
Rina pergi ke sekolah bersama Qin-she. Rina membawa bekal Roti dan Qin-she membawa susu.
Tiba di sekolah, Rina dan Qin-she langsung duduk di tempat duduknya.
Tidak beberapa lama, windi datang.
"Qin-she, aku ingin memberimu sedikit makanan" kata Windi Ramah.
Rina cemburu. Qin-she melihat ke arah Rina dan mengerti jika Rina cemburu. Tidak ingin bertengkar dengan Rina, Qin-she menolak pemberian windi.
"Maaf windi tetapi aku tidak ingin memakan makanan itu" kata Qin-she.
"Perutku sakit karena terlalu banyak makan tadi di rumah" kata Qin-she memberi alasan.
Rina tersenyum. Dia tidak perlu takut jika ada yang mendekati Qin-she. Karena Qin-she akan menolak semuanya kecuali dirinya.
Windi kesal. Makanannya di tolak Qin-she. Windi membuang makanannya ke tempat sampah. Rani yang melihat itu mulai bertanya.
"Win, makanannya di buang?" Tanya Rani.
"Makanannya tidak salah loh win. Kasian tau" kata Rani.
"Kamu masih kasihan. Sementara Qin-she tidak sama sekali" kata windi kesal.
"Qin-she dari dulu memang seperti itu" kata Rani.
"Dulu, Qin-she menerimannya walaupun tidak memakannya. Tapi sekarang, memegangnya saja, Tidak sama sekali" kata Windi dengan muka cemberut.
"Kalau kamu suka Qin-she, cinta. Ya.. dikejar. Jangan mau kalah sama Rina" kata rani memberi semangat.
"Mana mungkin Rina bisa bersaing denganku. Aku punya segala-galannya. Sementara dia, tidak ada istimewah darinya" kata windi bangga.
"Itu benar. Dia seharusnya sadar diri" kata rani.
"Kita akan kasih dia pelajaran supaya tau diri" kata windi.
Rani dan windi tersenyum.
Waktunya makan siang. Rina, Qin-she, woobin, lee wan dan fita sama-sama duduk di meja yang sama di kantin.
Rina membawa bekal 2 roti. Rina sengaja menyiapkan dua untuk Qin-she juga. Sementara itu, Qin-she juga menyiapkan dua botol susu untuk dirinya dan pacarnya.
Mereka saling memberi. Membuat woobin, lee wan dan Fita cukup kaget.
"Qin-she. Makanlah rotinya. Ini dibuat dengan perasaan cinta yang sangat dalam" kata rina kepada Qin-she.
Qin-she tersenyum sambil menyodorkan sebotol minuman kepada Rina.
"Sepertinya ada yang terlewatkan kemarin" kata woobin.
Qin-she dan rina memakan rotinya.
"Kalian akrab lagi. Kemarin rina selalu menjauhi Qin-she" kata Fita.
Semetara itu, lee wan sangat bingung dengan perlakuan rina dan Qin-she.
"Kami lebih dari sekedar akrab" kata Rina sambil meminum susunya.
"Lalu apa?" Tanya Fita dan woobin bersamaan.
Lee wan meminum minumannya.
"Kami sedang pacaran" kata Rina percaya diri.
Lee wan yang mendengar itu, benar-benar terkejut. Dia bahkan terlihat tidak percaya sama sekali dengan ucapan Rina. Wajah sedih dan sakit hati tampak di mukanya. Tetapi lee wan berusaha menutupinya.
"Benarkah.." kata fita tidak percaya.
__ADS_1
"Kapan kalian resmi pacaran?" Tanya woobin.
"Siapa yang memulai duluan?" Tanya Fita
Woobin dan Fita bergantian bertanya.
Rina dan Qin-she saling menatap dan tersenyum. Tidak menjawab pertanyaan woobin dan Fita. Mereka memilih diam.
"Selamat untuk kalian berdua" ucap lee wan sambil mengulurkan tangannya kepada Rina.
Baru saja rina ingin menjabat tangan lee wan, dengan cepat Qin-she menjabat tangan lee wan lebih dulu.
"Terima kasih untuk ucapannya. Semoga tidak ada pengganggu" kata Qin-she sedikit menekan.
Windi dan rani baru datang ke kantin. Saat dia duduk, windi melihat rina dan Qin-she saling suap-suapan roti. Windi sangat geram sampai mengepal tangannya.
"Teruslah Tersenyumlah. Sebentar lagi, kamu akan menangis" kata windi geram.
Setelah selesai makan siang, rina dan fita kembali ke kelas. Pada saat rina membuka pintu kelasnya, tiba-tiba se-ember air jatuh dan mengenai tubuhnya. Bajunya basah kuyup. Fita yang ada di belakang rina juga terkena percikan air dari rina.
Lee wan yang melihat rina basah kuyup, langsung berlari memakaikan jaketnya kepada Rina.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya lee wan panik.
Semua temannya yang ada di kelas tertawa. Termasuk windi dan rani. Lee wan sangat geram.
" siapa yang melakukan ini?" Tanya lee wan sampai menendang meja di depannya.
Tidak ada yang berani berbicara.
Fita membawa rina ke ruang ganti untuk mengeringkan bajunya.
Qin-she dan woobin baru datang dan heran melihat woobin marah-marah di kelasnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Qin-she bingung.
