CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
KEMBALI KUMPUL DENGAN TEMAN


__ADS_3

Siang ini, rina membantu ibunya di restoran kecilnya. Sepi pelanggan membuat rina hanya duduk di kursi. Tiba-tiba pintu restoran rina terbuka. Dengan cepat, rina ingin menyapanya. Tetapi betapa terkejut rina, ternyata yang datang adalah woobin, lee wan, dan fita.


Ada rasa senang dan sedih di hati rina.


"Rina..." ucap trio yang datang.


Fita lalu memeluk rina. Air mata rina jatuh membasahi pipinya. Ada perasaan terharu bertemu kembali dengan teman-temannya. Dulu, mereka hanya memberi kabar lewat chat. Sekarang dan hari ini juga, mereka akhirnya bertemu setelah reuni waktu itu. Ketika rina masih menjadi pacar Qin-she. Rina melepaskan pelukannya dengan sahabat lamanya yang sangat rina rindukan.


"Bagaimana bisa kalian datang ke sini?" Tanya rina kepada fita.


"Qin-she memberi tahu kami" kata fita.


Tiba-tiba Qin-she datang.


"Kalian semua sudah datang?" Kata Qin-she ketika melihat teman-temannya datang.


Bukannya menjawab, lee wan balik bertanya ke Qin-she.


"Kamu tinggal di sini?" Tanya lee wan.


"Iya" singkta Qin-she.


"Satu rumah dengan rina?" tanya woobin lagi.


"Iya" jawab Qin-she singkta.


"Wah... kalian ternyata sudah ada perkembangan yah" kata woobin sambil melotot.


Lee wan dan fita hanya tersenyum melihat woobin.


"Cieee..." bisik fita kepada rina.


"Apaan sih" kata rina.


"Kalian jangan salah paham dulu. Qin-she hanya mengontrak saja di sini" kata rina memberikan penjelasan.


"Oh..jadi mengontrak" kata trio secara bersamaan. Mereka seolah-olah tidak percaya dengan yang di katakan rina.


"Benar. Aku tidak berbohong. Dia memang memgontrak" kata rina sambil menunjuk Qin-she.


Teman-temannya hanya mengangguk.


"Qin-she mengontrak di sini karena tempat kerjanya sangat dekat dari sini" kata rina lagi.


"Iya.. rina. Sebelumnya Qin-she sudah memberitahu kami" kata fita kepada rina.


"Lalu kenapa kalian bertanya lagi?" Tanya rina kesal.


"Kalau sudah tahu sebaiknya tidak perlu bertanya lagi" kata rina lagi.


"Kami hanya menguji saja" kata woobin.


"Aku bukan siswa atau mahasiswa. Jadi tidak perlu uji-ujian" kata rina kesal.


"Jadi kapan kita bisa coba bakmie buatan ibumu" kata fita mencegah pertengkaran teman-temannya.


Seketika rina tidak kesal lagi setelah mendengar perkataan fita.


"Duduk dulu. Biar aku pesankan" kata rina ramah.


Teman-teman rina lalu duduk. Rina menuju dapur.


"Bu.. pesan lima porsi bakmie" kata rina kepada ibunya.

__ADS_1


"Biar saya bantu bu.. supaya lebih cepat" kata rina lagi.


Rina membantu ibunya menyiapkan lima porsi spesial buat teman-temannya. Setelah selesai, rina membawanya ke meja teman-temannya bersama ibunya.


"Ini bakmienya" kata rina.


"Silahkan atuh di makan" kata ibu rina ramah.


"Terima kasih tante" kata fita.


"Iya.. iya. Jangan malu-malu. Silahkan di makan, kalau masih mau tinggal pesan lagi" kata ibu rina.


"Gratis nih tante?" Tanya woobin.


"Gratis dong kaliankan teman-teman rina" kata ibu rina ramah.


"Kalau begitu, tante ke dapur dulu" lanjut ibu rina.


Ibu rina lalu ke dapur.


"Rina sudah lama kamu pindah kesini?" Tanya fita.


"Kenapa kamu tidak pernah bicara apapun pada kami" kata woobin.


"Kita semua temanmu. Jadi jika kamu mau bercerita juga tidak masalah" kata lee wan.


"Aku tidak ingin merepotkan kalian semua" kata rina.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Kata lee wan.


