CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
MELEPAS RINDU


__ADS_3

Hari ini dimana hari yang di tunggu rina.


"Akhirnya bisa bertemu Qin-she hari ini" kata rina senang. Rina sedang bersiap-siap bertemu Qin-she. Dia bahkan mengotak-atik pakaiannya agar terlihat cantik.


Mereka sekawan yaitu woobin, Qin-she, lee wan, rina dan fita akan reuni.


"Na.. kamu bagaimana sih, lihat sekarang kenapa kamar kamu berantakan sekali" tanya ibu rina yang melihat anaknya sedang bergaya di depan cermin.


"Rina mau ketemu sama teman-teman bu" kata rina senang.


"Senang sih boleh. Asal jangan di berantakin juga dong kamarnya" kata ibu rina.


"Tenang aja bu. Nanti rina yang beresin" jawab rina.


"Bu.. bagaimana dengan pakaian ini? Ini terlihat cocok denganku" kata rina takkala menemukan baju yang cocok dengannya.


"Ya udah. Setelah selesai, bereskan kamarmu. Ini terlihat seperti gudang" kata ibu rina lalu meninggalkan rina di kamarnya.


Rina selesai memilih baju. Dia langsung mengantinya.


"Aku memang sangat manis" kata rina di depan cermin.


"Qin-she pasti terkejut melihatku" lanjut rina.


Rina datang ke lokasi yang telah mereka semua sepakati. Yaitu di sebuah restoran yang tidak jauh dari sekolah mereka dulu.


Rina datang lebih dulu. Rina duduk dan tidak beberapa lama, datang pelayan.


"Mau makan apa mbak?" Kata pelayan.


"Saya tunggu teman saya dulu" kata rina.


"Saya pesan minum aja dulu. Yang ini.." kata rina menunjuk jus stroberi.


"Tunggu sebentar ya mbak" kata pelayan ramah.


Tidak beberapa lama, fita dan woobin datang.


"Rina...." ucap fita lalu memeluk rina.


"Rina. Kamu sehat-sehat aja?" Kata woobin.


Rina dan fita melepaskan pelukannya.


"Sehat lah" kata rina.


"Meski jauh dari Qin-she" kata woobin.


"Ngak" kata rina.


Mereka lalu duduk. Tidak lama, pelayan datang dan membawa minuman untuk rina. 


"Ini mbak.. minumannya" kata pelayan.


"Terima kasih yah..." kata rina tersenyum.


"Sama-sama" kata pelayan lalu pergi.


"Na, kamu hanya pesan minuman saja?" Tanya fita.


"Dan minumannya cuman satu lagi. Untuk kita mana?" Tanya woobin.


"Aku tunggu kalian baru pesan makanan" kata rina.


"Yah udah. Aku sudah lapar. Pesan makanan aja sekalian" kata woobin.


"Tunggu. Kita tunggu semuanya dulu baru pesan" bantah fita.


"Mereka pasti terlambat" kata woobin.


"Kamu juga terlambat" kata fita.


"Kamu juga" kata woobin.


"Jadi bagaimana kuliah kalian?" Tanya rina penasaran.


"Yah... semuanya baik-baik saja. Banyak tugas dan macam-macam" kata woobin.

__ADS_1


"Aku dengar, lukisanmu sangat terkenal. Kamu sudah jadi pelukis terkenal saja" kata rina kepada woobin.


"Ah... itu baru permulaan Na" kata woobin bangga.


"Tidak perlu berlebih-lebih" kata fita.


"Tidak berlebihan. Itu memang kenyataannya" kata woobin.


"Kenapa Qin-she belum datang juga" kata rina mulai khawatir.


Rina menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Qin-she.


" rina sabar. Qin-she sudah ada di tengah jalan" kata woobin.


"Kamu tahu dari mana?" Tanya fita.


"Dari Qin-she sendirilah" kata woobin.


"Tadi Qin-she menelpon aku" kata woobin.


"Kenapa Qin-she menelponmu? Bukan menelpon rina?" Tanya fita.


"Tanyakan sendiri alasannya pada Qin-she." Kata woobin.


Tidak beberapa lama, lee wan masuk bersama Qin-she. Rina yang melihat Qin-she berada di depannya langsung bangkit dan memeluk Qin-she.


Fita dan woobin berteriak.


"Aduh.. yang lagi LDR akhirnya ketemu juga" kata woobin dan Fita bersamaan.


Rina terlihat menangis. Dia pikir harus menunggu satu tahun baru bertemu Qin-she tapi ternyata dia bertemu dengan Qin-she lebih cepat lagi.


Lee wan yang melihat rina memeluk Qin-she, hatinya terasa sakit dan dadanya terasa sesak.


Qin-she tersenyum.


"Hei.. lepas-lepas. Kenapa lama sekali? Aku tahu kalian baru bertemu lagi tapi ngak kaya begitu juga dong" kata woobin.


Qin-she dan rina melepaskan pelukannya.


"Cari pacar juga" kata lee wan menepuk pundak woobin.


"Loh kenapa aku lagi? Akukan hanya berbuat baik saja. Supaya mereka tidak pamer" kata woobin.


