Cinta Bayangan

Cinta Bayangan
Tidak Semangat


__ADS_3

Terimakasih atas dukungan sahabat berupa like, vote dan rate bintang 5 nya. Dukungan sahabat akan membuat author lebih semangat untuk membuat karya - karya yang lebih baik lagi.


\=\=\=\=\=


Nampak sebuah gedung perkantoran yang cukup ramai. Ruko berlantai 2 berjajar sekitar 20 buah. Parkiran yang juga cukup luas membuat orang bisa berlama - lama disana. Ditambah kantin yang berjajar dibelakang gedung, memudahkan orang belanja aneka kuliner.


Memasuki salah satu ruko berlantai 2 dengan nama Viandra Project. Lalu mulai melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga menuju ruang kerjanya yang berada dilantai satu. Lantai dasar digunakan untuk bridal dan tata rias. lantai 1 digunakan untuk kantor. terdiri atas 3 ruangan, ruangan ny, Farah , dan ruangan para karyawan. Dan lantai 2 digunakan khusus untuk fotografi.


Dilewatinya bagian penerima tamu. Para karyawan menyapanya, dan Lia hanya membalasnya dengan anggukan. Padahal biasanya, Lia akan balas dengan sapaan hangat atau dengan candaan.


Hari ini dia sedang tidak bersemangat. Moodnya hilang seketika karena bayangan Ryan. Bayangan masa lalunya yang pahit.


Laptop diletakkan ditempat biasa. Lalu dia menjatuhkan tubuhnya disofa. Pikirannya sedang tak karuan. Tidak mengerti apa yang dia rasakan saat ini. Yang pasti dia sedang tidak bersemangat.


Tiba - tiba ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


"Ya, masuk"


"Hey,, koq lesu gitu, kirain belum datang?" Farah memasuki ruang kerjanya.


"Gak tau nie, tiba - tiba jadi gak semangat gini" jawab Lia sambil tetap menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Udah sarapan blm?" tanya Farah kemudian


"Udah" jawab Lia sekenanya.


"Mau kopi gak? Biar semangat" tanya Farah kemudian dengan rasa penasaran.


"Ya, boleh deh" Lia menjawab sambil memejamkan mata dan masih menyandarkan tubuhnya disofa.


"Dia koq jadi aneh gini sie.. kenapa ya?" tanya Farah dalam hati.


Farah menuju pantry. Tapi pikirannya terus menebak - nebak apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya itu. Biasanya dia selalu ceria. Kecuali saat patah hati waktu hubungannya dikhianatin oleh Ryan.


Farah bagaikan wakil Lia diViandra project. Karena, Farahpun mempunyai kekuasaan penuh juga seperti yang dimiliki Lia. Bahkan soal keuangan, Lia memberikan Farah kepercayaan.

__ADS_1


Lia mengenal Farah bukan baru sebentar. Dari kecil mereka bersama. Tumbuh besar bersama. Orang tua Lia sudah seperti orang tua Farah juga, begitu sebaliknya. Tapi sedihnya, Ayah Farah sudah lama meninggal saat dia kelas 3 SMU. Saat itu Farah sangat kehilangan, ditambah lagi, Fatah dekat sekali dengan ayahnya.


\=\=\=


Tak terasa air mata tanpa diperintahkan malah menetes lagi membasahi kedua pipinya. Sedangkan dia masih larut dalam lamunan. Isak tangisnya terdengar sayup lalu bertambah keras.


"Tuh kan, kamu kenapa Lia?" Tanya Farah yang tiba-tiba masuk ruangan tanpa mengetuk. Terlihat sekali wajah Farah penuh khawatir.


Isak tangis Lia malah semakin terdengar. Akhirnya dengan refleks Farah memeluknya.


Pikiran Farah yang terus menebak - nebak apa yang sudah terjadi dengan sahabatnya itu. Bagaimana Lia bisa menangis seperti itu?. Siapa yang telah menyakitinya.


Sudah lama Farah tidak mendengar atau melihat sahabatnya itu menangis, tapi kali ini Lia terlihat menangis. Farah juga merasa sedih karena kesedihan Lia adalah kesedihan Farah juga. Banyak sekali pertanyaan yang ingin dia sampaikan, tapi dia urungkan. Dia tidak ingin menambah sedih sahabatnya itu.


