CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
QIN-SHE CEMBURU


__ADS_3

Lomba lari berpasangan telah tiba. Rina dan Qin-she maju. Rina selalu tersenyum, tidak menyangka jika dia dan Qin-she mengikuti lari berpasangan.


"Rina...Qin-she..." kata teman-temannya.


windi yang melihatnya merasa jengkel dan kesal. sementara lee wan tidak bisa menahan rasa cemburunya. lee wan langsung pergi dari tempat itu.


woobin dan Fita memberi semangat kepada Rina dan Qin-she.


"Ayo, Na... Tunjukkan cintamu pada dunia" teriak woobin.


Fita hanya tersenyum mendengar ucapan woobin.


"Semangat kalian" Teriak Fita.


semua peserta mulai mengikat kaki mereka sebelum lomba di mulai. setelah selesai, semuanya bersiap. dan Lomba pun di mulai. dengan cepat Qin-she dan Rina berusaha menampilkan yang terbaik.


"Qin-she.. ternyata kamu cukup berat juga ya... Aku hanya membawa kakimu tetapi sudah berat. bagaimana jika seluruh tubuhmu.." kata Rina ngos-ngosan.


Rina kewalahan, ditambah langkah kaki Qin-she begitu panjang sementara langkah kakinya sangat pendek. Itulah resiko jika kaki pendek. sulit untuk melangkah cepat.


Qin-she yang mendengar keluhan Rina hanya tersenyum.


1...2...3.... yes berhasil. Qin-she dan Rina berhasil menang.


semua teman sekelas Rina dan Qin-she berteriak sambil menghampiri Rina dan Qin-she. woobin dan teman-teman langsung mengangkat Qin-she. Rina dan Qin-she tersenyum manis.


"Ada apa ini? kenapa perasaanku sangat senang" ucap Qin-she dalam hati.


ini pertama kalinya, Qin-she berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.


"ternyata Qin-she sangat mahir segala hal ya.." kata Fita kepada woobin. Woobin yang mendengar Fita berkata padanya, benar-benar bingung.


"Aku harus menjawab apa?" pikir Woobin.


"iya... Qin-she memang mahir dalam segala hal. tetapi, kamu pasti belum tahu. ada satu hal yang tidak bisa di lakukan oleh Qin-she yaitu menyanyi. Aku jauh lebih mahir dalam bernyanyi" kata woobin bangga.


"Memangnya kamu pernah mendengar Qin-she bernyanyi?" kata Rina yang kebetulan lewat dan mendengar nama Qin-she di sebut.


Telingga Rina memang panjang jika nama Qin-she di sebut-sebut.


"Tidak pernah sih..." kata woobin tidak menyadari jika Rina yang bertanya.


"lalu kenapa kamu mengatakan jika Qin-she tidak tahu bernyanyi?" tanya Rina lagi.


"itu karena..." kata woobin sambil mengembalikan badannya dan betapa terkejutnya woobin melihat Rina. Woobin ingin membanggakan dirinya di depan Fita tetapi malah kacau karena sahabatnya.


"Karena kenapa..." tanya Rina serius.


"itu.. karena.... Qin-she.... tidak pernah menyanyi" kata woobin terbata-bata. Rina tersenyum. melihat rina tersenyum, woobin jadi lega. tetapi, tiba-tiba puggght.... Rina memukul kepala woobin dengan buku. ini bukan pertama kalinya Rina memukul woobin. tetapi sudah sekian kalinya. jika nama Qin-she di sebut, Rina akan langsung bertindak. Rina tidak mau, apabila nama Qin-she di kotori walaupun dengan sahabatnya sendiri. Cinta memang mengalahkan semuanya termasuk sahabat.


lee wan masuj ke kelas. Melihat itu, Fita lalu menghampiri lee wan.


"lee, sepulang sekolah nanti, apakah kamu ada waktu?" tanya Fita.


lee wan berpikir sebentar. lee wan lalu tersenyum, sepertinya ada sesuatu yang di rencanakannya.


"Tidak ada" kata lee wan.


"benarkah? kalau begitu bagaimana jika kita jalan-jalan berdua" kata Fita tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah. nanti aku kabari tempatnya" kata lee wan.


Fita sangat senang, Dia tidak habis-habisnya tersenyum.


bel berbunyi, waktunya pulang. saat woobin sedang membereskan barangnya, lee wan menghampiri.


"sepulang sekolah, kamu ada waktu?" tanya lee wan kepada woobin.


"Sepertinya aku sangat sibuk" kata woobin sambil mengendong tasnya.


"Fita mengajakku keluar" kata lee wan.


"benarkah?" tanya Woobin tidak percaya.


"Tentu saja. Aku bermaksud mengundangmu juga supaya nanti kamu bisa berduaan dengannya" kata lee wan menjelaskan.


"Bagaimana denganmu?" Tanya woobin.


"Aku tetap pergi. jika kamu mau berduaan dengan fita, kamu harus membawa teman juga. supaya aku ada temannya juga" kata lee wan memancing woobin.


