CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
PERUBAHAN QIN-SHE


__ADS_3

Pagi ini Rina terlihat bahagia. belajar di luar kemarin, membuat moodnya jadi happy.


Rina duduk di kursinya sambil membaca komik dan mendengarkan musik. sementara woobin tertidur di mejanya. Baru pagi sudah mengantuk, itulah woobin.


Tiba-tiba Rani datang dan dan memberi tahu windi. "win, Qin-she sangat ganteng" ucap rani mengemaskan


"Qin-she mengubah penampilannya dengan mewarnai rambutnya"lanjut Rani


Rina yang memdengar nama Qin-she dibicarakan jadi menoleh ke arah Windi dan Rani.


"Apa? Qin-she mengubah penampilannya?" Tanya Rina dalam hati


"kenapa?" lanjut Rina lagi


satu itu juga, semua siswa menoleh ke pintu termasuk Rina. Rina melihat orang itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. Ternyata orang itu adalah Qin-she. Penampilan Qin-she jauh berbeda. Pertama: penampilannya cukup stayles. Kedua: warna rambut dari hitam ke cokelat. Ketiga: memakai wangi-wangian.


Rina sampai bingung dengan perubahan Qin-she. "Tampan sih, malahan Qin-she tambah Tampan" ucap rina sambil tersenyum. "Ah, tidak apa-apalah. Yang penting sikap Qin-she tidak berubah" lanjut Rina


Qin-she masuk dan duduk di kursinya. Semua mata siswa tertuju pada Qin-she. Terlebih windi yang dari tadi tersenyum melihat Qin-she.


Woobin yang baru bangun langsung terkejut melihat Qin-she.


"Itu benar Qin-she?" Tanya woobin tercengah.


"Iya. Kenapa?" Singkat Rina sambil membereskan bukunya


"Ada apa dengan Qin-she?" Tanya woobin lagi


"Qin-she ingin membuatku tambah menyukainya. Ahh, Tambah sayang deh sama Qin-she" ucap Rina tersenyum manis.


Qin-she yang sedang membaca tersenyum tipis mendengar ucapan Rina. 


"Na, Qin-she memang tampan, Malahan Tambah Tampan. Justru yang tampan harus di jaga. Kemarin-kemarin, sudah banyak yang menyukai Qin-she. Jika Qin-she Lebih tampan lagi! Bayangkan Na, pasti tambah banyak lagi yang menyukainya" jelas woobin.


"Aduhh..., bagaimana sekarang woobin?" Tanya Rina panik.


"Menjaga Qin-she saja dari windi tidak bisa" tambah woobin


"Apalagi kalau banyak saingan yang lebih good, excelent atau very very very Good. Kamukan masuk kategori Bad good" canda woobin


Rina kesal dan memukul wajah woobin.


"Aku juga bisa merubah diriku jadi...." kata Rina


"Wonderwoman" potong woobin


"Atau wonder star. Jangan-jangan jadi woman strong" tawa woobin.


"Ih... woo...Biinn..." teriak Rina.


"Sudahlah, capek juga bicara denganmu" kesal Rina


Lee wan yang mendengar pertengkaran Rina dan Woobin, mulai sadar. Jika Rina menyukai Qin-she. Lee wan merasa sakit di dada mengetahui hal itu. 


"Ada apa denganku? Apakah aku menyukai Rina? Gadis yang hanya sederhana. Tidak terlalu menonjol juga di kelas. Tetapi kenapa aku menyukainya? Perasaan apa ini?" Ucap Lee wan dalam Hati.


Bel berbunyi. Semua siswa berlarian masuk. Jam pelajaran akan di mulai. Rina mulai memperbaiki posisi duduknya. Ibu guru mulai datang ke kelas. Semua siswa mengeluarkan buku dari tasnya.


"Selamat pagi anak-anak" ucap ibu guru sambil tersenyum


"Pagi bu...." jawab semua siswa serentak


"Bagaimana keadaan kalian hari ini?" Tanya ibu guru

__ADS_1


"Baik bu..." jawab siswa serentak


"Syukurlah. Hari ini Ibu akan melihat hasil pembelajaran kalian kemarin! Sudah selesaikan?" Kata ibu guru.


Semua siswa mengeluarkan lukisannya. Rina dan woobin melirik ke arah lee. Memberika kode kepada lee.


Lee yang mengerti maksud mereka, lalu mengeluarkan lukisannya. Qin-she juga mengeluarkan lukisannya. Semua siswa mengarah ke lukisan Qin-she. Lukisan Qin-she sangat bagus. Rina yang melihat semua mata teman-teman tertuju pada Qin-she merasa risih. Dia memcari akal supaya teman-temannya berhenti melihat Qin-she. Pokonya tidak boleh. Hanya Rina yang boleh memperhatikan Qin-she, tidak boleh orang lain. 


"Wahh... lukisan kamu sangat cantik lee. Kamu memang hebat" teriak rina tersenyum.


Semua temannya langsung menoleh ke arah lee wan. Terkecuali Qin-she. 


Rina dan woobin mengajukan jempol kepada lee wan.


Lee wan merasa ada perasaan senang saat dipuji Rina. Sambil tersenyum, lee wan memperlihatkan lukisannya kepada teman-temannya dengan percaya diri.


"Wahh... lukisan Qin-she dan lee wan sangat indah" ucap Rani.


" lukisan kelompok kita jauh lebih indah daripada lukisan mereka. Apalagi kalau dilukis oleh Qin-she" jawab windi cepat.


" anak-anak, seperti yang kalian lihat. Ada dua lukisan yang menonjol disini. Pertama lukisan Qin-she" ucap ibu guru.


