
Pagi harinya sedang hujan, ditambah petir memyambar.
Didalam kelas, Rina kedingin. Itu membuat Rina tidak mau bergerak. Hanya duduk di kursi sambil menatap woobin bernyanyi.
Woobin menaikkan kakinya diatas kursi dan bernyanyi.
Qin-she datang dan langsung duduk di kursinya.
Bel berbunyi, saatnya belajar. Semua siswa berlarian masuk ke kelas dan duduk di kursinya masing-masing.
Ibu guru datang ke kelas.
"Wah... sepertinya kita bertemu lagi kali ini. Aku akan menjadi wali kelas kalian. Welcome to class XI. Terima kasih, kalian sudah belajar dengan giat agar bisa tetap bertemu denganku. Jangan bosan-bosan melihatku yah..." kata ibu guru sambil tersenyum.
Semua siswa tersenyum juga.
" seperti kita ketahui. Kalian mungkin sudah tidak asing satu sama lain. Kalian sudah sekelas kemarin dan kenaikan kelas masih tetap bersama. Bukanka itu luarbiasa? Kalian bisa tambah saling mengenal lagi. Jadi jangan bosan melihat teman-temannya" kata ibu guru penuh semangat.
"Anak-anak, tidak ada berubah dengan kenaikan kelas kalian. Tetapi kita bisa membuat perubahan" lanjut ibu guru.
Semua siswa terdiam.
"Kalian selama ini hanya duduk sendiri. Apakah kalian rindu punya teman sebangku dan saling membantu pelajaran?" Tanya ibu guru.
"Iya..." ucap joni
Semua siswa tersenyum.
"Bu guru, aku ingin satu meja dengan Qin-she" tutur joni lagi
"Aku juga bu..." lanjut salah seorang siswa lainnya.
Windi mengangkat tangannya.
"Bu, bagaimana jika kita menyuruh Qin-she saja yang memilih teman sebangkunya" kata windi memberi solusi.
Semua siswa mengangguk.
Qin-she hanya diam.
"Baiklah, sebaiknya kalian pilih teman duduk dulu baru atur mejanya" kata ibu guru.
"Bagaimana jika urutan teman sebangkuh di sesuaikan dengan peringkatnya bu. Peringkat satu bisa sebangkuh dengan peringkat terakhir dan seterusnya" kata Rani seketika.
"Sepertinya ide rani cemerlang juga. Dengan begini, peringkat paling terakhir bisa ada perkembangan dan kemajuan untuk belajar" lanjut ibu guru.
Rani tersenyum. Sementara windi kesal.
Pasalnya windi berada di urutan ke tiga jadi mustahil sebangku dengan Qin-she.
Sementara rina mulai berpikir.
"Aku berada di urutan ke dua dari belakang sementara woobin berada di urutan pertama. Jadi woobin dengan Qin-she dan aku dengan lee wan" ucap rina dalam hati
"Akukan maunya dengan Qin-she" lanjut rina dalam hati.
__ADS_1
Rina terlihat sedih dan kesal.
"Seandainya aku tahu, aku lebih baik berada di urutan terakhir" kata rina
Qin-she juga berpikir hal yang sama dengan Rina. Qin-she tidak akan membiarkan Rina dekat dengan lee wan lagi. Qin-she mengangkat tangannya.
"Ada apa Qin-she?" Tanya ibu guru. Semua siswa menoleh ke arah Qin-she. Ini pertama kalinya Qin-she mengangkat tangannya. Bahkan setiap mata pelajaran yang susah saja, Qin-she tidak pernah bertanya.
"Bu, sayakan urutan pertama" kata Qin-she pelan-pelan.
"Dan lee wan urutan kedua, bagaimana jika kami tukaran teman sebangku saja" ucap Qin-she.
Semua siswa yang ada di kelas merasa heran dengan Qin-she. Terlebih Rina dan woobin.
" Qin-she, kamu tidak ingin sebangku denganku?" Tanya Woobin.
" bukan begitu. Aku denganmu tidak masalah. Tetapi lee dan Rina yang jadi masalah. Jika Rina sebangku dengan lee, rina pasti akan membuat kelas ini berisik. Ditambah lee, sepertinya tidak bisa membuat rina diam" jelas Qin-she.
"Aku tidak masalah jika sebangku dengan rina" ucap lee wan cepat.
"Kemarin, Rina tidak punya teman sebangku saja sudah berisik. Apalagi jika punya teman sebangku" jelas Qin-she.
Rina terdiam.
"Sepertinya, apa yang di ucapkan Qin-she benar. Karena Rina tidak akan membuat masalah jika sebangku dengan Qin-she" jelas ibu guru.
