Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Atma 2


__ADS_3

Tibalah Atma disebuah rumah berwarna putih. Rumah tingkat yang tidak terlalu mewah, tapi terlihat sangat bersih. Dirumah itulah Atma bersama ayah, bunda dan adiknya tinggal.


Masuki halaman rumah, tertangkap taman mawar yang tengah berbunga. Dan ada beberapa tanaman bunga lain disana. Ada juga pohon mangga yang cukup tinggi. Serta rumput - rumput yang tertata rapi.


Atma memasuki rumahnya, bertemu bunda lalu mencium tangannya. Kemudian memasuki sebuah kamar dilantai 1. Sebuah kamar bercat putih yang cukup rapi. Ada sekat sedikit untuk dia beribadah. Rak buku menempel didinding, dan bersusun rapi aneka buku, khususnya buku - buku semasa dia kuliah kedokteran. Ada juga novel, komik, dan lain - lain.


Setelah mandi dan berpakaian santai, Atma duduk didepan jendela kamarnya. Pemandangan disana cukup indah. karena langsung memperlihatkan suasana taman dikomplek perumahan. Kalau malam seperti ini, terlihat lampu - lampu yang menyala menerangi taman. Bahkan ada lampu yang warna - warni menyerupai bunga dan daun. Jadi walaupun pada malam hari, taman ini akan tetap terlihat indah.


Entah mengapa, dia jadi membayangkan Lia, wanita yang dia anggap sebagai wanita pemberani, punya tanggung jawab, cantik. "ahhh" akhirnya Atma tersenyum - senyum sendiri.


"Dia sangat cantik luar dalam" ucap Atma dalam hati.


Cukup banyak waktu yang dia habiskan untuk sekedar membayangkan wanita yang telah membuatnya kagum. Atau mungkin jatuh cinta.


Tak terasa malam semakin larut, Atma akhirnya menjatuhkan tubuhnya dikasur, dengan ponsel yang tetap ada ditangannya. Beberapa chat digrup rumah sakit masih dia baca dan masih terlihat ramai.


"Hmm,, rame banget nie grup".


Kemudian Atma memasang alarm yang selalu dia setel jam 4 pagi. Lalu meletakkan ponselnya dimeja disamping tempat tidurnya.

__ADS_1


Wajahnya terlihat sangat lelah, tapi ketampanannya tetap terpancar. Laki - laki berusia 28 tahun. Tubuh tinggi dengan body atletis, menyempurnakan ketampanannya.


Lampu mulai dimatikan. Karena menurut kesehatan, dengan memadamkan lampu saat tidur, akan mengistirahatkan semua otot - otot tubuh, dan juga bisa melepaskan stress.


\=\=\=\=


Tepat jam 4 pagi Alarm berbunyi, Atma lalu terbangun. Dinyalakan lampu dan dia melihat ponselnya. Karena tak ada chat pribadi, maka dia letakkan kembali. Dia lalu bersiap - siap untuk melaksanakan sholat subuh dimasjid. Karena memang sudah menjadi kebiasaannya selagi sempat, dia akan sholat berjamaah di masjid.


Jam menunjukan pukul 5.30. Atma terlihat sedang berolahraga ringan. Berlari kecil, kemudian push up, sit up, loncat, dan lain - lain. Sekitar jam 6, dia telah menyelesaikan aktifitas olahraganya. Meminum air putih, lalu menuju kamar mandi.


Sebelum berangkat kerumah sakit, tak lupa Atma sarapan bersama bunda dan ayahnya. Kali ini bunda menyiapkan roti dengan selai nanas, lalu susu hangat untuknya.


Sedangkan sang ayah bernama Didi Bahari. Dia memiliki sebuah perusahaan kecil dibidang garmen. Tapi dengan usahanya itu, dia bisa menyekolahkan anak - anaknya sampai bisa mempunyai titel. Atma adalah anak pertama dari 2 bersaudara. adiknya perempuan bernama Evalia Putri. Dia seorang desainer. Tapi saat ini, dia masih bekerja disebuah butik cukup ternama dikalangan selebritis.


"Aku ada praktek jam 8 bun" ucap Atma selesai menyantap sarapannya.


"Iya sayang, hati - hati ya" ucap bunda sambil melihat jam dinding diruang makan.


"Mas, aku nebeng dunk " tiba - tiba Eva ikut bicara.

__ADS_1


"Emang mobil kamu kemana?" jawab Atma santai.


"Mobilnya aku tinggal dikantor mas, semalam aku cape banget. soalnya abis ngurusin event." jawab Eva meyakinkan Atma.


"Ya udah. Ayo cepetan, aku ada praktek pagi soalnya" jawab Atma sambil meneguk susu hangat.


Setelah bersiap - siap untuk berangkat praktek, Atma pun berpamitan kepada bunda dan ayahnya. Eva pun demikian. Atma mengantar Eva ketempat kerjanya dulu, baru dia menuju rumah sakit tempat dia bekerja. Atma sangat menyayangi adiknya, walaupun kadang iseng menjahilinya .


Sesampainya dirumah sakit, Atma mulai disibukan dengan berbagai urusan pekerjaan. Tapi dia sangat menikmatinya. Dia sangat menyukai pekerjaannya, baginya, bisa membantu 1 nyawa dalam 1 hari adalah mukjizat dari sang maha kuasa. Atma termasuk dokter dengan pasien terbanyak. Kesabarannya membuat pasien rela berlama - lama antre untuk bisa diperiksa oleh dokter idola.


Atma adalah dokter muda yang tampan, Atletis, bodinya bagus, rambut lurusnya dia biarkan menjatuhi dahi, ibadahnya tak pernah dia lupakan. Walaupun dia selalu bersikap acuh dan cool. Tapi malah banyak rekan - rekan wanita sejawatnya yang menaruh hati padanya. Bagi mereka, Atma adalah laki - laki dengan nilai 9,5. Hampir perfect. Tapi belum ada yang bisa menaklukkan hati Atma.


Ponsel Atma berdering, ternyata Vika yang menghubunginya.


"Hallo At, sibuk gak?" tanya Vika .


"Yah, lumayan deh Vi,, ada apa ya? ada yang bisa dibantu?" tanya Atma kemudian.


Vika mengajak Atma untuk bertemu dengannya diKampus tempat dia belajar. tapi Atma tidak menyanggupinya untuk hari ini, karena hari ini jadwalnya sangat padat. Vika akhirnya mengerti, kemudian mengakhiri panggilan telponnya.

__ADS_1


\=\=\=\=<>\=\=\=\=


__ADS_2