
Rico jarang pulang lewat magrib. Biasanya sore sudah berada di rumah. Tapi kali ini dia pulang setelah magrib dan bersama gadis cantik bernama Anita. Anita adalah teman 1 kampus dengan Rico. Rico menyukainya begitu pula dengan Anita. Rico ingin mengenalkan Anita kepada kakak tercinta nya. Sesampainya di halaman rumah, dia melihat mobil yang bukan milik keluarga nya.
"Siapa pak?" tanya Rico kepada salah satu satpam di rumah nya.
"Tamunya mba Lia" jawab satpam.
Akhirnya Rico dan Anita memasuki rumah, dan mereka di sambut oleh mba Yuli. Mba Yuli membuatkan teh lemon untuk Rico dan Anita.
"Aku mandi dulu ya yank " ucap Rico kepada Anita.
"Iya yank " jawab Anita.
"Kamu mau di sini apa di kamar aku?" tanya Rico kemudian.
"Hmmm " Anita hanya bisa berfikir tanpa menjawab.
"Ya udah ayo ke kamar aku" akhirnya Rico menggandeng tangan Anita menuju kamar nya.
Sesungguhnya Rico memahami jika Anita merasa canggung di rumah nya. Karena ini pertama kali dia di rumah ini.
\=\=\=\=\=
"Jngan seperti ini Lia. Jangan melarang aku untuk mencintai kamu. Aku tulus mencintai kamu" ucap Atma.
"Tapi kamu belum tau aku. Kamu belum kenal aku. Kamu belum tau kehidupan aku sebelumnya" ucap Lia dengan airmata yang mengalir tambah deras.
"Apapun kamu. Aku akan terima Li" jawab Atma yang masih terus berusaha meraih tangan Lia.
"Aku sudah menyerahkan kehormatan aku kepada laki laki ba*ingan yang menghancurkan hidup aku, lalu dia meninggalkan aku" Lia menceritakan masa lalunya sambil terus menangis.
__ADS_1
Bagai petir menyambar , Atma sangat terkejut oleh ucapan Lia.
"Apa Li?" Atma mengacak ngacak rambut nya yang selalu rapih.
Lalu dia bangkit dari tempat tidur Lia dan pindah duduk di meja kerja Lia.
"Gila... laki - laki sia*an" Atma memaki laki - laki yang telah menghancurkan hidup wanita yang di cintainya.
"Bagaimana bisa kamu lakukan itu Lia?" tanya Atma dengan rasa marah.
Tapi pertanyaan itu membuat tangis Lia semakin menjadi. Atma menyadari bahwa kata - kata nya malah menekan dan menyudutkan Lia.
"Aku minta maaf Lia" ucap Atma saat emosi nya sudah mulai bisa dia kuasai.
"Sekarang kamu sudah tau Atma, sekarang sudah hilang kan rasa sayang kamu ke aku? tanya Lia dengan air mata yang terus mengalir deras.
"Jangan pernah kamu lakukan itu lagi Lia, sekalipun aku yang memintanya, sebelum kita halal" Atma berjalan menuju Lia yang masih duduk di tempat tidur sambil beruraian air mata. Lalu memeluknya. Lia tak berusaha melepaskan pelukan Atma. Tanpa dilihat Lia, Atma pun menangis saat memeluk wanita yang du sayangi nya itu.
"Sudah jangan menangis lagi, lupakan itu Li" Atma mengusap rambut kekasih hati nya itu sambil terus memeluk nya erat.
"Aku tak kan melakukan itu. Aku akan menjaga kamu, Aku akan menantikan hal itu sampai kamu benar - benar sah buat ku. Lupakan itu ya Li, Jangan ingat-ingat lagi. Aku pun berjanji tak kan sekalipun mengungkit masalah itu." ucapan Atma membuat Lia sedikit lega. Dia membalas pelukan Atma.
Ya Tuhan, izin kan aku menjaga wanita ini, wanita yang aku cintai, wanita yang tetap indah di mataku. Jangan sampai aku menyakiti hati nya, jangan sampai dia menangis sedih karena aku.. Atma
Tuhan ku, terima kasih telah kau hadirkan laki-laki baik buat ku, laki -laki yang bisa terima ku apa ada nya. Laki-laki yang mencintai ku tulus karena cintanya pada Mu. Lia
"Belajar sholat ya Li. Aku akan ajarin kamu. Sholat mencegah kita berbuat yang tidak baik" ucap Atma yang sudah mulai tenang.
Dan Lia pun mengangguk. Sebenarnya dari dulu pun dia ingin belajar, Tapi tidak tau bagaimana caranya. Dan walau pun selama ini dia tidak sholat, Dia tetap percaya bahwa Tuhan itu ada.
__ADS_1
Setelah sholat isya, Lia dan Atma keluar dari kamar lalu duduk di teras rumah. Mata mereka masih terlihat sembab. Lia sering kali menangkap Atma sedang melihat dirinya.
"Mba Yuli....." panggil Lia yang agak sedikit berteriak, karena posisi mba Yuli yang agak jauh dari nya.
Tidak lama mba Yuli pun menghampiri Lia.
"Iya neng.." jawab mba Yuli.
"Itu mobil Rico. Dia udah pulang mba? tanya Lia kepada mba Yuli.
"Udah neng. Dia mau mandi dulu katanya" jawab mba Yuli.
"Nanti suruh ke sini ya mba. Katanya dia mau ngobrol sama aku" ucap Lia kemudian.
"Baik neng " jawab mba Yuli.
"Mba,, aku minta tolong ambilin air putih dingin 2 ya" pinta Lia kepada mba Yuli.
"Baik neng" jawab mba Yuli
Mba Yuli pun berlalu. Atma menatap Lia penuh kagum.
"Kenapa?" tanya Lia kepada Atma.
"Kagum aj, kamu memperlakukan mba Yuli sangat baik, Bahasa tolong yang jarang di ucapkan majikan ke pembantunya " ucap Atma sambil menggenggam tangan Lia.
"Mba Yuli itu dah seperti keluarga buat kita" Lia menjawab dengan tersenyum lalu membalas genggaman tangan Atma.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1