Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Ungkapan Hati


__ADS_3

Atma


Siang ini aku ada janji makan siang sama Vika. Padahal, sejujurnya aku ingin selalu menikmati suasana apapun bersama kekasih ku. Aku ingin kita bisa lebih dekat dan bisa saling mengerti sifat masing-masing. Walaupun aku sedikit banyaknya sudah tau sifat-sifat dia.


Dia selalu berusaha mandiri, padahal dia wanita yang manja, yang mau selalu di perhatikan. Aku suka banget sifat nya yang ini, gemesin banget.


Lia suka berusaha cuek, tapi sebenarnya dia sangat peduli dengan apapun, termasuk dengan ku.


Yang bikin aku kagum, dia itu pekerja keras, padahal dia dari keluarga kaya. Dia juga sangat bertanggung jawab dengan apapun. Udah gitu, dia tidak pernah membedakan orang lain. Dia juga sedikit tomboy. Kesukaannya hampir semua yang di sukai oleh kaum ku, kaum laki-laki.


Tapi Aulia itu cantik, imut banget. Rambut nya panjang, hidung nya mancung, putih, bersih. Aku suka banget pencet hidung nya kalau dia lagi cemberut. Aku yakin banget, banyak laki-laki yang suka padanya. Aku beruntung dong bisa memilikinya, walaupun belum 100%.


Lanjut ke Vika, aku kaya nya merasa ada signal-signal yang aneh dari Vika. Aku merasa Vika suka sama aku. Itu yang bikin aku gak nyaman. Tapi dari Vika lah aku bisa kenal dengan Lia. Vika juga asik kalau di ajak ngobrol. Dia dah aku anggap seperti Eva, adik ku. Aku jadi bingung karena sudah janji mau menjemput nya di kampus untuk makan siang bareng. Sejujurnya aku males.


Tiba-tiba ponsel ku berdering. Yeah.. Lia yang menelpon ku. Tanpa menunggu lama, langsung aja ku jawab panggilannya.


"Hallo sayang,,,, sibuk y?" tanya Lia padaku.


"Hallo juga sayang... Justru aku lagi gak banyak pasien, dan gak ada operasi juga hari ini sayang.. Kamu sibuk?" tanya ku balik kepadanya.

__ADS_1


"Gak sayang. Kalau kamu gak sibuk, aku mau ajak kamu makan di cafe yang baru buka di dekat kantor aku" ajakan Lia membuat ku terdiam.


Aduh, bagaimana ini.... Aku udah janji sama Vika dari kemarin. Tapi sejujurnya, aku sangat ingin bersama Lia.


"Sayang.... Aku sebenarnya senang banget bisa makan siang sama kamu, Tapi aku ada janji sama Vika" Akhirnya aku jelaskan kalau kemarin dia ke rumah sakit mau ada yang di omongin sama aku. Tapi karena kemarin aku ada janji sama pacar aku, makanya aku bilang sama Vika, kalau hari ini aja ngobrol nya, nanti aku jemput dia di kampusnya.


Ku tangkap kekecewaan di suara nya. Jujur aku sedih banget denger dia seperti ini. Tapi janji adalah janji, mungkin inilah kesalahan aku karena berjanji kepada Vika.


"Maafkan aku sayang... Nanti aja pulang kantor, kamu aku jemput" bujuk ku supaya dia tidak terlalu kecewa.


"Aku bawa mobil, jadi gak bisa pulang bareng" ucapannya mulai agak ketus, dan tanpa panggilan sayang lagi ke aku.


"Mobil tinggal aja di prakiraan kantor kamu, besok pagi aku jemput lagi" ku tetap berusaha agar dia tidak kecewa.


Ku ucapkan kata muach saat dia mau mengakhiri panggilannya. Tapi dia tidak membalas, malah langsung menutup telponnya. Ini mah fix kalau dia marah.


Akhirnya aku mencoba menepati janji ku ke Vika. Ku jemput dia di kampus nya. Beberapa temannya menganggap aku pacar nya Vika. Ah, ku biar kan saja lah. Percuma juga menjelaskan kepada anak-anak.


