Cinta Adrian & Nisa

Cinta Adrian & Nisa
Bab 11


__ADS_3

Nisa, pak Andre dan pak Yoga masuk didalam ruangan, Nisa terus berjalan mendorong trolley yang berisi menu makanan tanpa iya sadari, sedari tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan dirinya.


"selamat menikmati tuan.." ucap mereka bersamaan sambil menundukkan kepala.


" iyah,, kerja yang bagus...." ucap si boss dengan suara yang sengaja dibuat tinggi.


Deg....


Suara itu...??? Nisa memberanikan diri mengangkat kepalanya, dan betapa terkejutnya Nisa saat mengetahui siapa sosok yang berada didepannya.


Matanya melotot, tidak percaya dengan apa yang iya lihat, iya mengucek-ngucek mata untuk memastikan bawah yang iya lihat tidaklah salah orang.


Deg....deg....deg...... mengapa manusia bre*** sek ini bisa ada disini, oh tuhan mimpi apa aku semalam, mengapa aku harus bertemu lagi dengan makhluk ini siih.....apa dia pemilik restoran ini?? Batin Nisa bertanya-tanya


Aaahhhh......kalau dia benar-benar boss, maka tamatlah riwayatku, Nisa siap-siaplah kau pasti akan di tendang oleh pria mesum ini...hiks..hiks...hiks. menangis dalam hati


Nisa meremas tangannya untuk menghilangkan kegugupannya, iya terus menundukkan kepala iya tidak berani menatap manusia yang paling iya benci.


Dunia ini memang sempit.... Kita bertemu lagi wanita preman" batin Adrian dengan senyum devilnya.


Yah, pemilik restoran tempat Nisa bekerja adalah Adrian Barack Malik, pengusaha mudah ini bukan hanya bergerak dibidang properti, tetapi juga bergerak dibidang kuliner, memiliki anak cabang restoran yang tersebar diseluruh Negara dikota B.


Empat pria tampan yang membuat hampir seluruh pengunjung restoran berteriak histeris, yang tidak lain adalah Adrian Barack Malik pengusaha muda dan sukses, Bagas Wijaya pewaris tunggal Grup Wijaya, Arya pratama pengusaha yang memiliki club-club besar dan elit dikota B dan kevin alvora assisten Adrian.


Sampai kapan kita harus berdiri disini ??? Apa sampai malam?? Huuff..menyebalkan, batin Nisa


"Kalian boleh keluar..." ucap si Adrian


Huufff....akhirnya keluar juga, mangapa tidak dari tadi saja sih. Batin Nisa


"Baik tuan..." ucap mereka bersamaan. Disaat mereka bertiga hendak membalikan badan, tiba-tiba terdengar suara menghentikan langkah mereka.


"Tunggu...", sontak saja membuat mereka membalikan badan kearah suara.


"Kau tetap disini..." tunjuk Adrian kearah Nisa.


"Aku..??" Tanya Nisa sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu, ..?? Kalian boleh keluar" ucap Adrian kepada pak Andre dan pak Yoga.


"Baik tuan.." mereka pun keluar meninggalkan Nisa sendiri.


Nisa masih berdiri mematung ditempatnya dengan terus menundukkan kepalanya.


Apa yang ada dipikiran pria? bre****ng ini?, mengapa aku ditahan disini?, .....aduh kok perasaanku jadi tidak enak siih. Pak Andre, pak Yoga jangan tinggalin Nisa hiks...hiks...hiks....awas saja kalau dia berani macam-macam akan kupatahkan kaki dan kedua tangannya, akan kubuat dia lumpuh seumur hidup. Batin Nisa

__ADS_1


"Hey kau...." ucap Adrian menbuyarkan Nisa dari lamunannya.


" eehh...iya tuan" jawab Nisa.


" apa kau terus berdiri disitu..ayo duduklah"


" eehh...maaf tuan aku harus pergi, aku sangat sibuk "


ucap Nisa mencari- cari alasan dan hendak pergi tetapi ditahan oleh Adrian.


