
hari ini, hari terakhir Qin-she di asrama. Qin-she membereskan barang-barangnya.
"Qin-she, sudah tidak sabar ya.. ketemu teman-teman lagi. Termasuk Rina" kata Lee wan.
"Memangnya Rina mau bertemu denganmu?" Tanya Qin-she.
"Kenapa? Aku dengannya berteman" kata Lee wan penasaran.
Qin-she diam. Sebenarnya Qin-she juga tidak sabar bertemu Rina lagi. Beberapa hari kemarin, Qin-she tidak berhenti memikirkan Rina.
Di sekolah, Rina bingung. Hari ini, Qin-she akan pulang. Rina ingin memberikan kejutan untuk Qin-she.
"Woobin menurutmu, kejutan apa yang bisa ku berikan kepada Qin-she?" Kata Rina kepada woobin.
"Sebaiknya kamu menyatakan perasaanmu saja Na. Bagaimana?" Kata woobin.
"Aku tidak mau lagi. Kemarin waktu pertama sekolah, kamu menyuruhku melakukannya juga. Dan bodohnya, aku menurutinya. Membuat Qin-she marah dan aku malu" kata Rina.
"Ini berbeda Na. Kita melakukannya malam hari, dan hanya Qin-she yang datang. Kita buat suasana Romantis agar Qin-she mau mengerti perasaanmu" kata Woobin.
"Sepertinya itu ide bagus. Kita perlu mencobanya" kata Rina.
"Kalian ingin melakukan apa?" Kata Fita yang kebetulan lewat dan mendengar pembicaraan Rina dan woobin.
"Aku boleh bantu juga" kata Fita.
"Boleh banget" ucap Rina senang.
Mereka pun merencanakannya.
Pulang sekolah, Rina langsung menuju rumah Qin-she. Rina menemukan Qin-she sedang membereskan barang-barangnya.
Rina meletakkan tasnya dan membantu Qin-she.
"Qin-she, sebentar malam kamu tidak ke mana-mana kan?" Tanya Rina.
"Aku masih harus membereskan barang-barangku" kata Qin-she dingin.
"Aku akan membantumu membereskannya. Setelah itu, baru pergi denganku" kata Rina.
"Kamu belum makan?" Tanya Qin-she melihat Rina masih memakai seragam.
"Belum. Sepulang sekolah, langsung ke sini" kata Rina sambil mengangkat barang-barang.
"Aku akan menyiapkan makanan" kata Qin-she lalu pergi ke dapur.
Rina tetap membereskan barang-barang Qin-she.
"Na, kamu ke sini. Makan dulu" kata Qin-she.
Rina datang ke dapur.
"wah... makanannya pasti enak-enak semua" kata Rina.
Rina langsung mengambil makanannya dengan tangannya. Tiba-tiba, Qin-she memukul tangannya.
"kamu sudah bersihkan tanganmu" kata Qin-she sambil memberi Rina kode.
"Tanganku tidak kenapa-napa" kata Rina.
Rina tetap mengambil makanannya. Saat Rina ingin memakannya, Qin-she menahan tangannya.
"sepertinya kamu senang masuk rumah sakit" kata Qin-she.
"Tentu saja senang. jika kamu terus memberiku perhatian" kata Rina tersenyum.
" Bersihkan tanganmu baru makan" perintah Qin-she.
Rina tidak punya pilihan selain menurut.
setelah selesai membersihkan tangannya, Rina kembali memakan makanannya.
"Qin-she.. ngomon-ngomon, kamu suka perempuan seperti apa" Tanya Rina sambil makan.
__ADS_1
"yang jelas dia seorang perempuan" kata Qin-she.
"Bagaimana denganku.." kata Rina sambil mengambil pose manis.
"sepertinya tidak cocok" kata Qin-she.
"Qin-she, tidak baik jika memilih-milih. kamu harus membuka mata dan melihat gadia cantik di depanmu ini" kata Rina.
"melihat gadis cantik di depanku" ucap Qin-she pelan-pelan.
Rina tersenyum sambil mengangguk.
"Takutnya nanti salah pilih" kata Qin-she.
Rina jadi kesal. Rina menampilkan ekspresi cemberut.
"Qin-she.. setelah selesai beres-beres, aku tunghu kamu di taman yah..." kata Rina.
"ehmm.." kata Qin-she.
"janji yaa.." kata Rina sambil mengikat jari kelingking Qin-she.
"Ya sudah. Aku harus pulang. ibuku pasti sudah menunggu" kata Rina.
Rina meminum segelas air lalu mengambil tasnya dan pergi.
"Dah... Qin-she... Dah..." kata Rina di depan pintu.
Qin-she membereskan tempat makannya.
Rina masuk ke rumahnya.
"Na, kamu dari mana saja baru pulang jam segini?" tanya Ibu rina.
Rina tidak menjawab.
Rian keluar kamar kemudian pergi. Rina hanya mengganti bajunya lalu pergi.
"mungkin ada urusan" jawab ibu Rina.
