Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Penghuni Rumah


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 8 malam saat Lia tiba dirumahnya. Dia lalu memasuki kamar, dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur yang sangat empuk. Merasa sangat lelah dengan pikirannya. Dia mengingat kembali apa saja yang dirasakannya hari ini, lalu berusaha memejamkan mata agar dia bisa menikmati rasa ini.


Mba Yuli tiba - tiba masuk kekamar Lia dan langsung mengingatkannya kalau sejak Lia pulang kerumah, dia belum mandi dan belum makan.


"Aduh neng.. Mandi dulu, makan, baru tidur" seru mba Yuli sambil duduk ditepi tempat tidur lalu mengusap rambut Lia.


"Iya mba. Aku cuma istirahat sebentar kok, cape banget mba" jawab Lia tapi tidak beranjak bangun dari tempat tidurnya.


"Mba, tolongin aku dong, bawain barang - barang aku yang dimobil ya, tadi tidak sempat aku turunin" lanjut Lia kepada mba Yuli.


"Iya neng, Neng Lia mau sekalian saya bikinin sesuatu gak? jawab mba Yuli yang masih duduk ditepi tempat tidur Lia.


"hmmm, aku mau jus jeruk aja mba, masih ada gak jeruk peresnya? lanjut Lia sambil bermanja dengan mba Yuli.


"Masih ada neng, mau yang dingin atau hangat?" mba yuli bertanya seraya bangkit dari duduknya.


"Mau yang dingin aja mba" lanjut Lia sambil terus memejamkan mata.


Terus mau makan apa neng? Mau dimasakan apa mau beli? tanya mba Yuli kemudian.


"Udah pesen minta beliin spaghetti sama Vika mba. Nanti kalau dia pulang, tolong langsung panasin saja spaghettinya ya mba" pesan Lia.


"Iya neng, ya udah saya keluar dulu ya neng. " lanjut mba Yuli lalu melangkah keluar.


"Hmmm " jawab Lia tanpa beranjak.

__ADS_1


Lamunannya membawa Lia kepada rasa yang tak karuan. Rasa sedih dan bersyukur bercampur aduk. Cinta dan benci sungguh sangat tipis perbedaannya. Melabuhkan cinta yang besar kepada orang yang salah, akan menjadikan rasa benci yang besar pula kebelakangnya.


Bersyukurlah saat Tuhan menunjukkan keburukan orang yang tidak baik untuk kita sebelum terjadinya satu ikatan yang sakral. Dan percayalah, Tuhan akan menakdirkan orang yang baik untuk kita selama kita selalu berbuat baik untuk orang lain. Author pov.


Selang setengah jam, jus jeruk sudah tersedia. Laptop sudah berada diatas meja kerja Lia. Tas dan buku - buku sudah berada juga ditempatnya. Tapi sang pemilik kamar malah sedang terhanyut dalam mimpinya.


"Aduh, si neng Lia malah tidur. Ya udah biarkan dulu aja deh, kayanya cape banget. Ucap mba yuli dalam hati, dan langsung menuju pintu keluar kamar.


\=\=\=\=\=\=


Bunyi klakson mobil nyonya Sandra Eka Purnama meramaikan gerbang utama. Menandakan pintu gerbang harus segera dibuka, lalu satpam yang menjaga rumahnya segera membukakan pintu untuknya.


"Selamat malam nyonya" ucap pak satpam lalu membungkukkan badannya.


"Iya malam pak" jawab nyonya Sandra singkat.


Beliau turun dari mobil dan langsung menuju ruang tamu. Disana mba Yuli sudah membukakan pintu untuknya.


"Mba, anak - anak udah pada pulang? tanya nyonya Sandra kepada mba Yuli.


"Sudah bu, hanya neng Vika yang belum sampai" jawab mba Yuli singkat sambil membawa tas nyonyanya dan mengikuti langkahnya.


"Lho. Koq Vika belum pulang mba? Ini sudah jam 11" tanya nyonya Sandra kepada mba Yuli, lalu memperhatikan jam ditangannya.


Mba Yuli hanya bisa diam karena dia tidak tahu Vika ada dimana sekarang. Nyonya Sandra kemudian menghubungi ponsel Vika.

__ADS_1


"Taro langsung diruang kerja saya aja mba" perintah nyonya Sandra kepada mba Yuli sambil bicara dengan Vika.


"Dimana sayang? sudah jam berapa ini?" seru nyonya Sandra dengan nada marah.


"Sudah masuk komplek mah" jawab Vika yang sambil mengendarai kendaraannya


Akhirnya panggilan ditutup dengan pesan kepada Vika supaya berhati - hati.


"Mbaaa , tolong bikinin coklat hangat ya, langsung antar kekamar saya, tapi saya mau mandi dulu" lanjut nyonya Sandra kepada mba yuli dan mba yuli langsung beranjak kedapur untuk menyiapkan coklat panas untuknya.


"Baik bu"


Sandra Eka Purnama adalah istri dari Ir. Sugi Budiman. Mereka mempunyai 3 orang anak, yaitu Aulia Viandra, yang sudah menjadi sarjana ekonomi dan sekarang bergelud dengan usahanya sendiri membangun wedding organizer dengan nama Viandra project. Lia terbilang cukup sukses dengan usaha yang dibangunnya. Lia belum mau melanjutkan pendidikan S2 nya.


Atrika Vika mahasiswa fakultas hukum disalah satu universitas terkenal di Jakarta. Vika anak yang pintar. Dari sejak sekolah dasar, Vika selalu mendapat ranking 10 besar. Vika juga baik. Dia akan selalu memberikan uang kepada para pengemis dijalanan. Bahkan dia mempunyai perkumpulan untuk membantu anak - anak jalanan.Tapi Vika anak yang sangat manja.Dia selalu ingin diberikan perhatian lebih.


Dan Rico Vandera, anak laki - laki satu - satunya dikeluarga ini, sekaligus anak terakhir mereka. Rico masih kuliah semester 1 difakultas ekonomi bisnis diuniversitas cukup elite di Jakarta.


Ketiga anak - anak itu tidak ingin bersekolah atau kuliah diluar negeri. Mereka sangat berat berpisah dengan teman - temannya. Kecuali Rico yang sudah berencana mengambil S2 nya nanti di Amerika.


Keluarga mereka pada dasarnya saling menyayangi. Tapi karena kesibukan sang papah yang sering keluar negeri untuk urusan bisnisnya, sehingga tak ada waktu untuk anak - anaknya. Dan sang mamah yang juga sibuk untuk perusahaan miliknya yang dia bangun dari nol. Untungnya, anak - anak mereka adalah anak - anak yang baik, yang tidak banyak menuntut waktu orang tuanya. Walaupun jauh dilubuk hati mereka yang terdalam, mereka rindu kebersamaan dengan orang tuanya.


Pukul 11 malam lewat, Vika memasuki halaman rumahnya. Dia membawakan pesanan untuk kakak tercintanya. Tapi sayang, sang kakak sudah terlelap dalam tidurnya. Dengan sedikit kecewa, akhirnya spagethi pesanan kakaknya dia berikan untuk mba Yuli.


Sedangkan Rico sejak sore sudah berada dirumah. Rico anak yang tidak banyak bicara, dia lebih suka berada dikamarnya. Bermain dengan gitarnya, atau mendengarkan musik. Tapi Rico sangat dekat dengan kakaknya, Lia

__ADS_1


Malampun semakin larut, semua penghuni rumah sudah hanyut dalam buaian mimpi - mimpi mereka...


\=\=\=<>\=\=\=


__ADS_2