CINTA DARI KECIL

CINTA DARI KECIL
MENIKMATI TAHUN BARU


__ADS_3

 Rina tidak bisa bangun di pagi hari, dia terlalu banyak minum minuman di rumah Qin-she. Perutnya terasa ingin memuntahkan semua isinya.


Rina keluar dari kamar dengan tergopoh-gopoh. Dia langsung ke ruang keluarga sambil menghidupkan Tv. Hari ini hanya Rina sendirian di rumah. Ibu dan ayahnya sedang pergi keluar kota.


Tiba-tiba, handphone Rina berbunyi. Ada notifi masuk dari Qin-she.


KAMU BAIK-BAIK SAJA. TADI MALAM KAMU MINUM TERLALU BANYAK.


Rina berpikir jernih. Kali ini dia ingin mendapat perhatian lebih dari Qin-she. 


"Jika aku berpura-pura sakit, mungkin Qin-she akan datang dan merawatku" kata rina


"Sepertinya ini waktu yang pas, lagian dirumah tidak ada siapa-siapa jadi Qin-she pasti datang" lanjut Rina sambil loncat-loncat di kursi.


Rina langsung mengetik pesan dan mengirimnya pada Qin-she.


AKU SEDANG SAKIT. AKU TIDAK BISA BANGUN. QIN-SHE TOLONG AKU...😣


Qin-she membaca notif dari Rina dan langsung menuju rumah rina dengan cepat.


Sementara Rina, kembali ke kamarnya. Sengaja tidak mengunci pintunya supaya Qin-she bisa masuk. Rina berbaring di tempat tidurnya sambil menyediakan kompres di dekat tempat tidurnya. Berharap jika Qin-she mau mengompresnya nanti.


Qin-she tiba di rumah Rina. Dia langsung membuka pintu rumah Rina dan seketika pintu langsung terbuka. 


"Pintunya tidak dikunci" ucap Qin-she dalam hati.


Qin-she baru ingat jika Ayah dan Ibu Rina sedang pergi ke luar kota. Jadi Rina sendirian di rumah.


Qin-she masuk dan langsung menuju kamar Rina. Qin-she mengetuk pintu kemudian membukanya. Saat mendengar suara ketukan dari kamarnya, Rina langsung berpura-pura tidur.


"Na, aku masuk yah..." ucap Qin-she.


Qin-she melihat Rina tertidur di kamarnya.


Qin-she duduk dan memeriksa suhu tubuh Rina dengan tangannya. 


"Sepertinya, tidak panas" ucap Qin-she.


Rina yang mendengar Qin-she, pura-pura batuk. 


"Qin-she, kamu sudah datang?" Ucap rina lemah


"Kepalaku terasa sakit dan tenggorokanku juga" lanjut rina.


Rina memang ahli berakting. 


"Sepertinya, suhu tubuhku sudah mulai normal" kata Rina sambil mengecek kepalanya dengan jarinya.


"Aku juga belum makan" ungkap Rina.


Qin-she mengerti. Dia langsung ke dapur dan memasak bubur untuk Rina.


Sementara di kamar, Rina kembali tersenyum. Rina yakin jika Qin-she akan menyiapkan makanan yang enak untuknya.


Tiba-tiba Qin-she datang dan membawa makanan. Rina berakting kembali.


"Makanlah, supaya ada tambahan energi" kata Qin-she.


Rina mengangguk. Tetapi pada saat Rina melihat makanannya, dia seperti tidak punya nafsu makan. Qin-she membuatkannya bubur bukan soup atau makanan yang ada lauknya.


"Kenapa?" Tanya Qin-she melihat Rina hanya menatap buburnya saja.


"Apa di kulkas tidak ikan? Daging? Atau telur" tanya Rina


"Orang sakit itu makannya bubur Na" kata Qin-she sambil menyuapi Rina.


Rina menurut. "Ternyata tersiksa juga yaah kalau ingin mendapat perhatian dari Qin-she" pikir Rina.


Untung saja Qin-she yang menyuapinya sehingga rina mau memakannya. Seandainya bukan Qin-she, Rina tidak akan mau makan.

__ADS_1


"Qin-she, buburnya tidak ada rasanya" ucap Rina


"Jika sedang sakit memang seperti itu" jawab Qin-she.


Memang tidak ada rasanya. Qin-she kan tidak menambahkan garam walaupun sedikit.


"Qin-she, malam tahun baru nanti, kita keluar rumah yaa..." mohon Rina


"Kalau kamu sudah sembuh" ucap Qin-she.


"Aku pasti sudah sembuh. Lihatlah, Aku sudah membaik setelah makan bubur ini. Jadi sebaiknya sudah cukup makan buburnya" ucap Rina meyakinkan Qin-she sambil mengambil buburnya dari tangan Qin-she dan meletakannya di meja.


"Kamu ingin kemana nanti" tanya Qin-she


"Melihat kembang api" ucap Rina cepat


"Tetapi, dimana tempat yang paling bagus untuk melihat kembang api?" Tanya Rina


"Aku tahu tempat yang bagus" jawab Qin-she.


"Benarkah, dimana?" Tanya Rina


"Nanti saja" ucap Qin-she.


" Aku harus pulang. Kamu jangan lupa makan supaya cepat sembuh. Nanti malam tahun baru aku akan datang menjemputmu" ucap Qin-she pergi.


Rina tersenyum dan mengangguk.


Waktu yang di tunggu Rina sudah tiba. Malam tahun baru sudah datang.


