
Hari ini, Lia mengajak Vika, Rico, mba Yuli dan Farah untuk makan malam bersama. Kemudian setelah itu, berencana akan nonton film dibioskop XXX. Kebetulan hari ini Vika hanya ada satu jadwal mata kuliah, Lia dan Farah juga tidak terlalu sibuk. Tapi Rico dan mba Yuli tidak bisa ikut. Rico bilang akan ada janji dengan temannya selepas magrib. Lia sempat bingung kalau Rico akan keluar malam ini, tapi ya sudahlah. Mungkin Rico benar - benar ada janji dengan temannya. Mungkin akan membahas masalah kampus. Atau mau main band bareng. Sedangkan mba Yuli bilang kalau Reka tiba - tiba demam. Dan mba Yuli akan membawa Reka ke klinik. Akhirnya hanya Lia, Farah dan Vika yang bisa.
Mereka menyepakati akan bertemu langsung disebuah restoran favorit Lia. Restoran ini masih berada didaerah Jakarta Selatan. Menu makanannya khas Indonesia. Dan yang lebih mendominasi adalah sea food. Rasanya super lezat, dekorasinya dibuat ala pedesaan. Tamannya juga luas, ada kolam - kolam ikan sebagai pelengkap dekorasinya. Dan para pelayannya juga sangat ramah.
Lia dan Farah tiba lebih dulu dibanding Vika. Karena memang Lia dan Farah berangkat bersama. Mereka lalu memasuki lobby dan langsung disambut oleh dua orang laki - laki yang cukup tampan. Tapi sepertinya mereka anak - anak yang baru lulus SMU. Karena masih terlihat sangat muda.
"Ganteng - ganteng Li" kata Farah yang akhirnya memaksa Lia melihat kedua anak laki - laki tersebut.
"Hust, seumuran Rico itu" jawab Lia menegaskan.
Farah masih saja memperhatikan kedua anak laki - laki tersebut dengan senyum yang mengembang.
"Dasar sukanya berondong" Ucap Lia dalam hati.
"Buat berapa orang mba?" tanya salah satu anak muda tersebut.
" 5 orang dek" jawab Lia.
"Banyak amat" ucap Farah seraya berbisik.
"Emangnya mau naik angkot, harus dempet - dempetan" Jawab Lia sambil mengikuti kedua anak muda tersebut.
Akhirnya mereka tiba disebuah meja dengan 5 buah kursi Futura berwarna biru dan taplak meja berwarna putih. Ada hiasan bunga plastik di tepi meja. Tak lama,Air putih hadir tanpa diminta, beserta 10 buah otak - otak ikan dan sambal kacangnya. Camilan ini disajikan sebagai ucapan selamat datang kepada tamu direstoran ini.
Vika masih belum menampakkan diri. Lia sedikit khawatir dan bingung.
"Vika belum datang Far" ucap Lia kepada Farah.
"Coba kamu telpon Li" saran Farah dan Lia mengiyakan.
__ADS_1
Lia lalu menghubungi Vika melalu ponselnya.
"Kamu dmana Vi?" tanya Lia.
"Udah deket koq kak" jawab Vika .
"Oke Vika. hati - hati ya" lanjut Lia sambil menutup telponnya.
Kurang dari 15 menit, yang ditunggu akhirnya datang. Tapi betapa terkejutnya Lia karena ternyata Vika tidak sendiri. Dia bersama seorang laki - laki, jika dilihat - lihat sepertinya sudah lebih dewasa darinya.
"Hmmm ... cowok mana lagi nie,, dasar Vika, gak cape - capenya dia bermain dengan cinta. Mana sama yang lebih tua, hehehe" Guman Lia dalam hati sambil menatap Vika penuh tanda tanya.
"Dia Atma kak. Dokter lho" jawab Vika seakan mengerti arti tatapan dari kakak tercintanya.
Atma pun berjabatan tangan dengan Lia sambil menyebutkan nama mereka masing -masing. Setelah berkenalan, Atma melihat ponselnya, lalu asik sendiri.
