CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
KABAR BURUK


__ADS_3

Pagi ini, rina sedang bermalas-malasan di kamar. Seharian ini, kerjaannya hanya tidur saja, tidak belajar.


Tiba-tiba ponsel rina berdering. Pesan masuk dari fita. Rina lalu membaca pesan fita.


RIN, KAMU SUDAH BICARA DENGAN QIN-SHE? 


Rina lalu membalas pesannya.


BELUM. KENAPA?


Ponsel Rin berdering. Pesan dari fita.


QIN-SHE INGIN PINDAH KULIAH DI LUAR NEGERI


rina kaget bukan main. Membaca pesan dari fita. Pikiran rina melayang-layang.


"Ada apa dengan Qin-she. Kenapa dia tidak memberi tahuku" kata rina dalam hati.


Rina menelpon Qin-she berkali-kali tetapi tidak di jawab Qin-she.


Khawatir, takut dan gelisah. Itu yang dirasakan rina sekarang. Ditambah rasa penasaran.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Qin-she?" Tanya rina.


Rina membanting ponselnya. Untung saja ponselnya baik-baik saja karena jatuh di kasur.


"Qin-she kenapa ingin kuliah di luar negeri? Sebenarnya apa yang terjadi?" Kata rina.


Rina keluar kamar mencari ayahnya.


Ayah rina sedang berada di ruang tamu sambil menonton sepak bola.


"Ayah, beli ini tiket ke jiang" kata rina.


"Untuk apa?" Tanya ayah rina.


"Untuk naik pesawat yah ke jiang" kata rina.


"Untuk apa ke jiang?" Kata ayah rina.


"Untuk mengunjungi ke Qin-she yah" kata rina.


"Please yah..." mohon rina.


"Rina. Uang ayah itu tinggal sedikit. Minta sama ibu sana" kata ayah rina.


"Kalau minta sama ibu, repot. Ayahkan tahu sendiri" kata rina.


"Memangnya ada apa dengan Qin-she. Kenapa kamu mau menemuinya?" Tanya ayah rina mulai fokus pada rina.


"Rina dapat kabar buruk dari Qin-she yah. Makanya rina mau memastikannya" kata rina.


"Kabar apa? Beritahu ayah" kata ayah rina.


"Nanti rina beritahu setelah pulang" kata rina.


"Sekarang juga tidak masalah" kata ayah rina.


"Jika ayah mau tahu, beli tiket dulu" kata rina.


Ayah rina penasaran. Apalagi selama ini, dia curiga jika anaknya itu punya hubungan dengan Qin-she. Hubungan yang spesial, lebih dari teman.


"Oke nanti ayah belikan. Kapan kamu berangkat?" Kata ayah rina.


"Bezok yah. Ayah memang yang ter-ter-ter-terbaik" kata rina.


"Tapi jangan lupa, setelah dari jiang, kamu harus beritahu ayah semuanya. Tidak boleh di tutup-tutupi" kata ayah rina.


"Sipp" kata rina sambil mengajukan jempol.


Ibu datang dari dapur dan meminta rina dan ayah untuk makan.

__ADS_1


"Ibu sudah siapkan makan malam" kata ibu rina.


"Ayo makan dulu" kata ibu rina.


Rina lalu mengikuti ibunya ke ruang makan bersama ayah.


Mereka sekeluarga duduk menikmati makanannya.


"Bu, bezol rina pergi menemui Qin-she di jiang" kata rina sambil makan.


"Untuk apa?" Kata ibu rina.


"Untuk mengecek keadaan Qin-she bu" lanjut rina.


"Memangnya Qin-she kenapa? Dia sakit" tanya ibu rina.


"Iya mungkin" kata rina.


"Kamu sudah beli tiket pesawat?" Tanya ibu rina.


"Tenang aja bu. Tiket sudah aman" kata rina.


Setelah selesai makan, rina langsung ke kamar. Rina tidak bisa tidur memikirkan Qin-she. 


"Kenapa Qin-she tidak memberitahuku apa-apa?" Tanya rina.


"Ada apa sebenarnya terjadi?" Tanya rina.


"Bezok aku pasti menemukan jawabannya" kata rina.


