Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Vika


__ADS_3

.. Brrakkk ..


Cola dingin tiba - tiba jatuh dari atas meja dan berantakan dilantai sebuah restoran cepat saji. Restoran ini berada di food court lantai 4 di sebuah Mall yang cukup terkenal di Jakarta. Saat weekend seperti ini, memang biasanya pengunjung sangat ramai. Dan sejauh mata memandang, memang hampir tak terlihat ada tempat kosong diruangan ini.


"Maaf .. Maaf.. " ucap seorang pria yang telah menjatuhkan minuman Vika.


Pria itu cukup tampan, memakai t-shirt warna putih dan celana gunung sedengkul. Wajahnya putih bersih, matanya sedikit sipit. Alis tebalnya entah bagaimana bisa sangat teratur seperti itu. Bibirnya tidak tipis, tidak tebal, tapi merona kemerahan. Rambutnya lurus, ala - ala oppa diKorea. Dan dia biarkan jatuh menutupi keningnya. Tinggi badan diatas rata - rata. Body atletis.


Vika langsung berdiri dan melotot kearah pria itu.


"Gimana sih, kalau jalan lihat - lihat dong, masa meja segede gini gak keliatan?" Vika memberondongnya dengan makian.


"Iya. Sekali lagi saya minta maaf" jawab pria itu sopan.


"Baju aku juga basah nie, aku juga gak bawa baju salin" masih dengan nada kesal, Vika terus menyerang kata - kata ke pria itu. Padahal bajunya tidak basah, hanya sedikit kecepretan cola.


"Ya sudah, ayo kita ke butik langganan saya dilantai bawah" lagi - lagi pria itu mengalah dan menyesali kecerobohannya.


"Udah gak usah" jawab Vika masih ketus.


"Sekali lagi saya minta maaf. Nama saya Atma, ini kartu nama saya. Kalau ada apa - apa, silahkan hubungi saya" ucap Atma sambil menyodorkan kartu nama miliknya.


Atma adalah seorang dokter di rumah sakit cukup terkenal di daerah Jakarta selatan. Rumah sakit itu juga yang menggratiskan orang-orang tidak mampu yang butuh pertolongan. Jadi rumah sakit itu tidak hanya terkenal untuk kalangan elite, tapi juga untuk kalangan bawah. Banyak program - program kemanusiaan yang menjadi agendanya.


Vika mengambil kartu nama yang diberikan Atma, dia membaca namanya, Dr Atma Sadewa.


"Ohh kamu dokter?" tanya Vika mulai sedikit melunak.


"Iya" jawab atma lalu tersenyum.


"Boleh saya duduk disini?" tanya atma sambil menunjuk tempat duduk di didepan Vika .


Tapi Vika hanya diam sambil berfikir.


"Ohh maaf, soalnya saya lihat tidak ada tempat duduk kosong disini" lanjut atma seakan tahu apa yang sedang dipikirkan Vika.


Vika melihat kesekeliling , ternyata memang tidak ada tempat duduk kosong.


Restaurant ini hampir setiap hari banyak di kunjungi. Karena harganya sangat bersahabat. Makanannya juga lengkap dan enak. Sesuai dengan lidah orang - orang Indonesia. Apalagi saat weekend, jangan berharap tidak antre untuk bisa sekedar mengisi perut.


"Oh iya, silahkan dok" jawab Vika kemudian.

__ADS_1


"Terima kasih" Atma bergegas duduk dan langsung memesan makanan dan minuman.


"Mau pesan apa?" tanya Atma kepada Vika.


"Aku mau cola lagi aja, sama kentang goreng" jawab Vika.


"Maaf ya, saya sudah bikin baju kamu basah dan numpahin minuman kamu, saya beneran menyesal" permohonan maaf Atma atas kecerobohannya.


"Ya sudah tidak apa - apa dok, namanya juga tidak sengaja " jawab Vika lalu tersenyum.


Tak lama pelayan restoran akhirnya menghampiri mereka.


"Kamu sendirian aja?" tanya Atma melanjutkan pembicaraan sambil menunggu pesanan datang.


"Iya dok" jawab Vika singkat.