"Teman yah... tetapi siapa?" kata woobin.


" Bagaimana jika Qin-she" lanjut woobin cepat.


"jangan Qin-she. Qin-she mungkin sibuk belajar" kata lee wan cepat.


"Rina saja. dia sepertinya tidak sibuk" kata lee wan memberikan solusi.


woobin tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah, kalau begitj sampai ketemu nanti" kata woobin lalu pergi.


lee wan senang. Rencanannya berhasil. lee wan ingin berduaan dengan Rina.


"Fita... Aku mau ke toilet dulu yah..." kata Lee wan.


"Iya..." kata Fita sambil memilih baju.


sementara itu, Rina sudah bosan menunggu.


"Sebenarnya, siapa yang kita tungg?" tanya Rina kepada woobin.


"Sabar saja Na. Tunggu sebentar lagi" kata woobin sambil menoleh ke kanan dan ke kiri bergantian.


Tiba-tiba lee wan muncul. "Fita sedang berbelanja. sebaiknya kamu segera ke sana" kata lee wan pada woobin.


Woobin langsung berlari.


"Hey woobin. Aku ketinggalan" teriak Rina. woobin sudah menjauh. Rina benar-benar kesal kali ini.


"Rina, bagaiman jika kita menonton film di bioskop?" kata lee wan.


"Ah, aku lagi sedang malas menonton" kata Rina.


"Kalau begitu, kita melihat-lihat saja" kata lee wan kemudian.


"sebenarnya aku lagi bad mood. Aku juga capek dan mau istirahat. Tetapi woobin menarikku sampai di sini" kata Rina.


mendengar itu, lee wan terlihat kecewa. Rencanannya tidak berjalan dengan baik.

__ADS_1


"Aku mau pulang saja" kata Rina seketika sambil berjalan untuk pulang.


"Aku akan mengantarmu" kata lee wan mengikuti Rina.


"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri" kata Rina.


"Tidak baik anak perempuan pulang malam-malam tanpa di temani. Bagaimana jika terjadi apa-apa dijalan?" kata lee wan menakut-nakuti.


Akhirnya lee wan mengantar Rina sampai dirumahnya.


Qin-she yang saat itu sedang olahraga malam, melihat Rina diantar oleh Lee wan. seketika Qin-she jadi cemburu. Ada perasaan tidak senang bercampur perasaan marah.


"Terima kasih banyak lee. kamu sudah mengantar aku pulang" kataRina lembut.


"sama-sama" kata Lee wan sambil tersenyum.


"Aku pasti sudah merepotkanmu" kata Rina.


"Tidak masalah" kata lee wan tersenyum manis.


"Bagaimana jika kamu masuk dulu sebelum pulang?" kata Rina menawarkan.


Lee wan sebenarnya mau. Baru saja lee wan ingin menerima, tiba-tiba Qin-she datang.


"Tidak baik, bertamu malam-malam" kata Qin-she sinis.


"Nanti menganggu tuan rumah" lanjut Qin-she memperingatkan.


"Tidak apa-apa kok Rina. Aku sebaiknya langsung pulang saja. Takutnya nanti kemalaman" ucap Lee wan Ramah.


"Baiklah" kata Rina.


lee wan langsung pulang.


"Qin-she kamu tidak mau masuk?" tanya Rina.


Saat Qin-she baru melangkahkan kakinya untuk masuk ke rumah Rina. Rina berkata "Bukankah tidak baik, bertamu malam-malam" kata Rina menggoda.


"lagi pula, siapa yang mau masuk" bantah Qin-she.


"Oh.. jadi tidak mau masuk yah.." kata Rina.


"lalu, kamu kenapa masih disini?" tanya rina lagi.


"Aku mau pulang" kata Qin-she dengan wajah malu.


saat Qin-she belum sampai di rumahnya, Qin-she langsung kembali menemui Rina.


"Aku ingin bertanya, kamu dari mana dengan lee?" tanya Rina.


"kanapa memangnya? kamu cemburu..." kata Rina bercanda.


"Tidak. Aku hanya ingin tahu saja" kata Qin-she.


"ciee... yang cemburu" kata Rina tambah bercanda.


Qin-she merasa tersudut dengan Rina. Qin-she memilih pergi sebelum semuanya terbongkar.


Rina yang melihat wajah kesal Qin-she, merasa senang dan puas.

__ADS_1


Rina langsung masuk ke rumah. sementara itu, woobin sudah mencari-cari keberadaan Fita tetapi tidak bertemu juga. Tadi, Fita mengikuti lee wan saat lee wan pergi ke toilet. Fita curiga jika lee wan akan kabur. Dan dugaan Fita benar. fita melihat lee wan pergi keluar dari mol bersama Rina. Fita benar-benar kesal dan marah. Fita berlari keluar mol sambil menangis.


pantas jika woobin tidak bertemu dengan Fita. karena fita sudah pulang saat woobin datang.


__ADS_2