CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
BERMAIN PIANO


__ADS_3

Rina ke sekolah dengan senang. Rina kemudian masuk ke kelasnya dan menepuk pundak woobin ketika melewati woobin. Woobin yang sedang tidur, terbangun saat di tepuk pundaknya.


"Rina. Kamu tidak sakit lagi" kata woobin tidak percaya.


"Aku sudah sembuh" kata Rina.


"Ya ampun Na, kamu sudah sembuh-sembuh aja. Padahal aku bwlum jenguk loh?" Canda woobin.


"Memangnya aku mau nungguin kamu?" Kata Rina.


"Mendingan tunggui Qin-she" lanjut Rina.


Rina duduk di tempat duduknya.


"Na, aku dengar-dengar nih. Sakit kamu kemarin parah loh. Sampai masuk rumah sakit di rawat lagi" kata woobin.


"Memang" singkat Rina.


"Tapi kok cepat banget sih sembuhnya?" Tanya woobin.


"Itu karena Qin-she datang dan menyelamatkan ratunya" kata Rina sambil tertawa kecil.


"Ya.. mulai lagi deh" kata woobin.


"Ngomon-ngomon ketika aku sakit, kamu sudah dekat dengan sih.. fita" kata Rina mulai mengobrol serius.


"Kesal banget deh Na. Si fita dari kemarin terus-terus saja ngomongin lee wan. Memangnya apa sih hebatnya lee wan? Aku jauh lebih hebat dari pada dia" kata woobin sedih.


"Ya jelas" kata Rina.


"Benarkan aku yang lebih hebat" kata woobin percaya diri.


"Ya jelas, jelas lee wan lah" tawa Rina.


"Na, kamu itu teman siapa sih... Aku atau lee wan" woobin mulai kesal.


"Iya...ya. kamu kan teman aku" kata rina.


Rina dan woobin masuk ke sekolah. Mereka lelah habis olahraga.


Terdengar suara seseorang bermain piano.


"Na, kamu dengar tidak. Ada orang yang sedang bermain piano" kata woobin kepada rina.


"Dengar-dengar. Suaranya dari ruang musik" kata rina sambil menunjuk ke ruang musik.


"Iya..iyalah dari ruang musik masa dari ruang olahraga. Piano ada di ruang musikkan Na?" Tanya woobin.


"Iya udah. Kita ke sana aja liat siapa yang bermain piano" kata rina langsung pergi ke ruang musik.


Di ruang musik, terdapat siswa yang sedang bermain piano dengan pandai.


Rina mengintip dan melihat Fita sedang bermain piano. Woobin yang melihatnya juga, merasa hatinya sangat senang. Woobin tersenyum dan terus tersenyum.


"Woobin. Kamu masih hidup kan?" Tanya rina bercanda.


"Apa sih Na, dengerin saja suara pianonya. Fita itu bermain piano dari hati-ke hati" kata woobin menjelaskan sambil menikmati bunyi piano.


"Iya justru itu, kamu kalau sudah ketemu sama si fita, udah kaya orang gak hidup" kata Rina.

__ADS_1


"Na, Fita itu bukan manusia yah. Selalu aja memberi kejutan kepadaku" kata woobin.


"Dia itu bukan manusia. Tapi Hantu" kata Rina menakut-nakuti.


"Apasih Na" kata woobin kesal.


"Ada Hantu secantik dia" lanjut woobin.


"Adalah. Seserem vampir juga ada, kayak kamu" canda Rina.


Karena Rina dan woobin bertengkar di depan pintu, membuat Fita tidak bisa konsentrasi.


"Kalian sedang apa?" Kata Fita.


"Ini fita, woobin mau belajar piano bareng kamu" kata Rina.


"Ah... ngak kok fita. Rina bercanda" kata woobin gugup.


"Aku ngak bercanda kok. Tadi, kamu bilang mau belajar bermain piano. Biar nanti bisa bareng sama Fita" kata Rina.


"Aku bisa ajarin kamu woobin" kata fita tersenyum.


"Yah sudah. Kesana cepetan, fita udah mau ajarin" kata Rina sambil mendorong woobin.


Woobin berjalan sambil gugup. Melangkah pelan-pelan sampai akhirnya sampai juga di dekat fita.


"Woobin duduklah" kata Fita manis.


Fita berdiri dan menyuruh woobin duduk.


