CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
PERGI BERLIBUR


__ADS_3

Akhir pekan telah datang, waktu rina bersenang-senang. Rina akan pergi berlibur di salah satu pantai dan menginap di sana beberapa hari. Tiket telah rina beli. Dengan perasaan senang, rina membereskan bajunya dan memasukkannya ke koper.


"Akhirnya bisa refresing dulu, baru kembali kerja" kata rina sambil memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


"Liburan...liburan.. telah datang..." kata rina lagi sambil bernyanyi-nyanyi.


Ibu rina datang.


"Apa perlu ibu antar kamu ke bandara?" Kata ibu rina.


"Tidak perlu bu. Rina bisa sendiri" kata rina tersenyum manis.


"Ingat Na. Sepulang dari liburan kamu harus bantu ibu dengan semangat lagi" kata ibu rina.


"Pasti bu... rina akan buang beban rina selama ini" kata rina.


"Beban? Bantu ibumu ini adalah beban bagimu?" Tanya ibu rina.


"Bukan begitu bu... setiap orang punya beban, itulah alasannya ada waktu khusus untuk liburan" kata rina menjelaskan.


Ibu rina lalu meninggalkan rina di kamarnya.


Setelah selesai beres-beres, rina turun ke bawah. Rina lalu pamit kepada ayah dan ibunya.


"Yah..bu..Rina pergi liburan dulu. Jangan iri yah" kata rina di iringi canda.


"Iya. Hati-hati. Pulang tepat waktu" kata ayah rina yang memang sudah mengenal tingkah anaknya.


"Ingat, waktu liburan kamu hanya tiga hari. Setelah itu, bantu ayah dan ibu" kata ibu rina.


"Asyiap to the boss" kata rina sok english.


Rina lalu pergi kebandara. Sebentar lagi pesawatnya akan terbang jadi dia harus lebih cepat sampai di sana.


Sementara itu, Qin-she pulang kerja. Seperti biasa, Qin-she ingin membuat fita kesal lagi. Qin-she lalu ke kamar fita tetapi fita tidak ada ke kamarnya.


"Kemana dia? Apa dia sedang keluar?" Tanya Qin-she dalam hati.


Qin-she lalu menutup pintu kamar rina.


Qin-she turun ke bawah untuk bertanya pada ayah dan ibu rina. Ayah rina yang sedang melayani pelanggan, menyapa Qin-she.


"Nak Qin-she, mau pesan bakmie juga?" Tanya ayah rina.

__ADS_1


"Iya om" singkat Qin-she.


"Oke. Silahkan duduk dulu. Biar saya yang ambilkan" kata ayah rina.


Qin-she lalu duduk di kursi. Tidak beberapa lama, ayah rina datang dan membawa satu mangkuk bakmie.


"Silahkan di makan nak Qin-she" kata ayah rina ramah.


"Terima kasih om" kata Qin-she ramah.


"Sama-sama" kata ayah rina tersenyum.


Ini kesempatan Qin-she bertanya pada ayah rina.


"Om, kenapa rina tidak membantu om?" Kata Qin-she.


"Oh.. rina. Rina lagi pergi liburan. Katanya, kemarin kepalanya sakit. Butuh liburan makanya ibunya memberikannya uang" kata ayah rina.


"Kalau boleh tahu liburan ke mana om?" Tanya Qin-she lagi.


"Oh..tidak jauh-jauh kok. Hanya di pantai jiang saja, tetapi dia ingin menginap di hotel dekat dari pantai jiang. Kalau tidak salah, hotel mentari" kata ayah rina.


"Oh..iya. terima kasih om" kata Qin-she lagi.


Qin-she lalu membuka ponselnya dan mencari tiket pesawat yang terbang malam ini juga. Qin-she juga memesan satu kamar di hotel mentari. Qin-she lalu memakan cepat bakmienya. Setelah itu, Qin-she ke kamarnya dan menyiapkan pakaiannya.


Malam harinya, Qin-she ke bandara dan berangkat ke jiang. Di mana kota yang pernah Qin-she kunjungi sebelumya. Di jianglah Qin-she mendapat masalah dan membuat hubungannya dengan rina hancur. Setelah Qin-she tiba di jiang, dia langsung menuju hotel mentari.


