CINTA DI PANDANGAN PERTAMA

CINTA DI PANDANGAN PERTAMA
BAB.10


__ADS_3

Keduanya terjebak dengan rasa nyaman, mereka tidak menyadari jika kedekatan mereka tumbuh benih benih cinta yang akan sulit saling melepaskan.


Sahara masuk dalam rumah sambil mencium bajunya sendiri, wangi parfumnya tak pernah berubah. Wanginya masih sama seperti yang dulu. Sudah malam dia mengerjakan tugasnya seperti biasanya. Ponselnya terus berdering tanda panggilan masuk, lantaran fokusnya sampai mengabaikan beberapa panggilan masuk.


Menurutnya tugasnya jauh lebih penting daripada harus basa basi yang tak jelas.


Boy pun sama dia fokus mengerjakan tugasnya sambil berkhayal jika di sampingnya kini Sahara. Sampai ayahnya duduk di sampingnya dia kira itu Sahara.


''Yank istrahat saja kalau sudah cape, biar abang saja yang kerja tugasnya.''


Deno hanya senym senyum sendiri mendengar ucapan anaknya.


Dalam hati nya apakah seperti itu dia dulu saat kasmaran tampa sadar berucap. Jika dia tau pasti sangat memalukan baginya. Setelah dia keluar kamar anaknya pergi ke kamarnya untuk istrahat begitulah rutinitas dalam kesehariannya.


Paginya ke kampus seperti ke biasanya akan menjemput Sahara. Sepanjang jalan ada yang menghalangi jalannya. Tak terasa orang itu slalu menghalangi jalannya sudah tiga puluh menit.


''Siapa sih ini orang kurang kerjaan kali yah.''


Ada celah sedikit langsung tancap gas menerobos keramaian kendaraan. Dia tak peduli dengan caci maki pengguna jalan yang lainnya. Sementara Bara kewalahan mengejar musuhnya. Bara memang tidak suka ada yang mendekati sahabatnya sekaligus wanita pujaanya.


Bara juga mengincar Shidy, menurutnya kedua wanita itu tak ada yang boleh miliki. Jarang ada yang menolak jika dia mengincar wanita. Sayangnya kedua wanita itu tak ada yang merespon ucapannya bahkan slalu di tolak secara halus.


''Sial, kenapa dia lolos dari genggaman ku, kali ini bisa kamu lolos tapi tidak dengan nanti.''


Bara kembali kekampus yang kebetulan mereka satu kampus dengan Sahara. Tapi entah kenapa dia terkesan menjauhinya.

__ADS_1


Sahara bukan sembarangan wanita yang gampang di dekati bahkan terkadang dia terkesan judes, tapi manis itulah yang terlihat.


Sementara kedua sijoli itu bercanda dengan riang di atas motor seakan jalan ini hanya ada mereka. Sesampainya di kampus ada sepasang mata yang menyimpan dendam yang sedikit lagi akan meledak.


''Sahara kenapa dia slalu dekat dengannya kenapa saya sahabatnya diajauhi.'' Bara mengepalkan tinjunya. Jangankan untuk menjadikannya pacar jadi sahabat pun penuh perjuangan.


''Sahara kamu naik apa.?'' Tanya Bara yang terkesan kepo menurut Sahara.


''Iya sama abangku, kebetulan saya searah dengannya.'' Jawab Sahara yang acuh tak acuh. Setelah itu dia pergi begitu saja. Bara hanya tersenyum kecut melihat tingkah Sahara yang slalu mengabaikannya.


Di kampus Boy mengabaikan beberapa wanita yang menegurnya. Siapa yang tak suka dengan anak motor semua ganteng ganteng. Hanya minesnya suka main wanita, salah pergaulan begitulah yang terjadi.


Boy melihat banyak yang diantar oleh orang tuanya, sudah dewasa masih diantar oleh orang tuanya. ''Enak yah mereka masi memiliki orang tua yang lengkap. Pasti mereka sering di masakin, sering di marahi atau apalah. Ibu dulu orang yang paling cerewet.''