Rina dan fita tertawa. Mereka semua duduk.


"Bagaimana? Sudah saling melepas rindu?" Tanya fita.


Rina mengangguk. Perasaan rina jadi fresh kembali.


"Qin-she, lihatlah pacarmu. Baru beberapa bulan, dia sudah rindu berat" kata woobin kepada Qin-she sambil menunjuk rina.


"Kamu tidak mengerti. Kamukan tidak punya pacar" kata rina.


"Lihat saja jika nanti aku punya pacar. Tidak akan bertingkah seperti kalian tadi. Berpelukan di depan para jombo, aduh... sakitnya itu di hati bukan di kaki" kata woobin.


"Qin-she, akhir-akhir ini kamu sibuk sekali yah" kata lee wan.


"Ya" kata Qin-she.


"Kamu harus ingat, kamu punya pacar. Luangkan waktumu untuk pacarmu juga. Kasian jika dia rindu nanti bisa stres lagi" kata lee wan.


" kamu pernah melihat rina stres?" Tanya Qin-she.


"Pernah sih.. tapi kebetulan lewat waktu itu" kata lee wan terbata-bata.


"Kapan?" Tanya rina.


"Tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu?" Kata rina.


"Waktu kamu menangis di pinggir jalan. Larut malam lagi" kata lee wan.


"Ah.. aku ingat" kata rina.


"Kenapa kalian selalu bertemu secara kebetulan?" Tanya Qin-she.


"Jangan-jangan kalian jodoh lagi" kata woobin.

__ADS_1


Rina dan fita terkejut. Bagaimana bisa woobin mengatakan hal seperti itu di depan Qin-she, pacar rina.


Fita memberi woobin kode untuk melihat Qin-she. Woobin lalu melihat Qin-she yang sedang melotot.


"Maksudku, itu wajar kalian saling bertemu. Kita ini berteman jadi wajar-wajar aja" kata woobin gugup.


"Kenapa kita tidak pesan makanan dulu baru lanjut mengobrol" kata rina mengamankan situasi.


"Biar aku yang pesan" kata lee wan dan Qin-she.


"Kamu ikut-ikutan juga yah Qin-she" kata lee wan.


"Bukannya kamu" singkat Qin-she.


Rina, fita dan woobin hanya diam saja. Mereka terbengon-bengon melihat lee wan dan Qin-she yang seperti menyimpan benci.


"Sudahlah, biar aku saja yang pesan" tegas woobin.


Pandangan Qin-she dan lee wan mengarah pada woobin. Woobin yang melihat mereka berdua hanya menelan ludah.


"Biar rina saja yang memesan" kata woobin pelan-pelan.


Rina lalu memesan makanan dan minuman.


Tidak lama, pelayan datang membawa minuman dan makanannya.


Mereka semua makan tanpa berani berbicara. Suasana jadi hening.


Tiba-tiba, tanpa sengaja rina menumpahkan jusnya dan membuat bajunya basah. Lee wan dan Qin-she lalu menyodorkan jaket mereka. Rina bingung ingin mengambil jaket yang mana. Woobin dan fita terkejut melihat tingkah lee wan. 


"Jelas-jelas Qin-she pacar rina. Kenapa lee wan yang repot-repot" kata fita dalam hati.


"Apa lee masih punya perasaan terhadap rina?" Kata woobin dalam hati.


Melihat rina yang tidak bergerak mengambil jaketnya, Qin-she lalu memakaikan rina jaketnya.


Melihat itu, lee wan lalu menyimpan jaketnya. 


"Sebaiknya, setelah makan kita pulang saja" bisik fita kepada woobin.


"Kenapa?" Tanya woobin.


"Takutnya, lee dan Qin-she akan bertengkar nanti" bisik fita.


"Sehabis makan, kita semua langsung pulang saja. Rina harus belajar" kata fita.


"Baiklah" kata rina.


Rina dan teman-temannya selesai makan. 


"Kita pulang ke rumah dan istirahat" kata woobin.


Setelah berpamitan, Mereka semua lalu pulang ke rumah.


Qin-she menemani rina berjalan. Malam sudah datang, jalan mulai sepi. Hanya rina dan Qin-she yang berjalan.


"Qin-she. Bukannya kamu menginap di hotel? Kamu tidak perlu mengantarku pulang" kata rina.


"Aku ini pacarmu. Harus memastikan keadaanmu aman" kata Qin-she.


"Pacar apa bodyguar" canda rina.


Mereka sudah sampai di depan rumah rina.


"Mau masuk dulu?" Tanya rina.


"Kayanya tidak perlu. Aku harus pulang dan menyiapkan barang-barangku. Aku harus ke bandara lebih awal. Takutnya nanti ketinggalan pesawat" kata Qin-she.


"Cepat banget pulangnya?" Kata rina.


"Aku hanya ingin menemuimu saja" kata Qin-she.


"Tapi aku masih rindu" kata rina manja.


"Aku akan datang lain kali" kata Qin-she.


Rina lalu masuk ke rumahnya dan Qin-she pulang ke hotel. 

__ADS_1


__ADS_2