Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Bahagia


__ADS_3

Malam ini cuaca sangat cerah. Bintang - bintang berkelap - kelip menghiasi panorama, seakan ikut serta menyempurnakan kebahagiaan dua insan yang sedang meniti cinta ini.


Atma terlihat duduk disamping jendela dikamarnya. Pikirannya menerawang jauh. Mengingat kembali semua peristiwa yang terjadi hari ini.


\=\=\=\=\=\=


Atma pov.


Lia terlihat sangat tidak nyaman. Aku sebenarnya mengerti dengan apa yang sedang dia pikirkan. Kucoba menenangkannya dengan menggenggam erat tangganya. Dia menatapku seakan memohon agar aku tidak bertemu dengan orang tuanya. Tapi ku balas tatapannya dengan senyuman.


Tak berapa lama, seorang pria yang sudah terlihat berumur menghampiri kami lalu mengajakku bersalaman. Aku berdiri dan mulai memperkenalkan diri.


"Silahkan duduk Nak Atma." ucap laki - laki itu setelah kami berkenalan. Ternyata laki - laki itu adalah orang tua dari wanita yang aku cintai.


"Iya om" jawabku dengan kembali menempatkan kursi dibelakangku.


Lia kemudian mencium tangan papahnya.


Tak lama, terlihat Vika bersama wanita yg terlihat sudah tidak muda lagi, tapi sangat metropolis. Mereka tersenyum lalu menghampiri kami.


Lia terlihat sedikit berkeringat, padahal AC diruangan ini cukup dingin. Aku sangat mengerti sekali bagaimana suasana hati kekasihku ini.


"Kakak" ucap Vika sedikit berteriak, lalu memeluk Lia.


Lia terlihat sangat gugup.


\=\=\=\=\=


Author Pov


Beberapa gelas minuman telah tersedia bersama beberapa snack yang tengah di sajikan oleh mba Yuli. Suasana di ruangan ini sangat menegangkan bagi Lia. Tapi tidak bagi yang lainnya.


Obrolan - obrolan kecil terdengar. Atma merasa sangat senang bisa berada diantara keluarga kekasihnya.


"Lia koq diam aja?" tanya bu Sandra.


"Gak apa - apa mah, hanya sedikit pusing " jawab Lia.


"Mau istirahat?" tanya bu Sandra kemudian.


Tapi Lia hanya menggelengkan kepala. Dia masih ingin tahu, bagaimana kelanjutan hubungannya dengan kekasihnya, Atma dan adiknya, Vika.


"Om, tante, Vika, mohon maaf sebelumnya. Saya harus mengatakan hal ini kepada kalian.." Atma terdiam seakan mencari kata - kata yang tepat untuk disampaikan.

__ADS_1


Pak Sugi dan bu Sandra terlihat bingung. Tapi Vika terlihat tanpa ekspresi.


"Saat ini saya dengan putri om dan tante sedang menjalani sebuah hubungan yang cukup serius. Kami mohon kepada om dan tante untuk bisa memberikan merestui kami" lanjut Atma.


"Dengan Aulia?" tanya bu Sandra kepada Atma.


"Iya tante, saya mencintai Aulia" jawab Atma mantap.


Bu Sandra tersenyum bahagia. "Selamat ya sayang" ucap bu Sandra lalu memeluk anak sulungnya itu.


"Mamah dan papah akan merestui kalian. Iya kan pah?" lanjut bu Sandra dan bertanya kepada pak Sugi.


Pak sugi hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Mah.... Pah... aku juga sudah mengenal Atma dengan baik, aku kagum dengan semua sikapnya" ucap Vika yang membuat semua terkejut.


Atma menatap wajah Lia, seakan mengerti apa yang ada dalam hati kekasihnya itu. Dia lalu meraih jemari tangannya berharap Lia akan baik - baik saja.


"Atma laki - laki yang baik. Aku percaya kalau dia bisa membahagiakan kakakku ini" lanjut Vika yang membuat Atma dan Lia sangat lega.


Terlihat butiran airmata membasahi kedua pipi Lia. Tapi kali ini, air mata yang jatuh adalah air mata kebahagiaan.


Vika menghampiri kakak sulungnya, lalu memeluknya sambil berbisik. "Berbahagialah kak, kakak pantas untuk bahagia".


"Kakak kan tahu, aku mudah sekali mendapatkan laki - laki, jadi gak ada masalah buat aku kak." Vika mencoba meyakini Lia.


Aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaan Vika saat ini. Andai ku boleh egois, saat ini aku hanya memikirkan perasaan gadis yang telah membuatku rela melakukan apapun untuk nya. Atma.


\=\=\=\=\=


Atma pov.


"Koq melamun?" tanya bunda yang tiba - tiba sudah ada di pintu kamarku.


Aku menghampiri bunda yang sudah nampak jelas kerutan di wajahnya. Lalu ku memeluk wanita yang telah melahirkan dan membesarkanku.


"Aku menyayangi bunda" bisik ku di telinga wanita patuh baya ini.


Bunda mengusap rambutku dan menenggelamkanku dipelukannya. Rasanya sangat nyaman.


"Ada apa sayang?" tanya bunda lembut lalu menatap mataku penuh tanda tanya.


"Terima kasih buat semua yang sudah bunda dan ayah berikan buat aku" Aku tak tahu harus berkata apa untuk mengungkap semua kebahagiaan di hatiku ini.

__ADS_1


Terlihat sekali tatapan bunda penuh selidik.


"Alhamdulillah bun, aku sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua Aulia" lanjutku mencoba meyakini wanita dihadapanku ini.


Senyum ketulusan kulihat dari bibir tipis wanita yang telah berjuang membawaku ke dunia ini.


"Segera perkenalkan calon menantu bunda itu ya sayang" ucap bunda.


"Besok jam makan siang, ajak dia kerumah ini, bunda akan masakin masakan yang enak - enak buat wanita yang telah membuat anak bunda kembali bersemangat" lanjut wanita paruh baya yang sangat aku sayangi ini.


Aku tersenyum penuh kebahagiaan.


"Baik bunda. Dan bunda jangan merasa tersaingi ya, karena dia tidak kalah cantik lho dengan bunda" aku mencoba bercanda dengan bunda ku.


Bunda mengacak - acak rambutku.


"Tidak ada yang mengalahkan kecantikan bunda dong, buktinya bunda bisa melahirkan anak yang tampan sepertimu" ucap bunda penuh kemenangan.


Lalu kami berdua pun tertawa.


Perasaan bahagiaku ini rasanya begitu sempurna. Semoga semua akan berjalan lancar sesuai rencana kami.


Setelah bunda keluar.dari kamarku, ku raih ponsel lalu ku kirimkan pesan untuk Lia ku.


"Sayang, besok jam makan siang, aku jemput ya, kita ke rumahku. Bunda ingin berkenalan dengan calon menantunya" lalu ku kirimkan pesanku ini.


"Hah , kamu juga sudah bilang sama orang tua kamu sayang? nada tulisan Lia menandakan kalau dia terkejut.


"Pastinya sayang. ya sudah, jangan tidur malam - malam ya sayang" ucap ku pada kekasih hatiku.


"Iya sayang, bye"


Ah, rasanya sudah tidak sabar untuk bisa menghalalkan kekasihku. Pikiran kotor kadang terlintas saat membayangkan wajahnya, atau saat mendengar suaranya yang bagiku begitu menggoda. Ku hanya bisa beristigfar jika pikiran kotor itu datang. Andai saja dia sudah resmi menjadi isteriku, semua yang kulakukan akan bernilai ibadah.


Kumatikan lampu kamar ini. kubaringkan tubuh lelahku diatas kasur. Lalu kuletakkan ponsel diatas meja disamping tempat tidurku sekaligus menyalakan lampu tidur. Masih teringat dengan jelas apa yang terjadi hari ini, bagiku seperti mimpi. Semua yang awalnya kuanggap sangat sulit, ternyata hari ini terasa begitu mudah. Aku bahagia ya Allah.


\=\=\=\=\=


Author pov


Seluruh penghuni kamar dirumah ini sudah terlelap dan asik dengan dunia mimpi mereka masing - masing. Tak terkecuali dengan Atma. Alam bawah sadar membawanya kedalam mimpi yang sangat indah. Dalam mimpinya dia hanyalah seorang petani. Saat dia berada di sawah, dia bertemu dengan wanita dengan pakaian kerajaan. Wanita itu memeluknya lalu berbisik, "aku mencintaimu".


Mimpi adalah kembang tidur. Selain itu mimpi juga mendobrak alam bawah sadar yang telah merekam semua kejadian atau perasaan kita. Sehingga kita bisa hanyut dalam mimpi yang sesuai dengan perasaan kita.

__ADS_1


Terimakasih untuk dukungan sahabat semuanya. Terus dukung author ya, supaya authior bisa terus semangat dalam berkarya.


__ADS_2