
kali ini, Rina benar-benar terluka. Rina menunggu sekian lama tetapi Qin-she tidak muncul-muncul juga. Qin-she bahkan tidak menelpon rina.
Rina ke sekolah dengan wajah tidak bersemangat.
woobin berusaha membuatnya tertawa tetapi rina bahkan terlihat cuek dan tidak peduli.
"Ayo dong Na. kamu senyum-senyum dikit dong. supaya tidak seram-seram amat" kata woobin.
lee wan dan Qin-she datang lalu duduk di tempat masing-masing. melihat Qin-she duduk di dekatnya, Rina lalu berdiri.
"woobin, kita tukaran tempat duduk" kata Rina.
woobin, dan lee wan terkejut. terlebih Qin-she yang bingung kenapa Rina ingin tukar tempat duduk dengan woobin.
"Na, ada apa?" kata woobin.
Rina memindahkan barang-barangnya ke meja woobin.
"kawan kita sebangku" kata lee wan tidak percaya.
Qin-she benar-benar bingung dengan sikap rina.
jam makan telah tiba. di sana sudah ada rina, woobin, fita dan lee wan.
"Qin-she, cepatlah kemari" kata woobin. mata rina melotot ke arah woobin. woobin yang melihat itu, hanya pura-pura tidak melihatnya. Qin-she lalu bergabung dengan mereka. melihat Qin-she duduk, rina lalu berdiri dan meninggalkan tempatnya.
"ada apa dengan rina?" tanya fita seketika.
"moodnya sedang tidak baik" bisik woobin.
"kawan, tunggu aku..." kata lee wan.
fita lalu mengikut lee wan.
"hanya aku sendirian di sini" kata woobin.
"tunggu aku juga...." teriak woobin.
Qin-she sudah seperti orang bodoh. duduk sendirian. tiba-tiba seorang siswa duduk di dekatnya, windi.
"Qin-she. aku lihat-lihat, kamu dan rina sedang bertengkar?" tanya windi.
Qin-she diam.
"itu bagus. rina memang harus sadar diri" lanjut windi.
Qin-she menghentikan makannya.
"kamu tidak tahu apapun tentang rina" kata Qin-she.
"jadi jangan sok kenal dengannya" lanjut Qin-she.
"tentu saja aku tahu. dia hanyalah gadis bodoh dan tidak punya tahu malu" kata windi marah.
"bagaimana denganmu? apa kamu punya rasa malu" kata Qin-she.
__ADS_1
"apa?" kaget windi.
"jika kamu punya rasa malu, kamu tidak akan datang ke sini, duduk denganku dan menjelek-jelekkan rina" kata Qin-she.
"Qin-she...." bentak windi.
"kamu pikir, kamu jauh lebih baik dari rina karena kamu pintar?" tanya Qin-she.
"kamu salah. tidak selamanya segala sesuatu di ukur dengan IQ, seperti sikap" lanjut Qin-she.
"Qin-she... aku melakukan semua ini karena aku menyukaimu" kata windi.
"aku tidak ingin menyukai seseorang seperti dirimu. rina jauh lebih baik menyukaiku dari pada dirimu. dia lebih mengenalku dari pada dirimu. jadi berhentilah menyukaiku" tegas Qin-she.
Qin-she lalu pergi meninggalkan windi di sana.
"lihat saja. kamu akan menyesal nanti Qin-she karena kamu menolakku dan memilih Rina dibandingkan aku" kata windi dalam hati.
rina sedang duduk di dekat lapangan sekolah.
Qin-she datang menghampirinya. melihat Qin-she, rina langsung berdiri dan ingin menjauhi Qin-she. tetapi Qin-she menahannya.
"Na, kamu kenapa menghindar terus dariku?" tanya Qin-she.
"tidak kenapa-napa" singkat rina.
"Na..., beritahu aku, apa salahku. dan kenapa kamu menjauh" kata Qin-she.
"jadi kamu tidak sadar?" kata rina kesal.
"Qin-she. kemarin kamu berjanji padaku untuk menemuiku ke taman. tapi kenapa kamu tidak datang?" kata rina.
"kamu tahu, aku menunggu sampaj kehujanan. aku benar-benar yakin, kamu pasti datang" kata rina sambil menangis. rina tidak bisa menahan air matanya.
