Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Akhirnya mereda


__ADS_3

"Kak...." pintu kamar Lia diketuk Vika.


"Iya.. masuk" jawab Lia yang masih bermalas - malas ditempat tidur.


"Kakak gak berangkat?" tanya Vika.


"Gak Vi, lagi males" jawab Lia sambil memeluk gulingnya.


"Kakak sakit ?" tanya Vika kemudian.


"Kayanya gak Vi, cuma agak cape aja" jawab Lia.


"Ya udah kakak istirahat aja, aku mau berangkat kuliah dulu ya kak" lanjut Vika.


"Iya Vika , hati - hati ya, jangan ngebut - ngebut" pesan Lia kemudian.


"Oke kak" Vika berlalu dari hadapan Lia.


Hari ini Lia hanya ingin bermalas - malasan aja dirumah. Semangatnya pagi ini hilang. Moodnya lagi benar - benar tidak stabil. Kadang bagus tapi tiba - tiba bisa langsung drop. Padahal tidak sedang kedatangan tamu bulanan.


Tadinya Lia ingin mengajak mba Yuli pergi kesuper market belanja kebutuhan perempuan. Tapi tiba - tiba langsung diurungkannya lagi. Bahkan meminta mba Yuli yang membelikannya sendiri


"Mba Yuli naik taxi online aja ya. Nanti aku tulisin daftar belanjaannya" ucap Lia kepada mba Yuli.


Keluarga ini memang tidak memiliki supir. Tuan Sugi, lebih nyaman mengendarai mobilnya sendiri. Nyonya Sandra juga demikian. Apalagi dengan Lia, Vika dan Rico. Mereka lebih nyaman mengendarai mobilnya sendiri. Kalau lelah tinggal pesan taxi online.


"Dasar neng Lia plin - plan. Ya udah, saya ganti baju neng" jawab mba Yuli.


"Oh iya mba, sekalian mba Yuli tulis kebutuhannya Reka sama kebutuhan mba Yuli sendiri ya, takut lupa nanti" ucapku kemudian.


"Iya neng" mba Yuli mengiyakan lalu berlalu menuju kamarnya.


Lia kemudian mencatat apa saja kebutuhannya yang harus dibeli. Dari bedak, sabun, pembalut, shampo, lipstik, cemilan dan lain - lain.


Tak lama mba Yuli sudah menuju supermarket diantar oleh taxi online.


\=\=\=\=\=\=


Sebuah pesan Lia kirimkan untuk Farah.


"Aku tak berangkat kekantor hari ini Far. Kalau ada yang urgent, Kamu handle aja. Dan hari ini aku lagi gak mau diganggu. Semua jadwal hari ini mundurin besok" Pesan pun terkirim.

__ADS_1


Tak sampai 1 menit, Farah membalas pesan Lia. "Are you oke?"


"Aku baik - baik aja Far, cuma kecapean" Lia menjawab balasan Farah.


"Oke Li, met istirahat" jawab Farah.


\=\=\=\=\=\=\=


Dirumah sakit, Atma benar - benar dibuat serba salah. Untungnya hari ini tidak ada praktek. Tapi ada 2 jadwal operasi untuk pasien - pasiennya.


"Lagi dimana Lia?" sebuah pesan yang dia kirimkan untuk Lia, hanya dibaca tanpa jawaban.


"Ada apa ini?" Pikirannya benar - benar kacau.


Jadwal kunjungannya kekamar pasien dia meminta salah satu dokter jaga yang menggantikannya.


Akhirnya Atma memutuskan untuk menemui Lia dikantornya. Lagi - lagi, operasi yang nanti sore, dia meminta rekannya menggantikan.


"Bisakan gantiin dulu, aku urgent banget" Atma menelpon dokter Siswanto yang merupakan temannya sejak kuliah. Mereka saat ini juga bekerja dirumah sakit yang sama.


"Ada apa sie?" tanya dokter Siswanto penasaran.


"Nanti aku ceritain deh, oke ya?" lanjut Atma setengah membujuk.


"Makasih sob, nanti aku traktir deh" jawab Atma senang, lalu mematikan panggilannya.


" Suster Dewi" panggil Atma kepada asistennya.