Melihat itu, Rina merasa tidak ingin menganggu woobin dan Fita.


Fita mengajari woobin bermain piano. Fita terlihat senang dan tersenyum manis. Woobin semakin senang melihat Fita tersenyum.


"Kenapa yah, aku sebahagia ini. Biasanya di dekat lee wan, aku tidak pernah sebahagia ini" kata Fita dalam hati.


Lama bermain piano, bel pun berbunyi. Waktunya pulang dari sekolah. 


Woobin dan Fita menghentikan kegiatannya. Saat woobin berdiri, tidak sengaja menyenggol Fita dan fita kehilangan keseimbangan. Saat Fita hampir jatuh di lantai, dengan cepat woobin menolongnya. 


Al-hasil, fita dan woobin saling menatap. Jantung woobin berdetak lebih kecang dari biasannya. Tanpa sengaja woobin melepaskan tangannya dan membuat Fita terjatuh. 


"Aduh... woobin kamu itu berniat menolong aku atau tidak siih...?" Kata fita.


"Maaf" kata woobin sambil menjulurkan tangannya ke Fita.


"Kali ini mau bantu atau tidak?" Tanya fita.


"Iya.. aku bantu" jawab woobin.


Fita meraih tangan woobin dan berdiri sambil membersihkan roknya.


Woobin yang melihat itu, merasa bersalah.


Rina membawa tas fita dan woobin ke ruang musik. Saat itu, woobin dan Fita bersiap untuk keluar dari ruang musik.


"woobin, ini tasmu" kata Rina sambil memberikan tas woobin.


"Dan fita, ini..." kata Rina sambil menyerahkan tas fita.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita sama-sama pulang?" kata Rina memberi saran.


"Baiklah" kata Fita.


Mereka bertiga pulang bersama-sama. Di tengah perjalanan, mereka singgah di dekata pantai yang tidak jauh dari sekolahnya.


"Setiap pulang sekolah, kami sering singgah di sini" kata Rina memulai pembicaraan.


"kalian berdua.." kata Fita


"bertiga" ucap Rina.


"dengan siapa?" tanya Fita. Fita mengira dengan lee wan.


"Qin-she" kata Rina sambil tersenyum.


Lega hati Fita.


"teman-teman aku pergi membeli minuman dulu" kata woobin sambil melempar tasnya ke arah Fita.


Fita kaget, tetapi dia tetap menangkap tas dari woobin. Ada senyum di wajah Fita.


"Fita, kamu sangat pandai bermain piano. Tadi, bunyi pianomu sangat bagus" kata Rina.


"Terima kasih" kata Fita


"lee wan yang mengajariku" lanjut Fita.


"lee wan? kalian sepertinya sangat akrab" kata Rina.


"kami satu kelas. Diantara teman-temanku, aku yang paling bodoh" kata Fita mulai bercerita tentang dirinya.


"Tidak ada yang mau berteman denganku. semuanya takut nanti mereka juga jadi orang bodoh sepertiku" lanjut Fita.


" tetapi, hanya lee wan yang sering mengajakku" kata Fita.


"Aku juga sering jadi sasaran bully di sekolah dan sekali lagi hanya lee wan yang membelaku" kata Fita panjang lebar.


"jadi itu alasannya kenapa kamu memilih pindah sekolah di mana lee wan juga pindahkan?" tanya Rina penasaran.


"iya. semenjak tidak ada lee wan di sekolah, aku tidak tahu harus bagaimana. jadi aku memutuskan untuk pindah juga" kata fita sedih.


"Tidak apa-apa. Aku juga bisa kamu anggap teman" kata Rina tersenyum manis.


"mungkin woobin juga" kata Fita. Entah kenapa Fita bisa mengatakan seperti itu.


Woobin sudah datang.


"Ini untuk Rina dan ini untuk Fita" kata woobin sambil membagikan minuman kepada Rina dan Fita.


"kenapa milikmu besar, sementara milik kami kecil" kata Rina.


Fita melihat minumannya dan memang minuman Woobin berbeda dengan minumannya.


"kalian seharusnya bersyukur. kalian tidak memberiku uang tadi, jadi jika di kasih ya terima saja" kata woobin.


Rina jadi kesal tetapi mau bagaimana lagi, apa yang di ucapkan woobin ada benarnya juga.


Mereka menikmati pemandangan pantai bersama-sama sambil meminum minumannya. Setelah selesai menikmati, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2