
๐๐๐๐
Suasana pagi yang begitu tenang. Sang mentari masih malu-malu untuk menempakkan sinarnya. Terlihat beberapa orang sedang sibuk membersihkan gedung yang luas ini. Ada yang menyapu, ngepel, membersihkan taman dan lainnya. Disudut ruangan terlihat seorang gadis cantik sedang duduk sendiri, ia terlihat sibuk dengan gadgetnya. Suasana sepi belum ada orang lain selain dirinya, hanya ada beberapa karyawan clenig service yang sedang malakukan kegiatan bersih-bersih mereka.
Inilah hari pertama Nisa masuk kerja, Perasaan senang, bahagia terlihat diraut wajahnya akhirnya cita-cita yang diimpikan selama ini telah tercapai. Tapi ada sedikit rasa grogi menyelimuti hati. Setelah menunggu beberapa menit dilobby akhirnya beberapa pegawai telah tiba. Masih asing bagi Nisa untuk berinteraksi dengan beberapa orang disana. Tidak ada yang ia kenal selain sahabatnya Ririn tapi, Ririn belum juga menampakkan batang hidungnya.
Tut....
Tut....
Tut...
Beberapa kali Nisa mencoba menghubungi Ririn tapi sahabatnya itu tak kunjung menerima panggilannya.
๐Ditempat lain๐
Didalam kamar, Ririn masih setia dibawah selimut tebalnya. Suara ketukan menyadarkan ia dari mimpi indahnya, menggeliat kesana kemari, perlahan-lahan ia membuka matanya. Bangun dan bersandar punggung tempat tidur, ia masih linglung dan mencaba mengumpulkan kesadarannya kembali.
"Huuaammm" menguap beberapa kali
Tok...tok...tok...
"Rin, Ririn bangun nak. Ini udah setengah delapan, apa kamu tidak pergi berkerja?" Suara ibu Sinta diluar kamar.
Sontak saja membuat ia kaget, ia merai benda pipih diatas nakas disamping tempat tidurnya. Ada beberapa notifikasi panggilan dari sahabatnya.
"Sayang, bangunlah"
"Iyah mami, Ririn udah bangun kok". Berteriak dari dalam kamar.
Ririn loncat dari kasurnya. Dengan terbirit-birit ia masuk dalam kamar mandi. Tidak cukup waktu lama ia pun keluar. Bisa dikatakan Ririn hanya mandi bebek.
"Selamat pagi mami, papi" ucap Ririn kepada kedua orang tuanya.
"Pagi sayang, sarapan dulu nak"
"Lain kali saja mi, Ririn sudah telat nhi"
"No, harus sarapan dulu sayang baru pergi kerja"
"Baiklah" dengan buru-buru ia menyantap sarapannya.
Ukg....ukg... dan satu gelas susu masuk kedalam perutnya.
"Mi, pi Ririn pergi dulu" tidak lupa ia mencium pipi kedua orang tuanya.
"Ia sayang, hati-hati".
๐๐Diperusahaan๐๐
Mobil mewah milik CEO memasuki gerbang.
Pria bertubuh tinggi, badan atletis, dengan tatanan rambut yang rapi memakai setelan jas yang sangat pas dengan tubuhnya, begitu pula dengan sepatunya yang kingclong itu turun keluar dari mobilnya tak lupa ia menggunakan kaca mata hitam. Berjalan penuh karismah menuju lobby.
__ADS_1
"Selamat pagi pak"
"Selamat pagi pak" sapaa beberapa karyawan.
Beberapa pegawai wanita lari berhamburan menuju pintu utama lobby. Nisa terlihat bingun.
Apa yang terjadi? Apa terjadi kebakaran? Kenapa mereka berlari seperti orang kesetanan gitu. Nisa
Karena penasaran ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kurumuan para cewe-cewe rempong itu.
"Pak presider benar-benar tampan" ucap salah satu karyawan.
"Aku rela jadi simpannya" ucap lain.
"Tampan, tajir pokoknya paket komplit deh"
"Biar dijadiin selingkuhan, aku ikhlas"
Cih, serendah itu kah harga diri kalian, emangnya setampan apa siih CEO itu. Nisa
Ia pun clingak-clinguk mencari keberadaan si CEO tampan tersebut, tapi sayang Nisa hanya bisa melihat punggung si CEO yang hendak memasuki lift.
Huff perasaan tidak ada tampan-tampannya. Nisa (yaelah Nisa bagaimana kamu tau tidak tampan sedangkan kamu kan hanya lihat punggungnya๐๐).
