lagi kedua perampok itu pun melarikan diri.
Flashback on.
Di restoran mewah beberapa ibu-ibu sosialita sedang berkumpul bersama didalam ruangan VIP. Walaupun sudah tidak muda lagi tapi penampilan mereka tak kalah modis dengan anak-anak zaman sekarang.
"Jeng jangan lupa datang nya" ucap salah satu dari mereka dan tak lupa ia memberikan undangan pernikahan.
__ADS_1
"Wah... selamat yah jeng akhirnya anakmu menikah juga" ucap yang lain.
"Makasih yah jeng. Aku tunggu loh kedatangan nya"
"Iya...akhir nya tidak lama lagi kamu akan jadi seorang nenek". Goda yang lain.
Hahahahaha.... mereka pun tertawa bersama.
"O ya jeng, kapan Adrian Menikah?" tanya salah satu dari mereka kepada ibu Sinta.
Ibu Sinta tersenyum kecil "Entalah jeng, Adrian terlalu mencintai pekerjaan nya sampai sekarang ia belum memikir kan soal pernikahan".
Mereka pun melanjutkan makan, sambil sesekali bercanda dan tertawa bersama. Tapi tidak dengan ibu Sinta ia terlihat gelisah.
Apa misiku kali ini berhasil? Ah dari pada penarasan aku telpon saja dia. Batin ibu Sinta.
Ia pun memantap kan hatinya untuk menelpon anaknya.
Tut....tut...
{Hallo mi..}
{Hallo sayang, apa kamu sekarang bersama Tiara}
{iya mi}
{Kalau begitu mami tutup, jangan lupa sebentar makan malam dirumah yah}.
Ibu Sinta bernafas lega karena misinya mempertemukan Adrian dan Tiara berhasil.
*****
Pukul 18.00 ibu Sinta dan teman-teman sosialitanya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka hari ini. Sudah hampir satu jam ibu Sinta menunggu jemputannya tapi sopirnya tak kunjung datang.
"Aduh, mengapa pak tono lama sekali. Ah aku telpon aja kalinya"
Tutt....
{Maaf nyonya aku masih dibengkel karena ban mobil bocor, 15 menit lagi baru aku tiba direstoran nyonya}.
{Hmmm pak Tono tak perlu lagi kesini aku pulang naik taxi saja}.
{Baik nyonya}
Tutt.....tut.... panggilan telpon putus. Ibu Sinta merai handpone nya dan membuka aplikasi taxi online. 5 menit kemudian taxi pun tiba. Diperjalan tak sengaja ibu Sinta melihat ada minimarket ia berencana untuk membeli beberapa bahan makanan kesukaan Adrian.
"Pak turun kan aku didepan sana ya"
"Iya nyonya".
Ibu Sinta pun turun tak lupa ia memberikan beberapa lembar uang kertas.
"Maaf nyonya uangnya kelebihan" ucap supir tersebut.
Ibu Sinta tersenyum "Ambil saja, itu rezeki bapak hari ini".
"Terima kasih nyonya" terlihat raut bahagia. diwajah sang sopir
"Ia sama-sama".
Ibu Sinta keluar dari taxi dan berjalan menuju minimarket yang berada diseberang jalan sana, tanpa ia sadari dari tadi sudah ada dua perampok yang mengintainya. Mereka berpura-pura memakirkan motor meticnya ditepi jalan. Tunggu waktu yang pas dan aman dua perampok itupun melancarkan aksi mereka.
Salah satu dari mereka berjalan mendekati ibu Sinta dan yang lainnya siap siaga diatas motor. Tidak butuh waktu lama perampok itu pun menyambar tas ibu Sinta. Maka terjadilah tarik menarik antara ibu Sinta dan perampok. Untung dengan segera Nisa datang dan menolong ibu Sinta.
Flashback off.
"Nyonya apa anda baik-baik saja" ucap Nisa sambil membantu ibu Sinta berdiri dan menompang tubuhnya. Mereka pun duduk disalah satu bangku yang tidak jauh dari sana.
