Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Perjanjian Yang Menyenangkan


__ADS_3

Hujan semakin deras. Lia bersiap untuk pulang ke rumah.


"Sayang, sebaiknya kamu jangan ketemu dulu sama papah ya?" ucap Lia yang mematahkan semangat Atma.


"Memangnya kenapa sayang? tanya Atma.


"Yang pasti Vika sudah ada di rumah sekarang, aku belum siap untuk semua ini" Lia mulai menjelaskan.


"Iya sayang, aku mengerti" ucap Atma mencoba memahami situasi ini.


"Aku besok akan coba bilang sama Vika ya sayang?" lanjut Atma.


Sepertinya Atma tidak ingin hubungannya di rahasia kan seperti sekarang. Dia ingin mengungkap kan ssemuanya Agar semua orang tahu, kalau Lia adalah kekasih nya.


Atma pun ingin segera mendapat restu dari orang tua Lia. Dia ingin dengan bangga di perkenalkan di depan ke dua orang tua kekasih nya itu.


"Tapi sayang...?" Lia terlihat ragu.


"Kamu percaya kan sama aku? " tanya Atma saat melihat wajah Lia penuh keraguan.


"Baik lah sayang, aku percaya padamu. Tolong kamu buat Vika bisa mengerti ya sayang " jawab Lia.


"Sayang..." Atma bicara lebih serius.


"Iya sayang" jawab Lia.


"Aku akan berjuang untuk cinta kita. Tapi ada 1 pertanyaan untuk kamu sayang" ucap Atma.


Lia pun hanya mengerutkan dahi tanda tidak mengerti atas apa yang Atma bicarakan.


"Aku ingin melamar kamu, jika masalah Vika selesai. Apa kamu bersedia menjadi istri ku?" tanya Atma penuh kesungguhan.


Lia tertunduk. Tidak tahu harus berkata apa


"Baik lah kalau kamu belum siap" lanjut Atma yang seakan mengerti arti dari sikap kekasih nya itu.


Atma mencoba menetralkan situasi, walaupun hati ny sedang tak karuan.


" Jadi aku gak antar kamu ya sayang. Kamu hati-hati stir mobil nya. Ini hujan, jadi gak usah ngebut-ngebut" Pesan Atma. Lalu kecupan hangat sudah mampir di kening Lia.


"Atma " panggil Lia saat Atma bersiap-siap untuk keluar dari ruangan itu.


"Iya sayang" jawab Atma, lalu mengusap rambut panjang Lia.


"Aku bersedia jadi isteri kamu" jawab Lia dan membuat mata Atma berbinar cerah.

__ADS_1


Tak bisa di bayangkan bagaimana bahagianya Atma saat ini. Dia langsung memeluk Lia dengan hangat. Mendaratkan ciuman di kening Lia. Lalu beralih ke bibir tipis nya.


Lia membiarkan Atma mengecup bibir nya dengan lembut. Tapi tak berciuman. Hanya kecupan.


"Tapi, sayang...." Ucapan Lia selanjutnya dengan bibir yang berdekatan dengan Atma. Dan membuat Atma langsung penasaran.


"Tapi apa sayang?" lanjut Atma.


"Tapi setelah kita mendapat restu orang tua ku dan orang tua kamu. Dan Vika bisa terima semua ini" ucap Lia kemudian.


"Baik sayang, aku setuju. Dan aku akan dapatkan itu semua" ucap Atma bersemangat.


"Ya Tuhan semoga Engkau mengabulkan keingingan ku" ucap Lia dalam hati.


\=\=\=\=


Mobil Honda CRV warna silver mengikuti mobil Toyota Yaris berwarna putih. Mereka membelah hujan yang belum berhenti.


Atma akan mengantar Lia sampai gerbang rumah nya. Dengan cara mengikutinya dari belakang. Perasaan keduanya sedang bercampur aduk. Antara bahagia dan kekhawatiran.


Di mobil, Atma membuat kebisingan dengan lagu-lagu milik Gun & Roses. Lagu nya adalah Sweet Child O'mine.


She's got eyes of the blues skies


As if they through of rain


Seakan mereka memikirkan hujan


I hate to look into those eyes


Aku benci melihat mata itu


And see an ounce of pain


Dan lihatlah satu ons rasa sakit


Her hair reminds me


Rambutnya mengingatkan saya


Of a learn safe place


Tempat aman yang hangat


where as a child I'd hide

__ADS_1


Dimana sebagai anak saya akan bersembunyi.


And pray for the thunder


Dan berdoa untuk guntur


And the rain


Dan hujan


To quietly pass me by


Untuk diam melewatinya*.


(penggalan lirik sweet child O'mine)


Sedangkan di mobil Lia terdengar lagu milik Letto dengan judul ruang rindu.


Didaun yang ikut mengalir lembut


Terbawa sinar ke ujung mata


Dan aku mulai takut terbawa cinta


Menghirup rindu yang sesakkan dada


Jalan ku hampa dan ku sentuh dia


Terasa hangat oh di dalam hati


Ku pegang erat dan ku halangi waktu


Tak urung jua melihat nya pergi.


(penggalan lirik Ruang Rindu)


Tak terasa hujan mulai sedikit mereda. Tampak gerbang besi yang tinggi dengan penjagaan yang cukup ketat.


Atma berhenti dan hanya memperhatikan dari kejauhan. Gerbang utama pun telah di buka. Yaris putih kemudian memasuki nya.


Saat Atma akan melajukan kembali kendaraan nya, tiba-tiba ponsel nya berbunyi tanda pesan masuk.


"Terima kasih sayang, hati-hati di jalan, kabar in aku kalau sudah sampai rumah. Aku sayang kamu Atma Sadewa" pesan Lia membuat nya bersemangat kembali.


Kebahagiaan ini membelah jalanan ibu kota yang masih basah. Di lajukan kendaraan dengan kecepatan diatas normal. Dia ingin segera sampai rumah dan menyusun rencana untuk mengurai masalah cintanya ini.

__ADS_1


__ADS_2