
sepulang dari sekolah, Rina terkejut dengan ayahnya. pasalnya ayah rina memakai kostum badut.
"Ada apa dengan ayah?" tanya Rina seketika
"bagaimana dengan kostum ayah?" tanya ayah sambil berputar memperlihatkan kostumnya pada Rina.
" memangnya ini untuk apa?" tanya Rina
" untuk natal" singkat ayah Rina
"Rina baru ingat" kata Rina
"Aku harus menyiapkan hadiah natal untuk Qin-she" ucap Rina berlari.
"Apa? untuk Qin-she. Untuk ayah bagaimana" teriak Ayah Rina.
" Anak itu, dimatanya hanya ada Qin-she. apa dia tidak bisa melihatku?" lanjut Ayah Rina.
Dikamar, Rina berpikir sambil bolak balik
" kado apa yang bagus untuk Qin-she" ucap Rina dalam hati
" pokoknya, aku harus membuat kado yang spesial jadi saat Qin-she memakainya, Qin-she teringat terus denganku" ucap Rina bicara sendiri sambil tersenyum.
" tapi apa?" kata Rina
"bagaimana dengan sepatu, saat Qin-she melangkah, dia akan selalu melangkah kepadaku... ah Qin-she..." ucap Rina
" bagaimana kalau lipstik saja, supaya saat Qin-she tersenyum padaku, senyumannya akan sangat indah lagi" lanjut Rina sambil membayangkannya.
"Ah, tidak. Qin-she tidak boleh tambah tampan. nanti banyak yang menyukainya" ucap Rina serius.
"Tapi apa...." kata Rina frustasi
Rina berbaring di tempat tidur sambil memukulkan kepalanya pada bantal tidurnya. Tidak berapa lama, Rina pun tertidur sampai malam.
Malam tiba, Rina belum keluar dari kamar.
Di meja makan sudah ada ayah dan ibu Rina. ibu Rina sedang memyediakan makan malam.
"Rina... Ayo makan malam sayang" ucap ibu Rina
Rina yang mendengar suara ibunya terbangun.
"Ah, ini sudah malam" pikir Rina sambil mengacak-acak rambutnya.
Tiba-tiba saja ibu Rina masuk dan membuat Rina terkejut. bukan hanya Rina, tetapi ibunya juga terkejut. pasalnya, Rina sudah seperti hantu dengan rambutnya yang acak-acakan.
"Ahh...." teriak ibu Rina.
Rinapun juga berteriak melihat ibunya teriak.
" ibu... ada apa?" tanya Rina sambil melompat ke arah ibunya. takut jika ada kecoa di belakangnya makanya ibunya teriak.
Ibunya yang mendengar suara Rina langsung berhenti teriak.
"Rina..., kamu mau membuat ibu setangan jantung?" ucap ibunya sambi memukul Rina.
"Rambut kamu, sudah seperti harimau. kamu ini kenapa sih. kenapa sampai begini rambutnya?" kata ibu panjang lebar.
" Rina habis tidur bu..." kata Rina
"ya ampun Rina..." kata ibunya sambil menggeleng kepalanya karena tingkah anaknya.
" ini sudah malam kamu baru bangun. semua orang kalau malam baru tidur, bukannya bagun tidur.." ucap ibunya dengan suara tinggi.
" iya bu..." kata Rina malas mendengar ocehan ibunya sendiri
" ya sudah, ayo makan. ibu sudah siapkan makan malam" lanjut ibu rina.
Rina hanya mengangguk dan memperbaiki rambutnya. takutnya nanti ayahnya juga kaget melihatnya.
__ADS_1
"cepatlah, ayah sudah laper" ucap ayah Rina melihat anaknya datang.
" ambillah" kata ibu Rina sambil menyodorkan piring ke Rina.
Rina makan sangat lahap. setelah berpikir panjang dengan hadiah yang akan di berikan kepada Qin-she membuat energinya terkuras habis.
" bu, tahun baru nanti kita pergi jalan-jalan yah..?" kata Ayah Rina
" tidak bisa. kita harus keluar kota urus restoran" kata ibu Rina.