Semua siswa langsung melihat ke lukisan Qin-she.


" lukisan Qin-she menjelaskan pemandangan alam yang indah. Ada matahari, danau, awan dan juga Gunung-gunung. Semuanya terlihat menyatu dan saling melengkapi" jelas ibu guru.


Semua siswa mengangguk.


"Sementara lukisan lee wan, sederhana. Tetapi jika kita melihatnya dan memperhatikannya, lukisan itu seolah-olah memberikan suasana tenang dan sejuk. Bayangkan jika kalian duduk di kursi itu, disamping pohon. Suasananya akan terasa lebih rilex dan penuh kenyamanan" jelas ibu guru panjang lebar.


Lee wan cukup puas dengan penjelasan ibu guru.


"Mungkin yang tidak bisa melukis, bisa belajar dari Qin-she maupun lee wan" ucap ibu guru


Bel berbunyi, jam istirahat telah tiba.


Buru-buru Rina menghampiri lee wan. 


"Kamu memang hebat" ucap Rina tersenyum manis.


"Tentu saja. Aku adalah kawanmu, jadi harus hebat" ucap lee seketika.


Rina dan lee wan kemudian saling berbincang. Qin-she yang merasa terabaikan oleh Rina jadi marah dan kesal. Dia langsung keluar dari kelas.


Windi yang melihat Qin-she, memanggil namanya tetapi Qin-she terlihat sangat marah dan kesal berlalu begitu saja. Windi yang menyadari Qin-she marah, langsung menoleh ke Rina dan lee wan. Windi tahu jika Qin-she cemburu dengan lee wan.


Qin-she merasa kesal. Qin-she mengubah penampilannya agar Rina lebih memperhatikannya lagi bukan selalu bersama lee wan.


setelah selesai berrbincang dengan Lee wan, Rina mencari keberadaan Qin-she.


"Qin-she kemana?" tanya Rina kepada woobin.


"Aku ini bukan kembarnya Qin-she. mana aku tahu" jawab woobin.


"kamu tidak melihat dia pergi?" tanya Rina lagi.


"tadi beberapa menit lalu, dia keluar dari kelas" ucap Woobin sambil membuka tasnya mengambil MPnya.


"menangnya Qin-she mau kemana?" tanya Rina lagi.


Rina terus bertanya kepada woobin, membuat woobin kesal.


"Aku beneran tidak tahu Na. Qin-she tidak mengatakan apa pun padaku. kamu puas?" teriak woobin.

__ADS_1


Rina hanya menghela napas


" kemana lagi pangeranku?" Kata Rina dengan sedih


" ada apa kawan?" ucap lee wan seketika


" Hatiku hilang" kata Rina kemudian keluar dari kelas.


Rina pergi ke kantin untuk membeli minuman. Rina melihat Qin-she disana. Dengan buru-buru, Rina menghampiri Qin-she. seketika wajah Rina terlihat ceria kembali.


" Qin-she, kamu sedang apa di sini?" tanya Rina


" memangnya ini tempat apa?" tanya Qin-she. sebenarnya Qin-she masih marah dengan Rina.


" kamu beli minuman yah?" ucap Rina lagi.


Qin-she hanya mengangguk.


"bu kantin. aku juga mau minuman seperti ini?" teriak Rina sambil menunjuk minuman Qin-she.


" maaf Rina. minuman itu sudah habis. itu yang diambil Qin-she terakhir" ucap ibu kantin.


Rina mengeluarkan ekspresi sedih. melihat itu, Qin-she meletakkan minumannya di depan Rina. Rina pikir Qin-she memberikan minumannya padanya. Dengan senang Rina mengambilnya.


" Terima kasih banyak Qin-she. Kamu memang yang terbaik" ucap Rina seketika


"permisi, Aku mau membayarnya" ucap Qin-she


Rina yang mendengar ucapan Qin-she langsung meletakkan minuman Qin-she dan membiarkan ibu kantin membungkusnya.


"totalnya Rp 8.000" ucap ibu kantin


Qin-she menyodorkan uang, lalu pergi.


Melihat Qin-she pergi, Rina juga mengikutinya sambil berlari.


"Qin-she..." panggil Rina


"kenapa sih, kamu tidak mau berbagi kebahagiaan biar sedikit pun" ketus Rina


" Denganmu?" tanya Qin-she


"setidaknya begitu" jawab Rina


" kamu lebih banyak berbagi kesusahan denganku?" kata Qin-she.


" seharusnya kamu juga berbagi kebahagiaan denganku" tutur Qin-she sambil berjalan.


Rina juga berjalan bersama Qin-she.


" Baiklah, aku berjanji padamu untuk berbagi kebahagiaan denganmu juga" kata Rina sembari tetap berjalan.


"Benarkah?" tanya Qin-she


"iyaa. kalau begitu, boleh kamu memberikan minuman itu kepadaku?" mohon Rina.


Qin-she langsung memberikan minumannya pada si menggemaskan Rina.


Rina sangat senang. Diapun menusuk minumannya tetapi tidak berhasil. Berkali-kali Rina mencoba tetapi tidak berhasil juga. Rina pun menusuk minumannya dengan sangat keras Dan BuGGHH....


Air minumannya membasahi wajahnya. Bukan cuma Rina, Qin-she yang ada Di dekatnya juga basah.


"sudah aku katakan tadi, kamu itu hanya sering berbagi kesusahan denganku" ucap Qin-she

__ADS_1


" maaf, ini bukan salahku. salah minumannya" ucap Rina membela diri.


__ADS_2