"Aku disini bossnya, kau tetaplah disini dan jangan khawatir kamu tidak akan dipecat" ucap Adrian dengan sombong.


Cikk...dasar sombong aku juga tahu kau bossnya..batin Nisa


"Tapi tuan......."


"Tidak ada bantahan atau kamu saya pecat" ucap Adrian dengan nada mengancam.


Huuffff ...dasar pria mesum, spikopat, bre****ng, suka memerintah seenak jidatnya. Hmmmmm sebaiknya aku ikuti saja perintahnya selama ini masih batas wajar.


Nisa pun duduk diantara pria-pria tampan yang sangat terkenal dengan julukan playboy kelas kakap itu, kalau wanita lain mungkin akan bangga bisa satu meja bersama pria-pria tampan dan kaya ini, tapi tidak dengan Nisa iya terus menyumpahi empat pria reseh yang sedari tadi menatapnya dengan tajam seperti singa jantan yang siap menangkap mangsanya.


Bagas melihat Nisa dari atas sampai bawah.


Wahh...apa sekarang selerah Adrian sudah berubah tapi aku akui Wanita ini cukup cantik? . Batin Bagas


Nisa memang memiliki wajah cantik natural, tidak berdandan menor hanya menggunakan bedak babby dan pelembab bibir, rambut sebahu yang sengaja iya ikat asal yang memperlihatkan leher putih dan mulusnya, menggunakan celana jeans, dan snaker membuat penampilan nya terlihat sedikit tomboy.


Adrian terus menatap Nisa dengan tajam, iya tak menyangka akan bertemu dengan wanita keras kepala yang dengan berani memukulnya.


"Hahaha...dunia ini memang sempit kita bertemu lagi wanita preman?? Tidak ku sangka kita akan bertemu disini" ucap Adrian sambil mengankat alisnya.


Sontak saja membuat Nisa sangat gugup, entah nasib buruk apa yang akan iya dapat nanti. Kevin terlihat sangat terkejut bukan main dan mata tertujuh kepada Nisa dengan mata melotot dan mulut mengangah iya tidak percaya wanita didepannya ini yang sudah berani memukul seorang Adrian.


Ohh..jadi wanita ini yang sudah membuat seorang Adrian kehilangan harga dirinya, hmmmm wanita secantik ini biar menghajarku sampai koma pun aku ikhlas, hihihi...batin Kevin.


Nisa sangat takut, bukan karena takut sama Adrian tapi iya takut jangan sampai iya dipecat, apalagi saat pertama kali bertemu dengan Adrian, Nisa sudah memberikan kesan yang buruk.


Ahh....bagaimana kalau dia memecatku, oh tidak sebaiknya aku minta maaf saja mungkin itu lebih baik, semoga saja dia menerima maafku. Batin Nisa


"Maafkan aku tuan..aku sunggu tidak sengaja aku pikir kau hanyalah seorang pria hidung belang" ucap Nisa sambil menundukkan kepala.


"Hahahahha....." ketiga sahabat Adrian tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan polos Nisa yang mengatakan bawah Adrian pria hidung belang.


Adrian menatap tajam ketiga sahabatnya itu, seketika membuat mereka bertiga secara kompak menghentikan tawa mereka.

__ADS_1


Oh shitt..Berani-beraninya wanita ini menghinaku, lihat saja akan kubuat kau menyesal atas perkataanmu itu.


"Kau!!!.....berani-beraninya kau menghinaku..apa kau tidak tahu siapa aku hah?" Ucap Adrian dengan suara tinggi.


Cikk....mengapa juga aku harus tahu siapa dirimu, yang aku tahu kau hanyalah pria mesum, bre*****ng, spikopat dan tidak tahu malu. Batin Nisa


Huffff...menarik nafas dalam, Nisa mencoba menetralkan pikirannya agar tidak terlihat gugup


"Tidak tuan....maaf sebelumnya karena aku tidak mengenal anda, selain pemilik restoran, apa anda juga seorang selebriti?? Tanya Nisa polos dan mengerutkan keningnya.