"Tapi ternyata aku salah Qin-she. Aku seolah-olah mengenalmu, tapi sebenarnya aku bahkan tidak tahu siapa dirimu sebenarnya" lanjut rina.
Rina menghapus air matanya.
"Qin-she kamu tahukan? aku menyukaimu makanya kamu dengan seenaknya kepadaku. membiarkan aku menunggu tanpa kamu kabari kalau kamu tidak datang" kata Rina.
"kenapa kamu tidak datang?" lanjut rina.
"apa karena aku tidak penting bagimu? iyakan?" kata rina.
"Na.. dengerin aku dulu" kata Qin-she.
"aku tidak seperti itu" lanjut Qin-she.
"Aku lupa Na" kata Qin-she.
"lupa.... kamu bilang lupa. lupa karena aku tidak penting dan apa yang aku kerjakan itu tidak ada apa-apanya bagimu. iyakan?" kata rina.
"Na, sebenarnya kemarin aku datang tapi..." kata Qin-she.
"kamu datang dan membiarkan aku menunggu sampai kehujanan" kata rina benar-bemar marah dan kesal.
__ADS_1
"kamu tahu, aku ingin mengatakan perasaanku kepadamu. makanya kamu kabur karena tidak menyukaiku" kata rina jelas.
lee wan datang di tengah-tengah pertengkaran Qin-she dan rina.
"sudahlah Qin-she. kalau tidak menyukai rina bilang saja. tidak perlu malu-malu" kata lee wan.
"Na, dengerin dulu. semua penjelasan aku " mohon Qin-she.
"Qin-she, kemarin kamu tidak datang. itu cukup memberi rina penjelasan" kata lee wan.
"kamu sebaiknya tidak perlu ikut campur" kata Qin-she mengancam lee wan.
"kawan, sebaiknya kita pergi. tidak perlu mengurus orang-orang kayak dia" kata lee wan.
Lee wan menarik tangan rina dan membawa rina menjauj dari Qin-she.
"lee, kamu seharusnya tidak perlu ikut campur tadi" kata rina sambil melepas gengaman lee wan.
Rina lalu pergi meninggalkan lee wan sendirian.
"kenapa sih Na, di mata kamu, hanya ada Qin-she. tidak pernah memandang aku sekalipun" kata lee wan.sendirian.
Rina ke kelas dan membereskan buku-bukunya. waktunya pulang sekolah, semua siswa satu persatu keluar dari kelas dan pulang.
Qin-she melihat rina membereskan bukunya.
Qin-she menunggu rina keluar dari kelas. windi menyenggol rina dan membuat rina terjatuh. untung saja, Qin-she yang sedang menunggu rina terjatuh dengan cepat menolong rina. tetapi kondisi rina yang sudah terjatuh, membuat Qin-she ikut terjatuh.
posisi Qin-she dan rina di lantai saling berpelukan. windi tambah kesal. dia ingin memberikan perhitungan pada rina tetapi malah membuat rina dan Qin-she jadi berpelukan.
Rina dan Qin-she menyadari posisi mereka. dengan cepat, Qin-she dan rina lalu berdiri.
"windi, minta maaf kepada rina" kata fita.
"itu benar, kamu sudah buat rina terjatuh" kafa woobin.
"tidak mau" kata windi lalu pergi.
melihat sikap windi, woobin dan fita kesal. Qin-she yang berada di dekat pintu, dengan cepat mendorong pintu dan membuat windi terbentur di pintu.
woobin dan fita tertawa.
"windi. belum terlambat, minta maaflah kepada rina. nanti kamu lebih sial lagi" kata fita.
"kasihan banget kamu windi. itu jidat pasti kesakitan. tidak apa-apa itukan jidat kamu" kata woobin mengejek.
"sudahlah. Aku mau pulang" kata rina melangkah keluar dari kelas.
Qin-she lalu mengikuti rina.
"Daah.... windi" kata fita.
"windi... bye..bye.." kata woobin.
windi tambah kesal. windi ingin membuat rina kesakitan tetapi malah dirinya yang sakit dan malu di depan teman-temannya termasuk Qin-she.
__ADS_1