__ADS_1
"Iya nak, makasih ya udah nolongin tante" ucap ibu Sinta lembut.
"Apa kau juga baik-baik saja? Tante salut loh sama kamu, kamu bisa mengalahkan dua perampok sekaligus" lanjutnya.
"Yah, aku baik-baik saja, heheh itu karena aku sedikit mengetahui ilmu bela diri nyonya".
"Jangan panggil aku nyonya dong, panggil saja tante yah. Kamu hebat, wanita secantik dirimu tapi pandai berkelahi, sudah jarang loh wanita yang mau belajar ilmu bela diri".
"Iya nyo.....eh tante, karena hobby saja jadi aku mempelajari ilmu bela diri selama 5 tahun"
"Waah.... kamu benar-benar wanita hebat" ucap ibu Sinta sambil memberikan dua jempolnya kedapa Nisa. Nisa hanya tersenyum.
Ibu Sinta mengambil handpone yang ada didalam tasnya. Ia terlihat kaget banyak sekali notifikasi panggilan dan pesan masuk dari suami dan anaknya dan ia menghubungi seseorang.
Tut....
"Hallo pak Tono, jemput aku sekarang di jalan xxxx"
Ibu Sinta sengaja tidak menelpon suami atau anaknya karena ia tak mau membuat mereka khawatir.
"Baik nyonya". Ucap pak Tono diseberang sana. 15 kemudian mobil mewah pun tiba. Pak Tono keluar dari mobil dan mencari dimana tuannya itu. Ibu Sinta melambaikan tangan, pak Tono melihat lambaian tangan ia pun berjalan menuju kearah ibu Sinta.
"Nyonya" ucap pak Tono sambil membungkukkan badan.
Nisa terlihat bingun. Hmmmm sepertinya tante ini orang biasa batinnya.
"Nak, ibu pamit pulang yah. Ini ada rezeky sedikit ambil lah sebagai tanda terimakasih ku" ucap ibu Sinta sambil memberikan Nisa beberapa lembar uang kerta.
"Tidak perlu tante, aku ikhlas menolong" ucap Nisa sambil menolak pemberian ibu Sinta. Tetapi ibu Sinta terus memaksanya, Nisa bersih keras tidak mau menerima pemberian ibu Sinta dan akhirnya ibu Sinta menyerah.
"Baiklah kalau kau tidak mau menerima pemberian tante, kalau begitu izinkan tante untuk mengantarmu pulang".
"Tidak perlu tante, tempat tinggalku dekat hanya diseberang sana" ucap Nisa sambil menujuk kearah jalan.
"Hmmmmm, yah sudah kalau gitu tante pamit pulang".
"Iya tante, hati-hati".
Ibu Sinta dan pak Tono berjalan menuju mobil, Nisa masih berdiri ditempatnya melihat kepergian ibu Sinta. Ketika hendak beranjak tiba-tiba terdengar suara menghentikan langkahnya.
"O ya nak, tante belum tahu siapa namamu, dari tadi kita berbincang tapi kita belum berkenalan" ucap ibu Sinta.
"Heheehe.....iya yah, namaku Nisa tante"
"Wah nama yang cantik sama seperti orangnya" puji ibu Sinta.
Nisa hanya tersenyum.
"Nisa, kamu boleh memanggil ku tante Sinta". lanjutnya.
"Baik tante Sinta".
Ibu Sinta memasuki mobil dan diikuti pak Tono. Tidak lupa ia membuka kaca spion dan melambaikan tangan kearah Nisa sambil berkata. "Pulang lah nak ini sudah larut malam" ucapnya.
"Iya tante" ucap Nisa sambil membalas lambain tangan ibu Sinta. Pak Tono menancap pedal gas meninggalkan Nisa yang masih berdiri tempatnya.
Tante Sinta baik sekali, aku jadi ingat ibu. Guman nya. Ia pun beranjak kembali ke kosan nya.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Hay semua terimakasih sudah mampir kekaryaku😊. Jangan lupa tinggalkan like, vote dan komentarnya yah🙏🍁