
Aulia
Atma mengantar ku sampai ke gerbang rumah. Sejujurnya aku ingin sekali mengenalkan dia pada orang tua ku. Apalagi saat dia berencana melamar ku. Tapi situasi saat ini belum memungkinkan. Aku masih belum sanggup melihat adik ku tersayang sakit hati karena aku. Semoga Tuhan memberikan jalan untuk aku dan Atma.
Hari ini kata Rico, papah sudah pulang. Aku rindu sekali padanya. Papah dan mamah dulunya bukan orang yang kaya dan tidak sesibuk seperti sekarang. Papah memulai usahanya dari nol. Begitu juga dengan mamah. Saat banyak kepercayaan dari teman-teman nya, akhirnya usaha papah dan mamah meningkat pesat. Bahkan saat ini usaha papah sudah mendunia. Ada beberapa cabang di luar negeri. Bahkan sekarang, banyak teman-teman papah yang
menawarkan kerjasama dengan nya.
Papah itu orang baik, dia sangat tidak ingin menyakiti hati teman-teman nya. Makanya saat ada yang mengajak nya berinvestasi, walaupun hanya untuk perusahaan kecil, papah akan pertimbangan kan nya. Bukan hanya keuntungan yang jadi prioritas dia menyetujui kerjasama nya. Tapi lebih kepada apa yang ada di dalam perusahaan itu . Bagaimana perusahaan itu mensejahterakan karyawan-karyawan nya, bagaimana dengan laporan keuangan nya ( ada atau tidak nya kecurangan), dan lain-lain. Pertimbangan papah sangat matang. Kalau perusahaan itu sudah sehat badannya, keuntungan akan mengikuti. Tapi jika perusahaan itu mencari keuntungan sendiri tanpa memperdulikan nasib karyawannya, bagaimana perusahaan itu akan berjalan. Sedangkan karyawan adalah ujung tombak berjalan nya sebuah perusahaan. Mencari pekerja mungkin mudah, tapi mencari pekerja yang bekerja dengan hati senang, itu yang sulit.
Aku banyak belajar dari papah. Papah juga sebenarnya ingin aku ikut andil dalam perusahaan - perusahaan nya. Tapi sepertinya aku belum bisa. Atau mungkin belum tertarik. Aku sudah nyaman dengan kegiatan ku sekarang.
Papah pun mendukung usaha ku yang juga ku bangun dari nol. Kalau kami sedang bicara, papah malah mau ikutan memajukan usaha ku. Tapi aku selalu menolak nya.
Ilmu dari papah aku terapkan. Aku ingin semua karyawan ku merasa senang bekerja dengan ku dan dengan perusahaan ku.
Dimasuki sebuah ruang keluarga yang telah ku rindukan keramaian nya. Ku peluk papah. Papah juga memeluk ku, lalu mencium kening ku.
"Papah , Lia kangen " ucap ku sambil merengek seperti anak kecil yang tidak dapat uang jajan.
Papah tersenyum.
__ADS_1
"Papah juga kangen kamu sayang, ihhh udah gede masih cengeng" ucap papah
menggoda ku.
Kali ini papah memang pergi cukup lama karena ada masalah di cabang yang berada di jepang. Cabang di sana terbakar lalu ada korban jiwa, yang juga karyawan nya. korban nya sebanyak 47 orang. Jadi papah harus turun langsung kesana. Untuk menemui keluarga korban, mengurus asuransi nya, mengurus izin agar bisa beroperasi lagi, dan lain-lain. Padahal hal itu bisa di urus sama karyawan nya. Tapi jika ada korban jiwa seperti itu, papah gak mungkin akan berdiam diri saja. Aku yakin, hati nya yang membawanya kesana.
"Lia siap-siap yuk, kita mau makan malam bersama" ucap mamah sambil tersenyum.
"Mau makan dimana mah?" tanya ku penasaran.
"Papah mau makan lesehan katanya, kamu mau kan?" jawab mamah. Dan kulihat papah tersenyum.
"Pasti dong" jawab ku penuh semangat.
Kulihat Vika memakai rok payung di bawah lutut warna hitam, dengan t shirt ketat berwarna pink. Tambahan sepatu casual berwarna pink .juga.
Rico memakai celana jeans sedengkul warna biru, dengan kaos warna putih dongkar, dan sendal berwarna putih.
Mamah memakai gaun putih dengan variasi gold. Tas kecil berwarna gold, dan sepatu hills warna yang sama dengan gaun nya. Sangat elegan.
Papah menggunakan celana bahan warna hitam se lutut, dengan kaos berwarna hitam putih. Dan sendal kulit berwarna hitam.
__ADS_1
Tak lupa mba Yuli dan Raka pun kami ikut sertakan.
Kami menggunakan mobil papah untuk sampai ke restoran saung wulan di wilayah Bekasi. Waktu yang kami tempuh untuk bisa sampai sana sekitar 1 jam. Jarak nya cukup jauh, tapi karena di hubungkan dengan jalan tol, maka jarak nya tak begitu terasa.
Dekorasi restoran itu cukup indah. Di ruang utama ada meja kursi khusus untuk pengunjung yang tidak mau lesehan. Masuk ke dalam, di arah menuju belakang ada kolam ikan mas yang memanjang. Sampai di belakang ada beberapa gubukan untuk para pengunjung yang ingin lesehan. Menuju gubuk-gubuk, ada hamparan kolam ikan. Tapi di berikan jalan setapak. Ada tempat cuci tangan yang pembuangan nya langsung ke kolam ikan. Kita juga bisa menebar makanan khusus ikan, untuk melihat mereka berkumpul dan berebutan makanan.
Suasana di sini sangat indah Lampu-lampu yang di nyalakan seperti taman di tengah danau.
Inilah foto tempat restoran saung wulan di Bekasi.
Seperti biasa, aku yang akan menjadi juru tulis untuk semua pesanan keluarga ku. Nasi di sini pesan nya tidak porsi, tapi ukuran bakul. 1 bakul bisa untuk 3 sampai 4 orang. Akhirnya aku tulis nasi putih 3 bakul, Gurame asam manis 2 ekor( ukuran 1 ekor nya bisa mencapai 3/4 kg), cah kangkung 1 porsi buat ku dan mba Yuli, cumi goreng tepung 1 porsi, sayur asam 1 porsi untuk mamah dan papah, ikan asin kriuk 1 porsi, ayam goreng kalasan 1 ekor(permintaan Rico dan Vika), udang goreng tepung 1 porsi, sambal Rujak 1 porsi dan sambal terasi 1 porsi. Untuk minuman nya mamah papah memesan es jeruk, aku dan Vika es kelapa muda, Rico jus mangga, mba Yuli dan Reka Jus alpukat. Dan kami dapat free Es teh manis 1 teko.
Pesanan tidak terlalu lama sudah hadir dan membuat perut langsung meminta diisi.
Setelah selesai menyantap hidangan, kami pun sibuk buat selfi.
Aku mengirim beberapa foto ke Atma, dan memintanya untuk bisa kembali ke sini berdua dengan nya. Dia berjanji akan mengabulkan permintaan ku. Dan memberikan banyak emoticon kiss dan love padaku. Aku pun membalas nya.
Ah.. aku jadi merindukan nya.
__ADS_1
\=\=\=\=<>\=\=\=\=