"sekali-kali nih bu.., pergi liburan sekaligus ajak Rina. dia pasti butuh waktu untuk liburan supaya bisa kembali semangat belajarnya" ucap ayah Rina.
sementara Rina hanya diam sambil tetap menikmati makanannya.
" dia, diajak liburan maupun tidak, tidak akan ngaruh dalam belajarnya" kata ibu rina yang sudah hafal dengan perilaku anaknya itu.
" yaa ampun, punya orangtua gini-gini amat yah, bukannya kasih semangat malah kasih hinaan" kata Rina
"kamu itu, harusnya bersyukur Na, masih ada ibu yang ada di sini. menemani kamu, melihat keseharianmu, tinggal denganmu. coba bayangkan Qin-she, masih punya ibu tetapi ibunyaberada di luar kota, belum bisa kembali. Ayahnya sudah meninggal. Qin-she harus hidup sendirian. Dia harus mengurus dirinya sendiri" ucap ibu Rina menjelaskan.
"Na, setelah makan, kamu pergi ke rumah Qin-she bawa makanan. mungkin Qin-she belum makan" ucap ayah Rina
"betul, sekalian hibur dia supaya tidak sedih" kata ibu Rina
"ibunya tadi baru saja menelpon katanya dia tidak bisa pulang saat tahun baru. belum ada cuti dari pekerjaannya" lanjut ibu Rina.
"iyaa... baiklah" kata Rina.
setelah makan, Rina membawakan makanan ke rumah Qin-she. pagar di rumah Qin-she terkunci.
"Qin-she..." teriak Rina
berapa kali Rina teriak, Qin-she tidak keluar-keluar juga. Rina melihat lampu di kamar Qin-she masih menyala.
"Qin-she..." teriak Rina dengan nada sangat tinggi tetapi Qin-she tidak kunjung keluar juga.
Rina harus memutar otak, bagaimana pun Rina harus memberikan makanan ini pada Qin-she. "Ah.,, Rina punya ide" kata Rina.
saat itu, Qin-she sedang istirahat karena sedang sakit. sepulang sekolah tadi, badan Qin-she terasa tidak enak, tubuhnya mengigil dan suhu badannya panas.
saat melihat jendela kamarnya pecah, Qin-she langsung turun dan melihat Rina berdiri di depan pagar sambil tersenyum. kali ini senyum Rina untuk menutupi ketakutannya pada Qin-she karena membuat kaca jendelannya pecah.
Qin-she membuka pagar dan menyuruh Rina masuk.
Rina masuk ke rumah Qin-she dengan gugup.
Qin-she membawa Rina ke kamarnya.
"lihatlah, apa yang kamu lakukan?" kata Qin-she kepada Rina sambil menoleh ke kaca jendela yang pecah.
Rina tersenyum malu kepada Qin-she.
" lagian kamu, aku berteriak dari tadi tapi tidak keluar-keluar juga" kata Rina
" suaraku saja sudah mau habis" lanjut Rina
" aku sedang tidur tadi" kata Qin-she
" badanku terasa lemah, suhu badanku panas" kata Qin-she meyakinkan
" kamu sedang sakit?" Rina panik
"entahlah" jawab Qin-she dingin
" kamu sudah makan? ini aku bawakan makanan" lanjut Rina
"ini masakan ibuku" kata Rina lagi
Qin-she hanya melihat makanan itu. Saat ini Qin-she tidak punya nafsu makan. melihat Ekspresi Qin-she yang tidak mau makan, Rina langsung saja menyuapi Qin-she dan memaksa Qin-she makan.
"cepatlah, buka mulutmu. ini sangat enak" kata Rina
__ADS_1
Qin-she membuka mulutnya kemudian memakan makanan yang di suapkan oleh Rina.
Perasaan Qin-she burubah jadi tegang. jantungnya berdetak sangat keras. wajahnya mulai menampilkan perasaan malu-malu. dengan cepat, Qin-she mengambil kotak makannya dari tangan Rina.