Drrrrttt.....
{Assalamualaikum Rin kamu dimana? Tau gak ini sudah jam berapa? Kenapa kamu belum juga datang} ujar Nisa satu kali tarikan nafas.
Diseberang sana Ririn menjauhi ponsel dari telinganya
{Cepatlah, sebentar lagi kita keruangan pak manajer}
{Iya, assalamualaikum}
{Walaikumsalam}
Beberapa menit kemudian Ririn tiba dikantor, dengan sedikit berlari ia memasuki lobby dan mencari keberadaan Nisa. Ngos-ngosan abis. Huff..... mengambil nafas dalam dengan posisi tangan didadanya dan berjalan kearah Nisa.
"Ririn, kamu terlambat lagi? Lihat ini sudah jam beberapa?".
"Abislah kita pasti kita akan dimarahi oleh pak manajer baru pertama masuk kerja sudah terlambat" gerutu Nisa.
"Sudahlah, nanti sebentar saja baru ngomelnya. Ayo kita keruangan manajer" manarik tangan Nisa.
Kini tibalah mereka didepan ruangan manajer dapartemen.
Tok... tok...
"Masuk" suara dari dalam.
Ceklek.
"Selamat pagi pak" ujar mereka bersamaan sambil membungkukkan badan.
__ADS_1
"Pagi" balasnya ramah.
"Selamat datang diperusahaan MC Group. Kenalkan saya Dimas selaku manajer disini".
Sebelumnya Adrian sudah pemberi tahukan kepada Dimas selaku manajer departeman, bahwa adiknya akan bekerja dibawah naungannya. Adrian meminta tetap menutup rapat identitas Ririn dengan alasan demi keselamatan adiknya.
"Saya Ririn staff Baru dibagian Adminitrasi" ujar Ririn memperkenalkan diri.
"Dan saya Nisa staff baru juga dibagian Adminitrasi" .
"Saya harap kerja sama kalian dalam meningkatkan kemajuan perusahaan ini".
"Ia pak" ucap mereka bersamaan.
Setelah keruangan manajer, Nisa dan Ririn dibimbing oleh mentor senior untuk melihat ruangan kerja mereka. Disana Nisa dan Ririn memperkenalkan diri mereka. Ada yang menyambut hangat kedatangan mereka ada pula yang memandang sinis dan tidak suka dengan keduanya.
Setelah selesai memperkenalkan diri, Nisa dan Ririn kembali dibimbing untuk melihat lingkungan kantor. Mulai dari pantry, kantin, aula, ruangan direksi(ruang rapat) ruang ibadah, dan lainnya.
Kini Nisa dan Ririn kembali keruangan mereka. Nisa dan Ririn bekerja dalam satu ruangan, meja mereka tidak terlalu jauh hanya terpisah beberapa meja saja.
Nisa membersihkan mejanya, men-lap dan menaruh beberapa barang-barangnya.
"Huff, akhirnya selesai juga" gumannya.
Nisa diberikan penjelasan oleh seniornya tentang pekerjaan yang akan ia kerjakaan, tidak butuh waktu lama ia langsung paham. Kini sudah ada beberapa berkas tersusun rapi diatas mejanya. Dengan kecerdasan dan kemampuannya tidak butuh waktu lama ia sudah menyelesaikan pekerjaannya itu.
"Selamat siang, mohon perhatian semuanya 10 menit lagi akan ada rapat diaula" ujar salah satu senior.
"Iya pak" jawab mereka bersamaan.
Pukul 11 siang
Aula sudah dipenuhi oleh lautan manusia. Hari ini adalah rapat penyambutan karyawan baru. Semua karyawan sudah berkumpul, kini tinggal menunggu kedatangan CEO. Lima menit kemudian akhirnya CEO pun datang dan mamasuki ruangan aula. Semua karyawan berdiri menyambut kedatangan sang CEO.
Mc memulai suaranya menyambut kedatangan CEO.
Nisa dan Ririn berada dikursi pertengahan, dimana matanya dengan jelas melihat pemimpin MC Group tersebut. CEO tampan itu sedang duduk diantara direktur-direktur. Dia begitu tampan, gagah dan berkarismah.
Ia beranjak bangkit dari duduknya ketika namanya dipanggil oleh Mc dan ia memulai pidatonya.
Deg!!
Dengan susah payah Nisa menelan ludahnya.
โ
โ
โ
โ
โ
__ADS_1
๐Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Klik like, rate dan jangan lupa vate๐๐