Rina bersiap, dia memakai baju berwarna putih. Ditambah bandol warna merah. Terlihat sangat cantik dan anggun.


Telpon Rina berbunyi. Rina pikir itu dari Qin-she, dengan cepat dia mengangkatnya.


"Qin-she aku sudah siap" kata Rina sambil tersenyum.


"Siap? Kamu mau kemana?" Tanya yang menelpon


Senyum Rina sembari hilang tiba-tiba.


"Na, kamu mau kemana?" Tanya yang ditelepon


" tidak bu. Rina tidak ke mana-mana" kata Rina.


"Ini masih di rumah" lanjut Rina


" na, kamu harus belajar. Ujian kenaikan kelas sudah dekat. Kali ini ibu menelpon untuk memastikan agar kamu tidak ke mana-mana. Cukup di rumah saja sambil belajar" ucap Ibu Rina.


"Iyaa.. iyaa bu..." kata Rina


"Jangan kemana-mana Na. Ingat itu" kata ibu Rina sambil menutup teleponnya.


"Ada-ada aja ibu, belajar saat tahun baru. Sepertinya ibu tidak pernah keluar menyaksikan kembang api saat tahun baru, jadi seperti itu deh." Kata Rina berbicara sendiri


"Rina... Rina wa...tiii...." teriak woobin. 


Rina langsung menoleh ke jendela. 


Qin-she dan woobin sudah ada depan rumah Rina.Qin-she melambaikan tangan. Rina langsung turun.


"Kenapa lama sekali Na, dandan yang manis dulu. Dandan cantik" kata woobin


"Tapi ko, kamu tidak kelihatan cantik yah." Canda woobin.


Rina melihat penampilannya.


"Penampilanku, biasa-biasa aja" kata Rina.


"Nah, tuh.. kamu tahu" tawa woobin.

__ADS_1


Rina tambah kesal. 


"Sudahlah, sebaiknya kita pergi takut nanti kita terlambat" kata Qin-she menghentikan pembicaraan Rina dan woobin.


Kalau tidak di hentikan, masalahnya akan tambah besar nanti.


Qin-she, Rina dan woobin mulai berjalan.


Ditengah perjalanan, Rina, Qin-she, woobin' melihat kembang api di langit. Tetapi tidak terlalu jelas.


"Apa, sudah jam 00:00. Kembang apinya sudah dimulai" kata woobin. 


"Sebaiknya kita berlari" usul Qin-she.


Woobin, Qin-she dan Rina mulai berlari. 


Rina dan woobin terhenti, mereka mulai lelah.


"Qin-she, dimana tempatnya. Aku beneran sudah lelah" kata woobin capek.


"Aku seperti tidak bisa bernapas" lanjut Rina.


Melihat itu, Qin-she langsung menarik tangan Rina dan membuatnya berlari.


Rina dan Qin-she berlari bersama sambil berpegangan tangan. Meninggalkan woobin di belakang.


"Hei, tunggu aku..." ucap woobin 


Mereka bertiga berlari sejauh mungkin. Banyak mobil dan motor melintas tetapi mereka tetap berlari sampai akhirnya berada di dekat jembatan.


Sudah banyak mobil disana. Banya orang yang singgah sambil melihat kembang api.


Saat Rina, Qin-she dan woobin sampai. Mereka melihat kembang api. Tetapi kembang api terakhir. 


"Apa? Sepertinya sudah selesai" kata woobin.


" kita baru datang, sudah selesai" jawab Rina.


Qin-she melihat raut wajah Rina sedih. 


Semua orang satu per satu meninggalkan tempat itu.


Kembang api nya sudah berakhir pikir Qin-she.


"Kita datang terlambat" kata woobin.


Saat mereka ingin kembali pulang, belum sempat melangkah Tiba-tiba saja kembang api bermunculan di langit.


Woobin, Rina dan Qin-she berbalik dan melihat kembang api. 


Qin-she tersenyum, mereka bertiga sangat senang menikmati kembang api. 


Mereka saling berpegangan tangan dan mengucapkan yeeehhh....


Setelah selesai melihat kembang api, mereka pulang ke rumah.


Dalam perjalanan pulang,


"Teman-teman, pemandangan tadi sangat indah" kata woobin.


"Kita harus berjanji untuk melihat kembang api lain kali lagi" kata Rina sambil menoleh ke arah Qin-she dan woobin bergantian.


"Oke.. janji" kata woobin sambil tos dengan Rina.


Rina mengajak Qin-she juga tos, melihat itu Qin-she pun melakukannya.


"Itu berarti, kita semua sepakat" kata Rina


Rina pulang kerumah. Masuk ke kamar dengan muka yang gembira. Malam ini adalah malam yang indah bagi Rina. Rina berganti pakaian lalu tidur.

__ADS_1


Sementara Qin-she tidak habis-habisnya tersenyum. Sembari membayangkan dengan kejadian tadi, saat Qin-she memegang tangan Rina. Ada perasaan nyaman. Selama ini, Qin-she tinggal sendirian. Kurang-nya perhatian dari ibunya membuat sikap Qin-she berubah.


Ketika melihat Rina memberikan perhatian padanya, Qin-she sebenarnya menyukainya. Hanya saja Qin-she tidak ingin membuat Rina repot. Dari kecil, Qin-she kurang mendapat perhatian dan kasih sayang. itulah yang membuat sikapnya jadi dingin dan kurang peduli.


__ADS_2