
🍁🍁🍁🍁🍁
Adrian mengambil jas dan kunci mobilnya, kemudian ia melangkah keluar menuju lift.
Ting...(lift terbuka)
Adrian melangkah kan kaki panjangnya itu menuju parkiran. Bip pintu mobil dibuka. Kali ini Adrian menggunakan mobil sport merek Ferrari GRC4 Kusso T. Mobil tersebut dibekali mesin 3.9 lite V8 Twin Turbo yang sanggup memuntahkan tenaga sebesar 591 Horsepower dan Torsi 560 Nm. Mesinnya sangat pawer full, namun tetap nyaman digunakan sebagai kendaraan harian. Adrian masuk menyalakan mesin mobil mahal itu dan menancap pedal gas meninggalkan gedung 20 lantai tersebut. 30 menit kemudian Adrian tiba tempat tujuannya dan memakirkan mobil sportnya dipakiran VIP.
Adrian masuk didalam restoran disana sudah ada pak Rudi yang menyambut kedatangannya.
"Selamat datang tuan" ucapnya sambil membungkukkan badan.
Adrian berjalan lurus tanpa membalas sapaan dari pak Rudi. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang VIP yang memang sudah disediahkan khusus untuknya. Ketika ia berjalan tidak sengaja ia melihat punggung seseorang yang sangat dikenalinya. Ia pun menghampiri wanita tersebut. Ia mengerutkan keningnya ketika mengetahui siapa wanita tersebut.
Sedang apa dia sini? Batin Adrian
Ia pun melangkah menuju gadis tersebut dan merangkulnya dari belakang.
"Gadis nakal, sedang apa kau disini?" ucap Adrian
Gadis yang dimaksud Adrian tidak lain adalah Ririn.
Ririn menelan ludahnya kasar.
Gawat, sedang apa kakak disini. Batinnya.
Nisa mengernyitkan dahinya melihat Adrian yang tiba-tiba duduk disamping Ririn.
Apa hubungan Ririn dengan pria mesum ini?? Tunggu apa mereka berdua berpacaran?? Oh tidak, mengapa Ririn tidak pernah cerita tentang pria mesum ini, pasti Ririn tidak mengetahui bagaimana sifat asli pria mesum ini. Nisa
Ririn gugup dan gelisah karena takut jangan sampai penyamaran nya selama ini terbongkor. Ririn merupakan anak kedua dari keluarga Malik ia sengaja menyembunyikan identitasnya karena ada alasan tertentu.
Ririn ingin menjelaskan yang sebenarnya pada sahabatnya itu agar Nisa tidak salah paham. Namum ketika Ririn hendak mengatakan kalau Adrian adalah kakaknya, tetapi justru Ririn dikagetkan dengan pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Nisa.
"Ahh, Ri-rin apa dia kekasihmu?" tanya Nisa sambil melihat kearah Adrian.
"Ti.." ucap Ririn namun dipotong oleh Adrian.
"Ya kami adalah pasangan kekasih, iya kan sayang" jawab Adrian dan menatap tajam kearah Ririn seolah-olah memberi kode.
Ririn mengerutkan dahinya.
Apa yang kakak Rencana kan? Mengapa kakak mengaku sebagai kekasihku? Huff drama apa lagi yang akan kakak mainkan. Ririn.
__ADS_1
Nisa melotot tidak percaya, wanita sepolos Ririn mengapa bisa berpacaran dengan si play boy seperti Adrian. Sedangkan Ririn hanya diam mengikuti permainan kakaknya.
"Apa yang ia katakan itu benar Rin?" Tanya Nisa kembali.
"Ee ...aanu,, itu?? " Ririn menggantukan kalimatnya. Ia menatap Nisa yang masih belum percaya. Sungguh ia sangat merasa bersalah karena sudah membohongi sahabatnya itu.
"Iya benar Nis" lanjutnya. Kemudian ia mengalihkan pandangan nya kebawah tidak sanggup untuk menatap mata sahabatnya itu.
Maafin aku Nisa karena sudah membohongimu lagi. Ririn
Nisa sangat terkejut. Bagaimana tidak selama ini yang ia tau Ririn tidak memiliki kekasih, kalau pun ia dekat dengan seseorang pria pasti Ririn memberi tau nya. Nisa diam seribu bahasa menetap sahabatnya itu, terlihat ada kegelisaan diraut wajah Ririn.
Ririn sebenarnya apa yang terjadi? Aku bisa melihat wajahmu sangat ketakutan berada disamping pria mesum itu, atau jangan-jangan kamu diancam sama pria gila ini? Tenang saja Ririn aku akan melindungimu dari pria mesum ini kalau dia berani macam-macam padamu akan ku patahkan semua tulangnya. Nisa
Nisa menatap sinis kearah Adrian. Adrian membalas tatapan Nisa dengan senyum mengejek.