Pagi harinya, rina bangun. Langsung membuka jendela kamarnya. Raut wajah senang terlihat di wajahnya.


"Hari ini aku ke mana dulu?" Tanya rina kepada dirinya sendiri sambil berpikir.


"Taman bermain" kata rina senang sekali.


"Baiklah aku bersiap dulu setelah itu baru pergi ke taman bermain" kata rina.


Setelah selesai bersiap, rina pergi ke taman bermain jiang. Tidak beberapa lama, rina sampai di taman bermain jiang. Sudah banyak orang di sana. Rina banyak melihat wahana bermain. Mulai dari bianglala dan sebagainya. Banyak badut juga dan beberapa orang memakai baju boneka untuk membagikan lembaran iklannya. Ada banyak penjual makanan. Pokoknya semuanya lengkap.


"Aku sebaiknya beli permen kapas" kata rina.


Rina lalu membeli permen kapas dan duduk di dekat taman sambil memakan permennya. Tiba-tiba, ada seseorang yang berdiri di depan rina. Rina lalu melihat ke atas untuk memastikan orang tersebut. Ternyata dia adalah si pembuat masalah. Siapa lagi kalau bukan Qin-she.


Rina terkejut dan kaget melihat Qin-she ada di depannya. Rina mengusap matanya memastikan apakah yang di lihatnya hanyalah hayalan rina saja. Tetapi dia memang terlihat sangat nyata di mata rina. Rina lalu berdiri dan masih ingin memastikannya.

__ADS_1


"Tidak mungkin Qin-she bukan. Seharusnya di ada di rumah sekarang" kata rina dalam hati.


Rina ingin memastikannya. Dengan suara lemah lembut, rina menawarkan permen kapasnya pada Qin-she. Qin-she lalu mengambilnya dan memakannya. Melihat orang tersebut memakan permennya rina mulai berpikir jika dia nyata.


"Qin-she..." teriak rina.


"Kamu, bagaimana bisa datang ke sini?" Tanya rina.


"Aku hanya kebetulan berlibur saja" kata Qin-she tenang.


Qin-she sebenarnya tahu jika rina pasti akan datang ke taman bermain. Qin-she mengenal sifat rina yang selalu ingin melihat sesuatu dari atas atau ketinggian. Yang di cari rina pasti Bianglala. Ternyata tebakan Qin-she benar. Rina memang berada taman bermain.


"Sini, kembalikan permen kapasku" kata rina sambil mengambil permen kapasnya dari tangan Qin-she.


"Kamu sendiri yang meberiku tadi" kata Qin-she membela diri.


Rina tidak peduli, rina lalu memakan permen kapasnya. Saat rina memakannya, Qin-she juga ikut memakannya. Melihat mereka berdua memakan permen secara bersamaan, rina dengan cepat menjauh dari Qin-she.


"Enak saja. Kamu memakannya, ini aku yang beli. Kalau mau sana pergi beli sendiri" kata rina.


"Hakim tapi beli permen saja tidak bisa" lanjut rina.


Qin-she hanya terdiam. Kejadian tadi, membuat Qin-she sadar jika di hatinya masih ada rasa sayang dan cinta kepada rina.


Rina langsung menghabiskan permen kapasnya. Qin-she berdiri dan mulai berjalan tetapi berhenti ketika rina bertanya.


"Kamu mau kemana?" Tanya rina kepada Qin-she.


"Naik bianglala" kata Qin-she lalu melanjutkan berjalan.


"Tunggu aku" kata rina sambil berlari ke arah Qin-she.


Qin-she sudah menyadari jika rina akan ikut. Makanya Qin-she berjalan secara perlahan.


Akhirnya bianglala sudah di depan mata rina.


"Aku akan memesan tiket. Sebaiknya kamu di sini saja dan tunggu aku" kata Qin-she lalu pergi membeli tiket.


Rina masih terpukau dengan bianglala.


"Akhirnya, aku bisa naik bianglala juga" kata rina.


Rina lalu mengeluarkan camera yang dia bawa.

__ADS_1


__ADS_2