CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
KELUARGA RINA TERPURUK


__ADS_3

Rina mendengar suara berisik di ruang tamu. Kedua orang tua rina sedang bertengkar. Rina masih mengantuk.


"Kenapa ayah dan ibu berisik sekali?" Kata rina.


Rina lalu melihat jam di dinding. Jam 02:34 malam. 


"Ini masih belum pagi" kata rina.


Rina keluar dari kamar. Rina melihat ibu dan ayahnya sedang bertengkar.


"Yah... ada apa? Kenapa kalian berisik sekali" kata rina kepada ayahnya.


"Ini masih belum pagi" kata rina sambil menguap.


"Rina. Ayah bangkrut" kata ayah rina.


Rina kaget mendengar.


"Kenapa bisa?" Tanya rina.


"Itu semua salah ayahmu. Dia tidak bisa mengurus restoran kita dengan baik" kata ibu rina menyalahkan ayah.


"Berhenti menyalahkan ayah.. memangnya ayah mau restoran keluarga kita bangkrut?" Tanya ayah rina.


Ayah rina tidak terima di salahkan.


"Ayah tahu, kalau restoran itu penghasilan kita satu-satunya" kata ibu rina.


"Ayah tahu bu.. tetapi bagaimana jika bangkrut. Terpaksa kita harus menutupnya" kata ayah rina.


"Ibu benar-benar pusing. Kita makan dapat uang ke mana jika restoran kita tutup" kata ibu rina stres.


"Jadi rina tidak bisa lanjut kuliah tahun depan?" Tanya rina.


"Sabar Na. Jika nanti ayah ada rezeki kamu boleh kuliah" kata ayah rina sambil memegang pundak rina.


"Lalu sekarang bagaimana yah?" Kata ibu rina.


"Kasih solusi" lanjut ibu rina.


"Ayah akan jual tempat restoran kita. Nanti kita buat restoran kecil-kecil aja" kata ayah rina.


"Lalu untuk kehidupan sehari-hari, makan harus bagaimana?" kata ibu rina pasrah.


"Terpaksa kita jual rumah ini juga dan cari rumah yang kecil aja. Nanti sisa uangnya bisa kita gunakan untuk keperluan sehari-hari" jelas ayah rina.


"Tidak mungkin kita bisa hidup hanya dengan sisa uang dari hasil penjualan rumah ini" kata ibu rina.


"Itulah, kenapa kita buat restoran kecil-kecil dulu" kata ayah rina.

__ADS_1


"Rina janji. Rina akan dukung dan membantu ayah" kata rina.


"Jika perlu, tahun depan rina tidak perlu kuliah. Rina bantu ayah dan ibu buka restoran kecil-kecil saja" kata rina.


"Terima kasih Na. Untuk pengertiannya" kata ayah rina.


"Sudahlah bu.. jangan sedih terus. Masa mau di kalah sama anaknya" kata ayah rina.


"Jadi kapan ayah mau jual rumah ini?" Tanya ibu rina.


"Sebentar pagi, kalian bereskan barang-barang kalian. Kita pindah pagi nanti" kata ayah rina.


"Ya sudah. Na, kamu lanjut tidur saja. Nanti ibu bangunkan jika sudah pagi" kata ibu rina.


Rina lalu ke pergi ke kamar. Rina melihat-lihat isi kamarnya. Banyak kenangan rina di rumah ini. Selain rumah ini dekat dengan rumah Qin-she, rina tumbuh dan di besarkan di rumah ini.


Rina merasa tidak ingin pindah tetapi situasi dan kondisi yang membuat rina harus pergi. 


"Aku benar-benar sial. Baru putus dari Qin-she, kini harus kehilangan rumah ini" kata rina sendirian di kamarnya.


"Bagaimana nanti keadaanku" lanjut rina sambil menangis.


"Apa aku harus menyerah dengan mimpiku selama ini?" Kata rina lagi.


"Aku sudah berjuang belajar sampai detik ini, tetapi aku harus mundur secara sepihak" kata rina.


Rina lalu memejamkan matanya di kursi. Tidak beberapa lama, rina tertidur di kursi.


