
Hay.. Hay ...
Terimakasih buat yang sudah mampir dikarya cinta bayangan. Jangan lupa like, vote dan rate bintang limanya ya... Silahkan komentar, supaya author bisa koreksi dan bisa menciptakan karya yang lebih baik lagi ...
\=\=\=\=\=
Tibalah mereka disebuah cafe yang cukup terkenal. Dekorasinya cukup mewah, dan menghadirkan grup - grup band yang cukup mempunyai nama. Bahkan tak jarang, cafe ini menghadirkan artis - artis papan atas untuk menghibur para tamunya. Lia dan Atma duduk disudut ruangan, dimana mereka bisa dengan leluasa melihat kesegala arah. Tempat ini adalah tempat favorit Atma.
Tak lama tibalah pelayan memberikan daftar menu. Lia memesan jus jeruk dan kentang goreng. Sedangkan Atma memesan minuman soda dan 1 loyang pizza.
"Aku suka cafe ini" Lia akhirnya membuka pembicaraan.
"Terima kasih ya sudah ajak aku kesini. Aku sudah lama juga gak nongkrong disini" lanjut Lia, dan Atma terlihat tersenyum.
"Ya Tuhan, dia manis banget" gumam Lia didalam hati saat melihat senyum Atma.
Tak lama pesanan mereka datang.
Sambil menikmati alunan musik, mereka menikmati hidangannya. Dimulai dengan jus jeruk yang masuk ketenggorokan Lia, lalu satu per satu kentang goreng mulai dikunyahnya.
Atma minum soda hanya sekedar untuk menghilangkan rasa groginya. Padahal dia tidak terlalu suka minuman bersoda. Tapi rasanya sensasi soda yang saat ini dia butuhkan.
Setelah satu potong pizza masuk kedalam mulutnya, dia mulai memikirkan bagaimana cara mengungkapkan semuanya pada wanita didepan matanya ini.
"Harus mulai dari mana ya, aduh... Detak jantung aku jadi gak beraturan kaya gini" Atma berfikir apa yang harus dia katakan.
__ADS_1
"Atma... kamu sakit?" tanya Lia saat melihat Atma berkeringat, padahal ruangan ini Ac dan cukup dingin.
Atma pun jadi semakin terlihat salah tingkah.
"Eh... gak koq Li" jawab Atma gelagapan dan memalingkan pandangannya kepanggung hiburan, dari yang semula menatap Lia. Lia nampak bingung tapi tidak mau ambil pusing, dia masih asik menikmati makanannya. Atma sesekali menatap Lia kemudian memalingkannya lagi.
"Ah.. aku bisa gila kalo kaya gini. apa lagi dia cantik banget... Aulia...... aku suka kamu" keberanian Atma saat ini hanya ada didalam hati dan pikirannya.
Lagu berganti dan terus berganti, Kentang goreng dan pizza sudah hampir habis. Atma masih belum bisa menemukan kata yang tepat untuk memulai ini semua . Otaknya berfikir sangat keras. Keringat masih terus keluar. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri, tanpa memperhatikan panggung hiburan. musik yang terdengar cukup keras, juga tak bisa membuatnya menikmati.
Akhirnya dia mulai memberanikan diri untuk membuka pembicaraan yang lebih menjurus.
"Lia... " Atma mulai bicara.
"Iya Atma" jawab Lia saat namanya disebut.
Lia mulai heran dengan bahasa Atma yang berubah dari saya menjadi aku. Tapi Lia ikut serius menatap Atma.
"Apa saat ini kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang ?" tanya Atma kemudian.
"Maksudnya seseorang?" Lia balik bertanya.
"Seorang laki - laki" lanjut Atma.
"Tidak" jawab Lia tanpa berfikir.
__ADS_1
"Aku terlalu sakit untuk bisa menjalin hubungan lagi dengan laki - laki" jawab Lia lalu menundukan kepalanya.
Atma terkejut dengan jawaban yang diberikan Lia.
"Kamu wanita hebat. Sungguh bodoh laki-laki yang menyakitimu" ucap Atma setengah putus asa.
"Apa kamu akan terus seperti ini Li? apa kamu tidak mau membuka hati lagi?" Atma sedikit berfikir.
Lalu melanjutkan ucapannya, " Aku tidak tahu seberapa parah laki - laki itu membuat luka dihati kamu, Tapi aku yakin, Dia laki - laki yang tidak baik" lanjut Atma.
"Iya, Hanya aku yang tahu seberapa parah luka hati aku ini. Dia memang laki - laki br*ngsek. Tapi aku terlalu bodoh dengan mempercayai semua ucapan dan janji - janji manis nya. jawab Lia yang mulai meneteskan air mata.
Atma sangat terpukul melihat airmata yang jatuh dipipi Lia. Dia mendekatkan duduknya tepat disamping Lia.
"Maafkan aku Lia, jangan diteruskan. Aku tak seharusnya bicara seperti itu" Atma mulai berani membelai rambut Lia.
Dia hanya tak tahu harus berbuat apa. Mungkin kesalahannya hingga Lia harus meneteskan airmata.
" Aku tidak sanggup melihat air mata kamu Li" Atma menggenggam erat tangan Lia sambil menundukkan kepalanya.
Entah mengapa Lia tiba - tiba menyandarkan kepalanya dibahu Atma. Dan Atma dengan reflek memeluk Lia. Mereka lalu hanyut dalam pikiran mereka masing - masing.
"Nyaman sekali pelukan Laki-laki ini. Tanpa nafsu, memberi tanpa meminta. Pelukannya sangat lembut dan hangat. Aku tidak tahu arti semua ini Tuhan. Tapi biarkanlah aku menikmatinya." Lia.
"Aku tidak tahu mengapa kamu menangis Li, tapi aku tak akan membiarkan airmata kamu keluar lagi. Aku berjanji akan melindungimu dan terus menyayangimu, walaupun entah sampai kapan kamu bisa membuka hatimu untukku" Atma.
__ADS_1
Malam semakin larut , Atma mengantar Lia kembali kerumahnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Dan terus hanyut dengan pikiran dan perasaan mereka masing masing.
\=\=\=<>\=\=\=