CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
DIA YANG MEMBUAT JANTUNG WOOBIN BERDETAK KENCANG


__ADS_3

Hari Olahraga telah datang. Sekolah ANGGA akan mengadakan perlombaan antar kelas. Semua kelas harus mengikut lomba yang diadakan di sekolahnya. Mulai dari lomba berjalan dengan kaki di ikat bersama dengan pasangannya. Ada juga perlombaan lari estafet dan masih banyak lainnya.


Semua siswa sudah berkempul di lapangan termasuk teman sekelas Rina.


Tetapi woo belum datang. Rina melihat sekeling dan mencari keberadaan woobin.


Sememtara itu, woobin masih dalam perjalanan. Woobin ke sekolah dengan terburu-buru. Mengayung sepedanya sekencang-kencangnya.


"Woobin cepatlah" ucap Rina saat melihat woobin dari kejauhan.


Qin-she menoleh dan melihat woobin. Woobin meletakkan sepedanya dan berlari ke arah rina.


" Akhirnya sudah sampai" ucap woobin lelah.


" kenapa kamu datang terlambat?" Tanya Rina.


"Semalam aku tidak bisa tidur" kata woobin.


"Kenapa? Kamu sakit" tanya Rina lagi.


"Entahlah. Aku terus memikirkan Fita" ucap woobin tersenyum.


" itu namanya sakit cinta" kata Rina.


Qin-she hanya tertawa kecil.


"Aku juga, pernah mengalaminya" kata rina


"Benarkah" tanya Qin-she.


"Tentu saja. Ketika aku mengagumimu. Aku rasa saat itulah cinta datang dan memberiku kesempatan untuk bersamamu" kata Rina


"Bermimpilah" ucap Qin-she.


"Tidak masalah. Semua di mulai dari mimpi" lanjut Rina.


Qin-she tersenyum manis.


"Ah, sudahlah. Rina, kamu tidak perlu mengatakan apapun pada Qin-she. Dia tidak akan mengerti. Dia belum merasakan yang namanya jatuh cinta" kata woobin.


Rina menggangguk, tandanya setuju.


"Aku tidak mau jatuh cinta" kata Qin-she seketika.


Perkataan Qin-she membuat Rina dan woobin kaget.


"Kenapa?" Tanya Rina.


"Wajar jika kamu tidak mau jatuh cinta. Rina saja jauh dari kata cantik" lanjut woobin.


Rina memukul kepala woobin.


" bukan seperti itu" kata Qin-she.


Wajah rina yang tadinya kesal berubah jadi senang. Rina tersenyum kepada Qin-she.


"Hanya saja, aku tidak mau jatuh. Dari namanya saja, dimulai dari kata jatuh. Aku hanya mau mencintai dan memilikinya" ungkap Qin-she.


Rina tersenyum.


"Aku juga. Mulai hari, jam ini, menit ini, detik ini Aku hanya menyukai dan mencintai QIN-SHE Saja" ucap Rina dengan nada tinggi.


Tiba-tiba lee wan dan Fita datang dan menghampiri Rina, woobin dan Qin-she.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa kamu mengucapkan janji?" Kata lee wan.


Woobin yang melihat ke datangan fita, langsung berlari ke lapangan. Berusaha menghindar dari fita. Kemarin woobin tidak henti-hentinya memikirkan fita. Wajah fita selalu ada terbayang-bayang, saat woobin menutup matanya.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia berlari seperti itu?" Tanya lee wan.


"Itulah yang di namakan kekuatan cinta" ucap Rina.


" sebaiknya kita juga, bergabung dengan teman yang lain" kata Qin-she lalu pergi ke lapangan juga. 


Rina, lee wan dan Fita juga pergi kelapangan menyusul woobin dan Qin-she.


Saat sampai dilapangan, windi melihat Qin-she. Windi langsung menghampiri Qin-she.


