Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Papah Sudah Di Rumah


__ADS_3

Rintik hujan berjatuhan yang semakin lama semakin deras. Petir pun menyambar membuat kilatan di langit yang gelap. Cuaca sore ini sedang tidak bersahabat.


Lia masih di ruang kerjanya. Masih bergelut dengan pikiran nya tentang Vika.


"Tuhan, aku mencintai Atma, tapi aku juga menyayangi Vika. Aku gak mau Vika terluka karena aku, tapi aku juga gak sanggup rasanya jika harus kehilangan laki-laki di hadapan ku ini" ucap Lia dalam hati sambil melirik Atma yang sedang asik dengan game di ponsel nya.


Tak terasa butiran hangat menjatuhi kedua pipi nya. Lia berusaha menghapus air mata yang tidak di undang nya ini. Tapi terlambat, Atma terlanjur melihat nya. Tanpa harus menunggu lama, Atma langsung menghampiri Lia.


"Kenapa sayang?" tanya Atma dengan wajah bingung.


Lia hanya menggeleng, tapi butiran itu mengalir tambah deras. Dia terus berusaha menghapusnya, walaupun tidak berhasil.


Atma semakin tidak mengerti, ada apa dengan kekasih nya. Hati nya pun terasa pilu jika harus melihat air mata kesedihan yang di tumpahkan oleh gadisnya . Dengan refleks Atma memeluk Lia dari belakang. Di cium pula Rambut nya yang wangi.


"Jangan menangis sayang. Ceritakan pada ku, apa yang kamu rasakan" ucap Atma.


Atma melepas pelukan nya, lalu berdiri di hadapan Lia. Dia menghapus air mata di pipi kekasih nya itu. Wajah nya penuh tanda tanya.


"Atma.." Lia mulai bicara walaupun dengan suara parau dan hampir tak terdengar.


"Iya sayang" jawab Atma dengan suara berbisik.


"Apa kamu mencintai Vika?" tanya Lia kemudian.


"Tidak" jawab Atma tanpa keraguan.


"Tapi dia mencintai kamu kan" lanjut Lia.


"Iya, tapi aku tidak" jawab Atma penuh keyakinan.


"Bagaimana aku bisa bahagia, diatas penderitaan adikku sendiri" lanjut Lia lalu menunduk.


"Dia punya hati, aku punya hati, kamu pun punya hati. Hati aku telah memilih kamu sayang, Hati kamu mungkin juga sudah memilih aku. Terus, apa kita harus mengorbankan hati kita untuk Vika?" jawab Atma.


Lia pun hanya terdiam.


"Vika sudah dewasa, kelak dia akan mengerti" lanjut Atma sambil membelai rambut panjang Lia.

__ADS_1


Lia pun masih terdiam. Tidak tahu harus berkata apa.


"Tadi siang aku menepati janji ku kepada Vika untuk makan siang bersama nya. Karena katanya, ada yang mau dia bicarakan" penjelasan Atma lalu menggenggam jemari Lia dan membawa nya untuk duduk di sofa.


"Vika mengutarakan perasaan nya pada ku... Tapi aku bilang pada nya kalau selama ini aku menganggap dia hanya sebagai adik, tidak lebih" lanjut Atma setelah mereka berdua duduk.


"Hati dan perasaan kita tidak bisa di paksakan. Aku adalah aku dengan prinsip hidup ku. Aku tidak bisa bermain untuk masalah ini. Aku gak mungkin berhubungan sama kamu, tapi aku menjalin cinta juga sama Vika" Jelas Atma.


"Percaya lah sayang, kelak Vika akan mengerti" lanjut Atma meyakinkan Lia.


Penjelasan Atma sebenarnya membuat Lia


percaya, bahwa Atma tidak mungkin mengkhianatinya. Tapi pikirannya masih terbayang adik nya. Bagaimana sedihnya Vika saat ini, itu yang selalu di bayangan nya.


\=\=\=\=\=\=


Waktu magrib sudah tiba, Atma dan Lia sholat berjamaah di kantor wedding organizer milik Lia. Setelah sholat, Atma mengajak Lia untuk pulang, tapi Lia menolak. Dia masih mau di sini. Atma tak mau memaksa nya, dia pun tetap menemani Lia.


"Aku lapar sayang, mau makan di luar atau mau order aja?" tanya Atma kepada Lia yang sedang bermain game free fire.


"Mau makan apa?" lanjut Atma.


"Nasi goreng kambing aja sayang" jawab Lia


"oke sayang"


Atma pun langsung order melalui aplikasi online di ponsel nya. Dia order nasi goreng kambing 2, milk shake coklat 1, dan jus strawberry 1.


Sambil menunggu pesanan datang, Atma pun ikut bermain bersama Lia.


Awal nya mereka sama-sama duduk di sofa. Selanjutnya Lia tiduran bersandar di paha Atma. Mereka nge game bareng.


Sedang asik bermain, telpon di meja Lia berdering.


"Tolong angkat dong sayang" pinta Lia kepada Atma karena sedang asik bermain.


Atma pun berdiri dan menghampiri meja kerja Lia.

__ADS_1


"Ya, hallo " jawab Atma.


"Permisi. ini ada yang nganter makanan, apa benar, bapak atau ibu yang pesan?" tanya pak satpam yang menjaga perkantoran di wilayah kantor Lia.


"Iya benar pak, tolong antar langsung aja keatas ya pak" jawab Atma.


"Baik pak"


Tak lama, nasi goreng kambing pun sudah tersedia. Lia menghentikan bermain nya, lalu bersama Atma menyantap hidangan ini.


"Aku bahagia Tuhan" ucap Lia dalam hati.


Belum habis makanan ini, tiba-tiba ponsel Lia berdering.


"Hallo dek,.." jawab Lia


"Kakak koq belum pulang?" tanya Rico.


"Iya, sebentar lagi dek" jawab Lia sekenanya.


"Papah sudah di rumah nie kak" Rico mengabariku.


"Ohh ... iya dek, abis makan, kakak langsung otw pulang" jawab Lia.


Panggilan pun terputus.


"Kenapa sayang? tanya Atma.


"Gak apa-apa sayang. Tadi Rico ngabarin kalo


papah udah pulang" jawab Lia


"Ya udah yuk buruan makan nya, aku gak sabar buat kenalan sama calon mertua" lanjut Atma seenak nya.


Lia pun hanya tersenyum lalu menghabiskan nasi goreng kambing yang enak nya luar biasa.


\=\=\=<>\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2