Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Perkenalan


__ADS_3

Detak jam dinding sudah menunjukan pukul 7 pagi. Terlihat seorang gadis masih bersembunyi dibalik selimut tempat tidurnya. Gorden berwarna hijau tua dengan variasi gold telah dibuka agar matahari bisa masuk dan menyinarinya. Gadis dengan wajah asli indonesia ini bernama Lia. Entah mengapa, belum lama ini Lia menjadi sangat sulit untuk bangun pagi. Bahkan sudah dengan bermacam-macam cara asisten rumah tangga membangunkannya, tapi tak pernah berhasil. Dia akan bangun, semaunya dia bangun.


Lia sangat cantik. Memiliki mata yang tidak besar, tapi tidak juga sipit. Bulu matanya yang lentik menambah keindahan matanya. Didukung dengan alis mata yang sudah berjajar rapi tanpa harus disulam. Hidungnya juga mancung, Jadi sangat terlihat jelas garis tulang dihidungnya.


Dibibir tipisnya, nampak warna merah muda, walaupun tanpa goresan lipstik. Deretan giginya tersusun rapi. Yang membuat senyumnya semakin manis. Wajahnya bulat. Dan kulitnya termasuk kategori putih bersih.


Dalam segala hal, Lia memang tergolong wanita dengan mengutamakan kebersihan dan kerapihan. Kamarnya tak pernah dia biarkan berantakan. Buku-buku tersusun di tempatnya. Baju-baju, sepatu-sepatu, dan aneka tas, dia berikan ruangan tersendiri di kamarnya. Dia sangat tidak suka jika kamarnya berantakan.


Namanya Aulia Viandra. Biasa di panggil Lia. Gadis berusia 27 tahun, dengan hobi berkemah ini memiliki usaha Wedding Organizer diJakarta. Usahanya saat ini sudah terbilang sukses. Banyak klien - kliennya yang puas dengan hasil kerjanya. Banyak yang ingin menjadi rekanannya, tapi dia seleksi dengan sangat selektif.


Didalam menjalankan usahanya, Lia sangat totalitas. Wedding Organizer miliknya bernama Viandra Project. Selain itu, fotografy, tata rias dan bridal juga dia miliki. Masih dengan nama Viandra. Yang dia ambil dari nama belakang miliknya.


Lia adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Adiknya Vika berusia 23 tahun, dan Rico berusia 20 tahun.


Lia lahir dikeluarga kaya, Papah dan mamahnya adalah pengusaha. Tapi Lia tidak ingin orang lain mengenalnya karena dia anak dari pengusaha terkenal. Dia akan bangga jika orang bisa menilai dan menghargainya karena dirinya sendiri.


"Neng. Bangun !!


Pembantu dirumahnya sudah berkali - kali membangunkannya, tapi Lia tak juga bangun. Bahkan hanya mengubah posisi tidurnya saja. Atau hanya membuatnya meregangkan otot. selanjutnya malah terbius lagi.


"Neng Liaaaa.... Bangun!!"


Mba Yuli pun sudah kehabisan akal buat membangunkan Lia. Tapi dia tak bisa bertindak lebih dari sekedar berteriak dan menggoyang-goyangkan tubuh Lia.

__ADS_1


Mba Yuli adalah asisten rumah tangga dirumah bpk Sugi dan ibu Sandra. Bpk Sugi dan ibu Sandra adalah orang tua Lia, Vika dan Rico.


Lia pun mulai menggeliat saat mba Yuli mengelitikinya. Tak lama akhirnya membuka mata.


"Aduh neng, dibanguninnya susah banget sih. Nanti kesiangan lagi" ucap mba Yuli dengan nafas tersengal-sengal.


Lia hanya nyengir kuda. Lalu memaksa tubuhnya untuk duduk.


"Maaf ya mba. Aku gak terasa dibanguninnya" ucap Lia masih nyengir dan garuk-garuk kepala yang tidak gatal.


"Ya udah gak apa-apa neng. Neng Lia mau saya bikinin apa? jawab mba Yuli yang sudah bisa mengontrol hembusan nafasnya.


