Cinta Adrian & Nisa

Cinta Adrian & Nisa
Bab 33


__ADS_3

"Aku akan mengantarmu sampai didepan tempat tinggalmu."


Ya Tuhan, ada apa denganya? kenapa sikapnya jadi sok manis begini, biasanya juga selalu marah-marah. Nisa membantin.


Adrian langsung melangkah, tanpa menunggu persetujuan dari Nisa apakah gadis itu setuju diantar olehnya atau tidak. Nisa masih mematung ditempatnya, ia mengedipkan matanya beberapa kali mulutnya menganga, sesekali ia mencubit tangannya untuk memastikan apakah dirinya masih berada di alam mimpi.


Menatap punggung Adrian yang perlahan-lahan menjauh. Adrian terus melangkah, menyadari tidak ada tanda-tanda kehidupan disekitarnya ia pun menoleh kebelakang.


"Hei, apa kau akan terus berdiri disitu?" Adrian berteriak.


"Ahh, anda tidak perlu repot-repot mengantar ku tuan." Ucap Nisa setengah berlari kerah Adrian.


"Aku hanya ingin memastikan kau selamat sampai tujuan." Ucap Adrian menatap Nisa.


Eh, kenapa pria mesum ini bisa bersikap aneh begini. Sikapnya berubah 180 derajat. Aku merasa seperti kiamat mau datang saja. Nisa


Postur tubuh Adrian yang tinggi membuat Nisa mendongakan kepala untuk menatap Adrian. Nisa menatap tidak percaya dengan apa yang Adrian katakan barusan. Dua manik hitam itu kembali beradu tatap dalam waktu cukup lama.


Deg!


Jantung Nisa berdetak kencang, dengan segera Nisa membuang pandangannya kesegala arah.


"Tak perluh menghawatirkan saya. Saya bisa pulang sendiri."


"Jangan kepedean aku tidak khawatir padamu, sebagai atasan aku hanya peduli pada bawahanku." Ucap Adrian datar.


"Cih, menyebalkan," Guman Nisa yang kemudian pergi meninggalkan Adrian.


"Jangan terlalu cepat, Nisa." Seruan Adrian terdengar lantang.


"Eh, apa barusan ia menyebut namaku? Kenapa aku jadi merinding begini sih." Gumannya.


Nisa memacu cepat langkahnya tanpa peduli dengan Adrian yang terus memanggilnya.


Adrian terus berteriak sembari berusaha mengejar Nisa. Dan sekarang keduanya berjalan beriringan melewati gang sempit.


"Apa rumahmu masih jauh." Tanya Adrian.


"Saya tidak punya rumah tuan, saya ngekos." Jawab Nisa.


Dilihatnya lokasi yang kurang strategis untuk ditempati, Adrian cukup terperanjak menatap area jauh dari pikirannya. Tidak disangka lokasih kosan Nisa rawan banjir dan termaksud daerah kumuh.


"Kenapa kamu ngekos di daerah seperti ini?"


"Gelap, sempit apa kamu tidak takut pulang sendiri malam-malam.?"

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak tinggal ditempat yang layak."


"Lihatlah, selain sempit jalanan nya juga becek."


"Mana disini banyak nyamuk lagi."


"Kalau hujan pasti kena banjir." Sepanjang perjalanan Adrian terus mengoceh.


Nisa sangat kesal. "Kenapa anda cerewet sekali, tuan. Saya tinggal disini karena saya tidak memiliki uang yang cukup untuk menyewa tempat tinggal yang layak." Ucap Nisa ketus karena dari tadi Adrian terus mengoceh tiada henti-hentinya.


"Dan saya sudah terbiasa hidup ditempat seperti ini." Lanjutnya.


Adrian mengangkat alisnya sedikit merasa terharu, tidak menyangka wanita keras kepala ini termaksud himpunan wanita yang kuat.


Setelah melewati gang sempit, jalanan becek, jembatan kayu dan sungai, kini tibalah mereka sampai di depan kos Nisa.


"Terima kasih atas kebaikan hati anda tuan, yang sudah mengantar saya sampai tujuan." Ucap Nisa tersenyum sembari membungkukkan badan.


"Hmm. Disini banyak nyamuk. Apa kamu tidak menawariku untuk masuk?" Ucap Adrian sambil mengibas-ngibaskan tangan nya untuk mengusir nyamuk yang terus bernyanyi-nyanyi di telinga nya.


"Tidak"


"Kenapa? Aku sudah berbaik hati mengantarmu."