Rina melihat ponselnya, takut jika ada pesan atau panggilan dari Qin-she.


"Aku tadi menghubunginya. Tapi kenapa dia tidak memanggil ulang" pikir rina.


"Aku ini masih pacarmu atau bukan?" Teriak rina frustasi.


"Jika aku tahu bakal begini. Aku lebih baik memilih berteman saja seperti dulu. Pasti tidak akan lebih sulit" kata rina.


"Qin-she" kata rina.


"Qin-she? aku ini lee wan" kata lee wan dalam telepon.


"lee wan?" tanya rina.


"ah..Maaf aku kira Qin-she" kata rina.


"kamu sedang memikirkan Qin-she?" tanya lee wan dalam telepon.


lee wan mendengar rina menangis.


"Rina kamu kenapa?" tanya lee wan panik.


"Aku tidak apa-apa" kata rina.


"tapi suaramu terdengar seperti sedang menangis" kata lee wan.


Rina terus menutupinya.


"Tidak. aku baik-baik saja" kata rina sambil mengusap air matanya.


"Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Qin-she? Rina kamu boleh kok cerita sama aku" kata lee wan.


"Kita ini kan berteman" kata lee wan meyakinkan rina.


setelah merasa yakin, rina lalu menceritakan semua isi hatinya kepada lee wan lewat telepon.


"Ternyata Qin-she belum berubah. kenapa dia harus ke luar negeri?" tanya lee wan.


"Aku tidak tahu" kata rina.


"sebaiknya kamu bicara dengan Qin-she kawan. supaya semuanya bisa jelas" kata lee wan.

__ADS_1


"dia tidak mau mengangkat teleponku" kata rina sedih.


"kenapa kamu tidak datang saja ke jiang. dan menemui Qin-she secara langsung" kata lee wan.


"sepertinya itu ide bagus" kata rina.


"baiklah aku akan datang ke jiang bezok" kata rina.


Rina lalu mencari tiket di ponselnya. tetapi wajah rina terlihat cemberut.


"Tiket pesawat sangat mahal. uangku tidak cukup" kata rina.


"aku sebaiknya meminta ibu saja" kata rina.


"tapi, ibu pasti punya banyak pertanyaan. jika alasannya tidak jelas, aku tidak akan di belikan tiket" kata rina.


tiba-tiba rina memdapat ide cemerlang.


"Ayah... ayah pasti mau membelikan aku tiket" kata rina.


"Ayah tidak seperti ibu" lanjut rina lagi.


"Baiklah. aku akan beritahu ayah jika dia sudah pulang" kata rina.


Rina seketika terlihat senang.


"aku menemui Qin-she bezok" kata rina tersenyum sendiri.


"Qin-she pasti kaget melihatku" kata rina lagi.


"sebaiknya aku belajar dulu" kata


Rina lalu membuka bukunya dan mulai mengerjakan tugas.


Rina lalu turun dan mencari ayahnya.


"bu.. ayah kemana?" kata rina yang tidak menemukan keberadaan ayahnya.


"dia kerumah temannya" kata ibu rina.


"dia tidak lamakan bu?" tanya rina lagi.


"mungkin tidak" kata ibu rina sambil menyetrika baju.


"kapan ayah pulang?" kata rina.


"mungkin malam" singkat ibu rina.


"malam?" tanya rina.


"berarti masih lama dong bu.." kata rina sedih.


"memangnya ada apa?" kata ibu rina.


"tumbeng kamu mencari ayahmu" lanjut ibu rina.


"tidak-tidak apa-apa" kata rina.


"ibu tidak boleh tahu. bisa-bisa dia akan melarang ayah membelikanku tiket" kata rina dalam hati.


"Rina laper. Rina makan dulu bu" kata rina lalu pergi ke dapur untuk makan.


"mau makan tapi cari ayah. benar-benar anak aneh" kata ibu rina.


selesai makan, rina lalu ke kamarnya tidur. sebelum tidur, rina menyuruh ibunya membangunkannya jika ayah sudah datang.


"bu.. jika ayah sudah datang beritahu rina yah" kata rina.


"memangnya kamu mau kemana?" kata ibu rina.


"mau tidur. rina mengantuk" kata rina sambil menguap. rina lalu ke kamar dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2