Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Keluarga ku


__ADS_3

Terima kasih buat sahabat yang selalu support dengan kasih author rate bintang 5, boom like, vote, dan komentar-komentar.


Support sahabat semua membuat author jadi semangat untuk berkarya.


Atma


Ku rebah kan tubuh ku yang lelah. Sebenarnya hari ini aku tidak banyak kerjaannya. Pasien di rumah sakit pun tidak terlalu banyak. Bahkan hari ini tidak bergelud juga di ruang operasi.


Tapi hari ini aku melihat wanita ku menangis. Alasannya hanya karena adik nya menyukai ku. Sejujurnya aku juga sedih saat melihatnya menangis. Apalagi karena apa yang di tangisi nya itu bukan sesuatu yang berarti.


Wanita ku itu hati nya


lembut. mungkin sangat lembut. Jadi apa yang dia lihat, pasti akan terus dia pikirkan.


Aku tidak boleh membuat nya tidak nyaman seperti ini. Apalagi dia sudah bersedia menjadi isteri ku. Aku harus melakukan sesuatu agar hubungan kami bisa berjalan dengan baik.


Ya, Vika dari awal memang ku anggap adik, tidak lebih. Seharusnya sekarang pun menjadi jelas, dia adik kekasih ku, berarti juga calon adik ipar ku. Kenapa masalah hati jadi bisa ribet gini sie.


Sebenarnya aku paham posisi Lia, aku juga paham posisi Vika, tapi siapa yang paham posisi aku? Aku mencintai Lia, dan itu benar-benar dari hati aku. Lia pun mencintai aku. Logika nya, Vika lah yang harus nya mengalah, Karena aku tidak mencintainya. Seandainya Lia memutuskan aku, tidak mungkin juga aku berpaling sama Vika.Vika buat ku hanya lah adik, seperti adik ku Eva. Tidak lebih.


Apa yang harus aku lakukan supaya wanita ku tidak lagi bersedih? Di pikiran ku hanya ingin memberitahu Vika bahwa aku dan Lia pacaran. Aku gak perlu restu dari nya, cukup dengan kedua orang tua Lia dan kedua orang tua ku yang merestui kami.

__ADS_1


Lebih baik ku hubungi Vika sekarang.


"Hallo" jawab Vika saat aku menghubunginya.


"Hallo Vi, ada yang mau aku bicarakan, besok aku jemput ya " ucap ku kemudian.


"Iya Atma, jam berapa?" tanya Vika kemudian


"Sore aja, setelah aku pulang dari rumah sakit" jawab ku memberi kepastian.


"Baik Atma"


Panggilan pun terputus. Kemudian aku merencanakan apa yang harus aku bilang ke Vika supaya dia bisa mengerti.


Ku buka pintu supaya bunda bisa masuk ke kamar ku


" Kenapa bun?" tanya ku kemudian.


"Kenapa bagaimana ?" jawab bunda yang sedikit kesal pada ku.


Aku benar-benar tidak mengerti maksud bunda. Ku diam seraya berfikir, apa yang membuat bunda marah. Tapi tak ku temukan jawabannya.

__ADS_1


"Sejak sampe rumah, kamu gak turun buat makan malam, udah gitu kamu malah mengurung diri dalam kamar. Ada apa Atma?" tanya bunda sambil memarahi ku.


"Aku sudah makan bunda" jawab ku sekena nya.


"Terus ada apa kamu mengurung diri aja?" tanya bunda lagi yang nadanya sudah berubah menjadi lembut.


Aku tak tau harus berkata apa sama bunda. Tapi tiba-tiba mulut ku bersuara.


"Mau kan bunda melamarkan gadis untuk ku?" ku tertunduk malu setelah mengatakan nya.


"Siapa gadis itu sayang?" lanjut bunda.


Akhirnya ku ceritakan pada bunda tentang Lia. Sepertinya bunda tertarik ingin berkenalan dengan nya. Aku pun bercerita kalau saat ini aku dan Lia sudah pacaran.


Bunda sedikit menggoda ku. Ayah yang tiba-tiba masuk pun jadi mengetahui. Aku sedikit malu. Tapi ke dua orang tua ku memberikan ku dukungan penuh. Selama ini mereka kira, aku masih belum bisa move on dari pacar ku yang meninggalkan ku dengan menikahi pengusaha kaya. Mereka bersyukur karena ke khawatir an mereka tidak terjadi.


Ku peluk bunda. Ayah menepuk pundak ku saat ku di pelukan bunda. Aku mencintai orang tua ku. Terima kasih Bunda, Terima kasih Ayah.


Ku basuh tubuh ku dengan air hangat setelah ayah dan bunda meninggalkan kamar ku. Segar rasanya, seperti nya lelah ku hanyut terbawa air hangat ini. Ku gunakan baju santai. Lalu ku turun ke ruang keluarga. Disana ku lihat bunda dan ayah sedang menonton televisi. Eva yang baru keluar kamar langsung ke arah dapur. Dia itu seperti tikus dapur, senangnya berlama-lama di dapur menghabiskan makanan.


Aku berjalan menuju halaman rumah ku. Tidak terlalu besar. Tapi sangat nyaman. Apalagi saat malam hari. Bunga-bunga di taman kecil ini rawat oleh bunda. Bunga mawar berwarna merah sedang mekar dan harum nya masuk ke lubang hidung ku.

__ADS_1


Ku raih gitar, ku petik dan ku nyanyikan beberapa lagu. Kemudian Eva menghampiri ku, dan ikut bernyanyi. Sesekali aku iseng mencubit pipi Eva atau pun mencubit hidung nya sampai merah.


\=\=\=\=<>\=\=\=\=


__ADS_2