
Pagi ini, rina bangun jam 10:00. Semua orang di rumahnya sudah pergi. Kini, tidak ada yang membangunkan rina karena rina sudah tidak sekolah.
Rina mandi lalu makan. Saat ke dapur mengambil air di kulkas, rina melihat pesan ibunya yang di tulis di kertas lalu di tempel di kulkas.
JANGAN LUPA BELAJAR.
Tulis ibu rina. Makanan sudah tersaji di meja makan.
"Ibu yang menyiapkan semua ini" kata rina.
Rina makan lalu mencuci piringnya sendiri. Setelah selesai makan, rina duduk di sofa dan mengambil bukunya. Rina belajar. Baru beberapa menit, rina mengantuk. Itulah penyakit rina jika belajar.
Rina membuka ponselnya takutnya ada pesan dari Qin-she. Ternyata benar, rina mendapat pesan dari Qin-she. Buru-buru rina melihat pesan pacarnya.
AKU SUDAH SAMPAI DI ASRAMA
tulis Qin-she. Rina jadi sedih, ternyata begini rasanya jauh dari Qin-she. Setiap kali, rina mendapat tugas Qin-she yang membantunya. Apa-apa Qin-she dan beginilah jika Qin-she sudah jauh. Hidup rina terasa membosankan.
Rina kemudian membaringkan kepalanya di meja. Tanpa sadar, rina tertidur sampai malam.
Ibu dan ayahnya baru pulang. Betapa terkejutnya, mereka melihat rina duduk sambil tidur. Ibu rina jadi kasihan dengan anaknya.
"Yah... kasihan rina. Dia pasti lelah belajar sampai tertidur" kata ibu rina.
"Mau bagaimana lagi bu.. itu sudah jadi pilihan rina. Kita hanya perlu mendukungnya" kata ayah rina.
"Na.. kamu tidur di kamar saja" kata ibu rina sambil membangunkan rina.
Rina bangun lalu pergi ke kamarnya.
Ibu rina membereskan buku-buku rina.
Paginya, rina bangun lebih awal. Rina lalu belajar dan mulai mengerjakan soal. Dia tidak ingin bergantung dengan orang lain lagi. Tidak mudah bagi rina tetapi rina terus berusaha.
Ponselnya berdering, sepertinya ada pesan masuk. Rina melihat ponselnya. Terlihat raut wajah senang. Rina melompat-lompat di kamarnya. Ternyata, pesan dari fita. Fita mengajak rina keluar jalan-jalan pagi ini. Rina lalu bersiap-siap.
"Bu... hari ini, rina mau jalan-jalan dengan teman" kata rina sambil mengambil roti di meja.
"Iyaa..." kata ibunya di belakang rumah.
Sudah lama rina tidak keluar rumah.
Rina menghirup udara dan sesekali menari-nari di jalan.
Tidak jauh dari tempatnya, fita terlihat menunggu di taman. Rina lalu menghampirinya.
"Fii taa..." kata rina senang.
__ADS_1
Fita terkejut karena dia fokus dengan bukunya sehingga tidak menyadari rina datang.
"Ya.. ampun rina. Kamu ini tingkahnya masih sama" kata fita.
Rina lalu duduk di dekat fita.
"Sudah lama tidak bertemu" kata rina.
"Aku rindu tahu" lanjut rina sambil memeluk fita.
"Maaf. Akhir-akhir ini, banyak tugas dari dosen. Baru bisa hari ini" kata fita.
"Rina.. bagaimana kabarmu?" Tanya fita.
"Seperti yang kamu lihat" cuek rina.
"Lalu Qin-she... kalian masih sering komunikasi kan" tanya fita lagi.
"Sudah jarang. Qin-she sedang fokus belajar" kata rina sedih.
"Tenang rin... tahun depan, kamu pasti sudah bisa bertemu Qin-she lagi" kata fita.
"Iya itu... makanya aku lebih giat belajar lagi" kata rina.
"Semangat...." kata fita.
"Aku ingin terus bersama Qin-she. Mimpiku adalah Qin-she" teriak rina.
Rina tiba-tiba terlihat sedih. Air matanya jatuh.
