
Hari telah berganti malam, dan waktu menunjukan pukul 8. Seperti biasa, rumah yang mewah ini terasa sunyi. Rumah yang dihuni oleh 7 orang, saat ini hanya 4 orang, yaitu Lia, Rico, Reka dan mba Yuli. Lia lagi asik nyemil donat buatan mba yuli sambil menonton televisi. Dia ditemani mba Yuli dan Reka, anak semata wayangnya mba Yuli. Reka anak kecil yang sangat lucu. Tingkahnya seringkali membuat orang lain tertawa. Bicaranya yang belum lancar bikin gemes orang - orang didekatnya. Lia bisa tertawa dengan tingkah Reka yang sangat polos. Reka sudah seperti adik buat Lia, karena dari Reka bayi, Reka sudah tinggal bersama Lia dan keluarganya. Apalagi saat ayahnya Reka meninggalkan Reka dan mba Yuli demi wanita lain, Lia bertekad akan menyayangi Reka seperti adiknya sendiri.
"Mba, aku mau coklat panas dong" rengek Lia kepada mba Yuli.
"Reka mau susu gak?" tanya Lia kepada Reka.
"Mauuuu" jawab Reka penuh semangat ketika mendengar kata susu.
Kemudian Reka meloncat - loncat sambil berlari mengelilingi kursi yang diduduki Lia.
Lia dan mba Yuli sekali lagi dibuat tertawa dengan tingkah Reka. Lia sesekali mengejar Reka dan menangkapnya, lalu menggendongnya. Mba Yuli tersenyum melihat tingkah mereka. Kemudian melangkah kedapur untuk membuatkan pesanan Lia dan Reka.
Saat mba Yuli didapur, Rico keluar kamar lalu menemui mba Yuli. Dia meminta tolong mba Yuli membuatkan jus Alpukat untuknya.
"Mba, kak Lia sudah pulang?" tanya Rico kepada mba Yuli.
"Sudah a, itu lagi nonton televisi sama Reka" jawab mba Yuli.
Rico terdiam sesaat.
"Nanti bawain kesana aja ya mba minuman aku" pinta Rico sambil melangkah menuju ketempat Lia dan Reka. Dan mba Yuli mengangguk tanda menyetujui pemintaan Rico.
"Kak.. " Rico memeluk Lia dari belakang.
"Eh... Eh adek.. Bikin kakak kaget aja" jawab Lia sedikit kaget lalu mengusap rambut Rico. Rico akhirnya duduk disamping Lia.
"lagi nonton apa ka?" tanya Rico basa basi.
"Ya gak tau dek" jawab Lia sambil tertawa.
"Kamu kan tau, kakak lebih banyak gak ngerti jalan ceritanya. Yang penting televisinya nyala dan kakak tonton" lanjut Lia masih dengan tertawa.
Rico pun ikut tertawa, lalu melihat Reka yang sedang duduk sambil main mobil - mobilan.
"Hey,, Reka koq belum bobo?" tanya Rico kepada Reka sambil menggendong lalu memangku Reka.
"Gak mau" jawab Reka sambil marah kepada Rico, karena dianggapnya Rico akan menyuruhnya untuk tidur.
Reka tiduran dilantai menandakan dia sedang ngambek.
Akhirnya Rico dan Lia kembali dibuat tertawa melihat tingkah Reka.
"Iya, gak disuruh bobo kok" ucap Rico merayu Reka.
__ADS_1
Reka akhirnya berlari memeluk Lia. Lia kemudian memangku Reka.
"Kak, koq udah pulang. Tumben" tanya Rico kemudian sambil menikmati jus alpukat buatan mba Yuli.
"Iya dek, kakak lagi gak ada kerjaan, jadi bisa sedikit santai deh" jawab Lia yang ikut menikmati coklat panas yang sudah tidak panas lagi.
Lia melihat Rico yang bingung. Dia merasa bahwa adiknya mau membicarakan sesuatu yang penting.
"Hmmm, kamu lagi kenapa dek?" tanya Lia yang mencoba mengerti tingkah adiknya itu.
"Hmmm, gak tau kak. Aku tiba-tiba bosen aja, gak mood " jawab Rico.
"Yakin?" tanya Lia kemudian, sambil menatap Rico dalam-dalam.
Rico jadi salah tingkah.
"Ah, kakak bikin aku malu aja" jawab Rico.
