
💪💪💪💪
Setelah drama makan siang yang menegangkan, Adrian dan Ririn pulang bersama. Sepanjang perjalanan tidak henti-hentinya Ririn menggerutu kakaknya itu.
"Sebenarnya apa yang kakak rencanakan?
" Mengapa kakak mengaku-ngaku sebagai kekasih ku didepan Nisa?"
"Ada hubungan apa kakak sama Nisa?"
Adrian terus menyetir, ia tidak menanggapi pertanyaan bertubi-tubi yang keluar dari mulut adiknya itu. Ririn berdecak kesal karena pertanyaannya diabaikan
"Kakaaaaa.." teriaknya
"Apaan sih, kenapa kamu berteriak kakak tidak tuli" sambil menutup sebelah telinga nya.
"Aku mau kakak jelaskan semaunya"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan, kakak hanya ingin bermain-main dengan teman bodohmu itu " tersenyum kearah Ririn dan tetap fokus menyetir.
"Kakak berhentilah bersikap seperti kanak-kanak. Jangan menyakiti Nisa, dia adalah gadis yang baik" Ujar Ririn.
Adrian tidak membalas ucapan adiknya itu, ia terus menfokuskan dirinya menyetir.
*******
Waktu terus berputar, kini memasuki awal bulan seperti biasa Nisa kembali bekerja sebagai pelayanan restoran.
Ping, bunyi notifikasi masuk di hpnya. Nisa merai benda pipih tersebut dan betapa senangnya ia setelah melihat isi pesan email. SELEMAT ANDA LULUS PEMBERKASAN DI PERUSAHAAN MC GROUP Nisa bahagia ia meloncat-loncat kegirangan sampai ia lupa ada dimana ia sekarang. Semua mata tertujuh melihat kearahnya. Nisa salah tingkah.
Ia menetralkan kembali ekspresinya.
"Emmmm maaf" ucapnya salah tingkah dan kembali bekerja.
Satu minggu berlalu. Besok interview, tidak lupa ia menghubungi ibunya untuk minta restu dan doa.
Nisa begitu gugup sampai ia tidak bisa tidur. Ia lebih gugup dibandingkan saat menghadapi ujian Nasional waktu masih dibangku SMA. pukul 1.00 dini hari akhirnya Nisa pun terlelap.
Kring....kring...
Jam wekker berbunyi kencang membuat tubuh Nisa menggeliat kesana kemari. Dengan mata masih tertutup ia merai jam wekker waktu menunjukkan pukul 4.00 dengan segera ia bergegas bangun dari tidurnya mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh. Setelah sholat ia segera bersiap-siap. Mengenankan pakain formal membuat penampilannya hari ini begitu rapi.
Nisa berangkat agak pagi agar ia terhindar dari kemacetan. Nisa tiba halte bus terlihat lampu-lampu jalan masih menyala, beberapa menit kemudian bus tiba.
30 menit kemudian Nisa tiba perusahan MC Group, gedung 20 lantai itu berdiri sangat kokoh diatas tanah seluas 30 hektar dan luas gedung mencapai 990.000 meter persegi.
Waktu menunjukan pukul 6.00 gerbang perusahan belum dibuka Nisa adalah orang pertama yang tiba diperusahaan. Ia berdiri diluar pagar,15 menit kemudia security datang dan membuka pintu pagar.
__ADS_1
"Selamat pagi" sapa security
"Selamat pagi pak" jawab Nisa ramah
"Ada perlu apa mbak"
"Oh ini pak, saya adalah salah satu peserta yang akan ikut interview hari ini" ucapnya sambil memperlihatkan kertas bukti bahwa dirinya adalah peserta interview diperusahaan MC Group. Keamanan diperusahan di MC Group sangat ketat tidak seberang orang dapat masuk kecuali para pegawai dan tamu-tamu penting.
"Oh iya, silahkan masuk mbak"
"Terima kasih pak"
Nisa melangkahkan kakinya memasuki gerbang. Ia begitu takjub melihat gedung pencakar langit yang menjulang tinggi ditambah lagi fasilitas gedung yang mencakup taman yang begitu luas, parkiran, dan lainnya. Belum ada orang lain selain dirinya. Ia pun duduk disalah satu bangku yang berada di taman.
Sekitar pukul 6.30 terlihat beberapa orang karyawan cleaning services sudah datang.
Drrtt....