"Kamu tahu tidak, rina tadi di kerjain dengan teman sekelas" lanjut lee wan.
Betapa terkejut Qin-she mendengar itu semua.
"Apa yang terjadi dengan rina?" Tanya Qin-she.
Karena emosi, lee wan memukul Qin-she dengan sangat keras. Untung saja Qin-she masih bisa menahan dirinya agar tidak jatuh ke lantai. Semua orang yang ada di sana terkejut termasuk woobin dan windi.
Windi panik dan menolong Qin-she. Woobin melerai mereka berdua.
"Pacar macam apa yang tidak bisa menjaga pacarnya dari gangguan orang-orang" kata woobin tegas.
Windi tambah terkejut saat lee wan mengatakan soal pacar.
"Apa? Rina dan Qin-she pacaran?" Ucap Windi dalam hati.
Qin-she berusaha menahan amarahnya.
"Sudahlah. Bagaimana jika guru datang? Akan tambah masalah nanti" kata woobin.
"Kamu cemburu jika aku pacaran dengan rina?" Kata Qin-she.
"Aku tahu kami juga suka dengan rina. Tapi jangan harap, rina mau denganmu" kata Qin-she yang mulai emosi juga.
Woobin baru tahu jika ternyata lee wan menyukai rina.
"Qin-she, sebaiknya aku obati lukamu" kata windi sambil memegang tangan Qin-she.
Dengan cepat, Qin-she menangkis tangan windi.
"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap rina?" Kata Qin-she sambil memegang tangan windi sampai terasa sakit.
__ADS_1
"Qin-she sakit. Bukan aku yang menyimpan ember di pintu" kata windi.
"Jadi siapa pelakunya? Hanya kamu yang sering jahat dengan rina" tegas Qin-she.
"Itu semua karena aku juga menyukaimu" kata windi sambil menangis.
Qin-she melepas tangan windi. Rina dan fita yang baru datang, kaget mendengar pengakuan windi.
"Kenapa kamu lebih memilih rina di bandingkan aku? Aku jauh lebih segala-galanya dari pada rina. Aku cantik, pintar, dan kaya. Sementara rina hanya gadis bodoh yang tidak tahu malu dan sadar diri dimana posisinya sebenarnya" kata windi sambil berteriak.
"Kamu tahu apa yang membuat aku tidak menyukaimu? Itu karena sikapmu dan perlakuanmu. Kamu selalu memandang rendah orang-orang" lanjut Qin-she.
Woobin lalu membawa Qin-she duduk. Tidak mau jika ini berlanjut. Windi lalu menangis dan keluar dari kelas. Saat bertemu dengan rina, windi menabrak rina. Lee wan tambah geram dengan tingkah windi. Tetapi saat lee wan ingin mengejar windi, woobin memegang tangannya dan menyuruhnya juga duduk.
Rina berjalan ke kursinya. Di sana sudah ada Qin-she.
"Kamu tidak apa-apa" kata Qin-she kepada rina yang duduk di dekatnya.
"Aku tidak apa-apa" kata rina sambil tersenyum.
Sebenarnya perasaan rina tidak tenang. Tetapi dia berusaha bersikap tenang di depan Qin-she. Rina melihat luka di dekat bibir Qin-she.
"Ini kenapa?" Kata rina sambil memegang luka di bibir Qin-she.
"Dipukul oleh lee wan" kata Qin-she.
"Kenapa?" Tanya rina sambil melihat ke arah lee wan.
Lee wan yang mendengar pertanyaan rina hanya menundukkan kepalanya.
Lee wan sebenarnya marah karena cemburu dengan Qin-she. Saat rina basah kuyup, itu kesempatan untuk lee wan melampiaskan rasa cemburunya kepada Qin-she. Tetapi betapa terkejutnya lee wan karena ternyata Qin-she mengetahuinya jika dirinya menyukai rina diam-diam.
"Aku rasa di hanya salah paham" kata qin-she melirik ke arah lee wan.
"Aku berjanji tidak akan membiarkan seorang pun membuat hubungan kita hancur" kata Qin-she yang sengaja menyinggun lee wan.
Rina tersenyum manis.
Windi yang melihat itu benar-benar tidak terima. Rina dan Qin-she semakin hari semakin romantis.
Lee wan yang merasa bersalah lalu meminta maaf kepada Qin-she.
"Aku minta maaf" kata lee wan kepada Qin-she.
"Aku sudah memukulmu tadi" lanjut lee wan.
Rina memberi Qin-she kode untuk memaafkan lee wan. Qin-she terpaksa menerima maaf lee wan karena rina yang meminta.
Qin-she langsung menjabat tangan lee wan walaupun dirinya masih marah dengan lee wan.
"Mulai detik ini, kita semua berteman" kata rina sambil memegang tangan lee wan dan Qin-she.
"kamu menganggapku teman juga?" kata Qin-she.
"Aku dan lee wan berteman. Kamu dan lee wan berteman juga. Tetapi aku dan kamu lebih dari teman" kata Rina malu-malu.
Qin-she tersenyum. Sementara woobin geleng-geleng kepala.
"Na, ternyata kamu punya bakat juga soal mengombal. Aku baru tahu loh" canda woobin.
"Apaan sih woobin" kata rina.
"Sepulang sekolah, kita sama-sama pulang" kata fita yang baru saja datang.
"Oke" kata woobin.
Rina mengajukan jempol jarinya.
__ADS_1