CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
PEMBUAT MASALAH


__ADS_3

Malam sudah datang. Rina telah selesai mebantu ibunya. Rina merasa lelah dan badannya pegal-pega. Rina lalu berbaring sebentar dengan memejamkan matanya. Tiba-tiba, pintunya di buka dan membuat Rina kaget. Ternyata yang membuka pintu adalah Qin-she.


"Ada apa denganmu? Ini kamarku bukan kamarmu" kata rina.


"Aku tahu" kata Qin-she.


Qin-she lalu masuk ke kamar rina. Rina benar-benar bingung dengan tingkah Qin-she.


"Lalu kenapa kamu datang ke sini?" Tanya rina.


Qin-she duduk di kursi kamar rina.


"Ingin memberitahu kalau aku sudah pulang kerja" kata Qin-she dengan santai.


"Lalu apa hubungannya denganku?" Tanya rina lagi.


Rina semakin bingung dengan qin-she.


"Kamu sendiri yang mengatakan kepadaku jika aku harus memberitahumu, aku mau kemana dan pulang ke mana" kata Qin-she menjelaskan kepada rina.


"Hey..Qin-she yang baik hati" kata rina dengan suara lemah lembut.


"Kamu mau ke toilet, mau ke kamarmu, mau makan. Itu bukan urusanku. Memangnya kamu harus melapor kepadaku semua itu?" Kata rina marah-marah.


"Jadi kamu mau aku melaporkan semua itu?" Tanya Qin-she.


Emosi kemarahan rina sudah berada di puncaknya. Rina mengusir Qin-she dengan paksa.


"Keluar kamu. Ini kamar ku. Cepat keluar" kata rina dengan suara tinggi.


Rina mendorong Qin-she untuk keluar dari kamarnya. Qin-she tidak bisa melakukan apapun. Setelah Qin-she berada di luar, emosi rina mulai berkurang.


"Memangnya aku ibunya? Kenapa harus melapor padaku" kata rina mulai marah-marah di kamarnya.


"Datang tanpa mengetuk, menganggu saja" kata rina lagi.


"Aku juga mau istirahat. Akukan juga capek habis bantu ayah dan ibuku. Itu anak, tidak punya rasa kasihan. Anak itu harus di ajarkan sopan santun" kata rina.


Rina lalu membaringkan dirinya di tempat tidurnya lagi. 


"Semoga saja tidak ada yang datang mengganggu lagi" kata rina.


Rina mulai memejamkan matanya. Tiba-tiba pintunya di buka. Rina mengira jika Qin-she yang datang menganggunya. Rina mengambil bantal, berrencana memukul Qin-she dengan bantal. Rina menunggu waktu yang tepat untuk memukulnya. Saat rina merasa di sentuh, rina lalu memukul orang tersebut. Tetapi betapa terkejut rina ketika melihat orang yang membuka pintu bukan Qin-she. Tetapi ibunya.


Ibunya lalu memarahi rina habis-habisan.

__ADS_1


"Rina....." kata ibunya dengan suara sangat keras.


Rina sampai menutup telingannya karena teriakan ibunya. Setelah ibunya selesai berteriak, rina lalu menjawabnya dengan suara sangat rendah. Seperti sedang berbisik.


"Iya..." kata rina setengah berbisik.


"Kenapa kamu memukul ibu dengan bantal?" Tanya ibu rina.


"Maaf bu...ada nyamuk tadi" kata rina gugup dan takut.


"Nyamuk? Nyamuk ya. Kok bisa nyamuk sebesar ibu?" Kata ibu rina.


"Itu dia bu... semakin besar nyamuknya, semakin banyak menghisap darah. Rina takut kalau di gigit nyamuk besar terus darah rina di hisab semua. Bisa-bisa rina tidak punya darah bu. Kalau tidak punya darah, rina bisa mati" kata rina menjelaskan.


"Hanya alasan saja" kata ibu rina.


"Lagian ibu, ganggu rina saja. Rina mau istirahat, capek habis bekerja" kata rina.


"Jadi ini semua salah ibu?" Tanya ibu rina.


"Iya iyalah. Masa masuk kamar rina tidak ketuk pintu dan beri salam dulu. Ibu islamkan?" kata rina.