Ku ajak Vika makan di restoran tak jauh dari kampus nya. Dia sempat protes, dia mau nya makan di mall. Tapi tetap ku arah kan mobil ku ke restoran itu. Akhirnya dia pun menurut.

__ADS_1


Sesampainya di restoran, langsung ku pesan beberapa menu untuk ku, dan Vika pun memesan beberapa menu untuk nya. Sambil menunggu pesanan datang, ku tanyakan kepadanya apa yang mau di bicarakan sama aku. Tepat dugaan aku, dia mengutarakan perasaan nya. Dia suka sama aku.


Entah kenapa, aku sulit sekali jatuh cinta. Dulu saat kuliah, aku pernah pacaran. Itu cinta pertama ku. Tapi akhirnya dia menikah dengan pengusaha kaya. Dari situ, walaupun banyak wanita yang menyatakan cinta sama aku, aku tak bergeming. Aku berusaha bersikap cool. Tapi nyatanya, mereka bilang sikap aku yang cool bikin mereka penasaran. Serba salah kan.


Waktu ketemu Vika, aku respek sama dia. Dia galak lho. Dia marah-marah saat aku tumpahin minuman ke meja nya. Padahal minuman itu gak kena baju nya koq. Saat itu dia galak banget. Setelah kita berkenalan secara resmi, ternyata Vika asik. Dan entah kenapa, aku langsung mengganggap dia sebagai adik aku. Sama seperti Eva. Sikap nya pun tidak jauh berbeda dengan Eva.


Dari Vika lah aku berkenalan dengan Lia. Aku bersyukur bisa kenal dengan gadis baik seperti Lia. Dari awal aku kenal, sebenarnya aku udah suka sama Lia. Wajah nya itu yang gemesin banget. Tapi aku berusaha biasa aja. Entah kenapa, makin hari aku semakin ingin dekat dengan nya. Aku benar-benar mencintai nya. Aku benar-benar sakit dan terpukul saat dia menangis menceritakan hubungan dia dengan mantan nya, Ryan. Lia sudah menyerahkan kehormatan nya untuk si cowok brengsek itu. Aku marah, sangat marah. Tapi bukan marah karena masalah itu. Aku marah karena b*jingan itu tega nyakitin wanita seperti Lia.


Aku berjanji akan menjaga Lia dengan sepenuh hati ku. Tapi saat mau makan siang kemarin, aku benar-benar khilaf. Aku mencium bibir nya. Walaupun awalnya Lia menolak, tapi akhirnya dia yang memberikan ciuman itu padaku. Aku senang, tapi sekaligus menyesal. Padahal aku sudah berjanji akan menjaga nya.


"Koq malah bengong sih" ucapan Vika membuyarkan lamunan ku.


Akhirnya aku bilang terus terang pada Vika. Bahwa aku hanya menganggapnya sebagai adik, tidak lebih. Aku belum berani bilang kalau aku pacaran sama kakak nya. Biar lah, waktu yang akan memberitahu kan semua itu.


Vika menangis.


Ah,,, ini kelemahan ku. Aku paling tidak bisa melihat wanita menangis. Mungkin kalau belum ada Lia, sudah ku terima perasaan nya Vika karena kasihan. Akhirnya aku meninggalkan Vika sendiri di restoran. Aku benar-benar tidak tahan melihat wanita menangis. Tapi ada hati yang harus aku jaga. yaitu hati nya Lia. Makanya aku tinggalkan Vika sendiri. Biarlah, nanti akan aku telpon Vika saat dia sudah tenang.


Aku kembali ke rumah sakit. Rasanya ingin sekali cepat-cepat sore agar aku bisa bertemu kekasih ku. Entah kenapa, aku ingin sekali memeluk nya. Aku sangat merindukannya.

__ADS_1


Di dalam sujud ku, aku selalu berdoa, meminta Tuhan untuk memberikan jalan agar aku bisa bersatu dalam ikatan suci pernikahan dengan Aulia Viandra .


\=\=\=\=<>\=\=\=\=


__ADS_2