
Atma.
Pagi ini aku berangkat lebih pagi agar tidak terjebak macet. Karena pagi ini ada meeting dengan ketua rumah sakit dan beberapa dokter, perawat dan pegawai lainnya. Ada beberapa hal yang akan dibahas mengenai beberapa kegiatan sosial.
Rumah sakit tempatku bekerja termasuk rumah sakit elite di Jakarta. Tapi kami tidak pernah menolak pasien, sekalipun pasien itu masuk kategori tidak mampu. Sebisa mungkin kami akan menangani pasien yang kritis tanpa melihat dia mampu bayar atau tidak. Setelah pertolongan pertama kami berikan, selanjutnya bagian administrasi untuk mendata. Untuk pasien mampu, yang bisa membayar biaya rumah sakit ini, dan dia ingin dirawat disini, maka akan kami rawat. Untuk pasien BPJS akan kami kasih pengantar kerumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Sedangkan untuk pasien tidak mampu, maka pihak kami akan membantu mengajukan ke departemen sosial. Selama proses, pasien akan tetap kami tangani. Bagi kami, nyawa manusia itu berharga. Apalagi buat dokter seperti aku, aku telah disumpah untuk menjunjung tinggi kehormatan sebagai seorang dokter. Tugasku menolong orang sakit, dan disitulah kehormatanku. Tanpa memandang dia kaya atau miskin. Tanpa melihat agama, suku, bangsa, ras, jenis kelamin, dan lain - lain.
Sampailah aku diparkiran rumah sakit yang bangunannya sangat megah. Digedung ini aku bergelut dengan pekerjaan dan tanggung jawabku.
Pukul 08.00 adalah waktu yang telah ditentukan oleh ketua rumah sakit untuk kami meeting.
Tak lama pesanan yang kupesan pada salah satu ojek online datang. Lalu kusantap sarapan pagiku. Aku tidak sempat untuk sarapan dirumah. Hanya bisa meneguk satu gelas susu coklat kesukaanku yang selalu bunda siapkan untukku.
Setelah selesai sarapan, kulihat jam yang menempel dipergelangan tangan kanan milikku. Sudah hampir jam 8.
Sebelum aku menuju ruang meeting, kusempatkan kirim chat pada kekasihku.
"Pagi sayang. Pagi ini aku ada meeting. Nanti aku kabarin kalau meetingnya sudah selesai. Love you sayang".
Kecupan di daratkan walau hanya sebatas tulisan.
Kutunggu beberapa menit tapi tak ada jawaban dari wanitaku. Kumatikan dering ponsel agar tak mengganggu saat meeting, lalu kumasukkan kedalam saku jas putih kedokteran milikku. Kulangkahkan kakiku menuju sebuah ruangan yang cukup besar. Disana telah ada beberapa teman sejawat yang lebih dulu sampai. Kami pun mengisinya dengan obrolan - obrolan ringan. Sesekali aku cek ponselku, tapi tak ada apa - apa selain notifikasi dari pesan grup. Sampai akhirnya ketua rumah sakit datang, lalu kami memulai meeting ini.
\=\=\=\=
Lia.
Segarnya sentuhan air dingin ini membasuh kulitku. Selesai mandi, lalu kukenakan baju untuk ke kantor. Sebuah celana jeans biru muda street sebetis, dipadu dengan tangtop warna putih, lalu kutambah blazer biru yang senada dengan celana jeansku. Kugunakan sepatu hills ukuran 8 cm yang langsung menempel dikulit kakiku.
Kuraih ponsel yang tergeletak dimeja kerja didalam kamar tidurku. Ada 1 pesan dari kekasihku. Lalu kubalas pesannya.
__ADS_1
"Iya sayang, hubungi aku kalau sudah selesai meetingnya. I love you too." jawabku lalu meletakkan ponselnya didalam tas. Setelah siap aku lalu menuju dapur. Ternyata ada mamah dieuang makan sedang menata makanan. Hari ini sepertinya mamah tidak berangkat kekantor. Dan ada mba Yuli pastinya yang sedang membantu. Mereka sedang mengobrol entah masalah apa.
"Pagi mah...Pagi mba" sapaku pada mereka. Lalu kucium pipi mamahku.
"Pagi juga sayang. Ayo kita sarapan bareng. Papah sebentar lagi juga kesini" Mamah menjawab sambil tersenyum.
Tak lama papah yang sudah berpakaian rapi, menghampiri kami diruang makan, disusul Rico dan Vika. Sejujurnya aku sangat merindukan saat - saat seperti ini. Senyumku tetap kubiarkan karena kebahagiaan ini.
Pagi ini mba Yuli menyediakan nasi goreng sea food untuk sarapan kami. Dia juga ikut bergabung dengan kami. Lengkap rasanya keluarga ini. Aku menyayangi kalian. Dalam hatiku terus mengatakannya.
Kami makan diselingin obrolan - obrolan kecil. Kami bukan keluarga yang bisa diam seribu bahasa walau sedang makan.
Setelah berpamitan dengan mamah papah , aku melangkah untuk menunaikan kewajiban sebagai pemilik Viandra project.