"Qin-she, hari ini kita sepakat untuk memakai bandol ini sebagai tanda dan lambang kelas kita" kata windi sambil memberikan bandol tersebut pada Qin-she.


Bandol itu berwarna pink. Membuat Qin-she ragu-ragu untuk mengambilnya. Rina yang melihatnya, dengan cepat mengambil bandol pink itu.


"Biar aku saja yang memberikannya pada Qin-she" kata Rina sambil memegang bandol pink dari tangan windi.


"Tidak perlu, aku juga bisa memberikannya" kata windi dengan mempertahankan bandol pink itu. 


Windi dan rina saling tarik menarik. Melihat itu, rani menarik windi. Rani ingin windi yang mendapatkan bandolnya. Woobin melihat Rina hampir kalah, lalu woobin juga membantu rina. Teman windi yang lain juga ikut membantu. Lee wan juga ikut membantu ditambah fita juga. Teman windi lebih-lebih tidak mau kalah juga. Mereka juga ikut membantu.


Bayangkan bagaimana hasilnya. Qin-she yang melihat kejadian itu, tidak mau peduli. Qin-she pergi meninggalkan mereka semua.


Melihat Qin-she pergi, dengan cepat rina ingin mengejar Qin-she. Rina melepaskan bandol pink yang jadi perebutan. Seketika tim windi terjatuh dan terpental di tanah sementara bandol pink itu, terlempar jauh dan mengenai kepala Qin-she.


"Yehh... mereka kalah" kata woobin senang. Semua tim rina termasuk lee wan dan Fita tersenyum penuh kemenangan.


Windi dan teman-temannya, bangun dan membersihkan baju mereka. Sementara itu, rina berlari ke arah Qin-she. 


"Qin-she, biar aku pasangkan" kata Rina sambil mengambil bandol pink yang mengenai kepala Qin-she.


"Qin-she, tunduklah" kata Rina tersenyum manis.


Tim Rina yang melihat rina berhasil meletakkan bandol pink di kepala Qin-she melompat-lompat sambil tersenyum bahagia karena melihat timnya menang.


"Hei kalian. Lomba tarik tambang belum di mulai" kata seorang guru.


Semua tim rina dan windi menoleh ke arah suara itu berasal dan betapa kagetnya mereka melihat orang yang memanggilnya. Guru tersebut adalah salah satu seorang guru kedisiplinan yang sangat galak.


"Mampus kita" kata woobin dengan wajah pucak.


"Kalian benar-benar nakal yah. Kalian tidak bisa tenang apa?" Kata guru kedisiplinan itu sambil menghampiri teman-teman woobin di lapangan.


"Tidak pak..." kata woobin pergi


Semua teman-teman sekelas woobin juga ikut berlari menjauhi guru tersebut.


Qin-she dan Rina yang juga ada di sana langsung berlari juga. Qin-she, berlari sambil memegang tangan rina dan membawanya ikut berlari juga.


Lee wan dan teman-temannya berpencar. Ada yang berlari ke kanan dan kiri. Sementara itu, fita bingung karena tidak melihat lee wan. Tidak mau di tangkap oleh guru, fita berlari ke kanan. Dimana woobin juga berlari ke sana. Sementara lee wan berlari ke arah dimana Qin-she membawa Rina.


"Hei kalian, kenapa kalian lari? Awas saja jika aku tangkap. Hukumannya jauh lebih keras lagi" teriak guru sambil berlari juga mengejar anak-anaknya.


Woobin bersembunyi di belakang tembok. Tak beberapa menit, fita juga berusaha mencari persembunyian. Karena suara guru kedisiplinan semakin dekat, fita langsung bersembunyi di belakang tembok dimana woobin juga bersembunyi di sana. 


"Ah..." teriak woobin yang mengira jika fita adalah guru kedisiplinan itu.


Fita yang mendengar woobin teriak tanpa alasan langsung berteriak juga.