Boy yang saat ini sedang mengamati orang orang yang akur dengan orang tua mereka. Dirinya selalu sedih ketika menyaksikan itu, tapi lagi lagi dirinya kalap dan kembali mengirim pesan sama teman temannya agar mereka kumpul kumpul lagi sepulang dari kampus.


Geng merah dan geng hitam. Mereka musuh bebuyutan jika ketemu di jalan bersama rombongan, mererka slalu meresahkan warga dan pengguna jalan lainnya.


Sahara sudah lama menunggu tapi yang di tunggu malah tk pernah muncul. Dia akhirnya pulang naik taxi dan tak lagi menelpon. Setelah masuk dalam taxi dai mematikan ponselnya lantaran jengkelnya.


''Dasar laki laki,  dasar egois dan kayak jelangkung suka hilang tak tentu arah.'' Yang membuat sopir taxi itu menoleh ke arah wanita yang duduk di sampingnya kali ini.


Dalam hati kang sopir itu, wanita yang di sampingnya lagi patah hati dan mungkin baru putus sama pacarnya. Begitulah anggapan nya.


Sahara mengomel sepanjang jalan tampa jedah dan membuat sopir itu senyum senyum sendiri.

__ADS_1


''Mbak udah dong ngomel ngomelnya, aku gak enak tau. Masa di samain semua laki laki.'' Sopir taxi mencoba mencairkan suasana. Yang membuat Sahara senyum malu.


Sahara setelah keluar dari taxi sambil ngomel ngomel yang membuat semua orang keheranan termasuk ibunya sendiri.


X


''Kesambet apa itu anak, apa iya dia lewat di kuburan di depan sana.'' Anggun masuk kedalam kamar anaknya diam diam.


''Kamu ada masalah apa, kenapa itu muka kusut amat.'' Sahara berlalu begitu saja sambil mengomel yang membuat ibunya geleng geleng kepala.


''Tu anak kenapa sih, apa ia merasa kurang kasi sayang dariku.'' Begitulah pikirnya. Dia akan mengajak anaknya untuk mkan diluar, untuk sekedar menghilangkan bad mood anaknya.


Setelah mandi anaknya diajak jalan jalan di luar. Mereka saat berada di jalan yang lumayan padat. ''Tumben ini masih sore kok padat sekali bahkan banyak polisi di jalan itu.'' Para polisi itu sedang mengamankan beberapa motor dan beberapa sajam bahkan di jalan ada darah yang di jalan bahkan yang menngenang di jalan, siapakah yang terluka bahkan mobil ambulance ada dua sudah dipastikan itu ada korban di dalam mobil itu.


Sahara melihat salah satu motor yang di kenalnya akhir akhir ini, ada diangkut sama polisi. ''Mungkin hanya sama saja tak mungkin dia tawuran udah gede juga.'' Guman Sahara yang masih di dengar ibunya sendiri.


''Kamu ngomongin apa, kok ngomongnya kumur kumur saja.''


''Nggak ada bu. Sahara salah liat tadi.''


Tetap saja rasa penasaran Sahara tumbuh begitu saja. Itu persis motor mas Boy. Tapi kalau itu motornya orangnya mana dan laki laki tak ada jawaban pertanyaan yang ada di pikirannya saat ini.


Sahara berusaha mengabaikan apa yang dilihatnya barusan. Sambil mengirimkan pesan ke Boy tapi nihil bahkan hanya centang satu, yang menandakan ponselnya tidak aktif.


Lagi lagi Sahara kecewa dengan keadaan saat ini. Sejak tadi pesannya tak ada balasan bahkan terkesan diacuhkan begitu saja.

__ADS_1


Sahara membuang pandangan keluar jendela agar yang diarasakan benar bnar hilang tapi tetap saja dadanya sesak. Walaupun tak ada kata jadian diantara mereka karna dekat begitu saja tapi dalam hati masing masing ada rasa yang sulit di gambarkan.


Sahara keluar masuk aplikasi bahkan sering mengecek pesan yang di kirimkan beberapa waktu lalu tapi nihil malah pesan itu tetap centang satu.


__ADS_2