Cinta Adrian & Nisa

Cinta Adrian & Nisa
Bab 16


__ADS_3

Dimansion.


Pukul 22.00 di ruang keluarga yang mewah Adrian terlihat sangat khawatir. Mundar-mandir seperti setrika rusak. Pak Gunawan duduk disofa sambil menyadarkan kepalanya dipunggung sofa, kepalanya pening memikirkan istrinya belum kembali sejak kepergian nya tadi siang. Anak bungsunya duduk samping mencoba menenangkan pak Gunawan.


Sudah beberapa kali Adrian mencoba menghubungi ibunya tapi tak kunjung diangkat. Adrian sudah menyuruh beberapa pengawalnya dan pak Tono untuk mencari ibunya.


Adrian mengambil ponselnya didalam saku celana, mencari kontak dan menghubungi seseorang.


Tutt...


{Hallo apakah kalian sudah menemukan ibuku}


{Maaf tuan, kami belum menemukan nyonya}


{Aiisss.... kalian benar-benar tidak becus, cepat temukan ibuku atau hari ini juga ambil gaji kalian dan angkat kaki} ucap Adrian dengan nada tinggi.


Tut... Adrian memutuskan telponnya. Ia duduk disofa dan mengusap wajahnya kasar.


"Kak tenanglah mami pasti baik-baik saja" ucap adik Adrian.


"Iya nak, kita tunggu sampai besok kalau mami belum pulang baru kita menghubungi pihak berwajib" ucap pak Gunawan menenangkan anaknya. Tapi sebenarnya ia juga sangatlah khawatir karena istri tercintanya belum juga kembali.


Drrrrtt.... hp Adrian kembali berdering.


{Hallo pak Tono}


{Hallo tuan muda, aku sudah menemukan nyonya} ucap Pak Tono diseberang sana.


Adrian merasa lega {Hufff syukurlah segera bawah mami pulang}.


{Baik tuan}


Tutt... panggilan terputus.


Pak Gunawan yang mendengar istrinya sudah ditemukan merasa lega


"Kak, apa mami sudah temukan" tanya adik Adrian.


"Hmmmmm...." jawab Adrian singkat.


*******


Didalam mobil ibu Sinta duduk dikursi belakang menyadarkan kepalanya pada punggung kursi. Wajahnya terlihat pucat dan sedikit merasa terguncang karena kejadian yang ia alami beberapa jam yang lalu. Pak Tono memperhatikan majikan nya itu dari kaca spion.


"Apa anda baik-baik saja nyonya? Anda terlihat pucat, apa kita perlu kerumah sakit?" Ucap pak Tono khawatir.


"Tidak perlu, aku baik-baik saja".


Mobil melaju membelah jalan yang mulai sepi. Tidak butuh waktu lama mobil pun tiba dikediaman keluarga Malik.


Ceklek...suara pintu dibuka.


"Mami..." ucap Adrian bersamaan dengan adiknya. Pak Gunawan terlihat lega karena istrinya sudah tiba dimansion dengan selamat.

__ADS_1


"Mami apa yang terjadi? Mengapa mami terlihat sangat kacau begini?" Ucap anak bungsunya.


"Ayo kita duduk dulu nanti mami ceritakan". Mereka pun duduk disofa.


"Apa yang terjadi sayang" ucap ayah Gunawan.


Ibu Sinta menarik Nafas dalam"Mami hampir saja dirampok"


"Apaaaa" ucap mereka terkejut.


"Apa mami baik-baik saja" tanya Adrian khawatir.


"Iya mami baik-baik saja nak, untung ada seseorang yang menolong mami" ibu Sinta pun menceritakan secara detail kejadian yang ia alami.


"Hmmmmm mami, Adrian akan menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga mami kalau sedang bepergian. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi" ucap Adrian.


"Sudahlah nanti besok saja baru dibahas yah. Ini sudah larut malam sebaiknya kita istirahat" ucap ibu Sinta bangkit dari sofa. Mereka pun melangkah pergi kekamar masing-masing


*****


Di perusahan MC Group (Malik Copration). Diruangan presider, Adrian tengah duduk dikursi kebesaraan nya. Pandangannya tidak lepas dari kertas persegi, yang tidak lain adalah kartu identitas Nisa.


Ia menyandarkan kepalanya dipunggung kursi sambil memejamkan mata. Wajah Nisa membayangi seluruh pikirannya. Wanita keras kepala yang dengan berani menolak Adrian. Adrian merai benda pipih disaku celananya dan menghubungi seseorang.


"Kevin segera keruanganku sekarang" ucapnya kemudian memutuskan panggilannya.


Beberapa menit kemudian pintu dibuka.


Ceklek


"Selamat pagi boss, apakah ada hal yang penting sehingga sepagi ini anda sudah menyuruhku datang keruanganmu?" Ucap Kevin basa-basi sambil mengangkat kedua alisnya menatap kearah Adrian. Adrian tidak perna memanggilnya sepagi ini kecuali ada hal penting.