Rina ke taman dan di sana sudah ada woobin dan Fita yang menunggunya.
"Rina... lama banget sih" kata woobin.
"Maaf. aku beritahu Qin-she dulh" jawab Rina.
"Beritahu Qin-she lama banget. kaya jarak rumah Qin-she ada di antariksa saja" kata woobin.
"maaf... Qin-she baru pulang dari asrama jadi pasti beres-beres dulu" kata Rina
"jadi kamu bantui Qin-she beres-beres dulu" kata fita.
"pantesan lama Na. kamu bantuin Qin-she dulu" kata woobin.
"iya kan cari sensasi dulu" kata Rina.
"ya udah.. Kita mendingan siapin semuanya cepat" kata Fita.
"iya benar, nanti Qin-she keburu datang" kata Woobin.
mereka mulai memdekor taman. menabur bunga-bunga di lantai membentuk love.
ditambah lampu-lampu yang sudah di sediakan.
"jadi pada saat Qin-she datang, kamu berdiri di sana rina. nanti aku dan woobin yang menyalakan lampu di saat waktu yang tepat" kata Fita kepada Rina.
"Oke" ucap Rina semangat.
"Na, sebaiknya kamu telpon Qin-she. suruh dia cepat datang ke sini. Takutnya nanti turun hujan" kata woobin menghampiri Rina.
"benar. soalnya lagi mendung" kata Fita meyankinkan.
Rina menelpon Qin-she.
__ADS_1
"Qin-she jadi ke taman kan?" tanya Rina
"iya.. tunggu sebentar" kata Qin-she dalam telepon.
"oke. aku tunggu. jangan lupa di taman" kata Rina menekan kata taman.
Rina menutup teleponnya.
"Bagaimana? Qin-she datangkan?" Tanya woobin.
"iya pasti" kata Rina.
"ya sudah.. aku dan woobin menunggu di sana" kata Fita
Fita dan woobin lalu pergi meninggalkan Rina.
Rina jadi gugup. Takut seperti kemarin. Membuat Qin-she malu di depan teman-temannya.
Hujan mulai turun. tetapi Qin-she belum datang juga. Rina tetap menunggu.
"woobin, lihat Rina kenapa dia tidak ke sini berteduh?" tanya Fita.
"Rina... Rina...." teriak woobin dan Fita.
Rina sebenarnya mendengarkan hanya saja Rina tidak peduli. Rina tetap ingin menunggu Qin-she. Rina yakin jika Qin-she pasti datang.
Rina kehujanan dan basa kuyup. Di tambah hujannya sangat deras sekali.
sementara itu, Qin-she masih membereskan buku-bukunya. Qin-she lupa jika dia ada janji dengan Rina.
petir terus menyambar tetapi tidak mengoyahkan tekad Rina untuk tetap menunggu Qin-she.
Lee wan yang sedang melewati tempat itu, melihat Rina kehujanan.
Lee wan lalu mengambil payung dan menghampiri Rina.
"kawan, kamu kenapa?" Tanya Lee wan panik.
seketika Rina melihat ke arah lee wan dengan tatapan sendu. Rina bangkit lalu memeluk lee wan dan menangis. Rina benar-benar kecewa dengan Qin-she.
Rina tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh. Rina menangis di pelukan lee wan. lee wan yang melihat Rina menangis merasa sangat sakit juga. orang yang di cintainya menangis di depannya.
Hujan semakin deras. Qin-she masih nelum selesai beres-beres juga. Qin-she kaget, dia baru ingay jika Rina sedang menunggunya di taman. dengan cepat, Qin-she berlari menerobos hujan. Tidak peduli, Qin-she basah. yang ada di pikirannya saat Ini adalah Rina.
saat sampai, Qin-she melihat lee wan dan Rina berpelukan. betapa sakit hati Qin-she seperti sedang di pukul-pukul. Qin-she lalu pulang, tidak mau lama-lama melihat Rina dan Lee wan berpelukan.
"Rina, sebaiknya aku antar kamu pulang yah..." kata lee wan.
"nanti kamu sakit lagi kalau begini terus" khawatir Rina.
woobin dan Fita datang menghampiri.
"Na, kamu baik-baik aja?" tanya woobin sambil memeriksa tubuh Rina.
Rina terlihat lesu dan pucat.
"Sebaiknya kita bawa Rina pulang saja" kata Fita.
"Aku setuju" kata woobin.
mereka bertiga mengantar Rina pulang. sesampai di rumah, Rina langsung ke kamar melewati ibu dan ayahnya yang sedang duduk menonton.
"Rina kamu basah-basahan beginisih" kata ibu rina melihat Rina basah kuyup.
Rina tidak menanggapi. Rina masuk ke kamarnya sambil menguncinya.
ibunya benar-benar heran melihat tingkah Rina.
"Ayah.. coba lihat Rina tadi, bajunya basah" kata ibu Rina.
"Wajar bu.. di luarkan lagi hujan" kata ayah Rina tetap Fokus menonton Tv.
"iya juga sih" kata Ibu rina mengerti.
__ADS_1