" biar aku saja" kata Qin-she seketika
"sebaiknya kamu, pulang saja. ini sudah terlalu malam" lanjut Qin-she.
" kamu mengusirku yah?" kata Rina
" tidak. tapi tidak baik malam-malam ke rumah orang. lagi pula setelah makan, aku mau istirahat" lanjut Qin-she.
Rina mengerti. Rina pamit kemudian pulang.
paginya, Rina bangun lebih pagi dari biasanya. kali ini Rina akan ke pasar membelikan syal untuk Qin-she.
"Qin-she sedang sakit, syal sepertinya cocok untuknya. sekalian saja aku belikan buah" kata Rina.
setelah selesai membeli syal dan buah, Rina pulang ke rumahnya.
Dikamar, Rina menghias kadonya. "sebentar malam aku akan berikan ini pada Qin-she. pokoknya aku adalah orang yang pertama mengucapkan selamat natal dan memberikan Qin-she kado" kata Rina senang.
sementara di Rumah Qin-she, Qin-she sudah tidak sakit lagi. mungkin Qin-she hanya kelelahan karena terlalu memaksa otaknya untuk belajar. Apalagi saat malam, Rina datang berkunjung. Melihat raut wajah Rina yang sedih melihatnya sedang sakit membuat Qin-she tidak mau sakit lagi. Dia tidak ingin membuat Rina terlihat sedih.
Malam natalpun tiba. Rina datang ke rumah Qin-she dan membawa kado serta buahnya. tetapi, alangka terkejutnya Rina saat sampai di rumah Qin-she. bukan karena Qin-she sudah sehat tetapi woobin juga ada di sana.
"Ada apa? kenapa kamu ada di sini" tanya Rina
" malam ini, malam natal. jadi aku mau memberikan hadiah kepada sahabatku tercinta Qin-she" kata woobin menjelaskan.
"tidak, tidak boleh. Aku yang harus memberikan Qin-she kado pertama " kata Rina tidak terima.
"bagaimana ini, Qin-she sudah memgambil kadoku" kata woobin senang.
saat Rina dan woobin bertengkar, Qin-she datang dan membawa minuman.
" ada apa? kenapa kalian ribu?" tanya Qin-she.
Melihat Qin-she datang, Rina langsung menghampirinya dan bertanya.
"Qin-she, tolong terima kadoku. Jadikan kado ini kado pertamamu" tutur Rina.
Qin-she yang melihat Rina benar-benar terheran. Terutama woobin.
"Tidak bisa, Qin-she sudah mengambil kadoku lebih dulu. Jadi aku adalah orang yang pertama memberikan kado kepada Qin-she" bantah woobin
" tentu saja tidak boleh. Aku haris yang pertama" bantah Rina dengan suara tinggi.
"Kado pertama dan kado kedua tidak penting. Yang penting...." ucap Qin-she. Belum selesai Qin-she bicara, woobin dan Rina memotong pembicaraan Qin-she.
"Tentu saja penting" ucap Rina dan woobin bersamaan.
Rina dan woobin saling berhadapan seperti ingin berkelahi. Woobin memperbaiki lengan bajunya, sementara Rina menganggkat sedikit baju lengan tangannya.
Qin-she hanya memperhatikan.
1... 2.... 3.....
Tidak ada yang bereaksi, Rina maupun woobin. Rina dan woobin saling menatap tajam.
Sampai akhirnya mereka berhitung bersama.
1.... 2.... 3..... Rina dan woobin langsung meminum minuman yang di bawa Qin-she tadi. Rina dan woobin berlomba menghabiskan minumannya. Akhirnya, woobin lebih dulu menghabiskan minumannya. Bagaimana tidak, woobin meminum minumannya sampai banyak minumannya yang jatuh dan membasahi bajunya.
Qin-she duduk sampai menikmati pertunjukan Rina dan Qin-she.
"Aku berhasil" kata woobin senang.
Rina kalah, lalu duduk di dekat Qin-she dengan muka kesal. Woobin menari di depannya.
Malam berlalu sangat cepat. Mereka bertiga menikmati malam natal bersama-sama.
__ADS_1