Setelah sadar, fita langsung menutup mulut woobin supaya woobin berhenti berteriak. Takutnya nanti, guru kedisiplinan mendengarnya.

__ADS_1


Woobin yang melihat fita menutup mulutnya membuat jantung woobin berdetak sangat kencang. Ditambah wajah mereka sangat dekat. Ini pertama kalinya woobin melihat fita dengan jarak yang dekat.


Guru kedisiplinan sudah lelah berlari. 


" anak-anak itu, larinya cukup cepat juga. Nilai olahraganya pasti sangat tinggi. Tetapi awas saja jika mereka memperlihatkan batang hidungnya di depanku. Aku pasti akan menghancurkannya" kata guru kedisiplinan sambil mengepal tangannya.


Woobin dan fita yang mendengar perkataan guru kedisiplinan hanya bisa menelan ludah. Benar-benar mengerikan.


"Kamu tidak apa-apa" kata Fita kepada woobin yang terlihat pucak setelah guru kedisiplinan sudah pergi.


Woobin hanya mengangguk cepat.


Lalu pergi. Jika woobin terus berlama-lama di dekat Fita bisa saja jantungnya copot.


Fita yang melihat reaksi woobin benar-benar bingung. Pasalnya woobin sangat ramah dan cerewet di kelas tetapi dengan dirinya, woobin hanya diam saja. 


"Anak itu, dia sepertinya tidak menyukaiku. Seharusnya mengucapkan terima kasih karena aku sudah menutup mulutnya agar guru kedisiplinan tidak melihat kami. Tetapi malah dia menunjukkan sikap sebaliknya. Anak itu benaran aneh. Aku rasa lee salah menilai anak itu. Katanya ramah, asyik" kata fita marah-marah.


Lomba berpasangan akan dimulai. setiap siswa mendaftarkan nama-nama temannya yang akan ikut lomba termasuk lomba berpasangan. Woobin mendaftarkan nama Qin-she dan Rina tanpa mereka berdua ketahui.


"Hei.. Na, aku sudah daftarkan namamu dengan Qin-she" kata woobin kepada Rina.


"lomba apa?" kata Rina


"Lomba lari berpasangan" kata woobin.


"benarkah, kamu memang sahabat terbaik woobin" kata Rina.


"Tentu saja. sekarang beri tahu Qin-she" kata Woobin.


Rina berlari mencari Qin-she. Rina menemukan Qin-she yang sedang duduk di kelas. Qin-she memang sangat jarang berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, kecuali seleksi olimpiade.


" Qin-she. sebentar lagi, kita akan ikut lomba lari berpasangan" kata Rina sambil berlari ke arah Qin-she.


"Aku tidak mau ikut" kata Qin-she.


"ini lomba berpasangan. jika kita ikut, semua orang akan mengira jika kita berpasangan" kata Rina tersenyum membayangkan.


"tetap tidak mau" kata Qin-she.


"Ayolah Qin-she aku mohon" kata Rina memohon.


"Tidak mau" ucap Qin-she lagi.


Tiba-tiba lee wan datang menghampiri.


"Ada apa Rina?" kata lee wan kepada Rina.


"Woobin sudah mendaftarkan aku dan Qin-she dalam lomba lari berpasangan. tetapi Qin-she tidak mau" kata Rina sedih.


"Bagaimana jika aku saja yang menggantikan Qin-she?" ucap lee wan memberi solusi.


"Benarkah, kamu mau?" kata Rina senang.


lee wan mengangguk.


"Tidak perlu. Biar aku saja" kata Qin-she seketika.


"Tadi kamu bilang tidak mau" kata Rina


"sejak kapan?" Tanya Qin-she.


"Ta..." ucap Rina

__ADS_1


belum selesai Rina bicara, Qin-she menarik bajunya dan membawa Rina pergi.


lee wan yang melihatnya, terlihat cemburu dengan Rina dan Qin-she.


__ADS_2