"Rina kamu sudah memukul ibu, bukannya minta maaf malah menyalahkan ibu" kata ibu rina tidak terima.


"Bukan begitu bu. Rina tahu rina salah. Rina minta maaf sedalam-dalamnya. Tetapi ibu juga salah" kata rina.


"Tidak juga sih.." kata rina mulai pasrah.


"Ibu ini ibu kamu, ingat itu rina" kata ibu rina.


"Ibu, ibu pasti lelah. Ibu sebaiknya istirahat saja. Bezok ibu masih berjualan" kata rina menenangkan ibunya.


Ibu rina menghela napas dalam-dalam.


"Ternyata capek juga yah marah-marah" kata ibu rina.


"Iya ya.." kata rina sambil tersenyum.


"Ya sudah. Ibu kekamar dulu" kata ibu rina.


"Jangan lupa istirahat bu.." kata rina kepada ibunya yang sudah berada di depan pintu.


"Akhirnya legah juga. Ibu ada-ada saja" kata rina.


Rina ingin kembali berbaring. Tiba-tiba pintu terbuka lagi.

__ADS_1


"Na, ibu tadi mau bilang kamu bezok pagi-pagi antar pesanan di pengadilan. Ingat pagi-pagi" kata ibu rina.


"Iya bu.. sebaiknya ibu kembali ke kamar yah" kata rina sambil menahan amarahnya.


"Jangan lupa istirahat dan tidur cepat. Bezok bangun pagi-pagi" kata ibu rina kepada rina.


Ibu rina menutup pintu kamar rina.


"Bagaimana bisa rina istirahat jika ibu datang terus mengganggu" kata rina mulai berbaring.


Belum sempat rina memejamkan matanya, pintu kamarnya terbuka lagi.


"Ibu ini gimana sih. Aku mau istirahat. Ibu sendiri yang bilang, tidur lebih awal karena bezok antar pesanan" kata rina marah-marah.


Rina marah-marah tanpa menoleh.


"Aku hanya mau melapor" kata Qin-she yang melihat rina sedang marah-marah.


"Apa?" Kata rina dalam hati.


"Kenapa suaranya seperti laki-laki" kata rina dalam hati.


Rina lalu menoleh dan melihat Qin-she berdiri di depan pintu. Amarah rina memuncak. Dengan cepat, rina melempar Qin-she bantalnya. Qin-she yang melihat rina melempar bantal, bingung. 


"Kamu kenapa datang lagi? Ini sudah larut malam. Aku mau tidur" kata rina emosi.


"Aku hanya mau melapor. Aku mau ke toilet" kata Qin-she tenang.


"Memangnya harus lapor dulu kalau mau ke toilet?" Tanya rina.


"Kamu tadi yang minta" kata Qin-she.


"Keluar kamu. Toiletnya tidak ada di sini" kata rina berusaha menahan emosinya.


"Aku hanya mau melapor bukan numpang toilet" kata Qin-she sengaja membuat rina kesal.


Sebenarnya, Qin-she mendengar ibu rina marah-marah di kamar rina tadi. Qin-she yakin jika rina saat ini pasti kesal. Makanya dia ingin melihat wajah kesal rina.


Saat Qin-she keluar, dengan cepat rina menutup pintunya dan menguncinya. Kemudian, rina memutar musik. Rina lalu berbaring dan memejamkan matanya.


"Sudah tidak ada yang bisa menggangguku lagi" kata rina dalam hati.


Tidak beberapa lama, rina tertidur.


sementara Qin-she kembali ke kamarnya. Qin-she tersenyum-senyum sendiri di kamarnya. sepertinya Qin-she merasa puas dengan apa yang di lakukannya tadi. membuat rina kesal setengah mati. kapan lagi, Qin-she bisa melihat rina marah. selama ini, Qin-she hanya sering melihat rina tersenyum. kali ini, Qin-she akan membuatnya kesal. sepertinya Qin-she akan lebih sering lagi membuat rina kesal.

__ADS_1


"ada-ada saja rina" kata Qin-she bicra sendiri.


Qin-she lalu istirahat dan tidur.


__ADS_2