Kemudian mereka memesan makanan. Lia menulis gurame asam manis dibuku pesanan, ditambah nasi 4 porsi, dan 1 porsi cah kangkung.
"Aku ayam bakar madu kak sama capcay bakso" jawab Vika.
Lalu Vika menoleh keAtma.
"Atma. Kamu mau pesen apa?" tanya Vika, tapi yang ditanya masih asik dengan ponselnya.
"Far,, kamu apa?" tanya Lia ke Farah yang juga sedang sibuk dengan ponselnya.
"Aku nasi goreng sea food aja Li" jawab Farah.
"Oke Far, berarti nasi nya 3 aja y" ucap Lia laku menulis nasi goreng sea food dibuku pesanan.
__ADS_1
"Atma. kamu mau pesan apa?" tanya Lia kemudian kepada Atma.
Yang di tanya terkejut.
" Oh. hmm, saya cah kangkung aja deh sama ayam goreng kalasan. jawab Atma lalu kembali memainkan ponselnya.
"Oke, nasi putihnya berarti cuma 3 ya. Gurame asam manis 1, cah kangkung 2, capcay bakso 1, ayam bakar madu 1, ayam goreng kalasan 1, nasi goreng sea food pedas 1, air mineral 4, ada lagi gak? tanya Lia sambil membacakan menu pesanan mereka.
"Kak, aku sama es kopyor "ujar Vika kepada Lia.
"Ok Vi, apa lagi?" tanya Lia kepada semuanya.
"Sudah kak, sudah cukup kayanya " jawab Vika.
"Baik lah" jawab Lia sambil memanggil pelayan restoran.
Menunggu pesanan datang, Vika dan Lia asik ngobrol kesana kemari. Kecuali Farah dan Atma. Farah dan Atma lagi sibuk dengan ponselnya masing - masing. Lia tau, Farah kalau seperti itu pasti sedang handle kerjaan. Jadi tidak ada masalah buat Lia. Sedangkan Atma, dari awal datang saja sudah tidak banyak bicara, malah asik main game. Hanya sesekali tersenyum, atau menjawab jika ditanya. Lia menyangka bahwa Vika dan Atma pacaran tapi keduanya menepis.
Lia tersenyum - senyum sendiri membayangkan adiknya. Dia tidak yakin kalau Vika dan Atma hanya berteman. Tapi Lia agak kurang suka dengan sikapnya Atma yang cuek dan sok cool.
Vika kemudian mengajak Atma ngobrol. Obrolan mereka terlihat seru banget. Tapi entah mengapa, sesekali Atma malah menturut sertakan Lia dalam obrolan mereka. Dan bahkan Atma sesekali menanyakan Lia seputar dirinya.
\=\=\=\=\=\=
Setelah makan malam, maka berlanjutlah ke acara nonton film. Wah, ternyata Atma suka film drama romantis. Sedangkan Lia suka film action, Farah suka film horor, sedangkan Vika suka semua film kecuali horor. Mereka bingung memilih film apa yang mau mereka tonton. Sampai akhirnya mereka menyerahkan pilihan kepada Lia. Ya tentu saja Lia akan pilih film yang banyak Actionnya. Atma tertawa. Katanya agak gak biasa aja perempuan memilih film seperti pilihan Lia. Lia cemberut tapi senang karena pilihannya lah yang mereka semua tonton..
Posisi duduk Farah dipaling pojok kanan, kemudian Lia, Atma dan Vika. Lia senyum - senyum memperhatikan sekelilingnya,
"Ternyata kalian menikmati filmnya juga. hehhehe" ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Ditengah keseriusan mereka berempat menonton, Lia tiba - tiba haus, lalu mengambil cola yang tadi dibeli sebelum masuk kedalam bioskop. Mata tetap melihat layar, tangan kiri mengambil cola. Tiba-tiba tak sengaja cola itu terlepas dari genggamannya dan membasahi pakaian Atma. Suasana menjadi kacau. Lia meminta maaf kepada Atma. Tapi Atma tidak menjawab apapun dan langsung keluar menuju toilet.
\=\=\=\=<>\=\=\=\=