
Aulia
Kekasih ku adalah laki-laki sempurna di mata ku. Seorang dokter dengan karir yang cukup bagus. Wajahnya cukup ganteng, body atletis, putih, dan juga bersih. Dia sangat perhatian. Selalu ingin aku bahagia. Dengan nya aku sangat merasa nyaman. Dia Atma. Nama lengkap nya Dr. Atma Sadewa.
Segala perhatiannya meluluhkan hati ku. Cinta bayangan dari Ryan, sedikit demi sedikit pun mulai memudar. Hidup ku kini mulai berwarna.
Sejujurnya, aku bangga menjadi wanita yang dia cintai. Dari segala hal yang dia miliki, aku sangat yakin kalau banyak wanita yang bermimpi bisa menjadi pendamping hidup nya.
Sejujurnya aku bukan orang yang beruntung dalam menjalani sebuah hubungan percintaan. Berkali-kali aku membuka hati ku untuk makhluk yang bernama laki-laki, berkali-kali juga aku merasakan sakit. Terakhir, aku dengan percaya nya menyerahkan segala nya untuk Ryan. Kami sempat merencanakan untuk hidup bersama. Tapi semua hanya omong kosong. Hanya rasa penyesalan terdalam yang kini aku rasakan. Aku sungguh bodoh.
Sampai 2 th berlalu sejak aku memergoki nya sedang berada di kamar hotel bersama seorang wanita, saat itu dia hanya mengenakan balutan handuk, sedangkan wanita nya menutup tubuhnya dengan selimut. Hatiku sangat sakit. Lalu ku kuputuskan untuk merelakannya, Dan tidak akan pernah lagi membuka hati untuk siapa pun. Hati ku sungguh hancur.
Sampai akhirnya aku berkenalan dengan Atma. Vika yang mengajak nya saat itu. Aku pikir dia itu pacar nya Vika. Ternyata mereka hanya berteman. Awal perkenalan kami, dia tidak banyak bicara. Dia terlihat cool dan cuek. Ya, walaupun sesekali ngobrol sama aku.
Perkenalan kami ternyata tidak berjalan baik, saat kami nonton bioskop, aku tidak sengaja menumpahkan cola di pakaian nya. Dia langsung pergi tanpa bicara apa pun. Aku pun merasa tidak enak hati, maka ku susul lah dia, sampai ku berlari. Ku lihat dia benar-benar marah, setelah ku berhasil menyusul nya, aku menawarkan membelikan pakaian untuk nya, dia pun setuju. Kami berjalan berkeliling mencari toko pakaian. Akhirnya dia mendapatkan baju penggantinya. Saat aku ingin membayarnya, dia tidak mau, dia membayar sendiri belanjaan nya. Dia hanya berkata, dengan ku bertanggung jawab mengantar nya mencari pakaian pengganti, itu sudah lebih dari cukup. Dari sana, aku mulai mengagumi nya.
__ADS_1
Hari demi hari kami semakin dekat. Kesan cool yang di awal terlihat jelas dari sikap nya, semakin lama ku mengenal nya, tidak lagi ku lihat itu. Dia justru sangat perhatian, kadang bawel juga, hehehe.
Laki-laki idola itu akhirnya bilang kalau dia sayang sama aku. Sejujurnya, dalam hati ku yang terdalam pun, aku menyayanginya. Tapi aku takut, dia akan pergi saat tau kalau aku sudah tidak suci lagi. Makanya aku selalu ingin menjauh saat dia semakin mendekat.
Sampai akhirnya aku pun tak sanggup menahan ini semua. Aku menceritakan semuanya tentang aib itu. Dia sangat marah, tapi hanya sesaat. Bahkan dia meminta ku untuk tidak lagi mengingatnya. Dan dia pun berjanji tidak akan sekalipun mengungkit masalah itu. Aku lega. Di hari itu juga aku dan Atma resmi pacaran. Dia benar-benar hangat, lembut, dan romantis. Setiap tatapan mata nya meluluhkan ku. Rasa sakit yang menjadi trauma ku, mulai hilang dan berganti rasa cinta ku pada nya. Dia pun mengajarkan ku untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sejujurnya , saat ini aku sudah sangat mencintai nya. Aku takut kehilangan dia. Aku merasa jadi sering marah-marah padanya untuk hal-hal yang kecil. Itu semata-mata karena aku ingin perhatian dari nya.
Kencan pertama kita, dia wujudkan dengan lunch romantis di tengah taman. Dia memberikan ku cincin yang sama dengan yang dia punya. Cincin emas putih dengan inisial AA. Tapi sebelum kencan itu berlangsung, aku dan Atma sudah berkencan di mobil dengan berciuman. Sungguh hangat ciuman nya, begitu hati-hati dan begitu lembut.
Jam 3 sore, Atma sudah ada di kantor ku. Dia menunggu di ruangan ku. Ku berpura-pura saja sedang sibuk. Ku bolak balik file-file yang sebenarnya sudah aku tanda tangani. Atau ku buka laptop file laporan dari Farah. Padahal laporan itu sudah lama ku lihat.
Wah, dia malah sibuk dengan ponsel nya. Aku pikir dia akan bete terus mengajak ku keluar. Ternyata dia sedang asik sendiri. Dengan Reflek aku duduk di samping nya dan melihat apa yang sedang dia lihat. Dia terlihat terkejut, tapi malah memberikan ponsel nya pada ku.
"Kenapa di kasih ke aku?" ucap ku masih kesal.
__ADS_1
"Ya aku mau kasih lihat aja ponsel ku ke kamu sayang" jawab nya sambil tersenyum.
Aku memang penasaran, jangan-jangan dia ada wanita lain selain aku. Makanya dengan cepat ponsel itu beralih ke tangan ku.
Kulihat aplikasi whatsapp milik nya. masuk beberapa chat dari grup rumah sakit, dari beberapa temannya dan dari Vika.
"Ini kan privasi, emang aku boleh lihat?" tanya ku kemudian.
"Aku tidak mau kamu menduga-duga. Dan aku tidak mau merahasiakan apapun dari kamu sayang" jawab nya sedikit membuat ku tenang.
Ku perhatikan chat dari grup rumah sakit Ah, aku gak mengerti apa yang sedang mereka bahas. Lalu ku beralih pada chat dari adikku, Vika. Betapa terkejutnya aku membaca isi nya , Vika mencintai Atma.
Ku berikan ponsel itu kepadanya. Lalu ku kembali beralih ke meja kerja ku. Aku marah, bingung, sedih. Jadi selama ini aku tidak tau kalau Vika suka sama Atma.
"Aku minta maaf Vika" ucap Lia di dalam hati.
__ADS_1
\=\=\=<>\=\=\=