CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
SAKIT KARENA RINDU


__ADS_3

Pagi ini, Rina terlihat lesu. Qin-she tidak datang ke sekolah. Qin-she akan mengikuti tes olimpiade, dan beberapa hari Qin-she akan menginap di sana. itu yang membuat Rina jadi lesu pagi ini. Hari ini, pangerangnya pergi dari hidupnya.


Saat Rina duduk termenung, woobin datang sambil melempar tasnya ke mejanya. woobin juga sedang marah terhadap lee wan dengan kejadian kemarin. Woobin merasa di bohongi oleh lee wan. Rina yang duduk di depannya, terkejut mendengar woobin melempar tasnya.


"kamu kenapa?" tanya Rina kepada woobin.


"Aku lagi kesal sama lee wan" jawab woobin.


"kesal kenapa? Kamu dan lee wan bertengkar kemarin? masalah apa?" tanya Rina penasaran.


"Kemarin kamu lupa, lee wan kan mau mempertemukan aku dan fita. katanya fita lagi berbelanja, tetapi saat aku kesana, Fita tidak ada di sana. Aku sudah mencarinya kemana-mana tetapi tidak ketemu juga" kata Woobin panjang lebar.


Rina hanya diam. Cinta memang membuat mood seseorang selalu berubah-ubah.


"liat saja nanti. Saat lee wan datang, aku pasti akan membuat pelajaran" kata woobin marah.


"Tapi aku rasa, kamu tidak akan bertemu lee wan beberapa hari kedepannya" kata Rina.


"kenapa? Dia merasa bersalah denganku. jadi dia tidak datang ke sekolah. sudah seharusnya dia takut padaku" kata woobin.


"Dia tidak takut denganmu. Lee wan sedang mengikuti seleksi olimpiade. jadi beberapa hari ke depan tidak akan datang ke sekolah" kata Rina.


"Bukankah Qin-she juga ikut?" kata woobin.


"Tentu saja. Itulah yang membuat aku tidak baik hari ini. Teman sebangku sekaligus cintaku sedang tidak ada di sini.. huff" kata Rina sambil mengusap tempat duduk Qin-she.


"Lebay kamu Na. begitu aja. Qin-she tidak pergi untuk selamanya" kata woobin.


"sehari saja tanpa Qin-she, terasa sangat.... sulit untuk ku lalui. Aku tidak bisa terus begini" kata Rina.


"kamu mau ikut Qin-she? sebaiknya kamu menyuruh alam dan langit untuk mendoakanmu" kata woobin bercanda.


"Ah.. sudahlah. bukannya menghibur, kamu malah membuatku tambah sedih" kata Rina sambil memperbaiki posisinya menghadap ke depan.


waktunya makan siang. Rina dan woobin langsung duduk di meja sambil menikmati makanannya.


"kali ini, aku akan makan banyak-banyak supaya bisa bertemu Qin-she lagi saat dia pulang" kata Rina.


sementara itu, woobin terlihat tidak nafsu makan. Woobin hanya melihat makanannya tanpa ada keinginan untuk memakannya.


Baru saja Rina makan sesuap, tiba-tiba Fita datang. "Boleh aku gabung?" Tanya Fita.


woobin yang melihat fita datang langsung senang. Nafsu makannya kembali lagi. Dengan cepat, Woobin menggeser tempat duduknya. Rina yang melihat Fita langsung menoleh ke arah woobin. Seketika, mood woobin yang kesal dengan lee wan jadi happy kembali. Fita duduk di dekat woobin.

__ADS_1


"Kalian tahu lee wan kemana tidak? hari ini, lee wan tidak ke sekolah?" tanya Fita.


Woobin terdiam. pikiran woobin ke mana-mana. Ternyata Fita hanya ingin bertanya kepadanya tentang lee wan. Rina yang melihat woobin terdiam, lalu berkata "lee wan sedang pergi mengikuti tes olimpiade. jadi beberapa hari kedepan tidak akan datang ke sekolah".


"Lee wan sepertinya pintar juga yah... lee wan bahkan ikut seleksi olimpiade. Bangga deh, aku dengannya" kata Fita.


woobin tidak senang melihat Fita terus menerus membanggakan lee wan.


"Qin-she bahkan jauh lebih pintar dari pada lee wan. Qin-she urutan pertama dan lee berada di urutan ke dua" bantah Rina.