Adrian mendengus kesal asistennya ini selalu saja cerewet. Ia bangkit dari duduknya, memutari meja dan menuju kesofa dimana Kevin sedang duduk.


"Aku ingin kau mencari informasi tentang wanita ini. Aku mau informasi yang sedetail mungkin dan aku mau hari ini juga beres". Ucap Adrian menekan kalimat HARI INI JUGA BERES sambil memberikan kartu identitas Nisa kepada Kevin. Kevin mengerutkan keningnya.


Ada apa?? Kenapa tiba-tiba Adrian ingin mengetahui latar belakang seorang wanita, bukannya selama ini ia tidak perna peduli dengan wanita-wanita yang ia kencani. Batin Kevin bertanya-tanya.


Ia pung mengambil kertas yang disodorkan Adrian tepat didepannya. Matanya membelalak ketika mengetahui siapa wanita yang ingin ia mencari informasinya itu.


Tunggu...tunggu bukan nya dia gadis yang sudah membuat kekacauan direstoran itu kan? Wah dugaanku memang benar, gadis ini sudah menarik perhatian Adrian. Kevin


"Ehem.." Kevin berdehem.


"Apa dia calon kaka iparku?" Lanjutnya.


Adrian menatap Kevin jengkel.


"Bisakah kau tidak banyak komentar. Pergi dan cepat selesaikan tugasmu" ucap Adrian kesal. Melihat tatapan Adrian seketika membuat Kevin mencuit.


"Serius amat, aku hanya bercanda hehehe" Kevin berdiri dari duduknya dan melangkah keluar.


Lima jam kemudia Kevin datang dan kembali keruangan Adrian memegan beberapa lembar kertas ditangan nya. Ceklek pintu dibuka dan kevin pun masuk.

__ADS_1


Adrian sedang duduk disofa sambil tangan nya sibuk memeriksa beberapa dokumen. Kevin datang dan duduk disampingnya.


"Mengapa lama sekali" ucap Adrian datar menatap tajam Kevin.


Cih dasar tidak sabaran. dia pikir mencari informasi seseorang segampang membalik kan telapak tangan apa. Kevin


"Tenanglah ini aku sudah mendapat kan informasi yang kau mau dan dari sumber ter-per-caya" ucap Kevin menekan kalimat terpercaya.


"Jangan bertele-tele, cepat berikan padaku" Adrian merampas kasar lembar kertas yang ada ditangan Kevin. Dasar tidak sabaran. Guman Kevin tapi didengar oleh Adrian.


"Apa yang kamu bilang barusan" ucap Adrian sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Hheheh, bukan apa-apa. Kalau begitu aku permisi dulu" Kevin bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Adrian yang sedang serius membaca informasi tentang Nisa.


Adrian tersenyum puas setelah mengetahui semua tentang Nisa. Ia beranjak dari sofa mengambil jas dan kunci mobilnya.


*****


Dipojok ruangan restoran terlihat dua orang gadis sedang duduk berhadapan bercanda, tertawa sambil menikmati makan siang mereka.


"Nisa apa kamu sudah mendaftar diperusahan MC Group ?" Tanya Ririn sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Belum. Memangnya pendaftarannya sudah dibuka" Tanya Nisa.


"Yaelah Nis.... sudah dari kemarin kale, aku udah kirim itu alamat linknya diWA mu"


"Ya sudah nanti sebentar malam deh baru aku daftar, makasih yah Rin kamu sudah memberi tahu ku".


"Sama-sama, tidak perlu sungkang dengan ku. Aku selalu ada untukmu" ucap Ririn dengan nada lebay.


Nisa tersenyum "Cih.... dasar alay" sambil menyentil jidat Ririn.


"Aauuuww... sakit tau" ucap Ririn sambil mengusap-ngusap jidatnya. Nisa hanya terkekeh melihat tingkah lucu sahabatnya itu.


Tiba-tiba datang seseorang dari belakang merangkul Ririn dan duduk disampingnya. Nisa terkejut begitu pun dengan Ririn.


"Gadis nakal, sedang apa kau disini" tanya pria itu.


Ririn menelan ludahnya kasar. Gawat, sedang apa kaka disini. Batinnya.


Nisa mengernyitkan dahinya melihat pria itu yang tiba-tiba duduk disamping Ririn.


Apa hubungan Ririn dengan pria mesum ini?? Tunggu apa mereka berdua berpacaran?? Oh tidak, mengapa Ririn tidak perna bercerita tentang pria mesum ini, apa ia mengetahui bagaimana sifat aslinya?. Batin Nisa






__ADS_1


Terimakasih sudah mau mampir dan membaca karyaku🤗🤗 Jangan lupa like, komen dan vote yah😉


__ADS_2