
Malam yang sepi, bintang- bintang berkilau dilangit yang gelap. Hembusan angin malam yang dingin mulai menusuk sampai ke tulang, hingga menjalar kesendi- sendi. Ditepi jalan yang mulai sunyi, nampak dua pasang manusia yang sedang berdebat, seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar. orang yang melihat sekilas akan beranggapan kalau mereka adalah pasangan kekasih.
****
Wanita ini seperti tidak asing, suara, wajah, dan cara bicaranya yang kasar sangat fameliar ditelinganku. Adrian mengingat-ngingat kembali ingatannya yang hilang, seketika air muka Adrian berubah sepertinya telah menemukan sesuatu.
Deg....
" mau lari kemana kau wanita preman.......? " tersenyum devil. Sekuat tenaga Adrian memegan tangan Nisa agar ia tidak kabur. Nisa memberontak, tapi tenaganya kalah jauh dengan tenaga Adrian, tangan kanan Adrian mendekap kedua tangan Nisa, sedangkan tangan kirinya menarik, pinggan ramping Nisa.
" kau harus tanggung jawab atas perbuatanmu waktu itu" bisik Adrian ditelingan Nisa, nafas yang hangat membuat Nisa merinding.
Nisa berusaha untuk melepaskan diri.
" Augh....lepas-kan tangan-ku, ka-u menyakitiku tuan" ucap Nisa terbata-bata.
" cikk....kau pernah membuatku merasakan sakit, jadi kau harus tanggung jawab"
" tuan sepertinya anda salah orang, aku tidak mengenalmu"
"Cik.....kau pikir aku bodoh" bentak Adrian dengan suara tinggi. Sontak saja membuat Nisa ketakutan.
Sebenarnya Nisa bisa saja melumpuhkan melawannya, bahkan 2 pria dewasa sekalipun. Tapi karena Adrian menyerangnya dari arah belakang secara tiba-tiba, membuat Nisa tidak bisa menghindar.
"Tenang Nisa, tenang ....kamu harus tenang ok jangan panik. Nisa mencoba menenangkan dirinya sendiri. Nisa menarik napas pelan, ayo berpikir....aissh...mengapa otakku tidak bekerja disaat kepepet begini sihh...,Ayo Nisa pikirkan cara bagaimana lepas dari pria spikopat, mesum dan brengsek ini, kamu pasti bisa" batin Nisa
Plakkkk...
Nisa menendang kuat betis Adrian tepat ditulang keringnya." Aaahhh....." Adrian berteriak kesakitan, dan melepas genggamannya,
Bukk..
Satu pukulan mendarat diperut Adrian, secepat kilat Nisa pun langsung melarikan diri, dan berlari sekencang-kecangnya.
__ADS_1
" hey.... jangan lari kau". Adrian berteriak dan berusaha mengejar Nisa, dengan tangan kanan memegan perutnya yang masih terasa sakit akibat pukulan dari Nisa. Tapi nampaknya Adrian kehilangan jejak.
" sial....." Adrian mengepalkan tangannya diudarah. " awas saja kalau kita bertemu lagi akan kupastikan kau menderita seumur hidup" gerutu Adrian.
Adrian kembali kemobilnya.
Malam semakin sunyi, hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang dijalan, nampak seorang wanita berlari seperti sedang dikejar-kejar oleh penjahat. Wajah pucat, dan keringat membasahi jidatnya.
"Sepertinya sudah aman" Nisa mengatur nafasnya. Menarik nafas dalam " haaaaaa......dasar pria brengsek, tidak tahu malu, ...blaa..blaa blaa.." Nisa memaki, menyumpahi Adrian.
****
Didalam mobil.....
" sayang kamu dari mana saja? , mengapa lama sekali" kata wanita yang bersama Adrian tadi dengan suara manja dan tangannya sibuk memainkan kenop baju Adrian. Wanita itu tidak mengetahui apa yang terjadi diluar beberapa menit yang lalu, karena ia sibuk dengan hpnya.
Adrian mengendus kesal, dan menepis tangan wanita tersebut.
"Keluar"...kata Adrian dengan nada tinggi.
"Aku bilang keluar".
" tapikan sayang tugas kita belum tuntas" ucap wanita tersebut.
"Tapi aku sudah tidak berselerah lagi denganmu" kata Adrian sinis.
"Tapi kan sa....." belum selesai bicara , dengan segara Adrian memotong kalimat wanita tersebut.
" ini kan yang kamu mau" Adrian mengeluarkan kertas cek, seketika mata wanita tersebut melotot berbinar, entah berapa angkah nol yang berada dikertas tersebut.
"Ambil dan segera keluar dari mobilku" kata Adrian.
"Emmm..... baiklah, tapi sayang bisakah kau mengantarku pulang ?, ini sudah malam dan tidak ada lagi taxi" ucap wanita itu dengan memasang wajah sok imutnya.
__ADS_1
Adrian menghelah napas kasar dan kelihatan sangat geram" haaaaah...... hey apa aku ini supirmu?, berani beraninya kau menyuruhku?, kelaur atau tidak aku menyeretmu" ancam Adrian. Dengan segera wanita itu keluar. Adrian melajukan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi membela jalan kota yang terlihat sudah sepi.
****
Mentari mulai menampakkan sinarnya, suasana kota ramai, niruk puik suara mobil memadati jalan ibu kota, orang- orang kembali beraktifitas, bekerja menjalani hidup mereka masing-masing.
Di Perusahan Malik Copration Group, para karyawan sibuk dengan pekerjaan mereka, menyelesaikan tugas yang diberikan oleh atasan disetiap bidang masing-masing. Karena tinggal beberapa hari lagi pemeriksaan pekerjaan tahunan.
Diruangan Presider.
Adrian tengah sibuk memeriksa beberapa dokumen yang menumpuk diatas meja.
Klekk...
Pintu dibuka"Bos 15 menit lagi meeting" ucap kevin.
"Emmmm" jawab Adrian singkat, pandangannya tidak lepas dari dokumen yang ada dimeja.
15 menit kemudian......
Adrian dan kevin berjalan menuju ruang meeting. Ketika sampai Adrian langsung masuk dengan gaya dinginnya didepan karyawannya, mereka semua berdiri menyapa Adrian.
" selamat pagi tuan" sapanya bersamaan dan menundukkan kepala.
Adrian langsung duduk tanpa membalas sapaan mereka, setelah Adrian duduk, mereka juga ikut duduk bersamaan.
Rapat dimulai, satu persatu mulai membahas tentang proyek baru yang akan mereka lakukan. Adrian hanya duduk bersandar dikursinya sambil memejamkan mata, meskipun begitu para karyawan tetap melanjutkan presentasi mereka.
Selama 1 jam rapat berlangsung, Adrian memijat pinggir alisnya dengan mata yang masi tertutup. Adrian membuka matanya dan melihat para karyawannya dengan wajah serius.
"Cukup.......tidak ada dari kalian yang membuatku puas. Kalian bagi dua kelompok, buat proposal yang bagus. Tiga hari lagi aku ingin melihat kerja kalian, yang aku inginkan adalah ide emas bukan ide sampah yang kalian berikan padaku" kata Adrian dengan suara tinggi.
"Baik tuan...." sahut mereka bersamaan.
__ADS_1
Mereka semua terlihat khawatir dan takut karena ancaman Adrian kepada mereka. Setelah selasai meeting Adrian keluar dari ruangan meneju ruangannya bersama dengan andi.
Hay semua makasih udah mampir dikaryaku...Jangan lupa like dan komen, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk author❤🤗