"Wah, jangan panggil saya dokter, panggil aja Atma. Oh iya, nama kamu siapa? kita belum kenalan lho" tanya Atma sambil tersenyum.


"Aku Vika , Atrika Vika " jawab Vika antusias, lalu mengajak Atma berjabat tangan. Atma juga mengulurkan tangannya.


Mereka masih ngobrol - ngobrol kecil sambil mengisi makanan keperut mereka. Lalu mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


"Uhhh, dokter ini ganteng banget, senyumnya bikin hati aku deg - degan," pikiran Vika mulai kemana - mana.. diapun ketawa dalam hati..


Ponsel Vika berbunyi. Suaranya membuyarkan keheningan diantara Vika dan Atma.


"Halo kak" jawab Vika memulai pembicaraan dengan Lia, kakaknya.


"Lagi dimana Vi?" tanya Lia dibalik telepon


"Lagi makan kak. Dimall XXX. Kakak dimana?" lanjut Vika .


"Aku lagi dalam perjalanan pulang. Ya udah kamu jangan pulang malam - malam" pesan Lia kepada Vika.


"Iya kak" jawab Vika.


Ohh, aku titip spageti ya Vi, spageti disana kan enak tuh" suara Lia masih terdengar diponsel Vika.


"Kakak kesini aja deh, kalau dibawa pulang nanti dingin spaghettinya. Abis makan kita nonton kak. Ada film baru lho" lanjut Vika sambil merayu kakaknya supaya datang kesana.


"Aku capek Vi. Gak apa - apa dingin, nanti bisa dimasukin microwave dulu kan, biar hangat lagi. Nontonnya lain kali aja ya Vi, kalau kakak pas libur. Gak apa - apa kan?" Lia memberikan alasan yang tidak mungkin bisa dibantah oleh Vika.

__ADS_1


"Oke lah kakakku sayang, sampai ketemu dirumah" lanjut Vika lalu mengakhiri panggilan telponnya.


"Kakak kamu ya Vika?" jawab Atma membuka lagi pembicaraan.


"Iya" jawab vika acuh.


"Oh iya, saya bisa minta nomer telepon kamu ?" lanjut atma.


"Boleh, aku miscall aja ya," Vika melihat kartu nama yang tadi diberikan Atma dan mulai menyimpan nomernya. Kemudian menelpon nomer Atma.


"Iya sudah, saya save ya" ucap Atma saat melihat ponselnya.


"Iya Atma, jangan di save aja ya, tapi hubungi aku juga" lanjut Vika sedikit bercanda lalu tersenyum.


"Pasti dong, mudah - mudahan kita bisa berteman" Atma juga tersenyum.


Mereka lalu menghabiskan makanan dan minuman yang sudah tersedia. Bahkan Vika memesan es krim saat hendak keluar restoran. Atma juga ikut memesan lalu membayar 2 cup es krim untuk Vika dan untuknya.


Mereka berjalan berkeliling mall, melihat - lihat dan membeli beberapa barang yang mereka ingin beli.


"Mau nonton?" tanya Atma kepada Vika.


"Lain kali aja deh Atma, sudah malam" jawab Vika.


"Iya gak apa - apa, masih banyak waktu koq" lanjut Atma.


"Iya, lagian aku bawa pesanan kakak aku, kasihan kakak aku kalau harus menunggu lama" lanjut Vika.


"Kalian saling menyayangi ya" lanjut Atma.


"Pasti dong" jawab Vika.


Lalu mereka berjalan menuju parkiran mobil.


"Saya antar pulang ya?" tanya Atma.


"Aku bawa mobil koq Atma" jawab Vika lalu tersenyum.


"Baiklah, kamu hati - hati dijalan" ucap Atma.


Atma mengantar Vika sampai kemobilnya. Setelah Vika berangkat, barulah dia menuju mobilnya dan berjalan menuju rumah.

__ADS_1


Diperjalanan Vika merasa sangat senang bisa bertemu dengan Atma, laki - laki baik, ganteng, dan ramah. Dia terus memikirkan kembali pertemuannya dengan Atma.


\=\=\=\=<>\=\=\=\=


__ADS_2