Cih, untung kau boss dan kekasih sahabatku, kalau tidak sudah ku potong-potong dagingmu dan kuberi makan pada ikan hiu. Umpat Nisa dalam hati.
Suasana hening, Ririn hanya diam dan meremas ujung bajunya yang berada dibawah meja. Niatnya untuk menjelaskan semuanya pada Nisa malah ia terjebak oleh permainan kakaknya itu.
"Ehem...." Adrian berdehem memecahkan keheningan. Melihat Ririn hanya memain-mainkan sendok diatas makanannya dengan segera ia merampas sendok dari tangan Ririn.
"Sayang kamu harus makan yang banyak, lihat lah badanmu itu sangat kurus" ucap Adrian sambil menyuapi Ririn. Ririn sangat kesal disaat-saat bigini masih sempat saja Adrian mengejeknya.
Ririn mendengus kesal menatap kakaknya. Adrian tersenyum ia berhasil membuat adiknya itu kesal.
Nisa sangat muak melihat tingkah Adrian yang sok perhatian itu.
Cih, pintar sekali pria mesum ini berakting, lihat saja aku akan membongkar semua sifat burukmu itu. Tak akan kubiarkan kau menyakiti sahabatku. Nisa
"Sayang, apa kau tidak akan memperkenalkan aku pada sahabatmu ini" ucap Adrian sambil melihat kearah Nisa.
"Oh iya, aku lupa. Kenalkan Nisa ini kekasihku Adrian" ucap Ririn sedikit kaku menyebut kakaknya sebagai kekasihnya.
"Adrian kenalkan dia Nisa sahabatku" lanjutnya.
Oh jadi pria mesum ini namanya Adrian. Namanya sungguh tidak asing. Sepertinya aku pernah mendengarnya tapi dimana yah. Nisa
"Senang bertemu denganmu Nisa" Adrian mengarahkan tangannya kearah Nisa.
Nisa tersenyum paksa dan membalas uluran tangan Adrian. Meraka pun berjabatan tangan untuk yang kedua kalinya dan saling bertatapan dengan segera Nisa melepas tangannya. Ririn melihat kakaknya yang terus menatap Nisa dengan tatapan tidak biasa. Sedangkan Nisa menatap Adrian dengan tatapan penuh kebencian.
Sepertinya ada sesuatu diantara mereka. Ririn
__ADS_1
"Ehemm...." Ririn berdehem.
Suara Ririn menyadarkan Adrian dan segera ia mengarahkan pandangan nya kesebarang arah.
"Emmm, aku mau ketoilet sebentar" ucap Ririn dan bangkit dari kursinya meninggal Adrian dan Nisa.
Kini tinggal Adrian dan Nisa.
"Ehem.." Nisa berdehem. Nisa memandang sinis Adrian.
"Aku tahu sifat burukmu itu tuan, sudah beberapa kali aku melihatmu dengan wanita lain, jadi jangan coba-coba kamu mempermainkan hati sahabatku. Kalau kamu berani menyakitinya aku sendiri yang akan menghajarmu" Ucap Nisa sambil mengangkat gardu kedepan Adrian.
Adrian tersenyum miring
"Apa kamu sedang mengancam ku?" Ucap Adrian sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Cih...mana berani aku mengancam mu boss, aku hanya memberimu peringatan saja" ucap Nisa ketus.
"Benarkah? Dan satu lagi kamu masih memiliki hutang padaku, jadi langkah baiknya jika kamu tutup mulut" ucap Adrian sambil melipat kedua tangannya.
"Hah....apa sekarang kamu balik mengancamku? Ucap Nisa menatap sinis Adrian.
"Cih, siapa yang mengancam mu, aku hanya mengingatkan mu saja, agar kau tidak membuka mulutmu itu" ucap Adrian santai.
"Aku pasti membayarnya tuan jadi jangan khawatir, dan tenang saja tuan aku akan menutup mulutku tapi mulai sekarang aku akan mengawasimu" ucap Nisa serius.
Adrian hanya tersenyum mendengar perkataan Nisa.
Nisa sangat kesal karena Adrian hanya menanggapi perkataannya dengan senyuman.
Apa pria ini sudah tidak waras? Dari tadi hanya senyum-senyum saja. Apa jangan-jangan ia kesambat setan. Nisa
Mengapa wanita ini begitu bodoh atau dia hanya pura-pura bodoh? apa dia benar-benar tidak tau sedang bicara dengan siapa? Adrian.
•
•
•
•
•
__ADS_1
🍁Selamat membaca. Mohon maaf kalau ada banyak taypo dan salah-salah kata maklum hanya amatiran bukan profesional😂😂
Jangan lupa like, vote dan komennya ya❤❤