"iya, Qin-she jauh lebih baik dari pada lee wan" ucap woobin membela Rina. Woobin membela Rina bukan tanpa alasan. melainkan, dia ingin membuat Fita berhenti membanggakan Lee wan terus menerus.


"mungkin iya. Tapi menurutku Lee wan yang terbaik" kata Fita.


"Menurutku juga Qin-she yang terbaik" kata Rina tidak mau kalah.


"sepertinya kamu lebih menyukai Qin-she" kata Fita memancing Pembicaraan.


"Aku memang suka dengan Qin-she" kata Rina bersemangat.


"lalu kenapa kamu pergi dengan lee wan kemarin?" tanya Fita.


"kapan? oh kemarin. Aku tidak pergi dengan lee wan hanya pulang dan lee wan mengantarku" jelas Rina.


"ternyata aku salah yah" lanjut Fita sambil tersenyum.


Rina memgangguk dan Woobin hanya terdiam.


waktu pulang sekolah, Rina berjalan sendirian. Rina benar-benar Rindu pulang bersama Qin-she. Biasanya mereka selalu bersama-sama pulang. Dan kali ini, Rina harus berjalan sendirian.


sesampai di rumah, Rina langsung meletakkan tasnya dan mengirim pesan kepada Qin-she.


HARI INI TANPAMU, TERASA SANGAT PANJANG. KAMU SEDANG APA DI SANA? SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA KAN?


pesan terkirim. Rina menunggu balasan dari Qin-she tetapi tidak di balas juga. Lama Rina menunggu, Qin-she belum membalasnya juga.


Rina menunggu balasan sampai tengah malam, tetapi tidak mendapatkan balasan apapun dari Qin-she.


pagi harinya, Rina belum keluar dari kamar.


ibunya terus memanggil Rina agar bangun dan bersiap ke sekolah. Rina tak kunjung keluar dari kamar.


"yah, sebaiknya ayah periksa rina dulu sana. nanti Rina terlambat ke sekolah" kata ibu Rina.

__ADS_1


"Sebaiknya ibu saja" kata Ayah Rina terus membaca koran.


"Ayah ini gimana sih? ibu lagi menyiapkan sarapan. memangnya ayah bisa buat sarapan?" kata ibu Rina dengan nada kesal.


Ayah Rina yang mendengar omelan istrinya langsung pergi ke kamar Rina.


Tidak beberapa menit, Ayah Rina keluar sambil tergopoh-gopoh.


"Bu, cepat bu..." kata Ayah Rina.


"Ada apa? kenapa lagi. Rina masih tidak mau bangun juga? memangnya kamu tidak bisa bangunin dia apa?" kata Ibu rina.


"Bukan begitu. Rina.. Rina... itu" kata Ayah Rina.


"Yah, kalau tidak bisa bangunin anak sendiri bilang dong dari tadi. Ayah ini gimana sih, pasti mau nyuruh ibu yang banguni rina kan?" kata Ibu Rina.


"ibu ini gimana sih... itu Rina lagi sakit. badannya panasnya tinggi banget" kata Ayah Rina khawatir.


"Ayah kok ngak bilang dari tadi sih" kata ibu Rina sambil berlari ke kamar Rina.


"Ya ampun, dari tadi aku mau bilang. tetapi dianya yang selalu memotong" kata Ayah Rina kemudian mengikuti ibu Rina ke kamar Tina juga.


Rina menggigil. Ibu Rina langsung mengecek suhu tubuh Rina. "yah.. ini Rina badannya kok panas banget yah...?" tanya ibu Rina kepada suaminya.


"aku kan sudah bilang bu. Rina itu lagi sakit" kata Ayah Rina.


"kita bawa Rina ke rumah sakit nih.." kata ibu rina panik.


"Yah udah. Aku siapakan mobil dulu" kata Ayah Rina.


"Ya. udah, cepetan" teriak ibu Rina.


Ayah langsung pergi. sementara itu, Ibu Rina masih mememani Rina di kamarnya.


"Tahan yah nak. sebentar lagi ibu akan bawa Rina ke rumah sakit" lanjut ibu Rina benar-benar panik.


Rina mengigau menyebutkan nama Qin-she.


"Qin-she...Qin-she...Qin-she..." kata Rina lemah.


"bu. mobil sudah siap" kata Ayah Rina.


"Yah udah cepetan bawa-bawa Rina cepet" kata ibu Rina.

__ADS_1


Ayah mengangkat Rina dan membawanya ke rumah sakit.


__ADS_2