"Sabar sayang" ucap Farah penuh kelembutan dengan tetap memeluknya. Berharap semua kesedihan sahabatnya itu bisa hilang.


Hanya itu yang bisa dia lakukan.


\=\=\=\=\=\=\=


"Selamat siang" sapa Anton saat mendatangi kantor Viandra Project.


"Selamat siang" jawab receptionis.


"Saya sudah ada janji dengan ibu Aulia, saya dengan Anton" Anton memberitahu maksud dan tujuan kedatangannya.


"Baik Pak Anton anda sudah ditunggu ibu Lia diruangannya" receptionis menjelaskan hal itu setelah menghubungi Lia melalui telepon.


"Terima kasih" ucap Anton sambil tersenyum, lalu berjalan menuju ruangan Lia.


Anton menaiki satu persatu anak tangga menuju ruangan dilantai 1.


Saat sampai dilantai 1, Anton bertemu Farah.


"Siang Far" sapa Anton kepada Farah.

__ADS_1


"Hay Anton" balas Farah dengan mengajaknya bersalaman.


"Yuk aku anter keruangan Lia." Farah melangkah menuju ruangan Lia. Lalu Anton mengikutinya.


Farah memang sangat baik, dia juga selalu hangat. Dia pandai sekali menempatkan suasana hatinya.


\=\=\=\=\=


Lia tengah merapihkan make up yang berantakan akibat air mata yang tidak di undangnya. Tiba - tiba pintu diketuk .


"Yaaa , masuk." teriak Lia dari dalam ruangan.


Farah pun langsung membuka pintu ruangan kerja Lia.


"Hay nona cantik" sapaan Anton yang khas memanggil Lia nona cantik membuat Lia tersenyum.


"Hahaha, kamu ini Ton, bisa - bisa calon isterimu langsung menceraikan kamu sebelum menikah, kalau denger kamu bilang gitu ke aku" Canda Lia.


Anton tersenyum melihat Lia tertawa sambil mengejeknya. Lia, Anton, dan Farah adalah teman satu kuliah di Fakultas ekonomi. Mereka akrab dan bersahabat. Mereka sudah saling mengetahui sifat masing - masing. Bahkan dulu saat kuliah, mereka selalu diejek kalau Farah dan Lia adalah selir-selirnya Anton. Tapi mereka hanya tertawa menyikapi ejekan itu.


"Minum apa Ton?" tanya Lia sambil menyalakan laptopnya.


"Kopi aja lah, biar gak ngantuk" jawab Anton


"Eh, jangan pesan makanan ya, aku sudah delivery order buat makan siang kita" lanjut anton meyakinkan Lia agar tidak memesan makanan lagi.


"Oke deh Ton" ucap Lia.


Lalu Lia melanjutkan dengan menelpon office girl untuk meminta 3 kopi untuk Anton, Farah, dan untuknya sendiri. Dan tak sampai 10 menit, kopi pesanan sudah ada diruangan Lia. Mereka lalu menikmati sambil memulai pembicaraan tentang pernikahan sahabat mereka, Anton dan Serena.


Percakapan berlangsung sampai kurang lebih 2 jam. Ekspresi wajah Anton terlihat sangat senang dan puas. Bayangan pernikahan Anton dan Serena sudah ada didepan mata. Padahal rencana waktu pelaksanaannya masih sekitar 4 bulan kedepan.


Setelah membahas masalah pernikahan, kemudian mereka lanjut dengan makan siang bersama, saat makanan yang telah dipesan oleh Anton datang.


Mereka menikmati kebersamaan ini dengan senyum yang selalu terlihat dibibir mereka masing - masing. Obrolan kecil tercipta ditengah menikmati hidangan. Tak lupa juga canda tawa. Suasana hangat seketika tercipta. Selama ini, hanya masalah pekerjaan yang sering keluar dari obrolan mereka. Tapi saat ini, lebih seputar kenangan zaman mereka kuliah. Dari lucunya penampilan mereka yang masih polos, kegiatan kampus yang membosankan, sampai dosen killer yang selalu jadi topik pembicaraan mahasiswa. Rasanya seperti kembali ke masa itu. Masa yang dirindukan oleh setiap orang. Masa dimana seragam sekolah tidak lagi diwajibkan.

__ADS_1


\=\=\=♡\=\=\=


__ADS_2