{Hallo assalamualaikum Nisa kamu dimana?}
{Walaikumsalam Rin, aku sudah diperusahaan}
{Apa!! Ini kan masih jam setenga tujuh }
{Hehehe, aku takut terlambat, jadi aku datang lebih awal}
{OK, assalamualaikum}
{Walaikumsalam}
Nisa duduk dibangku taman menikmati udara pagi yang begitu menyegarkan, rasa grogi masih menyelimuti hatinya. Beberapa kali ia menarik nafas dalam dan menghembuskan nya untuk menghilangkan rasa groginya itu
"Hay Nisa" Ririn tiba-tiba datang dari belakang.
"Hay Rin, kamu sudah datang?"
"Iya, ayo kita masuk". Nisa pun bangkit dari duduknya dan merangkul sahabatnya itu.
Sudah ada puluhan peserta yang datang memenuhi lobby kantor yang luas. Nisa semakin gugup ada banyak pesaing dari berbagai macam tingkat pendidikan S1, S2, S3 bahkan ada yang lulusan dari luar Negeri.
Setelah menunggu beberapa jam kini tiba giliran Nisa interview. Mengambil nafas dalam.
Ya Allah mudahkan lah segala urusan hamba. Nisa
*******
Lima hari berlalu, Nisa begitu putus asa belum ada pemberitahuan email yang masuk apakah dia diterima atau tidak? Sedangkan pengumuman dari pihak perusahaan bahwa hasil interview akan diumunkan tiga hari setelah interview. Nisa menaruh harapan besar berharap ia diberikan kesempatan untuk menintis karir sesuai dengan jurusannya dan cita-cita yang selama ini ia impikan.
__ADS_1
Pukul 19.30 Nisa tiba dikosan nya, kamar sempit yang berukuran 3x3 ini hanya bisa memuat satu kasur, satu lemari plastik, rice cooker, dipenser, dan satu meja kecil yang terlihat beberapa buku tersusun dengan rapi atasnya.
Nisa rebahkan tubuhnya diatas kasur, pandangannya kosong menatap langit-langit. Kini harapannya telah sirna. Impiannya untuk bekerja diperusahaan MC Group tinggal kenangan. Ia sedikit gelisah jangan sampai ibunya kecewa atas kegagalannya untuk kesekian kalinya. Ia sedih karena belum bisa membahagiakan ibu dan adiknya.
Ping..
Bunyi notifikasi pesan dari ponsel Nisa. Ia hanya melirik dan enggan untuk melihat apa isi pesan tersebut karena kelelahan ia pun telelap.
Suara azan mengomandang, Nisa bangun dari tidurnya, bergegas mengambil air wudhu dan sholat. Setelah selesai sholat ia pun siap-siap untuk pergi bekerja tidak lupa ia merai benda pipih yang berada diujung kasurnya. Dilihatnya ada beberapa notifikasi panggilan dan pesan masuk dari Ririn, karena kelelahan Nisa sampai tidak mengetahui kalau sahabatnya itu beberapa kali menghubunginya.
Nisa kenapa kamu tidak menjawab telponku?
Apakah kamu sudah tidur?
Beberapa pesan dari Ririn
Maaf Rin tadi malam aku ketiduran (send)
Beberapa menit kemudian ponselnya kembali berdering, ia melihat layar ponselnya terterah no yang tidak tersimpan dikontaknya. Nisa mengerutkan keningnya, dengan ragu-ragu ia menggeser tombol warnah hijau.
{Hallo, selamat pagi} ujar wanita seberang sana
{Iya selamat pagi, maaf ini dengan siapa?}
{Apa benar ini dengan mbak Nisa Cayah Putri?}
{Iya dengan saya sendiri}
{Selamat ya mbak, anda diterima diperusahaan MC Group dan senin depan anda sudah mulai masuk bekerja}
{Apa!!} Ucap Nisa sedikit berteriak menyadari sikapnya dengan segarah ia menutup mulutnya.
{Maaf mbak saya terlalu bahagia. Iya mbak, terimakasi mbak, terimakasih} ucapnya sambil membungkkukan badan
{Iya} tutt panggila terputus.
~
~
~
~
~
~
__ADS_1
Hay gays semoga kalian suka dengan ceritaku🤗❤ Maaf kalau masih banyak taypo dan salah-salah kata🙏, maklum ini pertama novel author😘