Silau matahari membuat rina terbangun. Rina lalu bangun dan ingin mandi. Tetapi saat menuju ke wc, dia melihat banyak barang yang sudah di kemas. Rina baru ingat jika hari ini dia akan pindah. Rina lalu berlari ke kamarnya dan membereskan semua barang-barangnya sendiri. Rina tidak mau membuat ayah maupun ibunya repot.


Rina lalu membawa barang-barangnya ke depan. 


"Na, kamu sudah selesai membereskan barang-barangmu?" Tanya ibu rina yang melihat anaknya membawa barang-barang.


"Iya..bu." kata rina.


"Kenapa tidak tunggu ibu? Ibu bisa membantumu" kata ibu rina.


"Rina bisa sendiri bu.. rina akan lebih mandiri lagi" kata rina kepada ibunya.


Ibu rina salut dengan kepribadian anaknya itu.


"Ternyata rina sudah dewasa juga" kata ibu rina sambil tersenyum.


"Dulu rina sangat manja tapi sekarang dia harus belajar mandiri" kata ibu rina lagi.


"Bu... apa semua sudah siap? Jika sudah, kita bisa berangkat sekarang juga" kata ayah rina kepada ibu rina.


"Sudah yah. Rina juga sudah selesai beres-beres tadi" kata ibu rina.

__ADS_1


"Ya sudah. Kalau begitu kita berangkat sekarang. Mobil juga sudah ada di luar" kata ayah rina.


Ibu dan rina lalu masuk ke mobil ayahnya. Ayah rina yang menyetir.


Dalam perjalanan, rina terus melihat ke belakang. Melihat rumah yang sudah lama mereka tinggali, dan kini harus keluar dari rumah itu.


kini, rina dan keluarga tinggal di sebuah rumah yang sangat minim. mereka juga berencana membuka bisnis di rumahnya. ada dua lantai rumahnya, jadi mereka bisa membuka usaha bisnis di lantai bawah dan lantai atas sebagai tempat tinggalnya.


meski begitu, rina terus bersyukur. rina akan membantu ayah dan ibunya berjualan. keluarga rina harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Termasuk silaturrahmi dengan tetangga baru rina. meski begitu, ayah dan ibu rina akan membuat rina melanjutkan Studynya nanti.


"Na, Terima kasih. sudah mau membantu ibu dan ayah" kata ibu rina sambil memasak bakmi.


usaha keluarga rina kali ini adalah kuliner bakmi. mereka memilihnya karena bakmi lebih mudah di buat dan harganya lebih terjangkau. ditambah komples tempat tinggalnya belum ada yang menjual bakmi.


"iya..bu. tugas rina kan harus membantu ayah dan ibu" kata rina tersenyum.


"oh iya, bagaimana kabar Qin-she?. ibu dengar dari ibunya katanya Qin-she melanjutkan study di luar negeri" kata ibu rina.


"kenapa ibu menanyakannya pada rina? rina mana tahu bu.." kata rina.


"memangnya Qin-she tidak memberitahu kamu?" kata ibu rina.


"Tidak bu..." kata rina.


"mana bisa Qin-she memberitahuku. Aku kan sudah memblokir nomornya" kata rina dalam hati.


"Kenapa bisa? kamu dan Qin-she kan temenan" kata ibu rina bingung.


"bukan hanya berteman bu.. tapi manta pacar juga" kata rina dalam hati.


"memangnya ibu Qin-she yang memberitahu ibu" kata rina.


"iya. ibu Qin-she yang memberitahu" kata ibu rina.


"kapan?" tanya rina.


"ketika kita mau pindah" kata ibu rina.


"ibu memberi tahu ibunya Qin-she jika kita mau pindah? kenapa bu?" kata rina kesal.


"memangnya kenapa? lagian ibukan hanya mau pamit saja" kata ibu rina.


"bu.. bagaimana nanti jika ibunya Qin-she memberi tahu Qin-she?" tanya Rina.


"kenapa jika dia memberi tahu Qin-she? keluarga mereka sudah mengangap kita sebagai saudaranya sendiri" kata ibu rina.


Rina kesal lalu pergi meninggalkan ibunya.


"ada apa dengan anak itu? memangnya kenapa jika Qin-she tahu. Qin-she kan juga termasuk temannya" kata ibu rina binggung karena rina terlihat marah tadi.

__ADS_1


__ADS_2