Arya, Bagas, dan Kevin tersenyum miring mendengar jawaban Nisa kalau iya tidak mengenal sosok Adrian. Sedangkan Adrian mukanya sudah merah seperti tomat karena menahan emosi


Huff....ternyata masih ada wanita dikota ini yang tidak mengenalmu Adrian, hmmmm itu tandanya kau hanyalah manusia biasa Adrian. Batin Arya


Wahh...benar-benar wanita yang menarik, apa dia baru bangun dari koma atau dari desa terpencil yang tidak memiliki akses jaringan, sampai-sampai iya tidak mengenal Adrian yang wajahnya selalu menghiasi majalah, koran, televisi. Batin Bagas .


"Hahahahaha...." Adrian tertawa sinis. " aku lupa, wanita dari kalangan rendah sepertimu tidak mungkin mengenalku, aku tidak sebanding denganmu." kata Adrian sinis.


Nisa tidak bisa lagi mengontrol emosinya dia benar-benar muak harus berhadapan dengan Adrian.


"Maaf tuan biarpun aku dari kalangan rendah tapi aku masih punya harga diri mencari uang dengan halal dan bekerja keras tidak seperti dirimu membuang-buang uang hanya untuk melakukan hal maksiat, sungguh tidak punya etika" ucap Nisa ketus.


Adrian tersenyum miring "siapa dirimu berani sekali kau menceramahiku, jangan sok suci bukannya semua wanita menjual harga diri mereka untuk mendapatkan uang yang banyak, jadi katakan berapa yang kau mau aku kan membeli harga dirimu" ucap Adrian


Deg....


Perkataan Adrian sungguh membuat Nisa sangat geram, matanya mulai memanas, menahan marah karena Adrian benar-benar sudah menjatuhkan harga dirinya, Nisa berdiri dengan kasar dan mengrebek meja.


Brakkk....


"Kau pikir aku wanita murahan....? jangan samakan aku dengan wanita-wanita yang sering kau tiduri, semiskin-miskinnya aku, tapi aku tidak pernah menjual diriku untuk mendapatkan kemewahan. Cikk..... kau pikir dengan uang kau bisa membeli segalanya hah...dasar pria sombong" ucapnya Nisa dengan suara tinggi, iya pun beranjak keluar dan meninggalkan Adrian masih terdiam tak bergeming, begitu pun dengan ketiga sahabatnya mereka benar-benar tidak percaya bahwa masih ada wanita didunia ini yang menolak sosok Adrian, yang mereka tahu bahwa wanita-wanita diluar sanalah yang mengejar-mengejar Adrian, bahkan menawarkan diri untuk ditiduri.


Sungguh pemandangan yang langkah, baru kali ini ada wanita yang menolak Adrian. Batin Bagas


Dasar pria mesum, dia pikir dengan uang bisa membeli apa yang iya mau cikkk.... aku tidak peduli lagi kalau dia memecatku. Batin Nisa.


Nisa terus berjalan, tetapi langkahnya terpaksa berhenti karena dua bodyguard menghalangi jalannya, sebelumnya Adrian sudah memberi kode kepada dua bodyguardnya untuk menghentikan Nisa, bukan Nisa namanya kalau iya tidak melawan.


Ada apa ini..?? Mengapa mereka menghalangi jalanku.


"Jangan menghalangi jalanku tuan biarkan aku pergi" ucap Nisa karena dua bodyguard terus menghalangi jalannya.


Ok baiklah.... sepertinya dua orang bodoh ini minta dihajar, ok dengan senang hati aku melanyani kalian, lebih baik aku mati dari pada aku harus tetap berada satu ruangan dengan pria bre****ng itu. Batin Nisa.


Bukk..bukk ...

__ADS_1


Tanpa basa basi Nisa langsung menghajar kedua bodyguard Adrian, mereka berkelahi seperti film-film action hollywood, Nisa seperti pemeran utama dalam film yang sedang menghajar dua penjahat. Tak sia-sia iya mempelajari ilmu bela diri. Hanya butuh beberapa menit kedua pria itu sudah tergeletak tak berdaya. Dengan luka lebam disekujur tubuh.


__ADS_2