"Aku tidak memintamu untuk mengantarku." Ujar Nisa yang tidak menggunakan bahasa formal lagi. "Dan tidak sopan kalau seorang pria bertamu malam-malam begini, akan jadi fitnah nanti." Lanjutnya


Nisa menghela napas dalam. Berdebat dengan Adrian hanya membuatnya sakit kepala. "Ini sudah malam tuan, sebaiknya anda pulang dan istrahat." Ucap Nisa sembari mendorong punggung bidang Adrian.


"Hei, bersikap lah dengan sopan. Aku ini atasanmu." Ucap Adrian tegas.


"Aku tau itu, tapi ini bukan jam kantor jadi tidak ada atasan bawahan disini." Ucap Nisa tak kalah tegas.


Dengan langkah cepat Nisa membuka pintu dan langsung masuk kedalam kosnya. Adrian tersenyum geli melihat tingkah lucu Nisa.


Setelah perdebatan panjang dengan Nisa, akhirnya Adrian kembali ke mobil. Sepanjang perjalan Adrian terus tersenyum mengingat betapa keras kepalanya Nisa yang yang secara terang-terangan mengusir dirinya.


Gadis yang menarik. Adrian


Ia merogok saku celananya, mengambil ponsel dan menghubungi Kevin untuk menyiapkan meja kerja untuk Nisa malam ini juga.


Ditempat lain. Kevin tiada henti-hentinya menggerutu.


"Apa dia tidak bisa melihat orang bersantai-santai sedikit.?"


"Ini jam istrahat, masih ada waktu besok untuk mengerjakan hal sepele seperti ini."

__ADS_1


"Dasar orang tidak sabaran."


Walau pun dengan langkah malas Kevin tetap melaksanakan perintah bossnya itu.


******


Hari ini adalah hari pertama Nisa bekerja sebagai sekretaris. Nisa sangat senang atas keberhasilan nya menjabat sebagai sekretaris di perusahaan terkenal. Dengan jabatan itu Nisa bisa memberikan kehidupan yang layak untuk dirinya, ibu dan adiknya. Mengingat gajinya disana terbilang besar.


🍃Di kantor🍃


Jam setengah tujuh Nisa tiba di kantor. Melangkah kan kaki masuk kedalam kantor yang masih sepi karna hanya beberapa karyawan yang baru datang.


Ting!


Setelah bunyi lift sudah berhenti dilantai yang ia tujuh. Nisa melangkah keluar berjalan menuju meja baru tempatnya bekerja.


"Semangat." Ujar Nisa menyemangati dirinya sendiri.


Nisa berdiri tegak menunggu kedatangan atasannya. Hal semacam itu sering Nisa lihat di dalam drama. Seorang sekretaris akan menyambut pimpinan mereka dengan memberikan senyuman lebar dan perkataan yang ramah.


"Selamat pagi, nona. Apa yang bisa saya bantu.?" Ucap Nisa kepada seorang wanita yang tiba-tiba datang.


Bukannya menjawab wanita itu melihat sinis kearah Nisa. Memperhatikan penampilan Nisa dari kepala sampai ujung kaki.


"Siapa kamu.?" Tanya gadis itu sinis.


"Perkenalkan saya Nisa sekretaris baru presider."


"Oh, saya kesini mau bertemu dengan presider."


"Apa anda sudah membuat janji, nona?"


"Cih, apa aku perlu membuat janji dulu bila bertemu dengan kekasihku.?" Ucap gadis itu sombong.


Gadis itu langsung melangkah menuju ruangan Adrian.


"Tunggu nona, anda tidak bisa masuk sebelum membuat janji dengan presider " Nisa mencoba menghalangi.


"Jangan menghalangiku, kalau kamu masih ingin bekerja disini." Ancam gadis itu.


Dengan terpaksa Nisa membiarkan gadis itu masuk.


Tidak lama kemudian orang yang ditunggu muncul. Nisa tersenyum sebagai penyambutan atas kedatangan Adrian, lalu mencodongkan sedikit badannya sebagai bentuk hormatnya.


"Seseorang sedang mencari anda tuan. Saya menyuruhnya untuk menunggu di dalam." Ucap Nisa membungkuk hormat.

__ADS_1


Adrian tidak terlalu memperdulikan sekretaris barunya. Tatapan dingin seolah-olah ia menjaga imecnya. Ia menatap sekilas kearah Nisa dan langsung masuk keruangamnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Di dalam seorang wanita yang dimaksud Nisa langsung menghampirinya.


__ADS_2