Dan Tak lama aku sudah berbaur dengan kemacetan. Seperti biasa, diperjalanan aku menyalakan chanel radio. Terdengar lagu I will survive dari Cake. Kuikuti alunan nadanya, hingga aku ikut bernyanyi.
Atma.
Meeting selesai jam 10 pagi. Segera kulayani beberapa pasien yang sudah mengantri didepan ruangan praktekku. Perawat Dewi dengan sigap membantuku.
Kusempatkan untuk melihat ponselku. Dan ternyata ada pesan yang telah kutunggu - tunggu. Namanya kusimpan dengan nama my sweetheart. Kutersenyum membacanya, lalu aku membalasnya.
"Aku sudah selesai Meeting sayang, sekarang lagi diruang praktek. Jangan lupa sarapan. Aku sayang kamu Aulia"
Tak lama pesanku dibalas.
"Aku dalam perjalanan kekantor sayang. sudah sarapan, kamu juga ya jangan lupa sarapan. Aku sayang kamu Atma Sadewa".
Hariku jadi sangat bahagia saat kehadirannya dihidupku.
__ADS_1
Jam 12 siang jadwal praktekku sudah selesai. Sekitar 24 pasien yang telah kutangani. Hari ini aku tidak ada operasi, jadi aku biasanya membantu dokter - dokter jaga di IGD.
Kulangkahkan kaki menuju kantin. Bersama beberapa teman, kusantap soto betawi dengan perkedel ayam. Diiring dengan candaan dan obrolan kecil kami menghabiskan makan siang ini. Beberapa pesan kukirimkan untuk kekasihku, balasan juga dia kirimkan. Entah mengapa aku merasa hidupku begitu sempurna
Aku jomblo sekitar 5 tahun. Bukan karena aku tidak laku lagi ya, tapi karena aku memang tidak mau membuka diri. Banyak yang menyatakan cinta , tapi tak pernah aku hiraukan. Bahkan ada kabar kalau aku tidak suka lagi dengan perempuan. Sejujurnya aku lebih selektif dalam memilih. Karena rasa sakit yang ditinggalkan Lisa sangatlah dalam. Dia meninggalkanku untuk menikah dengan pengusaha kaya. Aku akui, dulu aku masih kuliah, bahkan orang tua aku kadang kesulitan untuk membayar biaya kuliahku yang tidak sedikit. Tapi saat ini, penghasilanku sudah sangat lumayan. Apalagi kalau aku mau buka praktek sendiri juga.
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 4 sore. Kuhubungi Vika yang ternyata masih ada dikampusnya. Aku akan ceritakan semuanya. Tak lupa aku izin dengan kekasihku. Aku gak mau ada kesalah pahaman lagi dengannya . Dengan ragu, Lia akhirnya menyerahkan semuanya padaku. Bahkan berkali - kali dia berpesan agar aku tidak menyakiti adiknya. Aku mengiyakan walaupun aku tidak bisa berjanji.
Mobil sudah kuparkir dihalaman kampus. Kulangkahkan kaki menuju kantin, dimana Vika telah mengungguku.
Kuajak Vika kesebuah pantai. Karena menurutku, saat sore hari, pantai akan terlihat sangat indah. Kupilih satu kedai yang menghadap kepantai. Pemandangannya tepat melihat pantai dan lautan. Beberapa menu aku pilih, begitu juga dengan Vika. Tak berapa lama pesanan datang. Kuisi perutku dengan obrolan - obrolan kecil saat kami menikmati hidangan ini.
Setelah makan, kuajak Vika kepinggir pantai. Tidak bermain air. Cukup duduk dikursi yang menghadap tepat kelaut. Tiba - tiba dia memegang tanganku. Batinku menolak. Tapi tetap kubiarkan. Bahkan kurangkul pundaknya, lalu dia menyandarkan kepalanya didadaku. Tak pernah kulakukan seperti ini kepada wanita selain ibu, adik dan kekasihku.
"Kamu mau kan kita tetap seperti ini?" tanyaku padanya.
Dia menatapku lalu mengangguk. Kubiarkan posisi kami tetap seperti ini hingga Eva datang.
Aku yang telah meminta Eva menemuiku. Vika terlihat bingung. Lalu kuperkenalkan Eva padanya. Dia akhirnya tersenyum dan memperkenalkan dirinya kepada Eva.
Waktu sudah menunjukkan waktu magrib. Aku mengajak mereka untuk menunaikan kewajiban kepada sang Khalik. Setelah sholat magrib, Eva pamit padaku untuk pulang. Aku mengiyakan dan berpesan padanya untuk hati - hati. Kubelai rambut Eva sebelum dia berlalu.
Kembali aku dan Vika duduk menghadap kelaut. Dengan mantap kumulai pembicaraan ini.
"Dari awal kita kenal, kamu seperti Eva. Eva itu galak, Cerewet. Apalagi sama orang yang tidak dia kenal" ceritaku pada Vika. dan Vika hanya mendengarkan.
"Aku nyaman ngobrol sama kamu Vi, karena aku juga biasa ngobrol sama Eva. Dirumah aku punya Eva, adik yang Aku sayang. Diluar pun aku punya kamu, adik yang juga aku sayang" akhirnya inti masalah ini terucap.
\=\=\=\=<>\=\=\=\=
__ADS_1