"Jadi semuanya setuju kan?" Tanya ibu guru.
Semua siswa mengangguk.
"Aku tidak setuju bu..." kata lee wan dan windi bersamaan.
"Kenapa?" Tanya ibu guru.
"Rina akan membuat nilai Qin-she menurun nanti" kata windi
"Itu benar bu.... jika itu saya, saya tidak keberatan" ucap lee wan.
"Alasan apa itu?" Tanya Qin-she
"Lagi pula, ibu rina menyuruhku untuk membantu Rina dalam belajar" lanjut Qin-she.
"Itu benar windi. Qin-she saja tidak keberatan. Mungkin, jika Rina sebangku dengan Qin-she bisa membuat Rina jadi rajin belajar" kata ibu guru
Windi dan lee wan menerima perkataan gurunya walau sebenarnya mereka tidak rela.
Semua siswa mulai mengatur meja dan kursinya. Qin-she memundurkan meja dan kursinya agar sejajar dengan meja dan kursi Rina. Rina membantu Qin-she dengan memindahkan buku-buku Qin-she.
Sementara di ruang guru, duduklah seorang perempuan memakai seragam sekolah. Sepertinya dia baru pindah.
"sekarang kamu boleh pergi ke kelas. Ikut saya" kata petugas sekolah.
Perempuan itu berjalan mengikuti petugas sekolah. Petugas sekolah berhenti, tepat di depan kelas Qin-she dan Rina.
Di kelas itu, mereka sedang belajar.
__ADS_1
Proses belajar terhenti ketika petugas sekolah mengetuk pintu dan masuk le kelas.
"Maaf bu, tapi ada siswa baru" kata petugas sekolah lalu pergi.
Saat itu juga, siswa tersebut berjalan masuk ke kelas. Semua pandangan mengarah ke siswa tersebut. Woobin melihat siswa tersebut tanpa berkedip. Ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Perkenalkan dirimu" kata ibu guru.
"perkenalkan, nama saya Fita Alfira. dipanggil Fita" kata siswa baru.
"Halo fita.." kata semua siswa
Fita tersenyum. deg...deg... jantung woobin bergetar.
"ini jantung seperti mau copot saja jika melihat fita tersenyum" kata woobin
Woobin tidak berhenti menatap Fita.
"hey...." ucap lee wan dan membuat woobin terkejut seketika.
"kamu menyukainya?" kata lee wan.
"Bisa jadi. hatiku terasa mau lompat ke Fita saja" kata woobin.
lee wan hanya tersenyum. fita dipersilahkan duduk di bangku yang sejajar dengan Rina dan Qin-she. Terlebih, ketika Fita menuju tempat duduknya, fita melihat lee wan dan tersenyum padanya. lee wan pun membalas senyumannya.
woobin yang melihat bertanya kepada lee wan.
"kamu mengenalnya?" kata woobin penasaran.
"iya... dia adalah satu kelasku di sekolah unggul" jawab lee wan.
"apa?" kaget woobin.
"jadi kalian pernah satu sekolah?" tanya woobin lagi.
"jangankan satu sekolah. kami juga satu kelas. jangankan satu kelas. kami juga teman sebangku" jelas lee wan.
"Apa?" woobin tambah kaget.
"kenapa?" tanya lee wan.
"kamu tidak menyukainya kan, jangan-jangan orang yang kamu suka adalah dia" kata woobin.
"Tenang saja. Aku itu bukan orang yang mudah menusuk teman dari belakang. Aku lebih memilih persahabatan. lagian bukan dia orangnya" jelas lee wan.
"lalu siapa?" tanya woobin
"yang penting ada..." kata lee wan
"Awas saja jika kamu menyukainya" kata woobin mengancam
lee wan hanya tersenyum tidak habis pikir dengan tingkah woobin.
Fita Alfira adalah teman sekelas lee wan sebelum lee wan pindah sekolah. saat memgetahui lee wan pindah, Fita mulai berpikir untuk pindah sekolah juga agar bisa tetap bersama lee wan.
__ADS_1
Saat Fita masuk Sekolah menengah Atas, dia kurang bergaul dengan semua orang. siswa unggul adalah siswa-siswa yang sangat pintar. Fita sering di bully dengan teman-temannya karena kurang pintar. Di saat seperti itu, lee wan lah yang selalu ada di pihaknya. Bahkan ketika pemilihan teman sebangku, tidak ada yang mau sebangku dengan Fita. Semua temannya takut tertular jadi orang bodoh juga. Hanya lee wan yang memberanikan diri untuk duduk sebangku dengannya. Itulah alasan kenapa Fita sangat menyukai lee wan. Tetapi sayang, lee wan hanya kasihan padanya.