"Mau capucino panas aja mba, tapi aku mau mandi dulu" jawab Lia sambil berusaha berdiri.


Lia menuju kamar mandi dengan lunglai. Mba Yuli pun membersihkan tempat tidur Lia. Lalu berlalu kedapur untuk membuatkan capucino panas dan sarapan untuk Lia.


Saat ini mba Yuli sudah menjadi janda dengan 1 orang anak laki-laki yang masih balita. Anaknya bernama Reka. Reka berusia 3 tahun.


Mba Yuli menikah sudah di usia 38 tahun. Mungkin karena dia bekerja dirumah keluarga Sugi, makanya dia terlambat dapat jodoh. Karena mba Yuli jarang keluar. Segala kebutuhan dapur sudah distok sama mamah selama satu minggu kedepan. Mba Yuli hanya belanja ditukang sayur yang lewat didepan rumah setiap paginya. Sekalinya diajak Lia keluar, gak mungkin juga kan matanya jelalatan.


Akhirnya mba Yuli menikah dengan salah satu satpam dikompleks perumahan ini. Namanya Mas Bagas. Tapi sayang, pernikahan mereka tidak berlangsung lama. setelah kelahiran Reka, mas Bagas tergoda oleh wanita lain. Akhirnya meninggalkan mba Yuli.


"Mba..... mamah udah berangkat?" tanya Lia kepada mba Yuli sambil meneguk capucino panas.

__ADS_1


"Sudah neng, sudah dari tadi" jawab mba yuli sambil menyediakan nasi goreng bakso kesukaan Lia.


Tak lama terdengar suara dering ponsel.


"Ya, hallo Far?" jawab Lia kepada Farah yang menghubunginya.


"Lia, nanti saat jam makan siang, Anton mau kekantor" suara Farah memberitahukan jadwal meetingnya dengan Anton, salah satu klien dan juga merupakan sahabatnya.


"Iyaa Far, aku inget. Ya udah sampai ketemu dikantor ya" jawab Lia sambil menutup telponnya.


Farah adalah sahabat kecil Lia, yang sekarang bekerja di kantor wedding organizer miliknya. Farah juga adalah orang kepercayaannya. Dia yang handle semua pembukuan, klien, rekanan, dan lain - lain. Lia tidak akan mau kehilangan Farah.


Waktu bergerak sangat cepat, sudah menunjukan pukul 10 pagi. Lia duduk sambil membereskan apa saja yang akan dia bawa. Handphone, laptop dia masukan di tasnya masing - masing.


Dia menatap diri dicermin. Saat ini dia mengenakan rok bahan rajut diatas lutut warna hitam dengan kemeja wanita warna biru, sepatunya dipadukan dengan sepatu sport warna biru putih. Rambutnya dia biarkan terurai sebahu. Rambutnya sangat indah. Model segi yang agak bergelombang dengan poni yang dia biarkan jatuh menutup keningnya. Ditambah dengan sedikit riasan, membuat Lia sangat terlihat modis. Dia sangat pandai dalam hal berdandan.


Dengan langkah yang selalu penuh semangat, dia menuju halaman rumah dan hendak menghampiri mobilnya. Mba Yuli mengantar hingga kehalaman rumah, sambil mengingatkan apa - apa saja yang harus di bawa olehnya.


"Iya mba, sudah semuanya kok. Owh iya, menurut kamu, bagaimana penampilanku mba? " itu lah Aulia yg selalu ingin melibatkan mba Yuli atas penampilannya.


"Udah sempurna neng" jawab mba Yuli dengan menyimpulkan tangan tanda Oke.


"Neng Lia hati-hati dijalan ya, gak usah ngebut - ngebut" lanjut mba Yuli yang selalu memberikan perhatian lebih, yang justru membuat Lia sangat senang.

__ADS_1


Tak harus menunggu lama, Mobil Lia pun berjalan meninggalkan gerbang tinggi dengan bangunan mewah didalamnya, lalu berbaur dengan padatnya jalanan ibu kota.


---<>---


__ADS_2