"Aku sebenarnya lelah fit... setiap hari hanya belajar terus. Bagaimana jika nanti tidak lolos lagi. Apa aku harus mengulang seperti ini lagi?" Kata rina mulai menangis.
"Rin, aku yakin kamu pasti bisa" kata fita memberi semangat.
"Menjadi Rina yang kuat dan tangguh" kata fita.
"Apa aku bisa mengejar Qin-she?" Tanya rina.
"Selama ini, yang aku lakukan hanya bermain-main. Aku baru tersadar sekarang. Tapi aku harus bagaimana? Semua ini sulit bagiku. Putus asa dan menyerah, semuanya terlintas di pikiranku" kata rina.
"Rin... bukan hanya belajar yang kamu butuhkan. Tapi luangkan waktumu juga untuk diri sendiri. Keluar berjalan dan menghirup udara segar. Otakmu juga perlu istirahat. Dia pasti juga lelah sehingga pelajaran serasa sangat sulit" saran fita.
"Kamu tahu tidak, lihat woobin. Kamu sendiri yang bilang jika woobin tidak mahir dalam melukis. Tapi akhirnya dia berhasil lolos dan kini woobin sudah banyak melukis pemandangan, hewan, bahkan wajah seseorang" kata fita.
"Kita semua meragukannya waktu itu. Tetapi lukisannya jauh melampaui lukisan Qin-she dan lee wan" lanjut fita.
"Jika woobin saja bisa. Kamu juga pasti bisa. Ingat semasa SMA, kamu lebih pintar dari woobin. Woobin urutan terakhir di kelaskan?" Kata fita.
__ADS_1
" kenapa kamu sekayakin itu?" tanya rina.
"itu karena aku percaya padamu" kata fita.
rina lalu memeluk fita. terharu dengan apa yang di katakan fita. rina tidak menyangka jika fita sangat mempedulikannya dan mempercayainya.
"terima kasih banyak fita" kata rina lembut.
"sama-sama sahabat terbaiknya aku" kata fita.
rina pulang ke rumahnya dengan perasaan lega. mengobrol dengan fita membuatnya kehilanggan sebagian bebannya. rina bertekad akan berusaha, rina tidak ingin membuat fita kecewa nantinya.
malam harinya, rina belajar di kamarnya. melihat beberapa buku dan menulis hal-hal yang penting.
"rina... ayo makan" kata ibu rina.
"sebentar lagi bu..." kata rina sibuk menulis.
ibu rina datang menghampiri.
"Na, ibu tahu kamu lagi belajar. tapi jangan tunda makan juga. kamu harus menambah energi juga" kata ibu rina lemah lembut.
"iya... bu. tapi ini tinggal sedikit" kata rina.
rina terus menulis, sesekali membaca buku yang lain dan menulisnya lagi. ibu rina lalu keluar dari kamar rina.
tidak beberapa lama, ibu rina datang membawa segelas susu.
"kalau belum mau makan, sebaiknya minum susu dulu. biar otak kamu fresh" jata ibu rina.
"terima kasih bu..." kata rina tanpa menoleh.
ibu rina meletakkan susu di meja rina.
"jangan lupa di minum Na" kata ibu rina sambil memegang pundak rina.
ibu rina lalu menuju ke ruang makan.
"kenapa rina tidak mau makan bu?" tanya ayah rina.
"belum lapar yah.. dia lagi sibuk belajar juga" jawab ibu rina.
"bu... pasti sangat sulit yah bagi rina. pengangguran tetapi masih harus belajar" kata ayah rina.
"iya..yah. rina sepertinya benar-benar berada di bawah saat ini. yang harus kita lakukan adalah memberikannya dukungan saja" kata ibu rina.
Ayah rina mengangguk lalu makan.
__ADS_1
Rina masih menulis. rina menguap, sepertinya sudah mengantuk. rina lalu meminum semua susunya dan berusaha untuk tetap terjaga. tetapi, tidak beberapa lama, rina tertidur di atas mejanya.
ibu rina ingin memastikan, apakah rina sudah meminum susunya. saat ibu rina masuk, dia melihat rina tidur di atas kursinya. ibu rina lalu mengambil selimut untuk rina. di wajah rina terlihat jelas, jika dirinya sedang lelah saat ini. ibu rina jadi tidak tega melihat anaknya ini.