"Ya dok" perawat Dewi masuk keruangan Atma.


"Tolong antar riwayat pasien yang nanti sore di operasi ya. Yang diruang A3. Keruangannya dokter siswanto" perintah Atma kepada asistennya.


"Baik dok. Tapi maaf dok, memang dokter tidak jadi handle pasien?" tanya perawat Dewi penasaran.


"Iya, saya ada urusan penting soalnya" jawab Atma sekenanya.


"Baik dok" perawat Dewi kemudian meninggalkan ruangan Atma.


Sesampainya dikantor Viandra Project, ternyata yang dicari tidak ada. Kalau kata Farah, Lia lagi tidak mau digangu. Tapi Atma tidak perduli, dia kirim pesan lagi untuk Lia. Mengirim foto kalau dia sedang ada dikantornya. Lia membaca pesan dari Atma, tapi malas untuk menjawabnya. Tak sabar, Atma langsung menelpon. Kali ini dijawab panggilannya.


"Hallo.. Lia. Kamu dimana? koq gak diangkat - angkat telpon aku? Lia..???" Atma langsung memborong pertanyaan.

__ADS_1


"Hhmmm " hanya itu jawaban yang diterima Atma.


"Aku ke rumah ya" tanya Atma kemudian.


"Gak usah, aku mau istirahat" akhirnya Atma mendengar suara Lia walau gak kelihatan. Dan nadanya sedikit judes.


"Syukurlah kamu masih mau ngomong sama aku" jawab Atma yang tak peduli dengan kata - kata marahnya Lia.


"Ya abis kamu nyebelin banget. Aku telpon balik malah gak diangkat - angkat" Lia akhirnya mengeluarkan beban dihatinya.


Atma menghela nafas pelan lalu mulai menjelaskan.


"Tadi pagi aku kepikiran kamu Li, aku masih kepikiran kalau aku sudah nyakitin kamu, sampai kamu menangis" Atma terdiam.


Lalu melanjutkan "Aku hubungi kamu. Aku mau tau kabar kamu. Tapi tidak ada jawaban dari kamu. Jam 8 aku ada operasi, Selesai hampir jam 11. Maaf, aku gak bisa angkat telpon kamu saat aku operasi, karena ponsel aku taro diruang praktek. Saat aku lihat kamu menghubungi, Aku hubungi kamu kembali. Tapi ternyata panggilan sibuk. Itu pun hampir setengah jam aku coba buat hubungi kamu lagi, tapi tetap sibuk. Aku gak tau apa kamu marah sama aku, atau kamu memang sedang sibuk. Makanya sekarang aku berada dikantor kamu buat memastikan itu. Kalau kamu marah, aku minta maaf " Atma kemudian terdiam menunggu jawaban Lia.


Tetapi Lia masih terdiam.


"Baiklah, sekali lagi aku minta maaf sudah mengganggu, aku tutup ya" Atma tidak tau harus bagaimana, dia hanya ingin memberikan ruang buat Lia berfikir. Dia tak ingin menggangunya.


"Atma... " akhirnya Lia bicara.


"iya Li .. " jawab Atma.


"Kamu sibuk gak?" tanya Lia kemudian.


"Harusnya aku ada operasi nanti jam 4, tapi sudah aku oper ke dokter lain, kenapa Li?" jawab Atma.


"Kenapa di oper ?" tanya Lia ingin tahu.


"Karena aku imgin ketemu kamu" jawab Atma. membuat hati Lia berbunga - bunga.


Baru ada laki - laki yang begitu peduli dengannya.


"Bisa minta tolong gak, beliin aku ayam bakar yang didekat kantor aku?" pinta Lia kepada Atma.


"Bisa. sebentar aku akan belikan" jawab Atma tanpa ragu.


"Terima kasih Atma".


Atma langsung menuju warung ayam bakar dekat kantor Lia. Dia melakukannya dengan sangat senang. Karena dengan Lia memintanya seperti ini, berarti Lia tidak lagi marah padanya.

__ADS_1


"Dia baik. Bahkan sangat baik. Dokter tampan dengan senyuman yang manis. Pasti banyak wanita yang mengejarnya. Tuhan tunjukan padaku jika memang dia yang terbaik untukku..." Lia.


__ADS_2