Tetapi Lia akhirnya mengerti kalau adiknya sudah tidak kecil lagi. Mungkin adiknya sedang jatuh cinta. Dia pun tersenyum atas pemikirannya sendiri.
"Kayanya adiknya kakak lagi jatuh cinta ya?" tanya Lia lagi sambil tertawa kecil.
Rico tertunduk malu.
"Bener kan, berarti kamu udah besar ya Rico. Siapa nih wanita yang bisa menaklukkan hati kamu? kenalin dong sama kakak" Akhirnya Lia pun memahami kegelisahan hati adiknya.
"Namanya Anita kak, teman kampus aku" jawab Rico.
"Bisa gak besok ajak kesini, kenalin sama kakak?" tanya Lia kemudian.
"Iya kak, besok aku ajak kesini untuk ketemu kakak" jawab Rico penuh semangat.
Lia mengacak - acak rambut adiknya sambil menggodanya.
"Cie, yang udah punya pacar" goda Lia.
Tak terasa Reka sudah tertidur dipangkuan Lia. Mba Yuli mengambil Reka lalu membawanya kekamar. Mba Yuli kemudian kembali kedapur hendak membuat susu untuk Reka.
Lia masih terus menggoda Rico sambil menikmati donat dan coklat panas yang sudah tidak lagi panas. Rico akhirnya berani bercerita tentang pertemuannya dengan Anita, wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta. Bahkan sampai menunjukkan foto anita bersamanya.
"Tinggi juga selera adikku ini" ucap Lia dalam hari setelah melihat foto Anita.
Tiba - tiba pak satpam memberitahu mba Yuli, kalau didepan ada tamu yang mau bertemu dengan Lia. Laki - laki, ganteng, namanya Mas Atma. Mba Yuli langsung memberitahu Lia.
__ADS_1
Lia terkejut, tapi akhirnya mengizikan Atma untuk masuk
"Ingat dek, besok kenalin Anita sama kakak ya. Jangan takut kakak gigit" ucap Lia yang masih menggoda Rico dengan tawa kecilnya.
Rico mengiyakan dengan anggukan. Walau hatinya masih ragu. Tapi Rico yakin, kakaknya pasti mengerti yang terbaik untuknya. Akhirnya Lia mengusap rambut adiknya dan memberikan semangat.
"Kakak temuin teman dulu ya dek" pamit Lia kepada Rico sambil berlalu menuju ruang tamu untuk menemui Atma.
"Hay Li.... maaf ya ganggu waktu santai kamu" sapa Atma ketika melihat Lia menemuinya.
"Hay Atma, Iya gak apa-apa Atma. Kamu mau ketemu aku atau Vika? tanya Lia kemudian.
"Ya ketemu kamu lah Li, aku kan nanya nya kamu" jawab Atma yang terlihat grogi.
"Silahkan duduk At" Lia mempersilahkan Atma duduk. Dan Atma langsung segera duduk.
"Mau minum apa?" tanya Lia kemudian.
"Gak usah Li" jawab Atma.
"Lho, kan tamu. Masa gak disediakan minum" ucap Lia saat melihat keanehan sikap Atma.
"Hmmm, kalau kamu gak keberatan saya mau ajak kamu keluar sebentar" lanjut Atma yang mungkin saat ini detak nadinya sedang tidak beraturan.
"Mau kamana?" tanya Lia bingung.
"Ya, keluar aja. Cari makanan mungkin. Atau sekedar minum kopi" jawab Atma walau penuh keraguan.
Lia melihat jam ditangannya, sedikit berfikir, dan akhirnya menyetujui ajakan Atma.
"Sebentar, aku ganti baju dulu ya" ucap Lia lalu berlalu meninggalkan Atma.
Tidak tahu bagaimana perasaan Atma saat ini, jantungnya berdetak kencang. Denyut nadinya pasti juga sedang tak beraturan.
Tak lama Lia keluar dengan celana hotpan warna putih dan tangtop putih, kemudian dilapisi cardigan warna coklat.
Atma sedikit terpaku dengan wanita di hadapannya saat ini.
"Dia sangat cantik"
"Ayo" Lia menyadarkan lamunannya.
Mereka lalu pamit kepada mba Yuli dan segera meninggalkan gerbang utama.
__ADS_1
\=\=\=\=<>\=\=\=\=