"Ayahku bangkru. Jadi kami memulai semua dari nol. Aku terpaksa tidak mendaftar kuliah dan memilih untuk membantu ibuku" kata rina.


"Kenapa kamu tidak bercerita denganku?" Kata Qin-she.


Ketiga temannya terkejut. Rina yang di kenal sangat sopan, manis dan selalu perhatian kepada Qin-she sekarang sepertinya sudah berubah.


"Apakah kamu memang rina yang kami kenal?" Canda woobin.


"Sepertinya rina sekarang sudah dewasa" kata lee wan.


"Dia sudah mulai bersikap kasar" kata fita.


"Sebaiknya makanlah mienya sebelum aku mengambilnya kembali" kata rina.


"Iya..iya." kata woobin.


"Jangan di ambil, kita makan ni" kata woobin lagi.


mereka semua lalu menghabiskan bakmienya.


setelah selesai makan, mereka bertiga meminta izin kepada ibu rina untuk pulang.


"tante. terima kasih bakmienya. rasanya enak, aku suka" kata fita kepada ibu rina.


"saya juga tante. rasanya nyam-nyam. apalagi gratis tidak perlu bayar" kata woobin.


"tidak apa-apa. terima kasih karena kalian mau menemui rina di sini"


"kalau begitu kami pamit dulu tante" kata lee wan ramah.


"iya.. hati-hati di jalan" kata ibu rina ramah juga.


meraka bertiga lalu menemui rina.

__ADS_1


"rina. kita pulang dulu. jaga diri baik-baik yah" kata fita.


"iya.. terima kasih sudah datang" kata rina.


"seharusnya kami yang berterima kasih. karena kami sudah di ajak ke sini. walaupun Qin-she sih yang undang" kata woobin.


"iya.. kalian boleh datang lagi ke sini. aku yang undang kali ini" kata rina.


"makan gratis lagi?" tanya woobin.


"iya..iya." kata rina.


"kami duluan dulu" kata lee wan pamit.


"oke" kata rina.


"Qin-she, kamu tidak mau ikut pulang?" tanya woobin. woobin memang suka bercanda.


"Qin-she kan tinggal di sini" kata fita mengingatkan.


"iya..iya. aku tahu" kata woobin.


"lalu kenapa bertanya?" kata Qin-she.


"hanya menguji saja" kata woobin sambil tertawa.


"Ayo cepat pulang. nanti woobin tambah sakit di sini" kata lee wan.


lee wan lalu pulang. fita menarik woobin pulang juga.


Malam harinya, fita membuat grub chat dan menambahkan rina, woobin, lee wan dan Qin-she.


mereka semua lalu online dan saling chat di grub. rina yang berada di tempat tidurnya, sibuk mengetik di ponselnya.


rina tidak henti-hentinya tersenyum di kamarnya. tiba-tiba ponsel rina berdering. ibunya menelponnya. rina dengan berat hati menganggkatnya.


"halo. ada apa bu?" tanya rina langsung ke intinya.


"cepat turun ke bawah" kata ibu rina memberi perintah.


"kenapa?" tanya rina.


"bantu ibu membereskan restoran. ini ibu mau tutup" kata ibu rina.


rina lalu mengambil sendal dan turun ke bawah. seketika, rina jadi offline.


Qin-she yang melihat rina tidak online lagi, datang ke kamar rina. dia ingin lagi membuat rina marah-marah. tetapi rina tidak ada di kamarnya. Qin-she lalu turun ke bawah. dan benar rina memang berada di bawah membantu ibunya membereskan restorannya.


"biar saya juga bantu tante?" kata Qin-she menawarkan diri.


"tidak perlu" kata rina.


"terima kasih banyak, tetapi tante merasa tidak enak. selalu merepotkan nak Qin-she" kata ibu rina.


"aku merasa tidak repot sama sekali" kata Qin-she.


Qin-she lalu membantu rina. tetapi sepertinya, rina tidak senang di bantu Qin-she.


"kenapa kamu selalu mau bantu kami?" tanya rina.


"memangnya kamu mau menjadi pembantu?" lanjut rina.


"baiklah. jika kamu butuh bantuan, aku akan datang dan meminta bantuanmu" kata rina. rina ingin mengerjain Qin-she.

__ADS_1


"liat saja. aku akan membuatmu kewalahan nanti" kata rina dalam hati.


__ADS_2